Disuatu hari, di Siang hari. Terlihat seorang Gadis yang sedang menelurusi jalan raya yang lumayan ramai dan padat.
Rambut yang tergerai lurus diterpa angin, wajah cantik dengan senyuman manis dan langkah yang tidak cepat menapak di trotoar.
Gadis itu terlihat sedang membawa sebuah plastik
hitam berisi nasi padang.
"Akhirnya dapat juga nih nasi padang" Ucap Gadis itu dengan senang.
Ya, daritadi Ia sedang mencari nasi padang untuk makan siangnya. Untung saja masih ada yang jual.
Saat berjalan melewati Cafe, Ia berhenti seketika. Ia melihat seseorang yang Ia kenal yang sedang duduk sembari meminum coklat panas di dalam Cafe.
"Eh? Itu kan..." Ucap Gadis itu sembari teliti melihat orang itu.
"Noran!"
Setelah menyebutkan nama itu, Ia segera memasuki Cafe dan menghampiri orang itu. Orang itu adalah Pemuda yang seumuran dengannya.
"Wih... Lagi nyantai nih ya, Noran" Ucap Gadis itu kepada Pemuda yang bernama Noran didepannya.
"Hmm... Iya" Ucap Noran yang masih meminum coklat panas.
Rambut yang tertata rapi menyamping, wajah tampan dan badan tegap dengan tinggi yang melewati tinggi Gadis itu.
Noran melihat ke arah kantong plastik yang dibawa Gadis didepannya.
"Apaan tuh, Miyuki?" Tanya Noran kepada Gadis yang membawa nantong plastik berisi nasi padang.
Gadis itu bernama Miyuki.
"Ini nasi padang, lagi laparrr..." Ucap Miyuki menunjukkannya.
"Oh gitu... Yasudah, pulang sana makan" Ucap Noran santai sembari meminum coklat panasnya kembali.
"Isss... Malah ngusir, emang ini Cafe kamu?" Ucap Miyuki kesal.
Bagaimana tidak, Ia baru saja sampai dan diusir begitu saja oleh Pemuda didepannya. Noran yang mendengarnya pun mengangkat sebelah alisnya.
"Lah? Kan tadinya lapar, ya pulang dong biar makan di Rumah" Ucap Noran menjelaskan.
"Ya ya, dah Aku mau pergi" Ucap Miyuki kesal dan pergi begitu saja. Sedangkan Noran hanya menatap bodo amat.
"Ihh... Gitu amat si Noran, main ngusir aja" Ucap Miyuki menggerutu selama perjalanan.
Beberapa menit kemudian, Miyuki pun sampai di Rumahnya dan segera memakan nasi padang.
"Nasi padang emang makanan yang paling the best!" Ucap Miyuki makan dengan lahap karena enak.
Satu per satu suapan masuk ke mulutnya, membuat rasa laparnya perlahan lahan menghilang.
Saat lagi sibuknya makan, tiba tiba langit berubah menjadi gelap. Miyuki pun sadar dan berlari keluar Rumahnya.
"Hah?! Kok gelap sih? Bukannya tadi cerah ya?" Tanya Miyuki bingung sembari menengadah ke langit.
Langit cerah dan panas sebelumnya berubah menjadi langit gelap mendung seperti ingin hujan deras.
Awan gelap tadi semakin tebal dan membuat pusaran di tengah tengahnya. Angin berhembus kencang, burung burung berterbangan kesana kemari, namun tidak ada tanda tanda Hujan sama sekali.
"Mau hujan kah? Kalau mau hujan, kenapa gelap sekali dan ada pusaran?" Ucap Miyuki menatap langit dengan teliti.
Miyuki merasakan ada pertanda buruk yang akan datang.
Dilain tempat, tepatnya di Cafe. Noran sedang memakan mie goreng dengan khusyuk.
"Mie Goreng emang enak yaaa" Ucap Noran memakan mie goreng nya dengan santai.
Tiba tiba Noran sadar bahwa langit menjadi gelap dan angin berhembus kencang, membuat Noran menghentikan makannya.
Noran pun keluar Cafe dan menatap langit dengan lekat dan teliti. Berbeda dengan Miyuki yang tidak tahu apa apa, Noran tahu kenapa langit bisa seperti itu.
"Hah... Ternyata sudah mulai, padahal mie ku belum habis" Ucap Noran menghela napas karena Ia tahu apa yang akan terjadi dan mie gorengnya belum habis.
"Lebih baik habiskan mie daripada menunggu" Ucap Noran sembari masuk ke Cafe dan memakan mie nya dengan santai seperti tidak ada sesuatu.
Setelah cukup lama membentuk sebuah pusaran, petir pun menggelegar dan bersamaan muncullah kumpulan 'Sosok' asing dari pusaran tersebut.
Kumpulan 'Sosok' itu sangat banyak keluar, mereka terlihat menyeramkan dari segi penampilan.
Mereka terlihat menggunakan sayap hitam dan berbadan merah kehitaman, tidak lupa juga tanduk yang ada dikepala mereka.
Ada salah satu diantara mereka Berbadan Besar, Kekar, Berotot, dan mirip seperti dengan yang lainnya.
Dilain tempat, tepatnya di Rumah Miyuki. Miyuki kaget dengan apa yang dilihatnya dari pusaran awan tersebut.
"Raja Iblis dan para Pengikutnya?! Tidak mungkin!" Ucap Miyuki kaget.
Benar sekali, sekumpulan 'Sosok' yang keluar dari pusaran itu adalah Raja Iblis bersama Pengikutnya.
