pagi yang cerah,burung bersaut sautan seperti saling memberi isyarat namun pagi ini tidak secerah hatiku,aku masih saja meringkuk di atas kasur padahal mama sudah mengetuk ngetuk pintu kamar.
"sof,bangun udah siang kamu nggak sekolah?"
"iya mah aku udah bangun,bentar aku mandi dulu"
Lalu mama berhenti mengetuk ngetuk pintu,dan aku bersiap untuk memulai hari ini.
Namaku Sofia ananta,aku duduk di bangku kelas 12 SMA napolly.
Rasa rasanya aku malas untuk berangkat ke sekolah,bukan hanya hari ini saja tapi kemarin dan esok.setelah aku selesai bersiap aku turun tangga dan sarapan,lalu berpamitan dengan mama
"ma Sofi berangkat sekolah dulu ya"
"iya nak,kamu gak bareng lengga?"
"enggak mah,aku naik ojek aja, assalamualaikum"
"walaikumsallam"
Baru saja aku keluar dari pintu rumahku,lengga dan motornya sudah siap di depan rumahku.
"bareng yok sof?"
"gak makasih,aku bisa naik ojek" lalu aku berjalan melewati lengga,tapi lengga menahan aku
"bareng sama aku ya,ada yang mau aku omongin"
tanpa berkata apapun aku langsung naik ke motor lengga.
Lengga Oktaviano dia adalah sahabat kecilku saat aku masih duduk di kelas 4 SD,pada saat itu ayah ku mendapat kan pekerjaan baru,dan lengga adalah teman pertamaku saat itu,dulu kami begitu akrab,dimana ada lengga disitu ada Sofia,dan dimana ada Sofia disitu ada lengga,namu persahabatan yang begitu indah sekarang renggang karena adanya sebuah rasa,rasa yang belum kami bisa terima satu sama lain rasa sayang yang lebih dari sekedar rasa persahabatan masa kecil,dan tentunya bukan aku.
Sepanjang perjalanan lengga tak berbicara satu patah katapun ia hanya sesekali saja melihatku lewat spion motornya,tak berapa lama aku sampai di sekolahku,lengga tak membicarakan apapun ia hanya berbicara nanti pulang sekolah ia yang akan menjemputmu lalu ia mengusap kepalaku dan pergi.
Saat aku memasuki kelas,sahabat lamaku alea menatapku sinis.
Dulu alea gistara adalah sahabat karibku dari SMP hingga SMA,namun dulu alea sempat suka dengan lengga dan lengga menyatakan cinta pada alea,namun hubungan mereka tidak berlangsung lama karena lengga hanya mempermainkan alea,dan persahabatanku dengan alea pun menjadi renggang,dan banyak isu yang menyebar lengga menyukaiku.
"TETTTTT....TETTTTTT...TETTTTTT..."
Bel yang kutunggu tunggu tiba,aku bersiap siap untuk segera pulang,tapi saat aku ingin keluar kelas alea mencegatku.
"ada hubungan apa lu?"
"hubungan apa?"
"LU DAN LENGGA"
"cuman teman"
"teman lu bilang?"
"iya,dia teman masa kecil gua,wajar kalau kami akrab,dan lu tau itu"
"dan gue juga tau kalau LENGGA suka sama lu!!"wajah alea memerah menahan tangis
"sekali lagi AKU dan LENGGA hanya teman masa kecil,gak peduli perasaan dia ke aku seperti apa,yang ku tau saat ini aku BENCI dia,karena dia sudah ngancurin persahabatan yang sudah di bangun bertahun tahun hanya karena keegoisan!"
lalu tanpa kusadari,lengga muncul dari belakangku,ia membawa bucket mawar putih lalu bunga itu jatuh,dan ia menghampiriku
"siapa yang egois sof?ini sahabat masa kecil gue?!" lalu Sofia pergi,aku tertunduk dan menangis memandang punggung lengga yang menghilang.
1 tahun kemudian.
Hidupku banyak berubah,aku melewati banyak perubahan setalah satu tahun ini hubunganku dengan alea semakin membaik,tapi berbeda halnya hubunganku dengan lengga,setelah kejadian itu lengga jarang ke rumah untuk mengantar ku ke sekolah bahkan bertegur sapa pun ia selalu memalingkan wajahnya,dan aku mendengar dari om nya lengga mendapat kan beasiswa kuliah ke Korea,tentunya aku bangga dan kaget,namun jika itu keputusan terbaik aku hanya mendoakan yang terbaik.
13 Januari 2015
Hari ini tiba juga,aku harus mengantar lengga ke bandara,aku hanya manggangguk,dan aku berdiri di depan cermin kamarku melamun,hingga mamah menyadarkan aku dengan mengetuk pintu kamarku
"sof,ayok buruan om dan mama lengga sudah siap"
"iya mah" mama tersenyum melihatku
saat dalam perjalan,aku dan lengga satu mobil,hening rasanya,kami tidak mengeluarkan satu kata pun
Setiba nya di bandara aku tidak mau turun dari mobil,karena terlalu sakit hati ini melihat lengga pergi,aku memberikan alasan ke mama agar mama percaya bahwa aku tetap ingin di mobil,tiba tiba om nya lengga memberikan sepucuk surat
"ini apa om?"tanyaku sambil mengernyitkan dahi
"kau bacalah saja dan ini hadiah mu dari lengga" aku hanya tersenyum dan om pergi meninggalkan ku.
To:Sofia ananta
Hi! maaf jika kamu ngerasa aku si penyebab hancurnya persahabatan kita,tapi apakah aku salah jika menganggap mu sebagai gadis biasa?Mungkin saat kamu baca surat ini sof kita sudah terpisahkan,dan aku berharap kamu mendapatkan laki laki yang menopang mu saat kamu hampir jatuh,yang mendengarkan ocehan mu setiap saat,yang memotret semua kebahagiaan kamu,sof kamu adalah perempuan ke dua setelah mama yang aku sayanggg.love u Sofia ananta.
LENGGA.
Air mata ku jatuh,hatiku sakit sekali saat membacanya,kecewa,kesal,taku,semua nya jadi satu.Aku keluar dari mobil dan berlari kedalam bandara menerobos petugas bandara,aku seperti orang kehilangan kendali,lalu om nya lengga memeluk ku dan menenangkan ku dan berkata
"lengga sudah pergi 5 menit yang lalu"
aku terjatuh dan mama menghampiri ku dan memeluk ku.
Dan saat itu aku sadar,aku egois aku tidak seperti lengga,aku takut hal yang kubuat sendiri,dan pada akhirnya ketakutan itu yang membuatku kehilangan dan menyesal..
karya:Alya adhania