Jangan salahkan aku jika aku iri pada dunia. Pada ombak yang bergulung-gulung di luasnya samudera biru, pada gemintang yang giat memancarkan sinarnya, dan bahkan pada angin yang bersemilir lembut menjelajahi bumi bersama ribuan partikel udara lainnya. Karena apa? Karena aku rasa, Tuhan benar-benar tidak adil.
***
Apa yang orang pikirkan ketika mendengar kata 'cinta', mungkin kebanyakan orang akan menjawab hal yang sama, perasaan senang seperti di depan kupu-kupu berterbangan di dalam perut, atau hal lainnya yang mendefinisikan cinta sebagai sebuah perasaan bahagia.Untuk diriku sendiri, cinta adalah sebuah perasaan yang bisa mengalahkan egoku sendiri.
***
Situasi yang begitu bekerjasamanya dengan waktu, yang dengan sengaja mempertemukan seorang remaja pria yang begitu kaku,lugu,terpaku pada prinsip yang dimilikinya. Dengan aku wanita yang begitu aktif, humble, dan digemari untuk berteman oleh semua orang yang di dekatku. Situasi itu ada ketika aku dan dia dipertemukan pada satu sekolah menengah yang sama.
Perkenalkan aku Jessica, gadis 17 tahun. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah, setelah libur kenaikan kelas. Aku naik ke kelas XI dan masuk jurusan IPA. Hari pertama setelah liburan, berjalan seperti biasanya. Aku langsung ingin pulang setelah bel berbunyi. Sempat aku mencari keberadaannya. Namun, aku tidak melihat sosok lelaki yang tegap, gagah, dan berkharisma itu. Dia adalah seseorang yang memiliki wibawa yang mampu membuatku terkagum-kagum padanya.
Ya...,dia adalah orang yang aku kagumi dari kelas X.Dia bernama kevin Argantara dengan Jurusan IPS.Sebut saja dia kevin,Kevin adalah orang yang lugu,dan sangat polos.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Aku dan kevin sudah semakin akrab,semenjak dia mengajakku kenalan duluan lewat teman dekatku si Tasya yang sekelas dengannya.
*flashback on*
“Eh bestie,dia mau ngajakin kamu kenalan loh”.
“Ha? Sriuss? Bohong kan kamu”, Ucapku dengan ekspresi kaget.
“iya woi,yakali aku bohong”. Sahut tasya dengan suara yang sedikit lantang.
“ohh yaudah,bilangin ke dia,chat saja di whatsapp atau mau ketemu langsung? HAHAHAHA”. Ucapku sambil tertawa bahagia.
*flashback off*
Ya,disitulah pada mulanya dia mengajak aku berkenalan pada jam istirahat.Aku merasa gugup saat baru pertama kali menatap matanya yang sangat indah seperti bulan yang bersinar pada malam hari.Sejak saat itulah aku dan dia mulai bertukar kontak.
"seperti mimpi yang baru saja terwujud".
Aku sudah tidak merasa canggung lagi bercengkerama bahkan bercanda dengan dia. Sejak awal aku memendam cinta padanya, akan tetapi hingga saat ini aku belum berani mengungkapkannya. Maklum dia merupakan cowok pertama yang mampu membuatku tergila gila. Hingga aku tahu ada anak perempuan kakak kelas yang juga suka padanya. perempuan itu sama sepertiku, suka dengannya akan tetapi yang membedakan yaitu dia lebih berani untuk menunjukkan sikap bahwa dia menyukainya. Sedangkan aku sedikitpun tak ada keberanian padaku. Aku takut ditolaknya. Hingga akhirnya aku pendam rasa ini tanpa sepengetahuannya. Tersiksa memang, tapi aku tak mempunyai kekuatan super seperti supermen. Wajahku tidak secantik artis Ayu Ting Ting, beda dengan perempuan itu yang jujur saja dia berwajah seperti model. Aku tidak mau tersiksa oleh perasaanku sendiri dan aku memutuskan untuk menjauhi Kevin. Aku menjauhinya bukan karena aku benci dia tapi demi menyelamatkan perasaanku.
Ternyata dia tidak meladeni perempuan itu,terlihat dari tingkah lakunya yang hanya cuek kepadanya.
Kalian tahu kan perasaanku gimana?, YAA aku merasa sangat senang sekali karena dia mengabaikan perempuan itu.Tapi di lain cerita aku merasa akan sama seperti perempuan itu jika aku memberi tahu perasaanku tentangnya.
Mulai hari itu aku hanya menyimpan perasaan ini hingga kelas XII.Senyummu, tatapan matamu, begitu menyejukkan. Bahkan ketika kamu diam tanpa kata, kamu terlihat begitu mempesona. Kamu begitu mengagumkan. Terlalu sempurna untuk kumiliki. Ah… aku tak sanggup. Aku sudah masuk terlalu dalam, jauh ke dalam perasaanku yang terlalu besar untuk kubendung sendiri.
Setelah bertahun tahun lamanya aku menunggu, terus menjaga cinta ini, dan berharap dia akan melihat kesempurnaan cintaku, namun kini aku harus menerima kenyataan kalau cintaku telah hancur. Ternyata orang yang aku kagumi selama 2 tahun sudah mempunyai pacar. Pantas saja dia tidak meladeni perempuan yang merayu dia kemarin.Aku mengira dia mengajakku berkenalan karena dia menyukaiku,ternyata TIDAK!,Hahaha lucu ya.Dia hanya ingin melihat storyku bersama teman kelasku yang dia suka. Aku rela merasakan sakit asal Kevin bahagia, mungkin ini yang disebut pengorbanan cinta, rela sakit demi dia yang dicintainya.
Tapi entah mengapa, sakit yang ku rasakan ini tak mampu menghilangkan rasa cintaku padanya. Entah Cinta apa yang ku miliki untuknya hingga rasa sakitpun tak mampu merubah semua rasa sayang dan cintaku untuknya.
Kini tak ada lagi yang bisa kulakukan, engkau telah pergi, biarlah aku mencintaimu dalam diam, dan berharap semoga waktu mampu mengikis rasa cintaku untukmu, yang membuatku mampu membuka hati untuk orang lain, setelah sakit yang memuatku hancur berkeping-keping, yang tak akan penah kembali utuh lagi.
Sakit yang teramat sangat sakit yang diakibatkan oleh cinta, membuatku tak pernah percaya kalau cinta itu indah, hatiku hancur karena cinta, semula aku berharap kalau kisah cintaku akan berakhir happy ending seperti di FTV yang sering ku tonton, namun kini aku menyadari cinta tak selamanya berakhir bahagia.