Pagi ini mentari tidak bersinar cerah, ia bersembunyi dibalik awan yang hitam pekat dan butir-butir air berjatuhan ke bumi. Namun, langit yang gelap ini tidak mencerminkan apa yang Kenzo rasakan.
Kenzo tersenyum getir ketika melihat ibunya berjuang untuk melawan penyakitnya. Sudah 6 tahun berlalu ibu Kenzo bertahan. Terlihat alat EKG terpasang pada tubuh nya yang tak berdaya. Ada perasaan khawatir yang menyelimuti hati Kenzo. Kenzo tak tenang.
"Aku tau ibu adalah perempuan yang kuat, ini juga menjadi alasanku bu, demi ibu Aku bertahan".
Di usia ku yang menginjak hampir 17 tahun, hidupku penuh dengan tentang pengobatan yang selalu setia menemaniku. Aku ingin seperti mereka diluar sana, Aku juga ingin bebas tanpa ada batas.
Hari demi hari berlalu Kenzo menjalani kehidupan seperti biasa. Kenzo terlihat seperti tak bergairah untuk bersekolah. Kenzo tidak seperti anak pada umumnya. Jika anak-anak lain bersekolah dengan penuh semangat dan menjalani nya seperti biasanya, akan tetapi tidak pada Kenzo. Terkadang Kenzo diharuskan untuk pulang lebih awal karena saat siang hari tubuh Kenzo tak kuat untuk menopang, disertai mual, sakit kepala, dan sangat lemas. Itu karena faktor dari penyakit yang dialami oleh Kenzo.
"Tuhan aku sangat lelah jika terus menerus seperti ini, Aku ingin berhenti. Berikanlah Aku kekuatan sekali lagi Tuhan untuk bertahan demi dirinya".
Langit yang cerah dihiasi dengan bulan purnama yang bulat sempurna dan taburan bintang yang meramaikan malam suasana malam ini. Sangat mendukung Kenzo untuk mencari ketenangan di malam hari. Kenzo duduk dibawah pohon yang rindang sambil memainkan ponselnya.
drrttt.. drrttt
"Halo yah?"
"Kenzo kamu dimana nak?"
"Lagi di taman yah, ada apa?"
"Alhamdulillah ibu hari ini sudah diperbolehkan pulang nak.. Kondisi ibu sudah lebih baik tinggal pemulihan rawat jalan saja nak. Pulanglah temui ibu mu jaga ibu sebentar di rumah ayah mau balik kerumah sakit mengurus berkas"
"Alhamdulillah.. baik ayah, Kenzo akan pulang 30 menit lagi"
"Oke ayah tunggu"
"Alhamdulillah Tuhan aku bersyukur ibuku bisa kembali pulih kembali"
srekk.. srekk..
"Kenzo?" ucap seorang Gadis.
Aku berjalan mendekati nya perlahan untuk memastikan orang tersebut Kenzo atau bukan.
"Lah iya bener Kenzo," ucapku dalam hati
"Ehh? Kenzo kenapa kamu menangis?", ucap Gadis itu sambil melambaikan tangan tepat di hadapan Kenzo.
Kenzo pun menoleh.
"Sejak kapan kamu berada disini?"
"Barusan. Tapi kenapa kamu menangis Kenzo?", Gadis itu pun masih menanyakan hal yang sama.
"Aku? Menangis? Haha tidak aku tidak menangis", ucap Kenzo.
"Lalu kenapa ada sebutir air di dekat matamu?"
"Bukan, ini aku berkeringat karena..", ucap Kenzo terhenti.
"Karna apa zoo?"
Laki-laki itu terdiam. Tak tahu harus menjawab apa pada Gadis berparas cantik dihadapannya ini.
"Kenzo? Kenapa kamu hanya diam saja? Ayolah jangan membuat ku penasaran. Ada apa denganmu Kenzo?", tanya Gadis itu kesal pada Kenzo.
Kenzo tersenyum manis saat melihat Gadis dihadapan nya ini kesal terhadap nya karena Kenzo tidak memberikan jawaban pasti dari pertanyaan Gadis tersebut sehingga membuat Gadis itu terlihat kesal. "Lucu..", Kenzo terkekeh saat Gadis tersebut hendak ingin pergi darinya dan menahan tangan Gadis itu agar tidak pergi.
"Apaa?", ucap Gadis itu ketus.
"Jangan marah dulu cantik, sini duduk dulu", jawab Kenzo.
Gadis itu pun duduk dan memandang Kenzo masih memperlihatkan mimik wajah nya yang kesal. Akan tetapi tidak pada Kenzo yang masih tersenyum manis melihat Gadis itu.
"Kamu tau ga kenapa bulan purnama diatas sana terlihat bulat sempurna, indah dan cantik saat dimalam hari?", ucap Kenzo sambil menunjuk bulan diatas yang bersinar indah tersebut.
"Karena bulan tersebut diciptakan untuk menerangi malam yang gelap dan menyempurnakan malam ini dengan cahaya nya yang terang. Menemani kesunyian malam dengan tenang saat memandangi bulan tersebut sehingga bisa membuat orang yang melihatnya tersenyum.", Jawab Gadis itu sambil tersenyum saat melihat bulan diatas. Benar-benar indah. Hatinya tenang saat melihatnya.