"Sial, Dia datang mendadak" Ucap Miyuki menatap marah dan kesal
Dengan cepat, Miyuki kembali ke dalam Rumah mengambil sesuatu dan berlari menuju ke tengah Kota.
Di dekat pusaran awan. Terlihat Sosok berbadan Kekar, Berotot, mempunyai Dua Pasang Sayap berwarna Hitam dan Merah Darah. Ia adalah Raja Iblis.
Perlahan lahan Raja Iblis bersama Pengikutnya turun ke tengah Kota, disambut dengan teriakan panik dari Warga Kota.
"Hahaha... Akhirnya Aku kembali, hahaha..." Ucap Raja Iblis tertawa.
"Dimana Kau, Miyuki?! Tunjukkan diri mu? Hahaha..." Ucap Raja Iblis tertawa sembari menyebutkan nama Miyuki.
Apa hubungan Raja Iblis dengan Miyuki? Hmm...
Pengikut Raja Iblis terbilang banyak dan masih banyak yang keluar dari pusaran awan tersebut.
Kembali lagi dengan Miyuki. Miyuki sedang berlari menuju tengah Kota untuk menemui seseorang untuk meminta pertolongan.
Miyuki mencari orang tersebut dan menemukan orang itu masih di Cafe tadi.
Ya, Miyuki mencari Noran.
Miyuki segera masuk dan menepuk kepala Noran.
"Hoi!! Ngapain Kamu masih disini?! Nggak lihat apa yang terjadi di luar?!" Ucap Miyuki marah melihat kelakuan Noran yang sedang memakan mie dengan santai.
"Yaelah... Santai ngapa? Lagi makan nih" Ucap Noran sembari mengelus kepala nya yang di pukul Miyuki dan memakan mie nya lagi.
"Ayo! Jangan nyantai gini dong, Kita harus bertindak! Raja Iblis dan Pengikutnya sudah datang" Ucap Miyuki menjelaskan kepada Noran sembari menarik menariknya.
"Iya ya, sabar..." Ucap Noran menghabiskan Mie nya dan meminum Coklat Panas nya.
"Eh? Kamu nggak kaget gitu?" Tanya Miyuki heran, kenapa Noran tidak panik.
"Aku udah tau dari awal, makanya Aku nyantai sebentar. Yaudah, Kamu duluan aja sana. Ada yang mau Aku ambil dulu" Ucap Noran menyuruh Miyuki pergi duluan.
Noran sudah menduganya dari awal, jadi Ia tinggal waktunya tiba saja.
"Yaudah, cepat datang ya" Ucap Miyuki pergi menuju ke arah tengah Kota.
"Hah... Saatnya beraksi..." Ucap Noran menghela napas sembari membayar makanan serta minuman dan pergi ke luar Cafe entah kemana.
Di tengah Kota, Raja Iblis sedang menatap ke sekelilingnya. Raja Iblis terlihat mencari seseorang. Sedangkan Pengikutnya membuat kerusakan dimana dimana.
Para Warga berlari kesana kemari menyelamatkan diri, para Polisi dan Tentara mengevakuasi seluruh Warga.
"Miyuki!! Dimana Kau?! Tunjukkan wujudmu!!" Ucap Raja Iblis dengan teriak.
Setelah Raja Iblis teriak, muncullah Miyuki didepan Raja Iblis yang berjarak 10 meter. Miyuki menatap Raja Iblis dengan dingin, tapi tersimpan rasa Kemarahan dan Kebencian yang mendalam.
"Hahaha... Ternyata Kau sudah datang tepat waktu. Kemarilah, hahaha..." Ucap Raja Iblis menatap Miyuki dengan senang.
"Cih... Aku tidak sudi" Ucap Miyuki berdecak kesal menolak
"Hoo... Kau tidak mau? Yasudah, berikan saja Kekuatan Mu" Ucap Raja Iblis dengan senyuman jahatnya.
"Hah?! Berikan Kekuatan? Tidak semudah itu, Aku tidak memberikan Kekuatan ini kepada Raja Iblis yang tidak berguna" Ucap Miyuki meremehkan.
Miyuki tidak akan pernah memberikan Kekuatannya kepada siapa pun, termasuk Raja Iblis didepannya.
"Kau meremehkan Ku? Baiklah, akan Ku ambil paksa" Ucap Raja Iblis dengan marah.
"Para Pasukan... SERANG DIA!!!" Ucap Raja Iblis kepada Para Pengikutnya.
Raja Iblis mengacungkan Pedang besarnya ke depan dan seketika Pengikut Raja Iblis maju menyerang Miyuki.
Miyuki pun mengeluarkan Pedangnya dan menyelimutinya dengan Aura Merah Darah. Dia pun maju menyerang dengan Kecepatan penuh.
Tebasan dan tusukan Miyuki lepaskan kepada Pasukan Raja Iblis dengan brutal. Setiap ayunan Pedangnya, satu Iblis terpenggal.
Walaupun terlihat brutal, serangan Miyuki sangat rapi dan terlihat menari nari dengan anggun.
Raja Iblis hanya tersenyum melihat Miyuki melawan Para Pasukannya. Raja Iblis ingin menguras Tenaga Miyuki dengan melawan Para Pasukannya, agar Raja Iblis bisa mengambil Kekuatan Miyuki saat lemah.
"Hohoho... Oh iya, kemana Teman Lemahmu itu, Miyuki? Apa Dia tidak berani bertarung? Tentu Dia takut karena Dia lemah" Ucap Raja Iblis meremehkan Teman Miyuki.
