Terbangun di tengah malam membuat perasaan ku tidak enak, apa kalian tau hal yang aku rasakan sekarang....
.
.
.
.
Terlihat seorang Pria terbangun di kasurnya yang terlihat suram dengan cahaya lampu yang pudar, membuatnya terlihat menyedihkan.
Ia beranjak dari kasurnya menuju jendela kamar yang jauh dari kasurnya itu, melihat langit langit malam membuat perasaannya berkecamuk menjadi satu, bahagia, senang, sedih, kesal, dan pasrah mengingat kejadian dimana masa masa yang ia lewati begitu menakutkan.
duduk di sisi jendela memeluk lututnya dengan begitu payahnya, dia menangis didalam sana, begitu sangat menyedihkan.
Panggil saja dia Boy, yang dulunya ialah pecinta sejati, sekarang berubah menjadi sangat menyedihkan dalam hal itu, dimana cinta yang ia kenal berubah setelah kekasihnya membuangnya (meninggalkannya dengan tiba-tiba) bagaimana itu tidak bisa menjadi baik baik saja, mengingat apa yang pernah dia lakukan untuk kekasihnya menyesal?, tentu!, bagaimana bisa ia tidak menyesal dengan perbuatannya itu.
hal yang dia takuti adalah menemukan cinta lagi, dia mencoba mengubur dalam dalam perasaan cintanya untuk itu, merubah sikapnya menjadi lebih jauh dari nama cinta.
.
.
.
.
mengingat masa lalunya.
Boy adalah pria yang bahagia di umurnya yang muda itu, semenjak kehilangan rasa kasih sayang dan cinta dari kedua orang tuanya dia berubah menjadi pria yang berburu mencari cinta dimana dia dapatkan dari seorang wanita yang mencintainya, tapi sayangnya yang ia tidak ketahui bahwa cinta tak selamanya abadi.
hingga suatu hari ia bertemu seorang wanita yang ia begitu sukai, menyatakan perasaannya adalah keharusan baginya, bahwa tak ingin kecewa lagi.
tapi apa kata wanita itu
"maaf aku belum bisa menerima mu, mungkin lain kali" begitu saja lalu kembali berjalan dan meninggalkan Boy sendiri disana.
merasa tertolak Boy bukannya mundur dia mencoba untuk lebih mendekatinya, berhasil? yah dia berhasil mengambil hati wanita itu, tapi ingat permainan cinta tidak hanya berakhir indah seperti itu, Boy yang merasa bahwa hal sangat mudah memulai permainannya dimana dia mencoba untuk mengubah karakternya yang dulunya baik menjadi bad.
seiring berjalannya waktu dia merasa justru dialah yang terjebak dengan permainan cinta itu, sedang wanita yang ia sukai, semakin ia rasa maka semakin jauhnya.
semakin lama semakin menampakkan bahwa Boy lah yang sebenarnya pecundang dalam permainan itu, mencoba menghancurkan hati seseorang dengan permainan cintanya.
.
.
.
.
hingga suatu hari
"kita putus"
ucap seorang wanita tanpa merasa bersalah, berkata dimana perkataan yang sungguh terdengar menyakitkan bagi Boy.
mendengar hal itu membuat Boy terkejut dan berkata "kenapa?", dengan tatapan yang terlihat begitu menyedihkan, mata lesu dan tidak tahu harus apa.
"kenapa?..., karena aku sudah tidak menyukai mu, kau menawarkan ku permainan ini dan kau kalah dalam permainan mu, aku sungguh minta maaf, semoga kau bahagia".
ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Boy disana sendirian.
dari pandangan wanita itu terlihat jelas bahwa Boy begitu payah, tapi ia tak peduli, itulah kenapa dia meninggalkan Boy di saat perasaan Boy benar benar untuknya.
Sedang Boy dia hanya diam menatap tanah menundukkan kepalanya dan tersungkur di tanah, melihat kedua telapak tangannya, sebuah tetesan air mata jatuh ke telapak tangannya kemudian Boy tertawa dengan hal yang terjadi padanya.
"he heheh hah HAHAHA AAKKKHHH"
teriaknya sambil mencengkram wajahnya dengan telapak tangannya itu lalu mengangkat kepalanya menghadap langit langit teriak Boy sekuat kuatnya saat itu.
bangun dari tersungkurnya, saat berdiri pun ia tidak memiliki keseimbangan hingga ia sempoyongan dan menghantuk dinding di sekitarnya.
sambil teriak dia memukul mukul dinding dengan keras. hingga terlihat tangannya menjadi merah dan hampir berdarah. terlihat goresan goresan kecil di setiap sisinya.
"KENAPAAA!!!"
"DIMANA SALAH KU HAAA"
"KAU PECUNDANG!!!"
"KAU BENAR BENAR BODOH..., AKKKHH"
teriaknya terus menerus dan memukul mukul dirinya hingga ia merasa bahwa dirinya kembali tenang.
.
.
.
.
pulang kerumah, bukannya ia mendapat ketenangan tapi malah mendengar ocehan kedua orang tuanya yang membuatnya semakin kesal.
melihat itu bukannya dia pergi atau keluar dari rumah, tapi dia memilih untuk diam di dalam kamarnya hingga saat mendengar bahwa ocehan itu selesai dan kembali sepi.
sedikit terbesit pikiran untuk bunuh diri, sudah pernah ia lakukan dengan melakukan hal yang sering banyak orang lakukan yaitu menyayat tangan menggunakan benda tajam, bukannya berhasil justru Boy hanya mendapatkan kesakitan hingga harus di perban.
karena itu dia menjadi pria yang begitu nakal dan tidak mengenal kembali apa itu cinta.
Terlahir dari keluarga yang begitu rapuh sejak umurnya menginjak remaja, bahkan hingga ia menjadi dewasa. tubuhnya adalah wadah untuk kemarahan ayah dan ibunya. bahkan sejak kecil dia sudah menerima pukulan serta hal hal yang begitu tidak mengenakkan untuk seorang anak kecil.
Tumbuh dewasa dengan perasaan seperti itu, membuatnya tidak ingin mengenal cinta, tapi saat bertemu kekasih sebelumnya dia sedikit merasakan cinta, hingga akhirnya dia sendiri yang menjadi Loser di permainan cinta yang ia buat.
tapi untungnya meski begitu dia memiliki seorang teman yang selalu ada disinya, bahagia maupun sedih mereka selalu bersama sama, karena dengan mereka yang memiliki perasaan yang sama dengan Boy yang di tinggalkan oleh keluarga, bahkan kehilangan kasih sayang baik dari keluarga maupun kisah cinta mereka yang sama.
.
.
.
.
Boy tidak merasa bahwa tidak memiliki cinta adalah hal yang buruk lagi, tapi dirinya lebih akan menerima bahwa tidak akan menerima apa itu cinta.
kisah cinta diantara Boy dan kekasihnya berakhir begitu saja, tapi Boy memiliki empat teman yang bersedia untuk selalu bersama dalam keadaan sedih maupun bahagia.
.
.
.
.
Selesai
.
.
.
.