Kenzo tak menyangka bahwa Gadis disamping nya ini akan menjawab pertanyaannya dengan serius. Kenzo mengusap kepala Gadis itu dengan tulus dan berharap mereka akan selalu bisa bersama hingga akhir hayatnya. Jika mengingat kembali kondisi dirinya yang tidak memungkinkan, akankah ia bisa mewujudkan secuil harapannya tersebut?
"Ca..", ucap Kenzo memanggil nama Gadis itu. Ya nama Gadis tersebut adalah Tasya. Kenzo sering memanggil nya dengan nama Aca.
"Iya?", jawab Aca.
"Kamu benar. Bulan tersebut diciptakan bulat sempurna, indah, dan cantik sama hal nya seperti kamu ca. Indah di pandang karna kamu sempurna dengan prestasi yang kamu miliki. Dan parasmu yang cantik membuat orang yang melihatmu pasti akan tersenyum", ucap Kenzo mode serius. Aca terlihat blushing saat mendengar ungkapan Kenzo pada dirinya. Aca bersyukur mempunyai teman yang tulus seperti Kenzo.
"Ca.. tadi itu aku bukan menangis. Aku sungguh berkeringat malam ini karena disebabkan oleh faktor penyakit yang aku punya ca. Kamu tau sendiri kan dengan penyakit yang aku punya. Kadang aku berpikir ingin berhenti", ungkap Kenzo.
"Ga! Kenzo ga boleh berpikiran seperti itu. Buat apa Kenzo bertahan hingga sekarang lalu Kenzo ingin berhenti begitu aja. Percuma Kenzo!", potong Aca. Aca marah karena baru kali ini Kenzo mengeluh padanya dan mengungkapkan bahwa Kenzo ingin menyerah begitu saja.
"Aca.. dengarin dulu bukan berhenti dan menyerah begitu saja yang aku maksud. Tapi ingin berhenti untuk mengurangi aktivitas yang membuat badan ku drop. Aku menyesal pernah ngerokok waktu itu hingga membuat banyak penyakit yang aku rasakan sampai sekarang. Jujur aku ngerokok dari kelas 5 SD dan aku berhenti ngerokok 5 bulan bulan yang lalu karena disitu aku mulai sering sesak. Salahku juga sih aku ngerusak diriku. Aku bersyukur, aku berhenti merokok sebelum waktunya aku separah ini. Tapi aku rasa juga terlambat. Aku udah punya penyakit jantung sejak kecil tapi aku malah mencoba rokok untuk memperparah kondisiku. Harusnya aku menghindari aktivitas yang membuat kondisi tubuhku memburuk dan melakukan aktivitas fisik yang sehat", ucap Kenzo menceritakan keluh kesah kepada Aca yang terlihat serius mendengarkan.
"Kenzo, tidak ada kata terlambat selagi Tuhan masih memberikan kesempatan untuk hidup. Lakukanlah waktumu sebaik mungkin memperbaiki apa yang salah. Tidak ada salahnya kok kamu masih berikhtiar dan bertawakal. Orang yang sabar pasti akan membuahkan hasilnya. Syukurlah jika Kenzo masih ingin tetap bertahan dan terus mencoba agar bisa menjadi lebih baik. It's never too late to be who u should be! Semangatt Kenzo!!", ucap Aca tulus kepada Kenzo.
"Thankyou very much Acaa!! udah mau dengarin keluh kesah ku malam ini", ucap Kenzo sambil tersenyum pada Aca.
"Sama-sama Kenzo. Janji dulu sama aku kalau kamu ga akan ucapin kata menyerah gitu lagi sama aku!", tegas Aca.
"Iyaa Acaa aku janji!", tegas Kenzo pada Aca.
Aku tenang mendengarkan nasehat dari Aca. Aku senang Aca mendengarkannya dengan baik. Aku bersyukur masih punya Aca yang selalu ada disaat aku sedang down. Terimakasih Tuhan.
Sepulang dari taman, Kenzo bingung tak menemukan siapapun dirumahnya.
drrtt.. drrtt..
"Halo nak tolong segera ke rumah sakit sekarang"
"Ada apa yah? ibu dimana?"
"Ibu di rumah sakit Kenzo cepatlah kemari"
"Kondisi ibu gimana yah?"
"Ibu dalam kondisi kritis sekarang Kenzo"
"Apa?! Ibu kritis? Bukankah tadi ibu baik-baik saja? Tidak ini tidak mungkin!"
"Kemarilah Kenzo! Ayah tunggu sekarang!"
tutt..tutt..
Aku segera pergi ke rumah sakit dengan buru-buru. Walau hujan badai menerpaku dan terlihat jalanan licin sekali. Pandangan sedikit buram karna air hujan menghalangi penglihatan ku. Saat akan berbelok ke kanan tiba-tiba truk muncul dari arah berlawanan melaju ke arah ku. Aku terpental sejauh 15 meter dari lokasi kejadian. Darah bercucuran dari kepalaku menahan sakit. Aku sempat mendengar suara Aca dari kejauhan berteriak. Tapi terlambat. Maafkan aku Aca, mungkin aku telah menepati janji mu yang sebenarnya. Sebenarnya, untuk selama-lama nya.
•••
Kenzo meringis kesakitan menahan rasa sakit yang menyerang dikepala nya. Kenzo sulit untuk bergerak. Pandangan buram dan mulai menghitam hingga menutup sempurna. Hanya suara isakan tangis yang terdengar samar-samar sambil memanggil namanya.
"Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan dengan bersedih. Jadilah dirimu apa adanya, berbahagialah, jadilah bebas menjadi apa pun yang kamu inginkan"
-Kenzo