Di sebuah rumah yang terbilang sederhana yang hanya ditempati oleh dua orang , mereka berdua adalah sepasang ibu dan anak yang menempati rumah ini ,ia bernama dalia jasmin ibu dari adinda amelia anak sekaligus keluarga satu satunya yang ia punya, sejak kepergian sang suami sekaligus ayah dinda, ia harus banting tulang untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari nya.
“kringgg....kringg...kringgg...“ suara deringan alarm milik dinda pun berbunyi , jam menunjukkan pukul 04.30 wib yang artinya sudah pagi, dinda terbangun karena alarm sudah berbunyi ia segera mematikan alarm tersebut dan melirik kearah jam dinding yang terletak didekat pintu kamar nya, setelah itu ia membereskan tempat tidur menyusun kembali bantal dan guling tidak lupa ia melipat selimut nya dan menaruhnya diatas tumpukan bantal ,dinda berjalan kearah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi...20 menit berlalu dinda akhirnya keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah dibaluti seragam sekolah yang lengkap ,jam sudah menunjukkan pukul 04.50 adinda berjalan kearah lemari dan mencari mukena nya untuk sholat subuh terlebih dahulu. “alhamdulillah akhirnya kelar juga.” Dinda berucap dengan diiringi senyuman bahagia, “Tok... Tok... Tok...dinda mari sarapan nak...” seseorang mengetuk pintu kamarnya diiringi suara panggilan untuk menyuruh nya sarapan.
dinda berjalan kearah pintu dengan tas yang sudah berada di pundaknya, “ceklek..” suara pintu terbuka. Dilihat nya ibu suda berdiri didepan pintu kamar dinda, “selamat pagi bu.” Dinda berucap kepada sang ibu dengan senyuman yang merekah diwajahnya. “pagi juga din.” Ucap nya, ibu berjalan dengan mengajak dinda ke meja makan untuk sarapan, dilihat di atas meja hanya ada beberapa makanan sederhana walaupun itu dinda tetap bersyukur.
acara makan pun selesai, ia suda mencuci semua piring setelah itu ia mengambil tas nya dan berpamitan kepada sang ibu, “assalamu’alaikum bu dinda berangkat.” Ucap dinda, “Wa’alaikumussalam, hati hati dijalan.” Dinda mengacungkan kedua jempol nya kearah ibu sebagai jawaban. Jarak antara rumah dan sekolah lumayan cukup dekat dinda memutuskan untuk berjalan kaki saja sekalian untuk menghemat biaya,
sesampainya di sekolah,dinda segera memasuki ruangan nya. Jam pelajaran pun berlangsung dengan baik,tiba-tiba saja guru bk memasuki ruangan kelas nya “tok...tok...”suara ketokan pintu.“silahkan masuk” ujar guru yang sedang mengajar dikelas. “selamat pagi anak-anak.” sapa guru bk. “selamat pagi bu” jawab mereka. “saya datang kesini untuk mencari yang bernama dinda” kata guru bk sambil memperhatikan murid-murid satu persatu. Dinda pun mengangkat tangannya ke atas “saya bu yang bernama dinda” Guru bk pun menghampirinya. “tolong keruangan saya sebentar ” kata guru bk sambil menatapnya, dinda berdiri dari duduknya dan mengikuti dibelakangnya.
“silahkan duduk” ucap guru bk, dinda pun duduk berhadapan dengan guru bk “maaf bu apa yang ingin ibu bicarakan kepada saya?” tanya dinda. “maaf dinda jika ibu berbicara begini tetapi kamu sudah menunggak uang sekolah selama 2 bulan” ucap guru bk dengan menatap dinda. “maaf Bu,untuk sekarang saya belom memiliki uang, tolong beri saya sedikit waktu lagi untuk membayar nya” ucap dinda memohon, ada rasa kasihan didalam hati guru bk untuk dinda. “hmm... Baiklah saya akan memberi kamu waktu 2 minggu lagi untuk melunasi tunggakan, tetapi bila kamu tidak bisa melunasi nya maka terpaksa saya akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini dinda” tegasnya, “terimakasi bu saya akan melunasi semuanya” dinda pun merasa lega karena diberi beberapa waktu meski ia tidak tau harus darimana ia mendapat uang 4juta untuk melunasi semua tunggakan itu dalam 2 minggu.
Jam menunjukkan pukul 14.00 wib bel pulang sekolah pun berbunyi semua murid murid berhamburan keluar kelas untuk pulang begitupun dinda, “dinda hati hati dijalan aku duluan” ucap mira teman dinda, sebagai jawaban dinda hanya membalas lambaian tangan mira yang semakin lama semakin menjauh dari tempatnya.
