"Hah, dasar pria aneh! seharusnya aku tak berbicara dengan nya!" Gumam windy kesal dan membanting tak kecil nya ke kasur tidur nya
"Huh, lelah sakali.. aku sangat ingin tidur." Ucap windy pelan dan mulai terlelap dalam tidur nya
Setelah beberapa menit kemudian, santi merasa haus ia melangkah ke arah dapur dan membuka kulkas nya untuk mengambil minum dingindari sana
"Huwaa.." Triakan windy kencang menggema di sudut-sudut rumah itu
"Mengapa.. mengapa? kau bisa ada disini?" Tanya windy takut-takut menatap pria aneh itu lekat-lekat
"Entahlah, saat aku mencoba melangkah dari sana untuk mengejarmu aku ternyata bisa." Ucap nya dengan senyuman manis nya
"Kau gila! pergih keluar dari rumah ku sekarang!" Triak windy kesal dan mendorong nya menuju pintu rumah namun sebelum ia membuka pintu nya karna dorongan yg kuat badan pria itu langsung menembus pintu yg masih tertutup rapat itu
"Apa itu, siapa kau? huwaa.. aku pasti sedang bermimpi, bangun-bangun pemalas!" Triak windy histeris dan terjatuh pingsan di lantai
"Ohh tidak!" Triak pria itu panik dan segera membangunkan windy yg tengah pingsan di lantai itu dengan cepat menampar pipi nya pelan-pelan
Pagi hari menyapa indah windy yg tengah tertidur di kasur dengan selimut tebal dan nyaman nya, tak lama kemudian ia langsung duduk dan mengingat kejadian kemarin, ia tak habis pikir mengapa pria itu bisa menembus pintu, windy segera berlari kesetiap sudut ruangan namun tak menemukan keberadaan pria itu, ia kembali memeriksa barang berharga nya, namun hasil tetap sama tak satu pun hilang atau berpindah tempat dari yg semula di tata windy
Windy menghela napas lega, akhirnya itu semua cuma mimpi belaka ia langsung terduduk senang di pinggir kasur dan tersenyum senang, tak lama kemudia ia memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, hari ini dan lusa kedepan ia tidak ada jam kuliah ia bisa leluasa pergih kemana pun yg ia suka
Windy mengawali pagi nya dengan semangat, ia memakan sarapan yg telah ia buat dengan bahagia, ia melangkahkan kaki nya pergih menyusuri jalanan kota paris dengan sangat bahagia, windy berhenti sejenak di persimpangan jalan menunggu ia akan jalan menyebrangi jalan kota paris
Windy terdiam terteguh saat mendengar bus 8A, yg tempat tunggu nya di depan resto tempat ia berkerja kecelakaan kemarin yg mana menewaskan 15 penumpang bus dalam kecelakaan itu, windy kemudian langsung teringat tentang pria bernama bagas itu, bukan kah ia pernah melihat pria itu selalu menunggu bus disana
Windy langsung berlari cepat ke tempat tunggu bus itu, dengan tergesa-gesa ia langsung berada di sana dan mendapati pria yg tengah duduk disana dan tersenyum ke arah nya itu
"Pagi yg cerah, windy." Sapa nya tersenyum ramah masih setia duduk disana
"Apakah kau?" Tanya windy cepat pada sosok pria itu
"Aku apa?" Ucap nya manatap bingung windy
"Apakah kau, salah satu penumpang di bus ini yg tewas kemarin?" Tanya windy memberanikan dirinya
"Ahh, kau sudah tau ya.. ia, aku adalah salah satu penumpang kecelakaan di bus ini." Ucap nya menunduk sendu kebawah
"Bagaimana bisa aku melihatmu?" Tanya windy pada dirinya sendiri merasa sedih menatap sosok pria itu
"Ntahlah, hanya kau saja yg bisa melihat ku.. aku tidak tau mengapa." Ucap nya masih tersenyum sendu
"Apa aku mempunyai salah pada mu? sampai-sampai aku bisa melihat roh mu ini." Ucap windy menerka-nerka pada pikiran nya
"Tidak! kita baru bertemu kemarin.. kau disana sedang makan malam dengab roti panggang dan sekotak susu, aku merasa kau bisa melihatku, maka dari itu aku tersenyum, dan aku bisa mendengar mu berbicara dari kejahuan karna itu aku meminta mu untuk menolong ku." Ucap pria itu jujur dan tersenyum sendu
"Mengapa kau tidak kembali ke sisi nya?" Tanya windy menatap pria itu penasaran
"Karna aku mempunyai urusan yg belum terselesaikan, aku membutuhkan bantuan mu." Ucap pria itu sendu dan menatap windy memohon
