Part 3
Pagi telah memancarkan sinarnya, aku mulai terbangun dari tidurku, aku duduk sejenak dan langsung teringat kejadian semalam.. Aku langsung menuruni anak tangga dan langsung menuju ke ruang makan..
"Ahh sayang, Eomma baru saja ingin membangunkanmu.."
Aku hanya tersenyum menanggapi ibuku..
Aku langsung memeluk ayahku dari belakang dan bicara pada ayahku..
"Appa, maafkan sikapku tadi malam.."
"Hmm.. kamu jangan pernah ulangi lagi seperti itu ya.. apa lagi sampai mempermalukan Appa dengan rekan kerja Appa.."
"Nee Appa, Saranghae Appa.." ucapku sambil mencium pipi ayahku
"Memang anak manja Appa ini.. duduklah sini kita makan dulu.."
"Neee.."
"Y/n-ya.."
"Nee Appa, wae-yo..??"
"Nanti kamu datangi Taehyung di kantornya dan minta maaf lah atas kejadian kemarin.."
Aku hanya terdiam sambil berfikir.
"Y/n-ya..??"
"Ahh tapi Appa, aku takut bertemu dengannya.."
"Appa akan malu kalau kamu tidak minta maaf padanya.."
Aku hanya memanyunkan bibirku, tanda kalau sebenarnya aku tidak mau ke kantor Taehyung..
"Pokoknya kamu harus kesana, nanti Appa akan mengirim nomor ponselnya, telpon dia dulu biar kamu bisa masuk kantornya, karena pengamanannya ketat sekali, apalagi kamu akan menemui orang nomor satu di kantor itu.."
Aku hanya mengangguk ngangguk saja mendengar perkataan ayahku..
"Cepatlah habiskan makanmu, berangkat sekolah, nanti pulang sekolah langsung temui dia.."
"Nee Appa.."
Aku pun bergegas menghabiskan sarapanku dan bersiap pergi ke sekolah..
Sesampainya di sekolah akupun masuk ke kelas dan bercanda gurau dengan teman temanku sambil menunggu guru datang, hingga pelajaran pun usai..
Aku pun langsung memesan taxi karena aku hendak ke kantor Taehyung, tiba tiba ponselku bergetar dengan nama 'My Baby Namjoon'..
In call...
"Yeobeo-seyo.."
"Aku jemput ya sayang.."
"Em.. Enggak usah Oppa, aku sudah dalam perjalanan pulang di jemput supir.."
"Ohh gitu, apa Appa-mu masih marah sama kamu..??"
"Anniyo, Appa sudah gak marah kok.."
"Ya sudah, lega aku kalau begitu, tapi kita masih bisa bertemu gak sayang..??"
"Masih lah Oppa, nanti kita diam diam aja ketemuannya.."
"Hmm.. sekarang malah main kucing kucingan begini ya.."
"Ya kita jalani aja Oppa, semoga suatu saat nanti kita bisa bersatu tanpa ada halangan apapun.."
"Iya sayang, ya sudah kamu hati hati ya.."
"Nee Oppa.."
Aku pun mengakhiri panggilan dari kekasihku, aku harus berbohong padanya karena kalau aku bilang akan ke kantor Taehyung, pasti dia tidak akan memberikannya, aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi.. Dan aku langsung meminta supir taxi untuk menuju ke alamat kantor Taehyung..
Aku pun tak lupa untuk menelpon Taehyung dulu..
'tut-tut-tut-tut'
In Call...
"Yeobeo-seyo.." jawab Taehyung dari seberang telpon
"Annyeong-haseyo Oppa.."
"Siapa ini..??"
"Ini aku Kim Y/n.."
"Ohh ada apa..??"
"Aku sedang menuju kantormu Oppa..aku menelponmu karena takutnya nanti tidak diperbolehkan masuk.."
"Nanti aku akan mengirimkan barcode eksklusif janji bertemu denganku untuk di tunjukkan pada reseptionist.."
"Nee Oppa, kamsahabmida.."
Aku langsung mengakhiri panggilan itu..
Dan langsung berfikir sejenak..
"Aku harus membawa apa ya, masa aku minta maaf dengan tangan kosong.. tapi aku memberinya apa..??"
Aku melihat supermarket saat di jalan dan aku meminta supir taxi untuk berhenti sebentar..setelah membeli sesuatu, aku langsung melanjutkan perjalananku..
Setibanya di kantor Taehyung aku langsung jadi pusat perhatian karena aku masih memakai seragam sekolah..
