Kehidupan bahagia atau menderita bukan dikarenakan kutukan atau sejenisnya. Itu memang takdir Tuhan bukan karma yang terjadi karena kesalahan masa lalu.
Semua yang terjadi pada diri sendiri, jangan di tangisi atau disesali.. Meskipun mereka sering menyakitimu karena kesalahan sepele, itu bukan karena karma orang tuamu pernah menyakiti orang lain.
"Aku sudah lelah dengan semuanya" Isak tanggis Astrid membasahi pipinya hingga matanya pun bengkak.
Tak tahan dengan kehilangan apa yang dia alami selama ini. Pertengkaran, persebaran, di khianati.
"Ibu. Ayah. Maaf jika aku pernah berbuat salah kepadamu, tapi aku sudah muak dengan semua ini" Tambah Astrid masih dalam keadaan menangis.
Sepuluh tahun yang lalu.
Kehidupan yang terlihat mulus bak kereta api. Semuanya terlihat baik baik saja, pekerjaan, karir dan lain lain. Astrid Aurora, Gadis pengusaha sukses di kota A. Nasib begitu baik kepadanya, sikapnya terkenal lemah lembut dan sopan santun.
"Nona Astrid. Aku sudah menghubungi klien kita, aku harap nanti sore kau akan datang ke acara meeting ini" Ujar Asisten Astrid.
"Terimakasih. Nanti siapkan semuanya, kau dan aku akan datang ke acara meeting nanti" Seru Astrid tersenyum.
Setelah berbincang bincang kepada asisten. Asisten tersebut pergi dari dari ruangan Astrid.
"Ternyata menjadi seorang pengusaha benar-benar tidak mudah. Ingin rasanya aku resign"
" Astaga.. Tidak tidak kau tidak boleh berkata seperti itu Astrid, ini adalah impianmu dan tidak seharusnya kau sia siakan perjuanganmu"
Astrid akhirnya kembali bekerja, sibuk dengan bisnis yang dikelolanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, umur yang sudah matang untuk menikah. Justru sibuk dengan karir, Astrid tidak mau menikah karena takut karirnya hancu.
Kembali ke sepuluh tahun mendatang
"Tapi takdir tak berpihak kepadaku, andai saja aku tak pernah melakukan sebuah kesalahan, ini mungkin tidak akan terjadi. Aku menyesal sungguh amat sangat menyesal" Seru Astrid menangis lagi.
"Kau tidak salah Astrid. Yang kau lakukan adalah demi menyelamatkan orang tuamu, aku tau memang itu tidak mudah bagimu, tetapi ini semua demi kebaikan orang tuamu dan adik adikmu" Ujar Rose kepada Astrid.