Tentunya Ia menyindir Noran.
"Cih... Sialan Kau" Ucap Miyuki makin kesal karena Raja Iblis meremehkan Noran.
Ia tidak suka Teman terbaiknya itu diremehkan sekalipun.
Miyuki maju menyerang Raja Iblis melewati Pengikutnya, lalu bentrok dengan Pedang besar milik Raja Iblis.
"Oh ayolah, jangan buru buru" Ucap Raja Iblis santai menahan dorongan Pedang Miyuki.
Tiba tiba, sebuah Pedang besar menghantam tanah di depan Miyuki yang membuat perbatasan antara Miyuki dan Pasukan Raja Iblis dengan garis hantaman.
"Maaf membuatmu menunggu lama" Ucap seseorang yang memegang Pedang Besar tadi.
Miyuki sangat kenal dengan suara orang itu.
Orang itu adalah Noran.
"Yah, tidak apa apa. Tapi... KAU MEMBUAT AKU KAGET, BODOH!!!" Ucap Miyuki marah kepada Noran yang membuatnya kaget.
"Hehehe, maaf" Ucap Noran meminta maaf sembari ketawa kecil.
"Hahaha... Akhirnya Kau datang juga, Makhluk Lemah" Ucap Raja Iblis meremehkan Noran.
"Makhluk lemah? Yakin?" Tanya Noran sembari menyalurkan Aura Cahayanya ke Pedang Besar yang digenggam tangan kanan.
"Kenapa Kau datang kesini?" Tanya Noran dan mengacungkan Pedangnya ke arah Raja Iblis.
"Mau tahu? Aku datang kesini karena Aku ingin Kekuatan Miyuki, Kau, dan tentunya dengan Batu Permohonan itu" Ucap Raja Iblis menjelaskan tujuan datang ke Kota.
"Miyuki adalah termasuk Ras Iblis yang akan menjadi Ratu Iblis jika Aku tiada, tapi Aku tidak ingin itu terjadi!!" Ucap Raja Iblis murka dengan penjelasannya sendiri.
"Tapi... Jika Ia ingin menjadi Selir Ku itu tidak apa apa" Ucap Raja Iblis menatap Miyuki dengan senyuman jahatnya.
Miyuki bereaksi jijik menatap Raja Iblis.
Tiba tiba Noran menatap ke arah Miyuki dengan tatapan "Apakah itu benar?", sedangkan Miyuki hanya menunduk tanpa mengatakan sesuatu.
Noran kaget mendengar kalau Miyuki dari Ras Iblis, karena Miyuki belum pernah memberitahunya. Sedangkan Batu Permohonan itu, Noran sudah tahu.
"Hah... Kamu berhutang penjelasan kepadaku" Ucap Noran sembari menghela napas dan Miyuki hanya mengangguk pasrah.
"Sekarang mari kita selesaikan ini dengan cepat" Ucap Noran. Tangan kanan Noran yang menggenggam Pedang Besar diselimuti Aura Cahaya dan Aura Merah Gelap.
Kalian tahu kenapa?
Noran adalah seorang Demon Hunter yang akan membasmi seluruh Iblis di Dunia. Tapi, itu tidak berlaku bagi Noran jika Miyuki Iblis.
Miyuki mengeluarkan Aura Merah Darah dan Kegelapannya yang menyelimuti seluruh Tubuhnya termasuk Pedangnya. Aura itu masih tipis saja.
Pertarungan Noran dan Miyuki melawan Raja Iblis dan Pasukannya dimulai.
"Hiyaaaa!!!" Teriak Noran menghantamkan Pedang Besarnya di tengah kerumunan Pasukan Iblis.
Hantaman Pedang Besar milik Noran menyebabkan Serangan Area, membuat Pasukan Iblis disekitar terpental dengan kuat.
Sesudah menghantam tanah, Noran langsung melakukan serangan berputar dan menyebabkan 5 Iblis tumbang.
"Maju kalian... BOLA API!!!" Ucap Miyuki melemparkan Bola Api sebesar bola basket ke tanah pijakan Pasukan Iblis.
Setelah Bola Api itu menyentuh tanah, terjadi ledakan kecil yang cukup untuk membuat 5 Iblis terhempas.
"JARUM ES!!! BOLA API!!! LEDAKAN BERAPI!!!" Ucap Miyuki mengucapkan Kekuatannya satu per satu.
Kekuatan Miyuki menghantam para Pasukan Raja Iblis dan menghancurkan ratusan Iblis seketika.
Tidak tinggal diam, Pasukan Raja Iblis mulai mengeroyok Noran dan Miyuki.
"Hoo, main keroyokan ya... TEBASAN CAHAYA!!!" Ucap Noran mengeluarkan Cahaya dari Pedangnya.
Setelah Cahaya itu keluar dan menyelimuti Pedang, Noran langsung mengayunkan Pedang nya secara Horizontal.
Tebasan Pedang itu menghantam Pasukan Iblis, 7 Iblis tumbang dengan mudah oleh Noran.
"TANAH BERDURI!!!" Ucap Miyuki mengeluarkan Kekuatannya.
Dari tanah muncul duri duri tajam yang siap menusuk siapa saja. Pasukan Iblis pun tidak sengaja menginjak duri tersebut dan tewas seketika.
Tidak ada habisnya, Pasukan Raja Iblis terus menerus muncul dan membuat mereka berdua kewalahan.
Keringat bercucuran membasahi tubuh, Pedang yang sudah berlumuran darah, baju yang kotor dan rasa lelah mulai menyelimuti.
