Alger merinding saat merasakan hembusan nafas seseorang di tengkuknya
ia menatap kesana-kemari
ia sungguh merutuki kebodohannya dengan mendaki gunung sendiri Yang terbilang cukup tinggi,
ini bukan pertama kalinya ia mendaki sendiri, namun untuk saat ini sepertinya keputusannya salah
padahal saat awal ia memasuki wilayah gunung ini
ia biasa biasa saja
namun lama kelamaan ia merasa ada yang aneh
ia mengira mungkin itu halusinasinya namun sepertinya itu salah
alger menatap pepohonan yang menjulang dan kembali menatap sekelilingnya
menyesal pun rasanya percuma
tak terhitung perjuangannya untuk bisa mendaki gunung yang terbilang indah
ia memang pecinta traveling apa lagi mendaki gunung itu adalah hobinya
alger menghela nafas panjang dan mulai menurunkan Tas Ransel peralatan kempingnya
ia merasa hari sudah mulai beranjak gelap
dan ia memutuskan untuk istirahat disini saja
setelah beberapa menit tenda pun jadi
alger terduduk menatap sekeliling pohon yang menjulang tinggi
ia mengambil Kameranya dan memotret setiap sudut hutan yang mulai gelap
Ia berdecak kagum menatap hasil potretannya
ia sedikit mengeryit saat menatap gambar berikutnya
ia memperbesar layar kameranya
ia bisa melihat seperti ada seseorang di balik pohon tersebut
reflek ia menatap sekeliling di mana ia memotret tadi namun nihil tak ada siapapun disana
ia jadi merinding
ia pun memutuskan untuk masuk ketendanya
dan menutup ia memilih menutup mata dan tidur
Alger megerja ngerjap ia bisa mendengar suara langkah kaki yang sepertinya sedang mengelilingi tendanya
hal itu membuatnya menelan ludah susah payah dulu saat ia mendaki gunung ia selalu mendapat hal yang seperti ini
ia sudah beberapa kali di Takut takuti oleh mahluk halus namun entah mengapa hal ini terbilang cukup berbeda bagiannya
perutnya berbunyi tanda ia sedang kelaparan
ia berusaha melawan rasa takutnya
ia memilih bangun dan membuka tendanya dengan perlahan
gelap dengan sedikit penerangan dari lampu cas yang ia pasang di samping tenda menyambutnya
jangan lupa dengan rasa dingin yang menyerap kulitnya
setelah selesai sarapan alger kembali bersiap untuk masuk ketenda
namun niatnya ia urungkan saat dengan samar ia mendengar tangis seseorang yang tak jauh darinya
"Hikss hikss hikss"Suara tangisan tersebut berhasil membuat bulu kuduk alger meremang
dengan cepat ia memasuki tenda ia lebih memilih untuk kembali saja pada esok hari
dari pada mengambil resiko dengan melanjutkan pendakian
************
Alger mengerjap ngerjap dan menguap ia melihat jam yang masih bertengger di pergelangan tangannya
menunjukkan pukul 6 pagi
alger memilih untuk bangun dan membereskan kembali Tempatnya dan merebus Mie instan untuk menghilangkan laparnya
setelah semua selesai alger mengambil ranselnya dan bersiap untuk kembali saja dan tidak melanjutkan pendakiannya
setelah Berjam jam melakukan perjalanan ia merasa bingung saat merasa tak pernah menemukan jalan yang tepat
ia akan kembali pada tempatnya semula ia masih ingat itu
ia kembali menatap sekelilingnya alger masih hafal tempat ini sudah beberapa kali ia lewati
"Hikss hikss hikss tolong"Tangisan Tersebut berhasil membuat alger tersentak
"Astaga"Pekik alger mundur beberapa langkah saat melihat seorang wanita di balik pohon ia tidak dapat melihat dengan jelas karena wanita tersebut membelakanginya
"Siapa disana"Ucap alger berusaha untuk menghilangkan rasa takutnya
"Tolong hikss"Hanya itu yang alger dengar dari wanita di Balik pohon itu,alger tak berani mendekat
takutnya itu hanya Kuntilanak yang sedang menyamar saja pikirnya
"Siapa kamu haa"Teriak alger sekali lagi saat tak mendapat respon kecuali tangisan saja
alger masih setia menatap punggung wanita tersebut
namun detik berikutnya ia di buat terpaku saat melihat dengan jelas wanita itu dengan perlahan berbalik kearahnnya
