Sunyi...., itu adalah sebuah waktu, dimana aku selalu dengar, akan apa yang aku atau orang alamai, andai saja aku bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya lagi, sekarang....., aku hanya bisa melihat apa yang di sukai oleh seseorang yang aku tunggu, walau itu terjadi setiap harinya, karena...., aku tau jika ia tidak akan pernah kembali, ini adalah awal kisahku yang sesungguhnya.....
Pagi di sekolah begitu ramai, aku berjalan menyusuri koridor yang di penuhi oleh siswa siswa sekolah, sekolahan yang tidak berpenghuni selama 1 Bulan itu kini kembali ramai, di sana...., di depan, aku melihat periku yang selama ini ingin aku bawa ke dalam kehidupanku,
" Dea..." panggilku tersenyum,
( ini Dea, sahabatku yang begitu berharga, dia cantik, baik, dan tulus, tidak ada perempuan yang seindah dia )
" Alvian, kau tidak ikut kelas Biologi ? apakah kau bolos lagi ? " tanya Dea sambil menutup pintu loker,
" aku...., ingin melihatmu, selqmat datang kembali... Dea " kataku tersenyum,
( saat itu entah apa yang aku fikirkan, aku tiba tiba ingin bolos kelas hanya untuk melihat Dea, yang kabarnya dia baru kelaur dari Rumah Sakit, Dea mengidap penyakit jantung sejak lahir, dan aku tau ini pasti sulit baginya, tanpa ada seseorang di sampingnya. Hari itu Dea membawaku ke atap sekolah, dia memberikanku susu kotak kesukaannya )
" kenapa kau membawaku kesini ? " tanyaku bingung
" aku..., membutuhkan teman, aku benar benar kesepian " jawab Dea tersenyum,
aku tau apa yang dia rasakan, aku mengerti....
" Dea... " panggilku,
( seketika Dea langsung menatapku dengan raut mukanya yang pucat )
" apakah ada sesuatu yang kau suka ? mungkin sesuatu yang selam ini kau inginkan " tanyaku
Dea menjawabnya dengan senyuman,
" senja, itu yang aku inginkan " jawab Dea tersenyum
" senja ? kenapa kau ingin melihat langit senja ? " tanyaku bingung,
" sejak kecil aku selalu menghabiskan waktuku di rumah sakit, jadi....., aku ingin melihatnya, dari yang aku tau langit senja sangat bagus, aku selalu melihatnya di televisi, tapi aku ingin melihatnya dengan nyata " jawab Dea tersenyum
( Dea pasti sangat menantinya..... )
( Selanjutnya malam yang larut, aku termenung di meja belajarku, sambil melihat foto Dea yang tersenyum manis, waktu itu...., Dea sangat bahagia)
" Dea, andai kamu tau apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu lihat selama ini adalah sesuatu yang berharga, aku...., menunggu " kataku sambil melihat foto Dea,
( pasti ada banyak hal yang ia lalui sendiri, Deaku adalah Gadis terkuat, dia adalah Gadis yang tangguh, Dea pasti pernah merasa kesepian, tanpa ada aku di sisinya, entah apa yang ia lakukan saat sendiri, di tempat yang sunyi....