"Hahaha... Bagaimana? Apa kalian sudah mulai menyerah? Hahaha..." Ucap Raja Iblis sembari tertawa jahat dari belakang Pasukannya.
"Sial..." Ucap Miyuki kesal karena Iblis tidak ada habisnya menyerang mereka. Sedangkan Noran hanya tersenyum pahit.
Teringat sesuatu, Noran mengeluarkan sebuah Buku dari baju nya.
"Miyuki, ambil ini" Ucap Noran melemparkan sebuah Buku Kuno yang terlihat usang.
"Buku apa ini?" Tanya Miyuki bingung dengan Buku yang dipegangnya.
"Sekarang, Kamu cari Batu Permohonan itu diatas Bukit dengan Petunjuk dari Buku itu" Ucap Noran menatap Buku Kuno dan Miyuki.
Noran mengeluarkan Aura Merah Darah dari bahu hingga ke Pedang Besarnya, terlihat dibaluti oleh Kekuatan besar.
"Hah?! Serius?! Tapi gimana dengan Mu?" Tanya Miyuki tidak percaya.
"Aku? Jangan hiraukan Aku, cari aja Batu Permohonan itu segera. Kau tidak inginkan Kita melawan mereka menggunakan Kekuatan seperti ini saja?" Ucap Noran sembari mengeluarkan Aura Biru terang di mata kirinya.
"Hah... Baiklah, jaga dirimu ya. Jangan sampai kalah" Ucap Miyuki pasrah dengan Keputusan Noran.
Noran hanya tersenyum dan mengangguk. Jangan meremehkan seorang Noran, walaupun hanya seorang Demon Hunter pemegang Pedang Besar.
Noran mendapatkan Gelar Demon Hunter karena pernah Membunuh lebih 500 Iblis hanya dengan Pedang besarnya.
Miyuki pun pergi meninggalkan Noran dan Pasukan Raja Iblis. Miyuki segera pergi ke Bukit.
"Ayo, apakah Gelarku sebagai Demon Hunter bisa berubah menjadi King Demon Hunter?" Tanya Noran pada dirinya sendiri.
Aura Merah Darah menyelimuti dari Bahu kanan hingga Pedang Besarnya. Aura Biru terang menyelimuti Mata kirinya.
"Hohoho... Mau bertarung Sang Demon Hunter?" Tanya Raja Iblis menawari Noran.
Noran pun tersenyum dan mengacungkan Pedangnya.
"Hiyaaa!!!" Teriak Noran maju menyerang.
Raja Iblis dan Para Pasukannya maju menyerang Noran secara bersamaan untuk bentrok.
Di lain tempat, terlihat Miyuki mencari Batu Permohonan dengan Petunjuk dari Buku Kuno yang diberikan Noran sebelumnya.
"Akh... Apa maksud dari Petunjuk ini ya?" Tanya Miyuki kepada dirinya sendiri melihat Petunjuk kalimat yang tertera di Buku tersebut.
"Di dalam Hutan namun di luar Hutan? Apa maksudnya woy?!" Ucap Miyuki kesal dengan maksud dari kalimat tersebut.
Miyuki bingung dengan maksud dari kalimat tersebut. Miyuki sama sekali tidak paham sampai kepala mau pecah.
Miyuki memikirkan maksud dari kalimat tersebut sambil berjalan mengelilingi Hutan Bukit tersebut.
Di tengah Hutan itu terlihat Rumah yang terbuat dari Kayu yang cukup kokoh.
"Rumah siapa ini? Apa mungkin Rumah Pemburu? Ah... Biarin ajalah, bodo amat dah" Ucap Miyuki tidak peduli dan bodo amat.
Miyuki mengira kalau Rumah itu adalah Rumah Si Pemburu Hutan. Ya, itulah yang dipikiran Miyuki.
Kali ini Miyuki masih memikirkan maksud Petunjuk yang diberikan Buku Kuno itu sembari berkeliling hutan.
Setelah beberapa menit berkeliling, Miyuki tidak menemukan tanda tanda adanya Batu Permohonan tersebut.
"Sial, dimana Batu itu?" Tanya Miyuki mulai frustasi dengan teka teki ini.
"Ah... Mampir ke sana aja deh, mana tau bisa minta minum" Ucap Miyuki dan Dia pun berjalan ke Rumah yang diduga Rumah Si Pemburu.
"Halo, Permisi... Ada orang?" Tanya Miyuki sembari mengetuk Rumah tersebut. Tapi, Rumah tersebut tidak dikunci dan malah terbuka saat diketuk.
"Nggak ada orang? Astaga, kirain ada orang tadi" Ucap Miyuki kaget dan masuk ke dalam Rumah tersebut.
Miyuki memperhatikan isi Rumah tersebut dan ternyata isinya hanya ada Jerami dan barang barang tidak terpakai.
Saat melihat isi Rumah tersebut, Miyuki melihat ada kain merah menutupi Benda yang agak menarik perhatian jika dilihat baik baik.
Miyuki pun ingin melihat isi yang ditutupi kain merah tersebut. Miyuki pun mendekat ke arah kain merah itu.
Miyuki pun mengangkat kain merah itu dan terlihat Benda yang mengejutkan dirinya. Benda itu adalah Benda yang dicari cari Miyuki selama ini.
Ya, Batu Permohonan.
"Batu Permohonan?!" Ucap Miyuki terkejut setelah mencocokkan bentuk Batu tersebut dengan bentuk Batu yang ada di Buku Kuno tersebut.
"Akhirnya Aku menemukannya!!" Ucap Miyuki senang dan mengambil Batu Permohonan tersebut.