Security langsung menghampiriku..
"Mau cari siapa dek..??"
"Aku mau bertemu dengan Kim Taehyung, direktur perusahaan ini.."
Semua yang mendengar perkataanku tersenyum meremehkan..
"Apa kamu fans dari direktur Kim seperti remaja remaja lain yang sering kesini..??" Ucap salah satu reseptionist disitu..
"Anniyo, aku bukan fans nya tapi aku memang harus bertemu dengannya.."
"Apa yang kamu katakan, kamu pikir direktur kami orang yang bisa bertemu dengan siapa saja, apalagi kamu yang masih anak SMA begini..hahhaha.." ledek salah seorang yang bekerja disitu juga
Kemudian security kantor itu menarik lenganku hendak membawaku keluar..
"Tunggu dulu, aku punya barcode yang dikirim langsung olehnya.."
"Benarkah..??" Ucap reseptionist itu
Aku pun memperlihatkan barcode itu
"Apa kamu juga memalsukan barcode ini seperti aslinya..??"
"A! Waee..!! Kenapa kalian tidak percaya padaku..?? Di cek dulu barcodenya, ini di kirim langsung sama Taehyung Oppa.."
"Sudahlah kami sibuk, tidak ada waktu untuk melayani bocah seperti kamu.." jawab Receptionist itu
"Security, silahkan bawa dia keluar, tidak usah meladeni anak anak seperti dia.." lanjutnya
"Aku akan menelpon Taehyung Oppa dulu.."
"Telponlah sesuka hatimu, jangan kembali kesini lagi.."
Aku pun diseret keluar oleh security itu..
"Lihat saja nanti, kalian akan minta maaf padaku.." ucapku sambil menatap tajam security yang menyeretku paksa..
Tidak pikir panjang lagi aku langsung menelpon Taehyung..
'tut-tut-tut-tut'
In call...
"Oppaaa.."
"Ya, Y/n kamu dimana, apa kamu sudah sampai..??"
"Iya aku sudah sampai, tapi aku malah diseret keluar dari kantormu.. Barcode yang Oppa beri pun tidak di scan oleh reseptionist.. aku diluar kepanasan Oppaaaa.. cepatlah jemput aku di bawah.."
"Keterlaluan mereka.. tunggulah sebentar ya.."
"Nee Oppa.."
Setelah aku mengakhiri panggilan, aku langsung menatap pintu kaca yang menampakkan wajah wajah orang yang telah mengusirku tadi..
"Siap siap aja kalian kena semprot sama bosmu.." ucapku sendiri dengan senyum kemenangan..
Tidak lama kemudian aku melihat Taehyung dengan gagahnya berjalan tanpa menoleh kemana mana dengan tatapan tajamnya menuju padaku. Semua karyawan yang ada disitu hanya merasa heran sambil menundukan kepalanya untuk menghormati direkturnya itu. Taehyung membuka pintu dan langsung menarik tanganku untuk berjalan disebelahnya masih tanpa sepatah kata apapun. Setelah kami sudah berada di dalam, Taehyung langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam reseptionist yang ada didepannya..
"Berkumpul kalian semua dihadapanku..!!" Ucapnya dengan tatapan tajam
Semua karyawan yang ada disitu pun langsung berjajar dihadapan kami..
"Apa yang kalian lakukan pada gadis ini..??"
Tidak ada yang berani menjawab, mereka semua hanya menunduk..
"JAWAB CEPAT..!!"
"Jweseonghabmida Direktur, kami tidak tau kalau dia tamu anda.." ucap salah satu dari mereka
"Tidak tau..?? TIDAK TAU KATAMU..!!" Apa kamu tidak memeriksa barcode yang aku berikan padanya hah..?? Apa kalian selalu seperti ini memperlakukan tamu..??"
"Tidak direktur, kami kira dia hanya anak anak iseng, jadi kami tidak memperbolehkannya masuk menemui anda.."
"Ooohh jadi karena dia masih memakai seragam sekolah, kalian bisa seenaknya mengusir dia keluar.."
"Jweseonghabmida direktur.." ucap semuanya sambil menundukkan kepala mereka lagi
"Asal kalian tau, gadis ini adalah calon istriku.." ucapnya dengan mantap
Semuanya terkejut tidak terkecuali denganku, aku membelalakan mataku hingga bulat sempurna dan aku berusaha melepaskan pegangan tangan Taehyung, tapi Taehyung memegangiku sangat erat..
