Senja mulai memudar, memunculkan kerlip bintang dan terangnya rembulan. Aku tertegun mendengar suara musik klasik itu lagi...!
Ternyata suara musik itu berasal dari HP ku yang tiba-tiba berbunyi.
Aku gemetar dan ketakutan, aku memberanikan diriku untuk melihat siapa yang telah menelepon ke HP ku. Ternyata seseorang telah menelepon aku dengan nomor tidak aku kenali, aku memberanikan diri untuk mengangkat telepon itu. Tapi aku tidak mendengar suara apapun dari telepon itu, akupun segera mematikan telepon itu dan meletakkan HP ku diatas meja.
Kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya, 2 hari yang lalu aku juga mendapatkan telepon dari nomor yang tak diketahui. Aku mengangkat telepon itu namun tak ada suara dari telepon itu. Meskipun aku sudah menyapa, "Halo... siapa ini?", namun tak ada suara yang terdengar. Kemudian aku segera mematikan HP ku dengan buru-buru.
Keesokan harinya, aku bertanya kepada teman-temanku disekolah, namun tak ada seorang pun yang mengaku dan tak ada yg bisa aku curigai.
Hal itu terus menghantui pikiranku selama di sekolah.
Setelah pulang sekolah aku kembali mendapatkan telepon dari nomor sama yang menelepon ku kemarin malam. Namun aku tak menghiraukan suara telepon itu, aku langsung masuk ke kamar dan beristirahat.
𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗮𝗿𝗶
Aku sedang makan dikantin bersama teman-teman ku, tiba-tiba sebuah SMS masuk ke HP ku. Wajahku berubah mendadak pucat, setelah membaca SMS yang masuk ke HP ku. Teman-teman ku kemudian melihat isi dari pesan itu, namun mereka juga kaget karena SMS yang masuk tidak ada isinya. Salah satu temanku mencoba untuk tetap tenang, dia mengatakan mungkin itu SMS yang salah kirim.
Masalahnya ini adalah nomor yang sama yang malem-malem menelepon aku. Tak lama kemudian ada SMS lagi yang masuk ke HP ku, teman-temanku ingin membuka nya, walaupun aku tak ingin membuka SMS itu. "Apa kabar, Lisa? kamu tak ingat padaku?", "Aku ini adalah kotak musikmu. Apakah kamu lupa denganku? ". Teman-temanku sangat kebingungan, " apaan nih lis? gila nih orang, dia bilang aku kotak musikmu? apaan nih maksudnya?".
Aku mencoba untuk kembali mengingat masa laluku, aku mengingat-ngingat hal yang berhubungan dengan kata-kata "kotak musik".Tapi aku tak dapat mengingatnya seakan-akan ingatan ku tentang "kotak musik itu" benar-benar luput dari ingatanku. Lalu Lia salah stau temanku mengambil kembali HP ku, kemudian membalas SMS yang masuk tadi :
"kamu siapa? jangan ganggu Lisa lagi!!"
Tak lama ada sebuah panggilan yang masuk ke HP ku dengan nomor yang berbeda, aku tak ingin mengangkat panggilan itu, namun Lia mengangkat panggilan itu, menekan tombol loudspeaker "Nanananananan... nananan... nananan" yang hanya terdengar oleh kami semua itu hanya alunan konserto-piano. 𝘛𝘦𝘬, sambungan panggilan itu tiba-tiba terputus. Kami semua saling menatap satu sama lain, kami kebingungan apa maksud dari panggilan itu. Kami semua kembali ke kelas, karena bel sudah berbunyi. Setelah pembelajaran di sekolah selesai, aku pulang kembali kerumah diantarkan oleh teman-temanku.
𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺
Sesampai di rumah, tanpa menganti pakaian aku langsung tertidur lelap, seingatku aku sudah mematikan HP-ku agar tak ada suara panggilan yang menggangu tidurku. Tiba-tiba, suara HP ku berdering keras dan berulang-ulang itu membuat ku sangat kaget, jantungku hampir copot. Aku bangkit dari kasur dan segera melihat nomor yang telah menelpon aku, tapi setelah aku lihat tak ada nomor apapun yang masuk ke dalam HP ku. Tak lama terdengar nada musik klasik yang sama, seakan-akan itu menjadi nada dering HP ku. Buru-buru aku memencet tombol off, namun HP ku menyala lagi dan terdengar musik yang sama. Aku semakin ketakutan, aku segera melepaskan baterainya dan melemparkan nya ke lantai. Barulah HP itu tidak mengeluarkan nada musik itu lagi. Aku sedikit lega dan mulai bisa bernapas dengan lega, aku semakin lemas, aku kembali ke kasur untuk segera tidur.
𝟲 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝗦𝗼𝗿𝗲 𝗵𝗮𝗿𝗶
Pertandingan basket antar sekolah akan diadakan di sekolahKu, saat itu aku masih duduk di kelas 9. Aku tidak ikut main aku hanya menonton pertandingan basket itu. "Hai raka, keren banget tadi kamu mainnya", " heheh makasih yah lis, tadi juga sekolah kita hampir saja ketinggalan, untungnya bisa kejar ketinggalan itu", "eh tunggu dong rak!". Seseorang memanggil Raka, Raka menoleh, ternyata yang memanggil namanya itu adalah sahabat lama Raka. " Eh kamu belum pulang Dit? teman-temanmu udah pada pulang duluan", "aku nanti saja, aku masih kangen cerita bareng kamu Rak, udah lama gak ketemu".