"Oh gitu ya maksudnya... Di dalam Hutan namun di luar Hutan, maksudnya adalah Batu itu disimpan di dalam hutan, namun ada Benda yang menutupinya dari luar" Ucap Miyuki menangkap sebuah Teori dikepalanya.
Miyuki pun segera keluar dan ingin mengucapkan Permohonan untuk mendapatkan Kekuatan yang diinginkannya.
Saat ingin mengucapkan Permohonan, tiba tiba sebuah Panah berapi melesat padanya. Miyuki pun mengetahuinya dan menghindar dengan cepat.
Miyuki pun melihat siapa yang memanahnya dan ternyata itu adalah Pasukan Raja Iblis bersama Raja Iblis.
"Hoo, ternyata Kau sudah menemukannya. Bagus, Aku jadi tidak perlu mencarinya. Hahaha..." Ucap Raja Iblis sembari tersenyum jahat.
"Enak aja, ini bukan untuk Kau" Ucap Miyuki sembari menyimpan Batu Permohonan tersebut dibalik Bajunya.
"Bentar... Kemana Noran? Kau apakan Noran?" Tanya Miyuki kepada Raja Iblis karena Dia tidak melihat Noran dimana mana.
"Noran? Si Demon Hunter lemah itu? Hahaha... Dia sudah kalah dan... Mati!" Ucap Raja Iblis menekankan Kata Mati.
"Hah?! Noran sudah... Mati?!" Ucap Miyuki marah, kesal, sedih, dan bercampur aduk semuanya.
"Hahaha... Ya, dia sudah tiada. Aku sudah menyedot semua Kekuatannya!" Ucap Raja Iblia dengan bangga.
"Sekarang giliran Mu!! Pasukan Ku, serang Dia!!" Ucap Raja Iblis memerintahkan kepada Pasukannya untuk menyerang Miyuki.
Miyuki pun maju menyerang dengan perasaan bercampur aduk. Miyuki mengeluarkan semua Skill dan Kekuatannya secara brutal.
Saat sedang fokus menyerang Pasukan Raja Iblis, Raja Iblis memukul dan menendang Perut Miyuki dengan keras. Miyuki pun terhempas dengan kuat dan Batu Permohonan pun keluar dari simpanannya.
"Hahaha... Lemah sekali" Ucap Raja Iblis mendekat dan mengangkat Pedangnya dengan tinggi.
"Mau pilih mana? Ingin menjadi Selir Ku atau memberikan Batu Permohonan atau Mati?" Tanya Raja Iblis tersenyum jahat.
"Menjadi Selir mu? Cih, Aku tidak sudi" Ucap Miyuki tidak terima dengan Pilihan yang diberikan Raja Iblis.
"Baiklah kalau begitu" Ucap Raja Iblis mulai mengayunkan Pedang besarnya ke leher Miyuki. Miyuki pun menutup matanya dengan pasrah.
Miyuki pasrah dengan Kematian di depannya. Dia sangat putus asa dan pasrah dengan Kenyataan.
Tiba tiba datang sebuah Keajaiban menyelamatkannya dari Kematian. Sebuah Pedang besar menghalangi Pedang Raja Iblis yang ingin menebas Miyuki.
Seketika Miyuki pun membuka matanya dan terkejut dengan pemandangan didepannya.
Noran dengan pakaian compang camping, tubuh penuh luka, dan Pedangnya yang sudah tidak mengeluarkan Aura lagi.
"Noran?! Ini Kau?!" Ucap Miyuki terkejut karena Noran masih hidup walaupun dengan keadaan yang mengenaskan.
Noran pun tersenyum hangat melihat Miyuki terkejut dengan kedatangannya.
"Maaf... Terlambat... Miyuki..." Ucap Noran pelan karena menahan rasa sakit.
"Hoo, Kau masih Hidup? Baiklah, akan Ku habisi kalian berdua" Ucap Raja Iblis mengayunkan Pedangnya. Noran pun menangkisnya.
"Miyuki, segera minta Permohonan. Cepat!!" Ucap Noran memerintahkan Miyuki mengucapkan Permohonan.
Tangan Noran mulai bergetar hebat karena dorongan Raja Iblis yang cukup kuat. Kekuatan Noran sudah disedot oleh Raja Iblis artinya Ia sudah seperti Manusia biasa.
"Cepat Miyuki!!" Ucap Noran menahan dorongan Raja Iblis dengan Pedang besarnya.
"Baiklah" Ucap Miyuki menjauh. Miyuki pun mulai mengucapkan Permohonan.
"Batu permohonan... Berikan Aku Kekuatanmu untuk mengalahkan Kekuatan Kegelapan Raja Iblis" Ucap Miyuki.
Seketika Batu Permohonan Bercahaya terang dan terbang mengelilingi Miyuki. Saat terbang, Batu itu menjadi butiran Cahaya dan masuk ke dalam tubuh Miyuki secara perlahan lahan.
Sebuah ledakan benturan di tubuh Miyuki, Kekuatan Kegelapan Miyuki dan Kekuatan Cahaya Batu Permohonan berbenturan.
Ya, karena saling bertolak belakang.
Setelah beberapa detik, Kekuatan tersebut kembali tenang dan saling menyatu dengan lembut dalam dirinya.
Miyuki pun merasakan Kekuatannya meningkat pesat dan Dia pun senang.
Miyuki pun melihat ke arah Noran yang tersenyum hangat dan manis. Ternyata sebuah Pedang milik Raja Iblis tertancap di Perutnya hingga ke Punggung.