keesokan harinya di sekolah, aku merasa waktu itu Dea benar, tidak seharusnya aku bolos kelas, sekarang karena ada Dea, aku akan lakukan apa yang dia inginkan, karena...., kehadirannya begitu berharga )
" Dea, hari ini kau ikut kelas apa ? " tanyaku
" kelas Biologi, hari ini kita ada di kelas yang sama, jadi, jangan bolos lagi " kata Dea beranjak pergi,
( hari itu aku begitu senang, karena ada Dea di tempatku berada )
" Dea, apakah kau bisa melakukannya ? " tanyaku mengintip,
( siang itu di lab latihan kimia, untuk pertama kalinya aku memperhatikan Dea kebingungan karena tugas yang sulit dari guru, saat itu Dea tidak bisa memknta bantuanku karena takut mengganggu waktu yang aku miliki untuk mengerjakan tugas, walau sebenarnya menurutku itu sangat mudah di kerjakan )
" itu..., aku...., kesulitan nengerjakannya " kata Dea ragu
" aku akn membantumu, jika kau merasa kesulitan katakan saja, aku pasti akan membantumu " kataku tersenyum
( siang di ruang lab, aku mendapat kesempatan untuk meluangkan waktuku bersama Dea, aku bisa mengatakan sesuatu atau sebuah cerita yang selama ini aku simpan hanya untuknya, tawa dan senyum yang aku lihat waktu itu membuatku puas untuk mengerti apa yang dia rasakan )
Untukmu :
Walau alam tidak pernah memberi kesempatan yang sama dalam sebuah waktu dan hari, walaupun itu semua terjadi setiap kalinya, tapi aku yakin dengan rencana indah Tuhan, dia yang selama ini aku cintai dan akan selalu aku cintai, tidak akan pernah pergi dari genggamanku, dari ruang hatiku....., tidak akan pernah.......
( Alvian 2018 )
( Setelah jam Biologi dan Kimia, aku membawa Dea kembali ke atap, disana aku berfikir mungkin rencana yang aku fikirkan bisa membuatnya bahagia, untuk pertama kalinya )
" Dea... " panggilku, lalu Dea mendekatiku dan menatapku,
" sore nanti, maukah kau keluar bersamaku, hanya kita berdua " kataku,
seketika Dea tersenyum senang,
" baiklah, aku akan petgi, jadi kau harus kerumahku dulu mungkin aku akan terlambat, karena harus menemua seeorang " jawab Dea tersenyum
( jawaban Dea saat itu membuatku bingung
bercampur ragu )
" seseorang ? siapa ? " tanyaku
( tapi Dea hanya diam dan tersenyum, hanya saja aku tau apa yang dia sembunyikan, raut mukanya terlihat tidak baik walau bibirnya tersenyum )
( Sore harinya aku pergi kerumah Dea, tapi di sana hanya ada ayahnya, saat itu ayahnya menyuruhku menunggu Dea pulang, dia bilang tidak akan lama )
tapi....., di sisi lain.....
di rumah sakit, seorang Gadis menunggu kabar kondisinya dari seorang Dokter yang sangat ia percaya dapat membantunya sembuh,
" Dea, mungkin ini akan sulit kalaupun menjalani operasi, dan..., keberhasilannya sangat kecil dibanding resiko kematiannya " kata seorang Dokter
seketika raut muka Dea menjadi suram, sementara ibunya begitu khawatir
" jadi..., apakah putriku bisa sembuh ? " tanya ibu Dea khawatir,
tapi Dokter itu hanya menggelengka kepalanya, dengan raut muka yang sedih,
" waktunya untuk hidup hanya sedikit " kata Dokter itu
dengan keinginannya untuk bangkit, dia terpaksa tersenyum,
" hmm...., baiklah, aku mengerti, tidak papa, mungkin sisa waktunya akan sangat berharga untukku " kata Dea terpaksa tersenyum,
di saat itulah dia mengingat sesekrang yang begitu berharga di hatinya....., Alvian....,
Setelah beberapa saat Alvian menunggu akhirnya Dea pulang bersama ibunya, seketika Alvian langsung berdiri dan menghampiri Dea,
" maaf, aku terlambat... " kata Dea ragu
tali Alvian hanya tersenyum tulus untuknya,
" tidak, tidak terlambat, kita akan berangkat sekarang " kata Alvian menggenggam tangan Dea,
selama perjalanan....
