Mentari yang meredup dibarengi dengan suara gemuru dan awan yang meng gelap membuat ku untuk bersiap untuk menghadapi pekerjaanku. Aku bersama dengan rekan rekan kerjaku menggunakan pakainya superkami dan bersiap untuk menginfestigasi suatu lokasi yang menyebabkan seorang anak takterlihat lagi.
Kami telah mendapat informasih bahwa kronologi dari hilangnya seorang anak dari keluarga yang sedang berwisata digunung Sekir tersebut bagaikan Mentari yang mulai meredup dikala senja yang menjeput seorang anak tiba tiba hilang tanpa sebeb seperti ditelan bumi dan tanpa terlihat jejak sedikitpun. Malam hari pun tiba bersamaan dengan gemuru yang menakutkan, kami menuju lokasi dengan percaya diri bahwa kami akan menemukan anak itu.
Setibanya dilokasi kami menginfestigasi area sekitar tempat tinggal mereka dan tempat dimana anak itu terkhir terlihat. Kami telah mencari di area dan tidak menemukan jejak sedikitpun, dari awal mentari menghilang sampai mentari mulai kembali dipermukaan awan kami masih belum bisa menemuka sedikitpun jejak di area tersebut, dan kamipun berinisiatip untuk kembali beristirahat karena tubuhkami seperti ingin memangil kami ketempat peristirahatan, namun kami masih memiliki kru lain yang sempat kami kerahkan untuk menginfestigasi warna ditempat tersebut sebelum kami kembali ke rumah peristirahatan kami. Setelah kembali pulih dan energi kembali terkumpul kami pun bersiap dengan sedikit sarapan agar menambah stamina kami.
Setelah sampai diarea tkp kami mendapatkan informasi dari kru yang telah kamikerahkan unuk menyelidiki warga didekat sini, bahwa terdapat jembatan yang menghubungkan antara gunung dan Hutan yang takterhuni. Kami punbergegas dengan segala alat tambahan untuk melindungi kami ditengah hutan nanti, takjauh dari area tkp kami menemukan jembatan tersembunyi itu dan benar saja ditemukan jejak seseorang namun tak terluhat terlalu jelas. Kami meneruskan jalan kami seperti berjalan dilabirin yang penuh dengan jalan jalan yang bercabang dan jalan yang masih diselimuti rerumputan yang tinggi, setelah lama kami berjalan ditengah hutan kami masih merasa seperti dilabirin yang terus menerus berjalan di jalan yang sama. Kami pun beristirahat sejenak untuk memikirkan langkah apa yang selanjutnya kita ambil, salah satu dari kami memiliki ide untuk menaruh sesuatu barang untuk menandai jalan mana yang telah kita lewati.
Aku pun setuju dengan ide itu dan memberi tanda padajalan yang telah kita lewati dengan menyayat pohon sebagai tanda. Tak lama setelah cara itu kita gunakan kami menemukan sepetak bagunan seperti rumah namun tak berpenghuni, bagaikan villa yang megah yang ingin dikunjungi keluarga keluarga keluarga muda disaat hari libur. Kami tak percaya menemukan bagunan itu ditengah hutan yang benar benar tak berpenghuni, kami mencoba mengecek bagunan tersebut namun kami tak langsung masuk kedalamnya karena kami takut jika didalamnya terdapat jebakan jadi kami berinisiatif untuk mengecek areah sekitarnya terlebih dahulu agar tak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Setelah semua areh diluar bagunan clear kami pun mencoba untuk memanggil bantuan dari kru kru lain, namun naas semua tak berjalan dengan sempurna karena kita berada ditengah hutan dan jaringan yang tak ada membuat kita tadak bisa menelpon kru untuk meminta bantuan, karena merasa sayang jika untuk kembali ketempat peristirahatan dan jauh sekali maka kami ingin menuntaskan terlebih dahulu bangunan yang kita temukan ini, kami masuk secara satu persatu dengan langkah kecil memeriksa ruangan ruang dan menemuka hal hal yang tergolong aneh, rambut yang bertebaran bauh darah yang menyengat membuat tempat itu sungguh menyeramkan, namun kami tetap percaya diri untuk menuntaskan semua ini. Di antara semua ruanggan yang telah di diperiksa terdapat satu ruangan yang terkunci dengan pintu yang memiliki desain berbeda diantara punti lainnya memiliki warna yang gelap dengan tinggi pintu sekitar 3 meter, dan terdapat pola pola yang aneh seperti terdapat kata kata namun perluh di susun kembali.