bukan!bukan dengan wajah yang menyeramkan tetapi malah sebaliknya Wajah wanita itu Mampu membuat seorang alger terpukau
alger tidak bisa mendeskripsikan wanita itu
yang jelas memiliki wajah yang begitu cantik dengan kulit putih bersih
apa wanita itu seorang pendaki gunung yang tersesat pikir alger
namun alger mengeryit alis saat melihat penampilan wanita itu tak mencerminkan seorang pendaki
wanita tersebut memakai dress putih yang sedikit lusuh
dengan mata yang memerah karena air matanya yang tak henti hentinya menetes
alger kembali berpikir buruk
apa mungkin wanita itu adalah hantu yang sedang modus pikirnya
"Tolong hikss please"Ucap wanita itu dengan parau detik berikutnya wanita tersebut tumbang membuat alger dengan langkah lebar menuju wanita itu yang tergeletak di samping pohon
alger Hanya menatap wanita tersebut
ia masih ragu untuk menyentuh pipi wanita tersebut
namun sebagian besar dirinya mendorong untuk cepat membantu wanita itu
alger menghelah nafas panjang
dengan tangan gemetar ia perlahan menyingkirkan anak rambut wanita itu yang menutupi wajah cantiknya
Alger menepuk perlahan pipi wanita itu
"Heii bangun,"Ucap alger dengan menggoyangkan lengan wanita itu
namun alger tak mendapat respon apapun
alger yang awalnya takut dengan wanita tersebut perlahan lahan mulai biasa saja
lagi pula jika memang wanita itu hantu ia tak mungkin bisa memegang tubuh wanita itu
alger menatap sekelilingnya
ia tak tau harus kemana lagi dengan wanita yang kini berada di gendongannya
dengan susah payah ia berjalan perlahan menuju tempat yang sedikit luar untuk membangun kembali tendanya
ia tak yakin akan mampu menggendong wanita ini selama perjalanan pulang yang ada tulang² akan encok
dengan pelan alger membaringkan tubuh wanita itu sampaing pohon
dan alger menaruh ranselnya dan membuka kembali peralatan tenda
setelah beberapa menit tendapun selesai dengan pelan alger kembali membawa wanita itu dalam gendongannya dan membawa wanita itu kedalam tenda
Beberapa menit alger menatap wajah wanita itu
ia kembali terpukau dengan wanita bak bidadari itu dengan dalam
dengan jarak beberapa centi mampu membuat alger merasakan Nafas wanita tersebut yang begitu harum dengan beraroma khas bunga mawar
alger masih bingung dengan kemunculan wanita ini,apa mungkin wanita ini adalah bidadari yang kehilangan selendangnya dan tak bisa kembali menuju tempat asalnya dongeng yang sering ia dengar waktu masih kecilnya apa hal itu ada dalam dunia nyata ?
pikir alger
ia menggeleng menghilangkan pikiran yang semakin konyol tentu saja itu hanya dongeng semata
alger memilih beranjak dan keluar dari tenda setelah menyelimuti wanita itu dengan selimutnya
ia sekali lagi menatap sekelilingnya
dan memilih untuk mencari kayu bakar saja di sela sela pepohonan
untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin saat bersentuhan dengan wanita itu
**********
seorang wanita mengejap ngerjap
dan memijat pelipisnya yang masih terasa pening
ia mengingat sesuatu ia langsung saja menatap disekitarnya dimana pria gagah itu pikirnya
ia memilih untuk bangun untuk mencari pria itu
namun nihil ia tak menemukan siapapun apa mungkin pria itu meninggalkannya Disini namun melihat seluruh barang² yang pria itu bawa masih berada disini dan itu tandanya pria itu masih disekitarnya
ia tersenyum manis
anggaplah ia gila karena telah membututi pria tampan itu dari awal iyh segala hal aneh yang terjadi karena ulahnya
sedangkan tak jauh dari Tenda alger dengan kayu bakar yang berada di pundaknya sekali lagi terpukau saat melihat senyum manis wanita yang telah ia temukan
alger berjalan pelan menuju wanita itu
sedangkan wanita cantik tersebut menegang saat melihat pria tampan tersebut kini berada disampingnya