Hari ini dinda tidak akan pulang lebih awal ia berencana berjalan jalan sebentar sembari mencari pekerjaan sampingan agar dirinya bisa membayar tunggakan tanpa harus melibatkan ibunya, terlihat ada sebuah tulisan diseberang sana dan ia membacanya “Lowongan kerja, dibutuhkan secepatnya untuk menjadi pelayan restauran franchise. syarat syarat : lulusan SMA/SMK , laki-laki/perempuan, bersedia berkerja shif, usia maks 18 tahun” dinda sangat senang, ia pun segera menghampiri restauran tersebut untuk melamar kerja , setelah lama berbincang dengan pemilik restauran akhirnya dinda diterima untuk bekerja di sini
“Anda bisa langsung berkerja besok” ucap seseorang, “terimakasih” ucap dinda ,ia dan orang tersebut pun bersalaman, setelah itu dinda keluar dari ruangan tersebut. Dia sudah lelah dan memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya.
Pagi pun tiba seperti biasa ia melakukan aktifitas pagi, “bu dinda akan pulang malam sekarang” ucap dinda, “loh, kenapa nak?”ucap dalia sedikit terkejut mendengar ucapan dinda. “dinda melamar pekerjaan dan alhamdulillah dinda diterima bu” ucap dinda senang, “maaf ya dinda karena ibu kamu jadi harus bekerja keras untuk membayar tunggakan sekolah” ucap dalia merasa sedih, dinda mengambil kedua tangan dalia dan ia menggenggam nya. “ibu ngga usah khawatir, seharusnya dinda yang minta maaf sama ibu malah ngerepotin ibu dan buat ibu susah, mulai sekarang dinda ngga bakal ngerepotin ibu lagi jadi ibu jangan sedih” ucap dinda sembari memeluk nya dan dalia pun membalas pelukan dinda.
Sudah dua minggu ini dinda bekerja di restauran ini dan besok sudah waktunya dinda membayar uang tunggakan sekolah nya yang sudah 2 minggu “eh din, kamu teh dipanggil sama bu bos suruh keruangannya” ucap lilis teman kerja dinda , dinda yang sedang membersihkan lantai pun teralihkan karena ucapan lilis. “tolong gantiin sebentar ya lis” ucap dinda kepada lilis , ia mengasih sapu itu ketangan lilis. “Asiappp din” jawab lilis kepada dinda, dinda hanya tertawa kecil melihat lilis.
Ia berjalan kearah ruangan bos nya “tok... Tok... Tok...permisi , maaf bu ada yang bisa dinda bantu?” ucapnya , “masuk aja din” dinda pun masuk kedalam ruangan tersebut, “nih din, uang kerja kamu disini selama 2 minggu terus saya kasi kamu tip karena kerja kamu sangat bagus dan profesional” ucap ainun selaku bos dinda, dinda menerima uang tersebut “alhamdulillah terimakasi bu ainun, dinda terima uangnya”ucap dinda dengan nada bahagia diiringi senyuman yang sangat sangat bahagia membuat lesung pipi kiri dan kanan dinda terlihat , bu ainun yang melihat dinda pun ikut bahagia melihat nya “iya sama sama din” jawab bu ainun kepada dinda.
Dinda pun segera keluar dari ruangan tersebut menuju tempat dimana ia tadi menyapu, dinda ingin melanjutkan menyapu nya tetapi pas dia sudah sampai di sana ternyata tempat tersebut sudah disapu oleh lilis yang kerap sekarang adalah teman dekat dinda “lis makasi banyak kamu udah bantuin pekerjaan aku” ucap dinda setelah sampai ditempat tadi, “sama sama din, semuanya uda beres ayo pulang” ucap lilis kepada dinda. setelah dirasa tidak ada yang ketinggalan dinda berjalan keluar untuk pulang ke rumah dikarenakan hari mulai gelap, dinda melirik kearah jam tangan milik nya jam sudah menunjukkan pukul 21.20 wib, sebenarnya dinda tadi aturan pulang jam 19.25 tetapi dikarenakan mba eti sakit dia dan lilis terpaksa harus shif malam membantu juli.