Karena kami binggung harus berbuat apa lagi, dan jalan satu satunya hanyalah mendobrak pintu tersebut dan berusaha mencari apa yang ada didalam, detik detik sebelum kami mendobrak terdapat suara gemuru dari dalam ruangan itu kami semakin yakin bahwa terdapat seseorang didalam ruangan itu. Kami pun mendobraknya dan tak kami sangka ternyata terdapat seseorang yang telah bersiap menunggu kedatangan kami, dengan sigap kami mengeluarkan senjata api kami untuk berjaga jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Orang itu tampak sangat aneh tinggi badan yang mencapai 2,5 meter dan dengan memakai jubah hitam. Kami pun berusaha untuk menanyakan apa yang benarnya terjadi di sini. Mengapa terdapat rumah yang begituh besar ditengah hutan yang tak berpenghuni ini, ternya setelah diselidiki ia telah menyandra anak yang hilang itu untuk dijadikan bahan penyembahan kepada dewa dewa, kami bertanya dimana anak itu disembunyikan karena kami tak melihat anak itu. Secara tiba tiba tangannya mengambil senjata tajam dan menusuk 1 orang diantara kami, berusaha untuk menolong rekan kami yang terjatuh dan tampak orang itu ingin berlari menuju ruangan yang tersembunyi, reflek saya menembak kakinya namun tidak mengenai sasaran, mencoba tuk mengikuti dan menyuruh sekan saya yang tersisah untuk menolong rekan yang sedang sakit itu.
Saya terkaget karena terdapat ruangan yang begitu gelap hingga mata saya tak mampu melihat apa apa, saya mencoba menyalakan sentersaya namun terdapat seseorang yang tak kelihatan memukul kaki saya hingga saya terjatuh. Mencoba tuk bangkit kembali dan melawan namun tiba tiwa lampu di ruangan itu menyala semua dan tak kusangka ternyata benar. Ia telah menyekap anak yang hialng itu tampah ia sepeti berusaha untuk meminta bantuan namun tangan dan mulutnya terika. Aku pun berteriak untuk segera menyerahkan anak itu atau aku akan melepaskan tembakan ku, orang itu bersihkeras untuk mengambil anak itu namun saya ditengah perbincangan kita salahbsatu eekan ku datang dan langsung menembak kaki orang itu, tentu saya 1 tembakan tidak terlalu menyakitkan baginya akupun ikut menembak kaki sebelahnya untuk memastikan bahwa iya tidak bisa kabur dan tidak berusaha untuk menyerang kita lagi. Anak yang telah hilang selama 1 hari ini pun ditemukan dengan keadaan tubuh yang diikat sertamulut yang diikat dengan kain dan dikurung didalam jeruji besi tampak muka yang lesuh seperti ketakutan yang tak pernah dilijat sebelumnya. Tak diam begitu saja setelah kamu mengambil kembali anak itu, orang jahat itu kamu borgol agar ia tak bergerak kemana mana dan tetap diam disitu sementara kami kembali dan memanggil bala bantuan untuk mengangkat orang itu. Mengingat rekan terdapat 1 rekan kerjaku yang sedang sakit kami pun menopangnya hingga ke tempat tkp dan memanggil bala bantuan tim medis dan kru kru yang ada untuk kembali menelusuri tempat rumah yang telah diperiksa tadi untuk menjemput penjahat yang luka tadi.
Merasa sangat bersyukur dan berterimakasih yang sebesar besaenya orang tua dari anak itu pun memeluk anaknya dan menggendong gendongnya bagaikan menemukan harta karun yang ia idam idamkan. Sementara orang jahat tadi masih diselidiki dan akan di penjara sesuai dengan hukum yang berlaku.
Tamat.