Kemudian kami pergi ke kantin sekolah Raka dan Lisa, sambil memakan bakso. " Eh kenalin ini namanya Lisa", "oh iya salam kenal yah, aku Adit". Setelah perkenalkan singkat itu mereka saling berbagi cerita, sampai sore hari. " Aku pulang duluan aja deh, kalian lanjutin cerita kalian aja, ini sudah mulai sore" kata Lisa. "E-eh jangan pulang duluan dong, gak asik kalau cuman cerita berdua, nanti dipikir orang kita pasangan hombreng lagi" celetuk Adit, "udah yuk, nanti aja pulangnya nanti kita ajak kamu ketempat favorit kami nongkrong dulu", " disana ada nasi goreng yang enak banget", mereka membujuk Lisa agar tak pulang duluan, Lisa pun ikut dengan mereka karena Lisa sangat suka nasi goreng sehingga dia tergiur dengan ajakan Adit.
𝟲 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗮𝗿𝗶
Mereka bertiga akhirnya pergi ke sebuah mal, setelah pulang dari tongkrongan Adit dan Raka dulu, mereka melihat lihat barang yang ada di mal itu. Lisa berhenti di sebuah toko aksesoris, yang dimana di toko itu ada sebuah kotak musik berwarna keemasan dengan bingkai sepasang pengantin di atasnya, kotak musik itu yang membuat Lisa terpaku saat melihat kotak musik itu.
Lisa masuk ke dalam toko itu untuk melihat lebih jelas kotak musik itu, Adit mengikuti Lisa masuk ke dalam toko itu, sementara itu Raka melihat-lihat sepatu di toko lain, karena Raka lebih menyukai melihat-lihat sepatu. Kotak musik itu memiliki tempat untuk menyimpan perhiasan. "Nananananana.... nananananana... nananan".
Nada-nada piano itu terdengar sangat indah di telinga Lisa, saat sang pelayan menekan tombol yang ada di sisi kiri kotak musik itu, dan boneka pengantin diatasnya ikut berputar, seakan berdansa.
"Kamu suka kotak musik ini Lis?" tanya Adit. "Suka banget" kata Lisa. Aku bisa belikan kotak musik itu untukmu Lis, namun aku harus menabung uang jajan sekolahku untuk membeli kotak musik itu. Lisa mengatakan kepada Adit, "apa-apaan sih kamu?". "Aku serius Lis, seandainya nanti kita nikah, aku pengen konsep baju pengantin kita warnanya keemasan seperti boneka yang ada di kotak emas itu". Lisa yang mendengar perkataan Adit merasa heran padahal mereka baru saja kenalan dan saling ketemu di hari itu.
Aku bisa kok nabung uang jajan aku dari sekarang, nanti pas ulang tahun kamu yang ketujuh belas, tanggal 15 april kan? baru deh aku kasih hadiah ini ke kamu, kata Adit. Lisa yang mendengar perkataan Adit tidak menanggapi dengan serius, Lisa hanya cekikikan menanggapi Adit.
Tiba-tiba Lisa kepikiran oleh perkataan Adit, gimana cara mati yang seru, yaitu kotak musik itu berputar lalu tiba-tiba menarik aku ke dalam kotak musik itu seperti pusaran angin yang menyedot aku masuk ke dalam pusaran itu, memasuki alam yang gak aku kenal.
𝟳 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝗱𝗶𝗻𝗶 𝗵𝗮𝗿𝗶
"Aaaaaa!!..... tolonggg!!! Lisa gelagapan. Dia berusaha untuk melawan arus putaran yang sangat kuat, yang akan menyedot nya ke dalam kotak musik itu. Ibu Lisa yang mendengar teriakan Lisa segera membangunkan Lisa dari tidurnya, Lisa bangun dengan nafas yang tersengal-sengal. "kamu mimpi apa sih nak, sampai teriak-teriak begitu", "itu mimpi yang sangat seram banget ma... " jawab Lisa, namun aku tak ingin menceritakan semua yang aku mimpikan, aku takut Ibuku khawatir kepada ku.
𝟳 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝘀𝗼𝗿𝗲 𝗵𝗮𝗿𝗶
Aku merasa mimpi itu ada hubungannya dengan kotak musik itu, buru-buru aku mencari nomor teman lamaku Raka, untuk mengetahui info tentang Adit. "Halo... apakah ini Raka?", "oh iyaa.. ini dengan siapa?". Rak ini aku Lisa, kita bisa ketemuan? di cafe yang dulu sering kita kunjungi?, ada yang ingin aku tanyakan. O-ohh oke bisa aja.