Hari ini dinda akan menaik grab saja karena sudah terlalu malam dan tidak baik untuk nya bila jalan sendirian dijalan yang gelap, setelah supir grab datang menjemput nya ia segera naik ke motor tersebut menuju tempat tujuan yaitu rumahnya, tak sampai beberapa menit karena jarak antara restauran dan rumah dinda tidak terlalu jauh akhirnya dinda pun sampai di pekarangan depan rumahnya dinda segera mengasih uang 50ribuan kepada bapak grab tersebut “kembalian nya ambil aja pak dinda ikhlas” ucap nya kepada grab tersebut, “alhamdulillah terimakasih nak ,semoga kamu diberi kemudahan oleh Allah atas segala apapun” bapak grab itu pun menjawab dengan rasa bersyukur dan terimakasi kepada dinda, setelah itu ia pun pergi dari pekarangan rumah dinda.
Dinda berjalan kearah pintu rumahnya “tok...tok...tok...Assalamu’alaikum bu” ucap dinda, “wa’alaikumsalam” setelah pintu dibuka memperlihatkan ibu , dinda langsung saja mencium tangan ibu nya dan langsung masuk kedalam rumah, “bu ini dinda bawain martabak manis, tadi dinda sebelum pulang berhenti dulu dijalan beli ini” dinda memberikan kantong yang berisi martabak ke ibunya, ibu langsung saja mengambil pemberian dari dinda “terimakasi din” mereka malam ini berbincang cukup lama dihidangkan dengan martabak manis yang enak dimalam yang sunyi ini.
Pagi pun tiba dinda terbangun seperti hari hari biasa yang ia lalui sekarang adalah hari dimana dinda harus membayar tunggakan sekolah nya selama 2 bulan. Hari ini dinda tampak lebih ceria dari biasanya dikarenakan ia sangat merasa bersyukur kepada dirinya karena sekarang ia bisa mencari uang sendiri dengan hasil jerih payahnya dan tidak terlalu merepotkan ibu nya.
Uang yang diberikan bu ainun semalam sangat cukup untuk melunasi semua tunggakan sekolah malahan uang tersebut masi tersisa lumayan banyak ditambah ia memiliki tabungan yang bisa dibilang lumayan cukup untuk kebutuhan nya sehari-hari ,dinda hari ini berjalan seperti biasa untuk kesekolah meski ia punya uang sekarang tetapi ia akan terus berhemat dan menabung karena ia berfikir ia tidak akan selamanya diatas dan pasti didepan sana masi banyak kesulitan yang harus ia jalani nantinya.
Diperjalanan dinda bertemu dengan seorang pemulung yang keliatan nya sudah tua dan satu orang anak laki-laki yang jika dilihat usia nya sekitar 5 tahun, melihat itu hati dinda merasa kasian ia pun berjalan menuju tempat makanan yang berada dipinggir jalan, ia berjalan menghampiri kedua pemulung tersebut. “assalamu’alaikum maaf bu ini saya ada sedikit makanan dan sedikit uang yang mungkin tidak seberapa tetapi semoga dengan uang ini ibu dan anak ibu tidak akan kelaparan untuk beberapa hari” dinda berucap kepada pemulung tersebut dengan memberikan bingkisan makanan dan amplop yang berisi uang, “Wa’alaikumussalam , alhamdulillah ya Allah, terimakasi nak kamu cantik dan juga baik hati semoga Allah memudahkan rezeki mu” pemulung tersebut bersujud syukur kepada Allah , ia mengambil bingkisan dan amplop tersebut dari tangan dinda dengan senyum dan tangisan bahagia dengan memeluk anaknya, setelah itu dinda berpamitan kepada pemulung tersebut dengan menyalimi tangan pemulung itu.
Ia melanjutkan perjalanan nya menuju sekolah, sesampainya disekolah dia langsung keruangan bk tersebut untuk membayar tunggakannya, dinda bersyukur akhirnya dia bisa melunasi nya. Mulai hari ini ia akan bekerja keras lagi demi membantu ibunya dalam kehidupan sehari harinya .
End...
Note : dari cerita diatas ada beberapa perilaku yang bisa kita sikapi di kehidupan sehari-hari untuk menjalani hari yang lebih baik.
Pesan moral : “Cerita ini memberikan pesan moral bahwa dalam hidup, hal-hal terjadi di sekitar kita, hal-hal terjadi pada kita, tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita.”
Di mana setiap rintangan menghadirkan kesempatan untuk memperbaiki kondisi kita dan Kebaikan adalah bahasa di mana yang tuli bisa mendengar dan yang buta bisa melihat,Tunjukkan dan lakukan kebaikan sekarang juga, dan jangan tunda atau diabaikan karena waktu tidak akan sama lagi.
Cerita ini dibuat pada : Senin, 24 Oktober 2022