Jatuh cinta untuk pertama kalinya memang terasa aneh dan selalu membuat jantung deg-degan. Setiap orang pasti mengalami cinta pertama, tapi entah kapan rasa itu tumbuh.
Rasa hati tidak bisa bohong. Suka pasti suka. Cinta pasti cinta. Dan sayang pasti sayang. Saat ini,aku sedang menyukai seseorang yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Pertama kalinya di dalam hidupku merasakan apa itu CINTA. Ternyata seperti ini rasanya. Manis sekali.
Mari, aku kenalkan kepada kalian Siapa dia Sang Cinta pertamaku.
Anugrah,seperti dengan namanya. Dia adalah lelaki anugerah Tuhan yang paling sempurna di mataku. Memiliki hidung yang mancung ,Badan yang tinggi,dan mata yang menawan. Tuhan menciptakannya sangat sempurna saat itu.
Anugrah. Lelaki yang saat ini telah menjadi cinta pertamaku . Tidak ada yang lebih menawan daripada sorot matanya,Dan tidak ada yang lebih menarik dari caranya menyikapi seseorang.
sejak hadirnya dia di hidupku. Aku lebih sering tertawa sepanjang waktu. Hadirnya dia dihidupku,membuat aku termotivasi untuk terus bangkit dan menghadapi semua masalah akan aku hadapi .
"Kamu pasti bisa melewatinya" kata-kata semangat darinya selalu membuatku takjub. Tak pernah ada seorang pun yang membuatku selalu semangat. Kali ini,baru Anugrah.
Hujan,merupakan musim yang sangat aku senangi. Di balik rintihan hujan,terdapat suatu kehangatan yang orang lain tidak tau. Setiap hujan,Anugrah selalu datang kerumahku dan mengajakku untu bermaim hujan.
"BUNGAA. MAU BERMAIN HUJAN?"
"TENTU SAJA"
Dua anugerah Tuhan kini di persatukan di hadapanku. Anak lelaki ini,sungguh mempesona wajahnya saat air hujan menimpa wajahnya. Rambutnya yang basah menutupi sebagian dahinya. Bajunya yang berwarna hitam basah dan menampakkan garis perutnya yang bidang.
Anugrah. Salah satu lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Banyak yang berubah di kehidupanku semenjak Anugrah datang. Aku menyayanginya.
"Anugrah,jika aku pergi apa kamu akan sedih?"
"Hmm,tergantung kamu pergi kemana dulu. Kalau hanyapergi bekerja,untuk apa aku sedih?"
"Aku serius anugrah"
"Aku juga serius Bunga"
Dia tidak salah. Baiklah.
Tahun terus berlalu hingga akhirnya hubungan kami menginjak 4 tahun lamanya. Anugrah tidak pernah berubah. Masih saja seperti 4 tahun sebelumnya. Tidak pernah berubah.
Aku semakin yakin dia sangat mencintaiku seperti aku mencintai dan menyayanginya. "Aku akan terus bersamamu" Kalimat darinya membuatku cukup tersentuh.
"Tepat pada hari ini,Bunga ku akhirnya ulang tahun juga. Selamat ulang tahun. Teruslah bersamaku dan aku akan terus bersamamu "
'Bungaku' seakan-akan aku ini benar-benar miliknya sepenuhnya.
"Terimakasih. Aku juga akan terus bersamamu,menemanimu"
Anugrah memelukku dengan segera. Menenggelamkan ku di dalam pelukan hangatnya. Sangat hangat,dan begitu hangat.
Anugrah merayakan hari ulang tahunku di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari kantor tempatku bekerja. Saat aku hendak akan pergi untuk melanjutkan kerjaku. Aku memberinya surat yang terbungkus rapi dengan amplop. Dia sempat kebingungan. Tapi aku menyuruhnya untuk membukanya nanti malam di jam 00.00.
"Besok kamu ulang tahun,selamat ulang tahun Anugrah ku. Hanya setangkai bunga mawar yang aku berikan kepadamu dan sepucuk surat ini"
"Kamu adalah hadiah ku yang paling berharga. Bungaku"
Anugrah lahir 2 tahun sebelum aku lahir. Dan hari ulang tahun kami hanya berbeda sehari.
Anugrah mengantarku kembali untuk bekerja. Selama perjalanan dia banyak menceritakan hal hal yang konyol yang membuatku terus tertawa.
"Kamu,Bunga ku yang paling berharga"
Anugrah mengucapkannya saat aku hendak turun dari mobilnya.
"Kamu juga,Anugrah ku. Suatu anugerah dari Tuhan yang aku miliki saat ini"
Aku dan Anugrah tersenyum.
Malam, pukul 21.00
"Sudah siap?"
Aku mengangguk. Aku tidak menangis. Aku takut,aku sedih,aku bahagia. Aku akan pergi ke tempat yang lebih indah dimana aku akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan dimana tempat itu Anugrah tidak akan bisa untuk menemuiku.
Malam,pukul 00.00
Anugrah membuka surat dariku. Dia membacanya dengan serius. Selepas dia membaca surat itu,dia pergi ke luar rumahnya sambil membawa kue kecil bersama dengan setangkai bunga mawar yang kuberikan kepadanya. Menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri,dan meniup lilin kecil yang tertancap di atas kue kecilnya.
Surat dariku ia letakkan saja di atas meja dengan amplop suratku di sebelahnya.
"Bungaku,kau pergi"
Anugrah menangis sejadi-jadinya.
Semua memori antara aku dan anugrah terekam jelas di kepalanya. Tidak ada kata yang bisa mewakili perasaan Anugrah saat ini. Bagi Anugrah,kini dunianya kosong dan hampa.
Surat dariku berisikan,
Dear, Anugrah Pratama
Hai,selamat ulang tahun
Semoga Tuhan memberimu kesehatan selalu.
Maaf,aku tidak bisa memberimu hadiah seperti apa yang kau berikan kepadaku.
Maaf,aku selalu tidak bisa memberimu kebahagiaan sepenuhnya.
Maaf,kini aku akan pergi meninggalkanmu.
Maaf, aku tidak memberi tahumu lebih dahulu.
Setelah bercerai dengan ayahku,ibuku penyakit yang menyerang jantungnya.
Ibuku membutuhkan donor jantung,dan hanya aku anak satu-satunya yang jantungnya cocok dengan ibuku.
Maafkan aku tidak memberitahumu.
Aku tidak ingin kau terus menerus memikirkan keadaanku
Tidak ada kata lain selain kata maaf dariku
Adanya kamu di hidupku dapat mengubah segalanya
Semua memori antara aku dan kamu,masih terekam jelas di kepalaku
Kau,sesungguhnya adalah Anugerah Tuhan yang diberikan kepadaku
Terimakasih sudah bersamaku selama 4 tahun ini
Tidak ada kata selamat jalan di benakku
Aku ingin pergi tanpa diantar
Tidak ada tangis dalam diriku
Karena aku tidak ingin menangis
Kita datang dan bertemu tanpa sengaja
Lalu akhirnya bepisah
Kini,tempatku bukan dunia lagi
Aku sudah berada di tempat yang lebih baik sekarang
Datanglah ke makamku
Aku menunggumu
Maaf Anugrahku, Aku harus pergi
Nama: Walna Ayu
Kelas: XI IPA 3