"Kalian berani macam macam lagi dengannya, kalian akan menyesal selamanya.. INGAT ITU..!!"
"Baik direktur, maafkan kami sekali lagi.."
"Minta maaflah padanya.."
"Maafkan kami nona.." ucap semuanya hampir bersamaan
"A-anniya, Nan gwaenchana.." ucapku sambil masih berusaha melepaskan pegangan Taehyung, kemudian Taehyung langsung menarikku untuk mengikutinya..
Sampailah kami diruangan yang sangat besar, yaitu ruangan Taehyung dan saat itulah dia baru melepaskan pegangannya..
"Oppa, kenapa Oppa ngomong sembarangan sih..??"
"Sembarangan apanya..??" ucapnya balik bertanya
"Kenapa Oppa bilang aku adalah calon istrimu..??"
"Memang benar.."
"Apa maksudmu..??" Ucapku sambil mengernyitkan dahiku
"Apa orang tuamu belum memberitahumu..??"
Aku semakin bingung dan sambil berpikir keras dan berkata dalam hati "apa ini ada hubungannya dengan makan malam itu..??"
"Kenapa diam, apa orang tuamu belum memberitahumu..??"
"Mereka tidak mengatakan apa apa padaku.."
"Ya sudah, nanti bicarakanlah dengan orang tuamu.."
Aku hanya menatap Taehyung sebentar..Lalu duduk di sofa dihadapannya..
"Oppa, aku haus.."
Taehyung tersenyum mendengar perkataanku..
"Wae-yo..??" Tanyaku heran
"Ternyata kamu polos sekali ya.."
Aku hanya mengangkat pundakku dengan cueknya..
"Baiklah tunggu sebentar.."
Taehyung mendekati telpon di meja kerjanya dan menghubungi sekretarisnya untuk membawakan mereka minuman dingin..
"Y/n-ya.."
"Emm.." ucapku sambil menoleh ke arahnya
"Kamu ada apa tiba tiba mendatangi kantorku..??" ucapnya sambil duduk dihadapanku lagi
"Aaaaa Nee, nanti deh Oppa aku jelaskan, aku mau minum dulu.."
Lagi lagi Taehyung tersenyum melihat tingkahku, sedangkan aku mulai deg degan karena harus meminta maaf padanya..meskipun di hadapanku dia bersikap hangat, tapi aku masih teringat bagaimana tatapan dan marahnya terhadap karyawan karyawannya tadi, itu membuat nyaliku menciut seketika..
"Ruanganmu besar sekali sih Oppa, apa begini ya ruangan direktur perusahaan besar.." ucapku sambil berjalan jalan melihat ruangan itu demi menghilangkan rasa deg deganku
"Bukankah ruangan Appamu juga besar, kenapa kamu kaget melihat ruanganku.."
"Iya besar juga, tapi tidak sebesar ini Oppa, lagi pula perusahaan Appaku juga tidak sebesar perusahaanmu Oppa.."
Tidak lama, sekretarisnya masuk untuk memberikan minuman..
"Apa ada lagi yang anda perlukan direktur..??"
"Tidak ada, keluarlah.."
"Baik.."
Sekretarisnya pun langsung meninggalkan kami berdua lagi..
"Y/n-ya minumlah dulu.."
"Nee, kamsahambmida.." ucapku sambil berjalan dan kembali duduk
Taehyung memperhatikanku dan menatapku terus, tatapannya membuatku sangat gugup..
"Oppa Wae-yo..??"
"Kamu cantik sekali, masih sama pada saat pertama kali aku melihatmu.."
"Ya pastilah masih sama, kan baru kemarin kita bertemu.."
"Bukan kemarin, tapi aku pernah melihatmu saat kunjungan pertamaku di kantor Appamu.."
"Benarkah..??"
"Eohh.."
Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Taehyung itu dan aku mempersiapkan nyaliku untuk meminta maaf padanya..
"Oppa.."
"Wae..??"
Aku mengambil sebatang cokelat dari tasku yang aku beli di supermarket tadi, karena aku bingung harus membeli apa.. sambil menjulurkan kedua tanganku yang memegang cokelat aku lalu minta maaf padanya..
"Oppa maafkan aku atas kejadian semalam.." ucapku sambil menunduk karena tidak berani menatapnya..
Tapi tidak ada respon apapun dari Taehyung, aku memberanikan diri mengangkat kepalaku dan menatapnya..
"Apakah Oppa tidak memaafkanku..??"
"Eohh, aku tidak mau memaafkanmu.."
"Wae-yo..??"
To be continued...