" Alvian, kita akan pergi ke mana ? " tanya Dea bingung,
sampai akhirnya mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah tempat yang berpasir,
" bagaimana ? " tanya Alvian
sesaat Dea melihat ke arah Alvian
" pergilah dan berteriak sepuasmu " kata Alvian,
seketika Dea langsung berlari bebas ke pesisir pantai sambil berteriak keras, mereka tertawa bersama, dan bermain air, setelah lamanya waktu, sesuatu yang Dea sukai tiba,
" langit senja.... " kata Dea tersenyum
" apakah indah ? Dea, ini adalah hadiah ku, hanya untukmu " kataku menatap Dea,
lalu aku mendekatinya perlahan dan menggenggam tangannya,
" Deaku, aku..., sangat..., mencintaimu, sajak lama aku menunggu saat ini, Deaku, aku sangat menyayangimu " kataku tulus,
( Dea hanya menatapku sambil menahan air matanya yang keluar, lalu perlahan dia menghampaskan tubuhnya dan memelukku sangat erat, begitu erat lalu dia menangis... )
" maaff....., maaf jika selama ini membuatmu menunggu..... " kata Dea sambil menangis,
( dan saat itu aku tau bagaimana situasi yang dia hadapi saat ini, aku merasakannya, dia pasti juga merasa kesakitan )
( hari itu adalah hari terindah yang pernah ada dalam hidupku Dea tersenyum bahagia, aku... bebar bebar senang melihatnya )
1 Bulan Kemudian.....
( 1 hari lagi adalah ulang tahun Deaku yang ke 18, aku...., ingin membuatnya bahagia )
Di rumah sakit....
" tapi ibu hari ini....." kata Dea khawatir
Dea cemas dan bingung, dia berlari keluar rumah sakit dan pergi ke sekolah untuk menemui Alvian, saat itu Dea ragu untuk mengatakannya, mungkin memang bukanlah suatu hal yang mudah,
" Dea, kenapa kau datang kemari, dan...., di mana seragammu ? " tanya Alvian
( saat itu muka Dea begitu pucat, tubuhnya lemas, dan, agak kaku saat berjalan )
" Dea, apakah kau ingat hari besok ? " tanya Alvian tiba - tiba
" apakah ada hal yang istimewa ? " jawab Dea berbalik tanya
" kau benar benar lupa ? besok adalah hari ulang tahunmu " kata Alvian tersenyum
seketika Dea tersadar,
" aa..., benar juga, aku lupa " kata Dea tersenyum,
beberapa saat kemudian bel masuk berbunyi, karena saat itu Dea tidak memakai seragam waktu datang ke sekolah jadi dia tidak bisa masuk,
" kalau begitu bagaimana jika.besok kita bertemu di pantai yang sebelumnya kita datangi, jaraknya tidak jauh, ada sesuatu yang ingin ku berikan kepadamu " kata Alvian
" baiklah akan ku usahakan untuk datang " kata Dea tersenyum,
( aku...., mungkin tidak memilih waktu yang tepat )
keesokan harinya, Dea terbangun dari tidurnya, nafasnya begitu sesak dengan keringat dingin di tubuhnya, ayah dan ibunya begitu khawatir akan kesehatan Dea, saat itu ayah dan ibunya membawa Dea ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan juga hari itu Dea mendapatkan kesempatan untuk hidup dengan melakukan operasi pada jantungnya, tapi dia menolak, dan juga dia baru tersadar jika sore nanti dia ada janji dengan Alvian, tapi Dea benar benar sekarat.
Beberapa waktu berlalu, sorepun tiba, dengan senyum yang terukir di bibirnya, Alvian pergi ke pantai untuk menunggu Dea datang,
( hanya saja waktu begitu cepat untuk di tunggu )
lama Alvian menunggu tapi Dea tidak kunjung datang,
hari selanjutnya Alvian termenung di dalam kamarnya, dalam fikirannya hanya ada kata kata Dea, Gadis yang sangat ia cintai, tapi kabar duka membuat kehidupannha hancur,
" Deaku, maaff..... " kata Alvian,
dia berdiri di depan makam Dea, dan baru tersadar jika sore itu, saat dia manunggu Dea, adalah hari di mana Dea tiada,
( sejak saat itu, setiap hari ulang tahun Dea, aku selalu pergi ke pantai itu dengan menggenggam cincin yang.pernah aku berikan padanya )
Untukmu :
Jangan pernah melepaskan seseorang yang kau cinta, tepati perkataanmu dan janji sebelum akhirnya dia harus pergi meninggalkanmu.
Alvian