Hanya cerita dari sudut pandang satu sisi
Dunia yang hanya di tinggali oleh suku peri
Ya ini adalah dunia ku. Dunia yang begitu ku sayangi dan begituuuuu indah. di isi dengan tamanan hijau, dan dataran tinggi,. Kali ini aku akan menceritakan cerita ku awal bertemu dengan saudari kembar ketiga ku. Panggil saja di sini aku,Ela.
Aku adalah putri kedua seorang bangsawan, di Kota A. reputasi ayah buruk di mata orang. namun bunda di hormati oleh mereka. Aku memiliki seorang kakak, namanya Ira. ira juga merupakan kembaran ku, aku tidak memanggil kakak karna dia hanya lebih tua 5 menit dari ku, tapi aku sangat menghargai dia sebagai seorang kakak. sikap nya lebih dewasa daripada aku.
Sejak kecil aku di manjakan oleh ayah dan bunda. apa yang aku ingin juga selalu dapat. Namun berbeda dengan Ira yang sejak kecil sudah di benci oleh ayah. bahkan ayah melarang bunda untuk memanjakan ira. Untuk makan bersama juga sulit. sungguh melihat perlakuan ayah kepada ira, sering membuat hati ku pedih.
hingga satu hari, Aku memberanikan diri bertanya kepada ayah
..."ayah mengapa kau bedakan antara ela dan ira, bukankah ira sangat menyangi mu, bahkan ira sering mengatakan hal yang baik kepada orang-orang yang menjelekkan nama mu di kota ini" ...
Namun dengan nada keras ayah menjawab "UNTUK APA MEMPERDULIKAN ANAK SEPERTI DIA,ANAK TERKUTUK,BAHKAN TAK ADA YANG BISA DI BANGGAKAN DARI DIA, SAYAP NYA ADALAH AIB, KELAHIRAN NYA ADALAH KESALAHAN, MASIH UNTUNG KU BERI TEMPAT TINGGAL"
mendengar itu, aku hanya bisa terbelalak, tak percaya dengan perkataan ayah begitu kejam. dalam hati, aku hanya berharap ira tak kan pernah mendengar isi hati ayah tentang nya.
setelah mendengar itu, aku meninggalkan ayah dengan kerjaan nya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
namun siapa kira, rasa iba dan penasaran ku membuat keluarga kami semakin hancur. ketika aku membuka pintu hendak keluar. aku terkejut, ternyata Selama aku berbicara kepada ayah tadi, ira mendengar perkataan dari awal di balik pintu ruang kerja ayah. yang ku lihat darinya hanya air mata yang mengalir tak percaya di wajah nya. seperti tatapan yang kosong.
belum sempat aku menghiburnya, ira berlari dengan cepat keluar rumah dan terbang ntah kemana. aku bisa saja menyusulnya karna bagaimana pun kemampuan terbang ku lebih baik dripada dia. tapi ku pikir ira perlu waktu sendiri untuk menenangkan nya.
malam hari tiba, ira kembali dengan wajah yang tak senang dan tak menyedihkan pula. seperti wajah seseorang yang tak percaya pada siapapun.
aku dekati dia, bertanya "ra, kau baik-baik saja? kau darimana, aku mengkhawatirkan mu?" ucapku ktika dia baru saja melewati pintu.
lalu seketika wajah ira berubah tersenyum kepada ku , namun bukan senyum tulus seperti hari sebelumnya , dan ia berkata "aku baik-baik saja ela, kau lihat sendiri kan, aku dalam keadaan sehat, sudahlah jangan khawatirkan aku, pergilah makan, sudah waktunya makan kan, bunda dan ayah pasti sedang menunggu mu"
"bagaimana dengan mu ira, tidakkan kau ingin makan malam bersama kami?" balas ku
"tidak, pergilah, aku sudah kenyang, aku lelah, ingin istirahat" ,ucapnya, lagi- lagi ira melemparkan senyum yang asing bagi ku.
aku pun pergi ke ruang makan, sedangkan ira pergi ke kamar nya. Malam itu, aku sangat kacau, merasa semua permasalahan ini semakin parah karena ku. hingga makanan tak lagi terasa enak
hari demi hari berlalu, setiap harinya aku merasa bersalah, hendak meminta maaf langsung, namun sesampai di kamarnya, ira tidak ada, kamarnya kosong dengan barang yang tertata rapi, tanpa afa yang kurang.
