Pada malam yang dingin, ditemani dengan bintang dan bulan yang sangat indah. Suatu hal yang tak terduga terjadi, membuatku shock dan sangat bingung.
aku peach aku mempunyai hoby bermain game .Aku mempunyai teman lelaki bernama awan, bisa dibilang sahabat masa kecil ku. Kita sama sama lahir di surabaya, sejak masih PAUD aku dan dia sudah berteman. Setiap mau makan di sore hari orang tua kita berdua selalu membawa kita ke tempat tempat yang seru untuk di suapin. Pada saat tk sewaktu pulang sekolah kita sering menonton orang bermain ps di rumah dia. Pada malam harinya kita ngaji bareng di masjid dekat rumah kita. Dia sangat soleh dan pintar, dia sering mengikuti lomba bertemakan agamis.
Suatu saat aku harus pindah ke kalimantan dan menetap disana karena ayahku ada di sana untuk bekerja. Sebelumnya aku saudaraku dan ibuku memang sering bolak balik dari Surabaya ke Kalimantan untuk menjenguk ayahku yang ada disana. Dan kali ini harus menetap disana karena keluargaku mengalami kritis ekonomi jadi tidak bisa bolak balik lagi. Diwaktu yang bersamaan aku merasa bahagia dan sedih, bahagia jadi bisa bertemu ayahku setiap hari dan sedih karena meninggalkan sahabatku awan , keluarga besar dan teman-teman yang lainnya.
Selang berberapa tahun kemudian, saat aku berada di bangku smp hari pertama masuk kesekolah pada saat pls aku melihat seseorang yang sangat mirip dengan awan. Yang ada dipikiranku saat itu
"Apakah itu awan? Atau hanya mirip dengan dia? Tapii ini sungguh sangat mirip dengan dia! ".
Tapi aku tidak berani menyapanya. Saat pembagian kelas pun tiba, aku dan dia(yang sangat mirip dengan awan) ternyata kita dapat 1 kelas yang sama. Dan waktu itu aku melihat di daftar nama ternyata tidaknya ada seseorang yang bernama awan dikelasku, jadi aku berpikir "Oh hanya mirip saja dengan awan".
Dia menjadi salah satu murid yang populer karena kepintaran dan ketampanannya. Terapi dia sangat pendiam berbeda dengan awan jadi aku berpikir itu sudah pasti bukan awan.
Aku yang melihatnya sendiri dan tidak mempunyai teman, merasa kasihan jadi aku mencoba untuk menyapanya dan mengajak berkenalan dia bernama langit, tapi dia sangat cuek, karena dia sungguh sangat cuek aku menjadi sedikit tertantang untuk bisa berteman dengan dia. Jadi aku tidak berhenti di perkenalan saja aku selalu mencoba untuk berinteraksi dengan dia setiap hari, tetapi dia tetap cuek, hmmm disitu aku mulai lelah dan tidak mau mencoba berinteraksi dengan dia lagi.
Hingga suatu malam dia tiba tiba mengirimkan pesan chat kepadaku untuk menanyakan tugas, mulai dari situ dia selalu menanyakan tugas sekolah padaku setiap malamnya hingga kita bercanda gurau di chat. Dan berlanjut di sekolah, tetapi dia tetep menjadi pediam dan cuek kepada teman yang lainnya.
Pada suatu malam aku bertanya kepadanya melalui chat
"Kenapa kamu begitu pendiam dan cuek kepada teman teman saat di sekolah"
Dia menjawab
"Aku seperti itu karena aku memiliki trauma jika aku banyak bicara dengan teman sekolah".
Disitu aku tidak mau bertanya cerita dia menjadi trauma seperti apa, karena itu bisa mengingatkan rasa traumanya. Aku memberi beberapa masukan sedikit agar dia tidak takut lagi akan trauma nya itu. Keesokan harinya saat di sekolah dia menjadi tidak pendiam dan cuek lagi, dia mencoba untuk berinteraksi dengan teman teman yang lainnya. Beberapa bulan kemudian dia menjadi sangat ekstrovert dan selalu ceria, semenjak itu kita menjadi teman dekat.
Setelah sekian lama aku berhenti bermain game tiba tiba sangat ingin bermain kembali. Aku langsung bertanya kepada langit "apakah dia mau bermain game bersama? " Dia menjawab dia mau dan bermain game ternyata juga menjadi hobinya. Kemudian jika ada waktu luang atau pada saat hati libur kita selalu bermain game bersama.
