Inami adalah seorang gadis yang tidak diketahui umur nya kerena dia selalu bereinkarnasi, tapi kehidupan dia yang terkahir mati di dalam toilet.
Aku duduk di kantin dengan inami pada saat istrahat ke dua, tiba-tiba intan menghampiri aku.
"inami sini ikut aku"
saat elin mengajak inami aku melarang dia karena elin enggak suka dangan inami.
pertengkaran antara aku dan elin terjadi dan pertengkaran itu berkahir setelah inami berkata...
"aku akan ikut dengan mu elin tapi... jangan bertengkar di sini!! "
"nahh gitu dong jangan nyusahin aku, yaudah ayok ikut aku"
aku hanya terdiam karena inami memilih elin dibanding aku, aku menunggu inami sampai bel masuk berbunyi. aku takut di hukum karena telat masuk ke kelas, akhirnya aku pergi meninggalkan kantin.
aku sangat bingung setelah melihat elin masuk tanpa kedatangan inami, aku fikir inami menunggu aku di kantin, sebelum aku pergi ke kantin aku menanyakan inami ke elin.
"kamu tidak perlu khawatir inami sedang pergi ke toilet katanya tadi"
saat mendengar perkataan elin hati ku mulai tenang.
pikiran ku mulai kemana-mana, setelah inami belum kembali dari toilet padahal bel pulang sudah 1jam yang lalu. kini aku sedang mencari inami di toilet wanita dengan di temani pak satpam.
badanku bergetar setelah melihat inami tidak ada di toilet wanita sekarang aku pergi ke toilet laki-laki saat aku membuka pintu terakhir aku menjerit karena terkejut melihat inami berlumuran darah.
Pak satpam langsung menarik tangan ku menjauh dari inami, dan aku di bawa ke ruang guru aku ditenangkan oleh guru wanita yang belum pulang.
Hari-hari berlalu kini sekolah ku mengadakan piknik, sekarang aku dan teman satu kalas berkumpul di kelas lain untuk menunggu bus.
kita akan berangkat jam 22:00 malam. disini aku duduk di bawah pohon dengan teman yang akrab dengan. mataku terus trtuju di toilet laki-laki karena tempat itulah yang membuat sahabatku meninggal.
mataku melebar setelah melihat seorang perempuan yang menundukkan kepala dan memakai seragam sekolah, yang membuat ku bingung kenapa dia ada di toilet laki-laki? semua pertanyaan yang ada di pikiran ku lenyap begitu saja, setelah dia berpindah tempat ke depan kelas ku dengan satu kedipan mata.
sedangkan jarak toilet dengan kelas ku agak jauh, tiba-tiba temanku yang duduk di sebelah ku menjerit tidak jelas mungkin dia kerasukan.
"Elin akan mati!!!"
terkejut bukan main suara itu terdengar seperti inami Lalu kenapa dia menyebutkan nama elin? tapi... inami sudah mati lalu yang ada di tubuh teman kelas ku siapa? aku terus berfikir tanpa henti karena bingung.
"Elin yang membunuh ku!!"
aku terdiam dan tiba-tiba air mataku mengalir, ternyata yang membunuh sahabat ku adalah elin.
»»——END——««
Aku berlari menghampiri Elin aku sangat marah setelah mendengar sahabat ku di bunuh Elin, aku menepuk pundak elin dengan kasar.
"woyy... sakit tau sepertinya Lo udah gila yahh?! main nepuk pundak orang ajah nepuk nya keras lagi"
Aku tidak terkejut dengan sikap Elin yang begitu, tapi... kemarahan ku tidak bisa padam. aku menampar dia dengan keras karena aku terbawa emosi.
"kurang ajar, tiba-tiba datang enggak jelas dan sekarang kamu menampar dia!! "
"iya, kamu mau nya apa sihh!! "
Teman-teman elin membela elin dengan sekuat tenaga sampai membawa-bawa nama guru, tapi aku tidak terpojok karena aku tidak bersalah.