"Noran..." Ucap Miyuki terkejut dan mulai meneteskan air mata melihat pemandangan di depannya.
Raja Iblis pun mencabut Pedang di Perut Noran dengan kasar. Disitulah Noran menghantamkan Pedang besarnya ke Raja Iblis menggoresi dada Raja Iblis.
Raja Iblis pun mundur menjauh dan tertawa jahat.
"Hahaha... Akhirnya Kau kalah Noran" Ucap Raja Iblis dengan senyum jahatnya.
Noran pun tumbang secara perlahan dan Miyuki segera mendekat ke arah Noran.
"Noran... Kau pasti kuat, jadi bangkit lah..." Ucap Miyuki meneteskan air mata dan meletakkan kepala Noran di pangkuannya. Noran masih tersenyum hangat dan manis
"Sssttt... Te-nanglah..." Ucap Noran menghapus air mata Miyuki. Noran menahan rasa sakit di Perutnya.
Ternyata Darah Noran masih mengalir deras di Perutnya. Miyuki pun menangis.
"Noran, bangkitlah..." Ucap Miyuki meneteskan air mata.
"Te-rimakasih sudah... menjadi Teman sekaligus Sahabat Ku... A-aku sangat bersyukur walaupun Kamu itu Ras Iblis... Aku sangat beruntung sekali... Sekali lagi terimakasih kebersamaannya..." Ucap Noran yang masih menghapus air mata Miyuki.
Tangan Noran yang awalnya menghapus air mata Miyuki mulai turun mengelus pipinya, lalu jatuh secara perlahan bersamaan dengan Noran yang menutup matanya.
Kehidupan dalam dirinya Noran memudar dan menghilang perlahan lahan.
Seketika tangis Miyuki semakin menjadi jadi dan membasahi baju Noran.
"Noran!!!" Teriak Miyuki dengan perasaan yang bercampur aduk atas tiadanya Noran.
"Hahaha... Akhirnya Sang Demon Hunter telah tiada!!!" Ucap Raja Iblis senang sekali.
Miyuki masih menangisi Noran yang berada di pangkuannya. Miyuki kehilangan Noran, itu membuatnya merasakan sakit di dadanya.
Miyuki segera mengeluarkan Kekuatan Penyembuh, walaupun itu mustahil untuk membangkitkan Noran. Tapi Miyuki akan berusaha.
Dengan Kekuatan Penyembuh tingkat Dasar, Menengah, dan Atas, Miyuki keluarkan.
5 Kekuatan Penyembuh tingkat Atas, 3 tingkat Menengah, dan 2 tingkat Dasar. Semuanya menyelimuti Noran seperti diperban.
Tiba tiba Aura Kegelapan keluar dari tubuh Miyuki. Miyuki pun berdiri dan menatap Raja Iblis dengan Kemarahan Kebencian.
"AWAS KAU SIALAN!!!" Teriak Miyuki dengan keras dan mengayunkan Pedangnya dengan kuat.
Raja Iblis pun segera menangkisnya, tapi Ia bergeser dari tempat semulanya.
"Hahaha... Bagus, Anda kuat juga" Ucap Raja Iblis sembari menyerang Miyuki dengan brutal. Miyuki pun menangkis dan membalas serangan Raja Iblis.
Kalau dilihat dari ukuran Kekuatan, mereka sama sama kuat dan seimbang.
Pertarungan tidak berhenti karena Pasukan Raja Iblis ikut menyerang Miyuki secara bersama.
Miyuki tidak selemah tadi, dengan Kekuatan tambahan dari Batu Permohonan dan Miyuki dengan mudah mengalahkan Pasukan Raja Iblis.
Di lain sisi, terlihat Noran tergeletak tidak bernyawa dengan darah yang masih mengalir dari Perutnya. Kekuatan Penyembuh milik Miyuki masih berjalan menyelimuti Noran yang tidak bernyawa.
Terlihat Miyuki masih seimbang dengan Raja Iblis. Miyuki pun mundur jauh dekat Noran.
Miyuki melihat Kekuatan Penyembuhnya masih berjalan dan melihat Pedang besar milik Noran masih tertancap di tanah.
Dengan segera, Miyuki mengambil Pedang besar milik Noran dan mengangkatnya.
"Lumayan berat, tapi bisa Aku gunakan" Ucap Miyuki menggenggam Pedang besar Noran.
Miyuki menyalurkan Kekuatannya ke Pedang besar ditangannya dan mulai menyerang Raja Iblis, sekali lagi.
Bagaikan Keajaiban yang mustahil terjadi, tiba tiba Pedang Besar milik Noran yang digunakan oleh Miyuki diselimuti Aura Cahaya terang dan Aura Merah Darah.
Itu pun tidak disadari oleh Miyuki sedikit pun karena Dia terlalu fokus bertarung.
Di lain sisi, luka di Perut Noran mulai menutup secara perlahan tapi pasti. Tapi, tidak ada tanda tanda kalau Noran akan hidup kembali.
Tidak lama kemudian, Miyuki menyadari kalau Pedang Besar milik Noran yang dipegangnya telah mengeluarkan Aura Merah Darah.
Miyuki pun melihat ke arah Noran dan Dia terkejut kalau luka Noran sudah mulai sembuh.
Tiba tiba Raja Iblis menendang Perut Miyuki dan Miyuki terpental disebelah Noran. Pedang besar milik Noran lepas dari tangannya dan menancap di tanah.
Seketika Kekuatan Penyembuh milik Miyuki berhenti. Miyuki pun terkejut.
