Pagi yang cerah, di temani merdu nya suara kicauan burung, matahari yang sudah menunjukkan dirinya, aku bergegas untuk berangkat kerja.
Saat aku melajukan kendaraan ku, hingga berhenti di lampu merah yang menyala.
Tidak sengaja aku melihat kendaraan sepasang kekasih berhenti tepat di samping kendaraan ku, mengingatkan ku tentang kisah cinta kuliah ku.
kisah cintaku yang begitu indah bersama kekasih ku terra, yang sangat ku cintai yang membuat hidup ku selalu berwarna. Kisah yang tidak akan pernah terlupakan di benak ku hingga saat ini.
Tetapi karena kejadian saat itu, aku berpisah dengan nya, dengan alasan yang sama sekali tidak aku mengerti.
Sebelum aku pergi ke desa untuk melakukan KKN tugas yang berikan oleh kampusku, kami berdua menghabiskan waktu bersama. Entah mengapa aku ingin waktu berhenti kala itu, agar aku tidak berpisah darinya.
Semenjak didesa pesan darinya sangatlah jarang ku terima dan pesan itu bisa di hitung jari, karna begitu jarangnya.
Semakin hari aku selalu merasa rindu dengan nya.
Tiba waktunya KKN ku berakhir, aku sangat tidak sabar untuk melepas rinduku dengan nya.
Namun saat dalam perjalanan pulang ponselku berdering terdapat panggilan masuk, tertera dengan jelas nama yang belakangan ini aku tunggu tunggu, aku sangat senang karna ia menghubungi ku namun saat aku menjawabnya hanya satu kalimat yang kudengar darinya yang membuat rawut senang di wajahku begitu saja berubah, entah mengapa ia meminta putus kepada ku, lalu mematikan sambungan telpon secara sepihak.
Aku pun mencoba menghubungi nya kembali untuk menanyakan alasan dari kalimat itu namun tidak ada jawaban darinya.
Mulai saat itu kehidupan ku yang penuh warna kini memudar, hari hari ku tidak selalu bahagia
dan sampai pada akhirnya aku pun mengikhlaskan dan memaafkan nya. Tak terasa itu sudah 3 tahun berlalu
Lamunanku kini buyar karna seseorang membunyikan klakson nya kepdaku, menandakan lampu telah hijau aku pun kembali melajukan kendaraan ku menuju rumah sakit.
Sesampainya aku di rumah sakit tempatku bekerja
tiba saat nya aku memeriksa pasien pada ruang perawatan 5, aku pun membuka pintu ruang perawatan itu,
"Shera..."
aku mendengar ada suara yang memanggil namaku, aku hendak menoleh ke arah lorong wc dimana ada seorang laki laki disana yang menuju ke arahku, wajahnya yang tidak begitu asing ku pandang, dan ya itu lah gio sahabat terra
"loh gio, kok ada disini" tanya ku
"iya sher adek ku sedang di rawat disini, ini ruangan nya"
jawabnya sambil menunjuk ke pintu ruang perawatan yang hendak aku masuki.
aku juga ingin menuju ruangan itu, kami berdua pun masuk ke dalam ruangan itu. Saat aku selesai melakukan pemeriksaan aku pun berjalan keluar ruangan disusul gio di belakangku, dengan membawa sebuah buku kecil ntah buku apa itu, di luar kami pun berbincang sedikit saling menanya kabar.
"gimana kabarmu sekarang sher" tanya gio, yang membuka pembicaraan
"baik.. seperti yang kamu lihat" jawab ku
"sudah lama ya kita tidak bertemu"
" iy nih... gio aku boleh menanyakan sesuatu tentang terra?, soalnya semenjak aku putus dari nya aku sudah tidak mendengar kabar lagi tentang nya"
tanya ku yang menyambung pembicaraan
"sorry ya sher kalau selama ini aku menyembunyikan semua keadaan tentang terra"
"hah.. maksudnya, kenapa dengan keadaan terra? "
tanyaku terbingung bingung
"sher, selama kamu didesa, terra sempat di rawat di rumah sakit, dan pada akhirnya ia hrus pergi ke luar negeri untuk melakukan perawatan khusus. Namun beberapa minggu setelah ia disana aku mendapatkan kabar bahwa ia sudah tiada"
kakiku yang tadi nya kuat, kini lemas dan aku ingin menjatuhkan badanku, dengan hati yang shock dan pikiran yang kosong, mulutku yang mendadak tidak bisa mengungkapkan kata kata.
Tiba tiba gio memberikan ku sebuah buku yang dari tadi ia pegang, yang nampaknya seperti buku diary
" buku apa ini? " tanya ku dengan suara gemetar
"ini titipan dari terra, di baca ya sher"
ujarnya, sambil membalikkan badan nya dan kembali ke ruang perawatan adeknya.
"Bandung, 14 oktober 2002
Dear shera,
Di bawah atap yang kokoh, dan kursi yang tinggi
kita duduk dan berlindung dari rintikan hujan yang begitu deras.
Aku melihat mu duduk tepat di samping kananku, rawut wajahmu yang begitu manis membuat ku mulai menyukai mu, kita saling berkenalan dan mulai bercerita hal hal random saat itu, dan itu lah waktu dimana kisah kita di mulai.
Ntah mengapa aku sangat bersyukur memiliki mu di hidupku, engkau selalu hadir kapan pun saat aku membutuhkanmu. hari hari yang kini ku jalani berubah menjadi berwarna saat bersamamu. Aku sangat menyayangimu, hingga aku memohon kepada Tuhan agar Tuhan tidak melepasmu dari kehidupanku.
Aku meminta maaf, ketika saat itu aku jarang mengirimkan pesan dan memberi jawaban atas panggilan mu.
Satu minggu setelah kamu pergi, penyakit yang selama ini aku sembunyikan dari mu mulai menghampiri tubuhku lagi.
Hingga akhirnya aku di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari.
Dokter berkata bahwa penyakit ini mulai ganas di tubuhku dan dapat membuat aku tidak bisa hidup lama.
Aku meminta kepada kedua orang tua ku dan juga gio untuk tidak memberitahukan hal ini kepadamu.
beberapa minggu,
keadaan ku mulai membaik.
namu yah, aku kembali lagi masuk ke ruangan ini
karena semalam entah mengapa dada ku begitu sakit dan membuat tubuh sangat lemas.
Rumah sakit disini tidak memiliki alat yang lengkap untuk perawatan ku, dan dokter menyarankan untuk melakukan perawatan khusus di luar negri.
kedua orang tua ku menyetujui hal itu.
Namun aku tidak bisa menolak, karna aku ingin sekali bisa sembuh dari penyakitku ini.
Karena aku sangat menyayangimu dan aku tidak ingin membuatmu khawatir aku memutuskan untuk menghubungimu dan meminta agar hubungan kita berakhir sampai hari ini.
Aku tidak sanggup membayangi perasaanmu saat itu, tetapi itulah hal yang bisa aku lakukan demi kebaikanmu kelak.
kini aku berangkat untuk pergi, buku ini ku titipkan kepada gio untukmu..
sampai ketemu lagi ya shera jika Tuhan mengizinkan
trimksih sudah hadir di kehidupan ku.
Terra...
to: shera anggita putri "
Setelah aku membaca salah satu halaman dri buku diary terra, kini air mata yang begitu deras mengalir di pipihku, dan rasa rinduku kembali menghampiriku hingga aku ingin sekali bertemu dengannya dan memeluknya lagi.
SELESAI
Nama: trivena betteng
kelas: XI Ipa 3