"bunda, bunda, kemana ira, kenapa dia tak ada di kamarnya" , teriak ku sambil menuju bunda berada.
"tenanglah ela, ira pergi pagi pagi sekali, tidak menyapa mu lebih dulu karna dia tau kau pasti akan menghalanginya untuk pergi, ini surat yang ira tinggalkan untuk mu" ucap bunda dengan nada lembut dan tenang
aku dengan gemetaran membuka surat itu, membaca nya dari huruf ke huruf.
"ela, maaf aku pergi tanpa memberitau mu lebih dulu, aku tak di harapkan di sini, sekalipun aku terus berbuat baik, tak ada gunanya, aku sekarang tak bisa tinggal bersama ayah yang menganggap ku adalah kesalahan, aku tak bisa tinggal dengan ayah yang terus menyiksa bunda dan kau jika kalian mendekati aku. kau tau dengan pasti bahwa aku selalu menyayangi meski kita di perlakukan berbeda, dan meskipun kita hanya berbeda umur waktu, kau tetap lah adik kecil ku, bahagia lah selalu, aku selalu mendukung mu di manapun aku berada"
tak sengaja air mata ku mengalir membasahi surat yang ia tinggalkan. aku terduduk ke lantai, tak menyangka dia meninggalkanku, meski ia tak pernah menyalahkan ku. aku masih berpikir ini karna ku.
bunda memeluk ku karna melihat aku yang tak berdaya.
hingga di sini lah awal cerita kembar tiga ku hadir dalam kacau nya pikiran ku.
malam hari, tepat di pertengahan malam, aku tertidur dalam kondisi pikiran yang masih kacau, aku bermimpi berjalan ke luar kamar dan rumah lalu terbang keluar. pergi ke pepohonan sepi. anehnya mimpi itu semakin tidak jelas, pandangan ku seperti tertutup embun, namun pastinya aku bermimpi ada makanan yang begitu harum, lidah ku seketika begitu terasa nikmat. nikmat yang tak pernah ku rasakan sebelumnya, setelah itu, aku tak merasakan apapun lagi, yang kurasa hanya keadaan yang begitu tenang seolah pikiran ku yang kusut sebelumnya, seketika hilang ntah kemana.
pagi datang, aku terbangun di ranjang ku seperti biasa. namun sayap ku terasa lelah, seperti habis terbang berjam jam.
aku teringat akan mimpi aneh itu, spontan aku memegang bibir ku.
"syukurlah hanya mimpi, mungkin aku hanya salah tidur " ucapku.
aku berniat untuk melanjutkan hari dengan kesenangan. ku buka pintu kamar dengan gembira. karna ku pikir ira tak ingin aku bersedih karna kepergiannya itu.
siapa sangka, pagi ini begitu buruk kembali. melihat ayah memeluk bunda dengan darah bergenang di lantai. aku melihat ini terdiam kaku tak percaya dengan pemandangan ini
pikiran ku tau ini adalah kenyataan, namun perasaan ku meminta aku masih dalam mimpi aneh sebelumnya.
perlahan aku menggerakkan kaki ke arah bunda, aku benar benar tidak percaya, bunda adalah sosok yang luar biasa bagi ku, beliau adalah orang yang penyayang mau segimana pun aku merengek,beliau akan tetap terseyum" .
aku tak tahan . aku menangis sejadi jadi nya melihat senyumnya yang tak terukir indah lagi. aku masih berharap ini hanya mimpi. aku memukul beberapa kali kepala ku dengan tangan kanan. sedangkan tangan kiri ku masih memeluk bunda.