"Hah?! Noran!" Ucap Miyuki berusaha membangunkan Noran. Ternyata tidak ada tanda tanda hidup nya Noran.
"Hahaha... Dia tidak akan bangun karena Dia telah mati!" Ucap Raja Iblis tersenyum jahat.
Miyuki semakin marah dan menyerang kembali Raja Iblis secara brutal.
Tanda disadari, Aura Hitam gelap keluar dari tubuh Noran dan berubah menjadi Sosok yang mirip dengan Noran.
Sosok itu mengambil Pedang Besar milik Noran dan menahan Pedang Raja Iblis yang ingin menebas Miyuki.
"Siapa Kau yang tiba tiba menahan serangan Ku?" Tanya Raja Iblis kesal karena serangannya ditahan.
Sosok itu menggunakan Baju Hitam pekat dan Merah, menggunakan Masker Hitam, dan diselimuti Aura Hitam dan Merah Darah.
Miyuki pun kaget dan tidak mengenal siapa Sosok itu. Padahal Sosok itu keluar dari tubuh Noran.
Sosok itu mendorong Pedang Raja Iblis dan menendang wajah Raja Iblis dengan keras. Raja Iblis pun mundur jauh dari tempat semula.
"Siapa Kau? Darimana Kau?" Tanya Miyuki kepada Sosok didepannya. Sosok itu hanya terdiam menatap Miyuki
"Baiklah, akan Ku beritahu. Perkenalkan namaku Ran, bisa dibilang Aku adalah Jiwa Kegelapan dari Noran" Ucap Sosok itu bernama Ran.
"Hah?! Jadi Kau adalah Jiwa lainnya?!" Tanya Miyuki tidak percaya. Ran hanya mengangguk saja.
"Aku kesini karena ingin membantumu sekaligus Aku sudah bebas dari Kurungan Jiwa Noran" Ucap Ran dengan dingin dan datar.
"Dan juga... Aku akan menjaga dan melindungi Anda, Miyuki" Ucap Ran yang masih dingin dan datar.
Miyuki hanya terkejut sedikit dan bersikap biasa saja. Itu adalah kata kata yang pernah di katakan oleh Noran.
"Hahaha... Menarik sekali, memiliki Kepribadian Ganda" Ucap Raja Iblis tertarik dengan Ran.
Raja Iblis memiliki Ide, Dia ingin Ran menjadi bawahannya atau menjadi salah satu dari Kekuatannya.
"Nanti Aku jelasin yang lebih rinci, sekarang Kita fokus mengalahkan Dia" Ucap Ran menghunuskan Pedang Besar nya kepada Raja Iblis.
"Mari mulai... Hiyaaa!!!" Ucap Ran maju dan menyerang Raja Iblis. Miyuki pun ikut menyerang Raja Iblis, lagi.
Pertarungan Ran dan Miyuki melawan Raja Iblis, telah dimulai.
Jika dilihat dari segi Kekuatan, Raja Iblis lah yang lebih Unggul karena Raja Iblis telah memiliki Kekuatan milik Noran.
Tapi, jika dari segi serangan, Ran dan Miyuki yang lebih Unggul. Ya, mereka melakukan serangan Combo yang mampu membuat Raja Iblis sempat kewalahan.
Tangan Kanan Ran diselimuti Aura Merah Darah yang menyebar sampai di mata kanannya.
Ran pun menghantamkan Pedang besarnya tanah, kemudian tanah hitam menghantam Raja Iblis dan membuat Raja Iblis seperti terkena Efek Stun.
Disitulah kesempatan Miyuki untuk menjatuhkan Meteor Batu sebesar Mobil. Raja Iblis pun terpental jauh
"Ughk... Kuat sekali..." Ucap Raja Iblis kesal dan bangun.
"Akan Ku balas" Ucap Raja Iblis dan melancarkan serangan tembakan Laser Kegelapan.
Ran pun segera menghindar secara cepat, tepat, dan lincah. Sedangkan Miyuki lumayan sulit untuk menghindar dari serangan Raja Iblis.
Saat menghindar, Miyuki berusaha melemparkan Bola Api sebesar bola basket beberapa kali. Sedangkan Ran sesekali melancarkan serangan Tebasan Aura Merah Darah.
"Rasakan ini... BOLA LISTRIK!!! SENTRUMAN LISTRIK!!! SAMBARAN PETIR!!!" Ucap Miyuki melancarkan 3 serangan sekaligus.
Pertama, Raja Iblis terkena Bola Listrik dan terdiam seperti terkena Efek Stun. Kedua, Raja Iblis terkena Sentruman Listrik. Ketiga, Raja Iblis terkena Sambaran Petir yang cukup kuat.
Seketika Raja Iblis pun tumbang dan sedikit gemetar. Kemudian, Noran mengikut Raja Iblis menggunakan Rantai Merah Darah dengan kuat ke batu besar.
Ran pun meloncat kelangit dan menatap Raja Iblis yang terkapar ditanah.
"Mari akhiri ini... SERANGAN COMBO!!!" Ucap Ran mengeluarkan serangan Combo. Berbagai serangan dikeluarkannya.
Serangan Combo Ran dimulai dari Tebasan, Tusukan, Sayatan, dan diakhiri dengan Pukulan Raksasa sebesar Meteor Raksasa.
Miyuki terpukau dengan Kekuatan yang dikeluarkan oleh Ran. Sebuah pertanyaan muncul dikepalanya seketika.
Kenapa tidak Noran saja yang keluarkan Kekuatan seperti itu? Entahlah, yang pasti hanya Noran dan Ran yang mengetahuinya.