dengan Kayu bakar yang berada di pundak kekar pria itu
alger tersenyum kecil melihat wajah wanita itu yang begitu lucu menatapnya seakan ingin menelannya bulat-bulat alger mengidik ngeri membayangkan itu
ia menghela nafas panjang
dan memilih untuk membakar kayu dalam diam alger dapat merasakan tatapan mata wanita itu membuat sekujur tubuh alger tiba-tiba terasa membeku
alger akui wanita itu memiliki pesona yang tak main-main
keduanya hening dengan alger yang serius untuk membakar api sedangkan wanita cantik itu dengan tatapan memuja menatap pria dengan hidup mancung dan tubuh kekar itu
ia tak pernah melihat pria tampan seperti itu
************
"Jadi"Ucap alger meminta penjelasan dari wanita itu yang asik dengan lamunannya sendiri
dan sesekali mengusap tangannya yang ia arahkan pada setumpuk kayu bakar yang telah berhasil alger nyalakan
"Apa kamu percaya bahwa aku adalah seorang putri dari kerajaan"tanya wanita itu yang masih asik dengan kegiatannya alger awalnya tersentak namun kembali menormalkan eskperesinya
ia kemudian Tertawa kecil mendengar ucapan wanita yang berada di sampingnya ini
"Aku tidak Menyuruhmu untuk percaya"Ucap wanita itu kini beralih menatap alger dengan tatapan mata yang sulit di artikan
alger berdehem salah tingkah saat mendapat tatapan yang tak biasa dari seorang wanita cantik
demi apapun alger juga pria normal yang memiliki hawa nafsu juga dimana ia harus dihadapkan dengan wanita secantik ini ia menggeleng untuk menghilangkan pikiran kotornya yang mulai bermunculan
sedangkan wanita itu tersenyum tipis
"Apa aku merepotkan mu"tanya wanita itu dengan hati hati
ia masih setia menatap pria tampan itu
"tidak sama sekali,dan maaf atas sikap ku tadi,aku tidak bermaksud untuk tidak percaya padamu,hmm Hanya saja itu sangat sulit untuk di mengerti, mengapa kw bisa berada disini"Ucap alger panjang lebar
"Aku diusir dari istana kerajaan,aku dituduh telah meracuni kakakku sendiri dan ya aku diusir begitu saja,aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa berada disini,
aku merasa takut saat membuka mata dan aku berhadapan langsung dengan pepohonan yang begitu menyeramkan aku pikir ini adalah akhir hidupku namun saat melihatmu dari kejauhan aku merasa bahwa aku kembali menemukan alasan untuk hidup kembali,apa dirimu pernah merasa ada yang aneh saat melakukan perjalanan?"Tanya Wanita itu tersenyum kecil saat melihat pria tampan itu mengangguk kaku
wanita itu menyengir kuda
"Itu karena ulahku"Ucap wanita itu
membuat alger menghelah nafas sesaat itu artinya hal² aneh yang Sering ia rasakan ternyata berasal dari wanita cantik yang kini berada di sampingnya
"Maaf"Ucap wanita itu yang kini menunduk
alger yang melihat itu dengan reflek mengelus Surai lembut wanita itu
"tidak masalah"Ucap alger
"Jadi namamu siapa hmm"Ucap alger lembut
membuat wanita itu dengan perlahan mendongak untuk menatap wajah rupawan pria tersebut ia menatap tepat Dimata pria itu
ia tersenyum manis
"PUTRIANGKARA panggil saja kara"Ucap wanita itu yang tak lain adalah putri Angkara
alger kembali terpesona dengan nama wanita itu sama seperti namanya yang begitu cantik orangnya pun tak kalah cantik
alger tersenyum manis
"Baiklah putri kara,"Ucap alger dengan senyum tipis
membalas tatapan wanita itu
keduanya saling berhadapan
putri angkara mendekatkan wajahnya pada pria tampan di hadapannya ini
ia merasa ta anggup lagi jika hanya sekedar menatap saja
klw blh Jujur ia telah jauh cinta dalam pandangan pertama pada pria ini
sedangkan alger masih seti menatap Putri Angkara ia seakan terhipnotis dengan reflek ia memejamkan matanya saat merasakan sapuan lembut bibir lembut wanita itu
alger yang sudah kehilangan kendalinya dengan satu sentakan berhasil membawa putri kara dalam pangkuannya dan mengambil alih ciuman tersebut dengan memberi lumatan lumatan pada bibir manis putri Angkara