"bangun, ayo bangun, ini hanya mimpi, bunda mu menunggu di kursi kesayangannya, bunda mu menunggu mengajak mu terbang seperti biasa, bunda sedang menunggu mu bangun, bunda sedang menyiapkan makanan kesuakaan, ayo bangun lah, ini gak mungkin nyata, bunda gak mungkin meningglkan mu sendiri" .. ucapku yang keluar begitu saja tanpa ku pikirkan lagi
tak perduli sekuat apa aku menyakiti diri, aku tetap tidak terbangun dari mimpi ini, menyadarkan aku bahwa bunda benar benar tak kan bisa tersenyum hangat atau memeluk ku ketika sedih lagi.
aku masih tak percaya dengan keadaan buruk ini, dalam hati aku berkata "oh tuhan, mengapa kau menghukum ku dengan menyakiti orang orang yang ku sayang, tak cukup ira yang sekarang aku tak tau dia masih hidup atau tidak, bahkan sekarang kau ambil bunda dari sisi ku, MENGAPA BUKAN AKU!!"
aku yang tak bisa bangun dari kenyataan itu, mengurung diri di kamar berbulan bulan setelah pemakaman bunda
sejak hari itu, hari hari ku di isi dengan keanehan . namun tak ku hiraukan karna saat itu kondisi ku hancur. 2 orang terpenting dalam hidup ku, tak berada di sisi ku.
satu malam aku bermimpi bertemu seseorang yang cantik, namun tak memiliki sayap , berambut merah seperti ku. aku mendekatinya karna penasaran. aku tak pernah melihat orang tanpa sayap seumur hidup ku .
"Hey, kau siapa, ini dimana, mengapa begitu gelap?" tanya ku
"kau tak mengenali ku? hahaa, aku adik mu, yang tak di harapkan oleh bunda, kau tau? aku benci bunda, ini dunia ku, sejak sebelum lahir, aku ingat jelas, ayah yang membuat jiwa ku menyatu dalam tubuh mu, hanya untuk kepentingan nya, mungkin kau pikir ayah menyayangi mu, SALAH, ayah hanya ingin kemampuan mu yang tercampur dengan jiwa ku, kesadaran ku" jelasnya
"apa yang kau lakukan pada bunda?" , tanya ku lagi
"bunda? ya awalnya aku hanya iri pada mu yang selalu bahagia dan di manjakan, sedangkan aku ? aku hanya bisa melihat dari dunia ini, saat aku bisa menggunakan tubuh mu dan menemui bunda, aku hanya ingin pelukan darinya seperti ia memeluk mu, tapi apa? bunda mengarah kan belati padaku, aku benci tatapan nya tak mengakui ku" jelasnya dengan tawa bahagia.
benar saja, mendengar jawaban itu, aku terkejut, aku tak tau dengan kehadiran jiwa lain di tubuh ku, bahkan jiwa lain itu membunuh bunda. sama saja aku yang membunuh bunda .
aku mencoba bangun dari mimpi ini, ku lakukan segala cara untuk bangun.
berulang kali ku coba , akhirnya berhasil. langsung aku bergegas temui ayah, menceritakan tentang mimpi ku, ayah memasang muka yang tak pernah ku lihat yaitu kecemasan bercampur amarah.
melihat ekspresi ayah, aku mengetahui bahwa apa yang di ucap kan seseorang itu adalah benar. bahwa aku punya saudari kembar yang hidup 1 tubuh dengan ku.
aku tak mengerti harus bagaimana , yang ku tau, ayah juga adalah alasan kejadian ini terjadi.
ia memasangkan kalung agar saudari kembar ku tak menggunakan tubuh ku lagi
dan ya... setelah itu aku juga tak pernah melihatnya lagi dalam mimpi ku. namun ada waktu aku melihat bayang nya selalu menatap ku dari dunia berbeda
sekarang, aku hanya bisa hidup tanpa tujuan, menuruti kemauan ayah ku yang sudah mulai ku benci.
TAMAT