"Apa yg bisa aku lakukan untuk roh yg masih ada urusan di dunia ini." Ucap windy tersenyum kecut ia tidak pernah menyangka akan berbicara begitu pada roh yg masih terikat pada duniawi ini
"Bisakah kau pergih ke pertigan jalan di sudut kota sana, dan mencari alamat Xx untuk ku?" Ucap nya tersenyum lembut memandang windy lekat
"Baiklah seperti nya aku tau tempat itu, apa yg harus ku lakukan disana?" Tanya windy menatap bingung roh pria itu
"Sampaikan permintaan maaf ku untuk seorang wanita yg tidak sempat aku nikahi hari ini! bilang pada nya aku sangat mencintainya, maaf karna aku tidak bisa mendampinginya, aku tau ia pasti sedang menangis disana, dan hal itu membuatku tak bisa menyebrangi jembatan menuju ke sana." Ucap roh pria itu tersenyum sendu mengingat dirinya bukan lagi manusia
"Kau akan menikah hari ini?" Tanya windy menatap tak percaya pada roh pria itu, sangat ironis membayangkan kejadian yg menyayat hati ini
"Iya, dan aku tidak bisa menepati janji ku itu.. bisa kau menyerahkan cincin pernikahan ini untuk nya? aku telah membeli nya sebelum aku kecelakaan kemarin." Ucap nya sendu menyerahkan cincin itu kepada windy
"Kau adalah pria yg hebat! aku akan membantu mu." Ucap windy menangis terharu dan segera pergih dari sana menuju ke alamat yg telah pria itu berikan pada nya
Windy mencari kesetiap blok rumah yg ada, dengan kringatan ia mencari nomer rumah Xx, dan perlahan-lahan ia menemukan nomer rumah itu dan memencet bel disana, keluarlah seorang wanita dengan pandangan sayu sehabis menangis menatap ke arah windy lesu
"Bisakah aku berbicara pada mu? apa kau yg akan menikah hari ini?" Pertanyaan windy sangat membuat nya terserentak yg artiya bahwa memang benar wanita itu sang pengantin yg tak jadi
"Bagaimana kau tau, aku akan menikah hari ini?" Tanya nya menatap windy penasaran
"Aku tau, kau mungkin tidak akan percaya.. tapi aku akan bercerita sebenar-benar nya, percayalah pada ku." Ucap windy bersungguh-sungguh
"Aku akan mendengarkan cerita mu, masuk lah." Ucap wanita itu cepat dan mengizin kan windy masuk ke adalam rumah nya
Windy menceritakan semua yg ia alami dan lalui, dari kejadian di resto itu sampai ia melihat nya di rumah, dan baru tau jika ada kecelakan bus kemarin, sampai menyerahkan cincin pernikahan kepada wanita itu dan menyampaikan pesan pada nya atas nama pria roh itu
"Astaga! aku tidak pernah menyangka jika ini benar-benar dari nya, bisa kah aku tau ia dimana sekarang?" Tanya wanita itu panik dan segera berdiri setelah membaca nama di cincin itu yg bertuliskan panggilan nama antara ia dan kekasih nya itu
"Dia ada di tempat tunggu bus." Ucap windy pelan
"Baiklah, ayo kita kesana." Ucap wanita itu menangis terharu dan segera pergih menuju ke tempat tunggu bus itu
"Kau sudah kembali?" Tanya roh pria itu tersenyum senang ia tak melihat sosok yg sedang berada di belakang windy
"Apakah itu? melodi?" Pekik roh pria itu kaget
"Diamna dia, windy?" Tanya wanita itu bingung tak melihat apa pun disana
"Dihadapan mu melodi, ia sedang menatap mu sekarang." Ucap windy tegas menatap ironis pada pria bernama bagas itu
"Bagas! apa kau melihat ku sekarang? aku tidak akan menangisi mu kembali.. aku akan kuat dan kau tidak usah mengkhwatirkan diri ku lagi, aku mencintai mu." Ucap melodi terisak tangis di setiap ucapan nya
"Kau sangat baik sayang, trimakasih sudah hadir dalam kehidupan singkat ku." Ucap bagas tersenyum tulus dan perlahan-lahan menghilang
"Aku juga sangat berterimakasih." Ucap melodi tersenyum hangat merasakan hembusan angin yg menerpa dirinya
Sungguh sangat ironis, namun itulah hidup.. ada suka pasti ada duka cerita cinta akan berlanjut dan berjalan selama kita masih di dunia ini! sampai sini ceritaku, aku windy astriana, crita ini sangat menyentuh hati ku, aku tidak akan pernah melupakan kejadian ajaib dalam hidup ku ini.
TAMAT..