alger Telah tenggelam dalam pesona wanita ini
bagaimanapun ia hanya pria normal Diman ada seorang wanita yang begitu cantik suka rela memberikan tubuhnya pada dirinya Tentu saja alger ta akan menolak
Alger menyudahi ciumannya saat merasa keduanya membutuhkan pasukan oksigen
dahi keduanya menempel dengan Nafas yang tersengal
keduanya saling membalas senyuman
saling menatap dengan pandangan yang sama sama menyiaratkan sesuatu
Putri Angkara mengangguk saat melihat tatapan pria tampan itu yang begitu menginginkannya begitu pula dirinya yang begitu menginginkan pria ini
Alger sejenak memejamkan matanya dengan perlahan ia membawa putri kara memasuki tenda dan dengan perlahan ia membaringkan tubuh wanita itu dengan lembut
dan mengecup singkat kening wanita itu
alger masih sadar ia tak mungkin melakukan itu pada wanita yang bahkan baru saja ia kenal
ia dengan perlahan beranjak dari sana namun ia urungkan saat seseorang yang tak lain adalah putri Angkara memegang lengannya dan menggeleng pelan tanda bahwa wanita itu tak membiarkannya untuk pergi
alger menghelah nafas panjang
dan memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping wanita itu tampa melakukan apapun ia hanya memejamkan matanya dengan membelakangi putri Angkara
sedangkan putri Angkara yang mendapati gelagat prai tampan tersebut hanya mampu tersenyum kecut ia tak ada bedanya dengan wanita murahan yah sama persis dengan seorang pangeran yang dulu begitu dicintainya namun ia harus mendapat caci makian dari lelaki yang di cintainya itu yang kini telah resmi menjadi suami sang kakak
ia jadi merasa bersalah sepertinya keputusannya salah telah muncul di hadapan pria itu
apa ia pergi saja dari sini
tapi kemana,? ia tak tau harus kemana lagi
setelah putri Angkara merasa bahwa pria tampan itu telah terlelap ia pun memilih beranjak dan keluar dari tenda
hari mulai sedikit gelap mungkin sebentar lagi akan menjelang malam
dengan langkah pelan ia berjalan menelusuri setiap pohon pohon yang menjulang tinggi dengan tatapan kosong ia terus berjalan kedelapan
ia merasa cintanya kembali ditolak oleh pria yang ia cintai ini bukan hanya pertama kalinya ia di tolak namun hal ini sudah berkali kali ia rasakan
sampai ia sendiri berpikir mengapa nasib percintaannya selalu berakhir menyakitkan seperti ini
apa ia memang di takdirkan untuk tidak merasakan cinta dari pria yang ia cintai
pikirnya
asik dalam pikiran sendiri sampai tak menyadari bahwa ia telah menuju jurang kematian
kakinya terpeleset ia merosot kebawah namun ia masih berpegangan pada pohon yang tumbuh di sekitar pinggiran jurang
"Akhhhhh"Teriak putri Angkara
*********
Alger terbangun dengan nafas memburu ia menatap kesana-kemari dan pandangan berhenti pada Wanita cantik yang masih setia memejamkan matanya
alger meneliti setiap tubuh wanita itu dan ia menghela nafas lega
saat tak menemukan luka apapun
ia memejamkan matanya
ia telah bermimpi buruk tentang wanita yang disampinginya ini
ia baru ingat setelah mengecup singkat kening putri Angkara keduanya memilih untuk memejamkan mata dan menuju alam mimpi
Alger menatap pergelangan tangan untuk melihat jam ia sedikit tersentak saat ia tak merasa bahwa ternyata di luar sudah gelap gulita dimana jam kini menuju arah jam 9 malam apa ia begitu terlelap hingga ta menyadari hal itu
alger memilih untuk menepuk pelan pipi wanita cantik tersebut ia tersenyum kecil saat melihat mata indah tersebut kini mengerja ngerjap untuk menyesuaikan penglihatannya
mata keduanya bersibobrok dan saling melempar senyum manis
alger mengajak putri Angkara untuk memasak yang di angguki dengan semangat oleh wanita itu
keduanya keluar dari tenda dan untuk memulai memasak²
********""