Elin berdiri setelah tadi di tampar oleh ku, dan sekarang dia menatap ku dengan tatapan tajam.
"kenapa kamu menampar ku!! Jawab!! "
aku terdiam sejenak untuk berfikir bagaimana kedepannya jika aku menanyakan ini kepada elin tanpa bukti.
"kamu punya mulut kan? kenapa tidak bicara?! kamu takut dengan ku hah?!! "
"apa hubungan mu dengan pembunuhan inami!! "
aku dengan berani memberikan pertnyaan itu kepada elin, saat mendengar perkataan ku Elin melebarkan mata nya dan terdiam, ku lihat keringat jatuh dari keningnya padahal suasana nya dingin karena malam.
"ka-ka-kamu menuduh ku? "
dia berbicara berpatah-patah, semua itu membuat ku semakin curiga dengan dia.
"aku tidak menuduh mu, sekarang apa jawaban mu?!"
"a... aku tidak ada hubungan apa pun, sudah lah aku tidak mau berurusan dengan mu lagi"
elin pergi meninggalkan ku, elin dan teman-teman nya berjalan dengan cepat entah apa yang sebenarnya terjadi.
»»——End——««
aku kembli ke tempat semula, aku lihat teman ku melamun entahlah, imai sudah keluar atau belum. aku Menepuk-nepuk pundaknya tapi dia tidak menoleh. tiba-tiba dia menatap ku dan menangis dan berkata.
"dia... tega menghabisi ku"
ternyata sahabat ku masih ada di dalam tubuh teman ku ini.
"inami keluar lahh... dunia kita berbeda" aku membuka suara agar dia mengerti keadaan sekarang. tiba-tiba teman ku pingsan di pangkuan ku, mungkin inami sudah pergi.
kini aku sudah duduk di bus yang akan membawa ku ke tempat piknik, piknik ku akan pergi ke pegunungan untuk melakukan penelitian untuk pelajaran IPA. aku lihat inami duduk di simpang elin dengan tatapan menyeramkan, entah apa yang akan dilakukan inami kepada elin.
kenapa dia harus ada di sini, harus nya dia sudah tenang di alam sana, lalu kenapa aku bisa melihat dia padahal aku bukan anak indigo. karena aku tidak bisa menahan rasa kantuk ku aku tertidur dan tidak bisa memantau inami yang duduk di sampaing elin.
Hari-hari telah berlalu kini piknik sudah selesai 1hari yang lalu, dan belajar seperti biasa. tapi... kini toilet yang menjadi tempat pembunuhan inami tidak lagi digunakan. masalah kematian inami telah hilang tanpa jejak, kini tinggal cerita nya saja. aku sangat bingung kenapa pihak sekolah belum menemukan pelakunya?.
di hati ku ada rasa marah dan ada rasa benci, kenapa inami yang tidak bersalah harus meninggal tanpa tanggung jawab apapun. saat ini aku sangat membenci sekolah ku sendiri, kapal sekolah seperti tidak memperdulikan masalah ini.
ku lihat elin sedang duduk dan makan dengan teman-teman nya, saat itu aku pergi menghampiri nya. saat aku sampai ke tempat elin aku malah di omongin orang aneh.
"kenapa kamua ada di sini kita tidak mau berurusan lagi sama kamu" kata salah satu teman elin
"aku hanya ingin bicara sama elin"
"apa yang mau kamu bicarakan dengan ku?"
"siapa pelaku pembunuhan inami!! "
"apa kamu mencurigai ku? "
"iya, karena terkahir kali, inami bersama kamu"
"sekali lagi kamu bicara itu sama aku, nyawa mu akan melayang!! "
terkejut dengan perkataan elin, membuat ku makin yakin pembunuh nya adalah elin. tapi... aku tidak mempunyai bukti apapun.
»»——End——««