Hingga suatu ketika aku menceritakan tentang awan kepada langit. Disitu dia memberi tahu ku bahwa dia adalah awan sahabat masa kecilku, aku tidak percaya karena dia tidak bernama awan dan kenapa dia baru memberitahuiku setelah aku menceritakan tentang awan, dia berkata
"karena aku ingin menyembunyikannya dari mu"
Lalu aku berkata
"Mengapa harus menyembunyikannya dariku? "
Dia berkata
"karena jika kamu mengetahui hal ini, maka awan yang menjadi sahabat masa kecilmu akan kamu anggap sebagai pembohong, aku tidak mau kamu menganggap aku seperti itu, jadi karena aku udah ngomong jujur aku minta maaf sama kamu''.
Ternyata dia menyembunyikannya karena dia membohongiku tentang dia bernama awan waktu kecil
Disitu aku merasa kesel dan bahagia. Tetapi rasa kesel itu ditutupi dengan rasa bahagia karena aku bertemu dengan sahabat masa kecilku lagi.
Semenjak mengetahui nama palsu itu aku akan tetap memanggil dia dengan sebutan awan tersebut, karena nama awan itu begitu banyak sekali kenangannya.
Beberapa tahun kemudian kita berdua tidak pernah berpisah hingga saat ini, dia menjadi sosok sahabat yang sangat dewasa dan perhatian menjadi sosok sahabat yang baik yang selalu menjaga aku dari lelaki kurang berpendidikan. Kita berdua dan teman teman kuliah sering pergi ke gunung untuk refresing agar tidak terlalu stress saat kuliah. Karena hal itu bergunung menjadi salah satu hobi kita berdua.
Setelah kita lulus kuliah, aku awan dan teman-teman lainnya pergi untuk bergunung lagi. Pada saat malam hari awan memanggilku untuk keluar dari tenda di gunung dan di situ suasananya sangatlah indah, ada banyak sekali bintang bintang dan bulannya sungguh sangat indah, pada saat keluar dari tenda ada banyak sekali lampu lilin berbentuk love, disitu aku masih belum mengerti kenapa ada begitu banyak lampu lilin itu. Dan ternyata itu semua disiapkan untukku, awan disitu menyatakan cintanya kepadaku tepat disaat aku berdiri ditengah tengah lambu lilin berbentuk love itu, disitu aku sungguh sangat terkejut dan kecewa kepada awan disitu aku bilang kepada awan
" Aku sangat kecewa, aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri, kenapa harus ada rasa suka diantara kita. Itu sungguh sangat merusak persahabatan kita dari kecil".
Kemudian aku langsung bergegas masuk kedalam tenda dan menangis. Awan terus mencoba untuk meminta maaf kepadaku. Hingga saat pulang pun tiba, dia berkata
"Aku tidak akan melakukan hal itu lagi dan anggap saat di malam itu tidak terjadi sesuatu diantara kita".
Kemudian aku memaafkannya.
Suatu hari pun tiba dimana awan lagi dekat dengan cewek lain entah mengapa aku yang melihat awan dekat dengan cewek lain merasa cemburu dan sangat kesal. Aku selalu mencari tahu tentang wanita yang lagi dekat dengan awan. Hingga aku menyadari bahwa aku jatuh cinta kepada awan.
Aku kemudian berencana untuk mengajak dia pergi ke restoran yang merada di puncak saat malam hari. Aku merencana untuk mengatakan perasaanku padanya di sana, suasana yang sama persis, saat awan menyatakan cintanya padaku. Aku menyatakan perasaanku padanya disitu aku sungguh sangat gugup karena takut ditolak. Dia menjawab dia tidak mau menjadi pacarku, disitu sungguh aku ingin menangis tapi aku berusaha untuk menahannya. Dia tiba tiba pergi dari situ dan kemudian dia datang lagi dengan membawa sebuah bunga dan menembak ku pada saat itu. Disitu aku langsung meneteskan air mata kebahagiaan. Ternyata dia menolak ku karena dia maunya lelaki yang menembak perempuan bukan sebaliknya.
Kita berdua pun menjadi sepasang kekasih, disaksikan dengan sang rembulan karena bintang dan bulan di malam itu sungguh sangat indah.