Beberapa menit kemudian kami saling bertemu di cafe itu, aku langsung bertanya kepada Raka, tentang Adit sahabat lama Raka. "Rak, kamu tau Adit kan?", " iya tau, kenapa?". Dia sekarang kabarnya gimana?, soalnya aku selalu dapat teror seseorang yang menelepon ke HP aku, namun yang terdengar hanya suara alunan piano, alunan piano itu mirip banget sama yang dulu aku lihat di mal waktu itu bersama Adit. "Aku gak tau sih gimana kabarnya Adit sekarang, soalnya kami sudah gak pernah ketemuan lagi, nanti deh aku coba tanya teman-teman SMP-nya Adit". " Oke makasih yah Rak".
𝟵 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝘀𝗼𝗿𝗲 𝗵𝗮𝗿𝗶
Lisa, aku dengar kabar keadaan Adit sekarang, aku juga kaget banget dengar berita ini, tapi kamu harus tetap tenang yah, jangan kaget dulu. Aku dengar berita ini langsung dari keluarga Adit, "Adit... dia sebenarnya..... udah meninggal!". "APAAA????? ". Iya dia meninggal tanggal 15 maret kemarin, dia meninggal karena terbawa arus disungai saat liburan bersama teman-temannya. "jadi teror selama ini, SMS, dan panggilan yang masuk ke HP aku itu hanya arwah dari Adit?".
Aku tak percaya hal ini, namun itu adalah kenyataannya.
𝟭𝟱 𝗮𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟭𝟭, 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗮𝗿𝗶
Tepat dimana hari ini aku berulang tahun yang ke-17 tahun, aku menolak untuk merayakan ulang tahunku di tahun ini. Karena kejadian yang aku alami sebelumnya. Namun Ibuku sudah mempersiapkan semua perayaan untuk ulang tahunku ini, tentu aku tak bisa membatalkan semua itu, aku tak ingin mengecewakan Ibuku dan temna-temanku. Teman-temanku telah tiba di acara ulang tahunku bersama teman lamaku Raka, semua orang menikmati perayaanku ini. Tiba-tiba salah satu temanku menghampiri aku dengan memberi sebuah kotak kado yang entah dari mana dia mendapatkan kotak itu. Kotak kado itu diikat pita cantik yang berwarna keemasan.
Aku membuka kado itu yang ternyata isinya sebuah kotak musik yang aku lihat dulu, dan terdapat sepucuk surat di dalamnya. "𝒮𝑒𝓁𝒶𝓂𝒶𝓉 𝓊𝓁𝒶𝓃𝑔 𝓉𝒶𝒽𝓊𝓃 𝓎𝒶𝓃𝑔 𝓀𝑒-𝟣𝟩 𝐿𝒾𝓈𝒶, 𝒶𝓀𝓊 𝓂𝑒𝓃𝑒𝓅𝒶𝓉𝒾 𝒿𝒶𝓃𝒿𝒾 𝓀𝓊 𝓊𝓃𝓉𝓊𝓀 𝓂𝑒𝓂𝒷𝑒𝓇𝒾𝓀𝒶𝓃 𝓂𝓊 𝒽𝒶𝒹𝒾𝒶𝒽 𝓀𝑜𝓉𝒶𝓀 𝓂𝓊𝓈𝒾𝓀 𝓎𝒶𝓃𝑔 𝓀𝒶𝓂𝓊 𝓈𝓊𝓀𝒶 𝓌𝒶𝓀𝓉𝓊 𝒾𝓉𝓊. 𝒦𝒶𝓂𝓊 𝓈𝓊𝒹𝒶𝒽 𝓂𝑒𝓃𝑔𝒾𝓃𝑔𝒶𝓉 𝓈𝑒𝓂𝓊𝒶𝓃𝓎𝒶 𝓀𝒶𝓃? "
~𝒜𝒹𝒾𝓉~
Saat itu juga kau kaget dan gemetaran, setelah membaca surat itu, teman-temanku bingung melihat aku yang tiba-tiba gemetaran setelah membaca surat itu. Tiba-tiba kotak musik itu memutar dengan sendirinya, dengan iringan yang sama persis seperti dulu. Aku merasa terhipnotis setelah mendengar alunan piano dari kotak musik itu, tubuhku serasa ingin ikut berdansa sesuai dengan alunan piano itu.
Semua orang sangat heran melihat situasi yang terjadi saat itu, teman-temanku juga ketakutan melihat aku yang mulai berdansa sesuai alunan piano dari kotak musik itu, tiba-tiba dari kotak musik itu terlihat pusaran angin yang seakan-akan menyedot aku untuk masuk kedalam pusaran itu, teman-temanku yang melihat itu berusaha menyelamatkan aku agar tidak ikut tersedot ke dalam pusaran angin itu. Namun aku tak mampu melawan pusaran angin itu, sehingga tubuhku masuk ke dalam pusaran angin yang muncul dari kotak musik itu. Semua orang yang melihat itu hanya tercengang, tak mampu berbuat apa-apa lagi. Semuannya sudah terlambat, kini aku terkurung di dalam kotak musik itu bersama dengan arwah Adit yang telah membawa aku masuk kedalam kotak musik itu untuk selama-lamanya.