"TIDAAAAKKKK!!!" Teriak Raja Iblis yang melihat Ajalnya yang telah menjemput.
Bagaikan Meledak seperti Nuklir, semua benda yang berada didekat ledakan hilang seketika seperti ditelan Bumi.
Butuh sekitar 5 menit untuk menghilangkan asap dan debu yang berterbangan disekitar Ledakan.
"Ran! Dimana Kau?!" Teriak Miyuki memanggil nama Ran.
Sejak Ledakan tadi, Ran tidak terlihat sama sekali.
"Aku disini" Ucap Ran yang muncul dari samping Miyuki. Miyuki pun agak kaget karena Ran tiba tiba muncul.
"Hah... Akhirnya selesai juga" Ucap Ran menghela napas dan duduk seketika. Miyuki pun duduk disamping Ran.
"Apa sudah selesai?" Tanya Miyuki menatap tempat ledakan sebelumnya.
Tidak ada Raja Iblis maupun Pasukan Raja Iblis, mereka menghilang setelah terkena ledakan serangan Ran.
"Mereka sudah mati" Ucap Ran datar dan Miyuki hanya mengangguk senang.
"Ran, bagaimana caranya Kita memberitahu para Warga Kota tentang keadaan Noran?" Tanya Miyuki kepada Ran sembari menatapnya. Ran pun membalas tatapan Miyuki.
"Bilang yang sejujurnya saja, kan mudah" Ucap Ran santai.
"Tapi, mereka pasti merasa sedih kehilangan Noran Sang Demon Hunter. Yang padahal Noran akan menjadi King Demon Hunter" Ucap Miyuki mulai sedih.
Ran pun terdiam. Benar perkataan Miyuki, kalau Noran akan menjadi King Demon Hunter.
"Baiklah... Kau jelasin sama Warga yang sejujurnya saja dan Aku yang akan mengambil Gelar King Demon Hunter untuk Noran" Ucap Ran dengan Keputusannya dan berdiri dari duduknya.
Miyuki pun berdiri dan mengangguk mengerti saja. Ya, Miyuki akan percayakan kepada Ran keputusannya.
Ran pun mendekat ke arah Noran yang tidak bernyawa yang lukanya sedikit lagi sembuh.
"Noran... Semoga Kau di Alam sana dan Aku akan mengambil Gelar King Demon Hunter untukmu. Jadi, jangan khawatir Gelarmu hilang" Ucap Ran sembari mengangkat tubuh Noran dan berjalan menuju Kota bersama Miyuki.
Di tengah Kota, mereka disambut hangat oleh Para Warga Kota. Para Penjaga Kota pun turun menyambut mereka berdua.
Saat tiba ditengah Kota, Miyuki menjelaskan kalau Noran telah tiada dan diganti oleh Ran Sang Jiwa Kegelapan Noran.
Awalnya Warga Kota merasa sedih dan tidak terima, tapi dengan penjelasan Miyuki yang jelas ada benarnya, Para Warga Kota percaya dan menerimanya.
"MIYUKI SANG RAS IBLIS KINI MENJADI RATU IBLIS!!! SEMOGA MIYUKI MENJADI ORANG YANG TETAP MENJAGA KEDAMAIAN DUNIA!!!" Teriak Warga Kota.
Miyuki hanya mengangguk dan tersenyum manis saja. Sekarang sudah saatnya Miyuki menjadi Ratu Iblis dan memimpin Para Iblis untuk tidak menyerang Manusia dan tidak merusak Bumi.
Miyuki akan membuat Manusia dan Iblis menjadi damai, kemungkinan akan hidup berdampingan bersama.
"RAN SEBAGAI PENGGANTI NORAN SANG DEMON HUNTER YANG TELAH TIADA!!! SEKARANG RAN ADALAH SANG KING DEMON HUNTER!!!" Teriak Warga Kota.
Ran hanya memasang ekspresi datar dan dingin, hanya mengangguk saja. Ia tidak perlu diagungkan seperti ini.
Kini, Para Warga Kota telah bebas dari serangan Para Iblis. Semua kondisi kembali seperti semula.
Noran pun dimakamkan dengan layak dan penuh hormat atas jasanya melindungi Kota dan Dunia.
Hari hari telah berlalu, kini Ran dan Miyuki sedang makan makan di Cafe Favorit Noran selama ini.
"Hmm... Mie nya enak yaa, pantesan Noran selalu kesini dan selalu makan mie" Ucap Miyuki sembari memakan mie yang pernah disukai Noran.
Ran juga memakannya dan ternyata Ran juga menyukainya. Ran memakan dengan lahap mienya.
"Ran, Kau serius akan tetap disini melindungi dan menjagaku?" Tanya Miyuki kepada Ran. Ran menatap Miyuki dengan lekat.
"Ya, itu sudah menjadi tugas Ku. Aku sebagai pengganti Noran akan menjaga dan melindungimu" Ucap Ran sembari meminum jus Alpukat yang pernah disukai Noran.
Miyuki hanya mengangguk senang, bahagia, dan tersenyum manis. Walaupun Ia sedih kehilangan Noran, tapi setidaknya ada Ran yang mengganti.
Sekarang, Dunia menjadi Aman dan tentram setelah Kejadian tersebut. Semua orang merasa Bersyukur atas itu semua.
SELESAI
~~~~~~~
Semoga kalian suka dengan Cerita Ku yaa:D
Jangan lupa Follow, Like, Komen, Kritik dan Sarannya~
Sampai jumpa~