Assalamualaikum wr.wb
kali ini gw bakal bercerita tentang cerita fiksi tentang hantu kuntilanak.
di suatu malam ada seorang gadis sedang duduk bermain ponsel dikamar nya dan kita panggil saja dia Ningsih,ia adalah seorang wanita pelajar berumur 19 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua nya.
jam menunjukan pukul 00.12,Ningsih pun berpikir bahwa ia harus tidur karena besok harus sekolah.
Ningsih meletakan ponsel nya di atas meja di dekat kasur,tanpa sengaja Ningsih melihat pantulan di kaca seperti ada sesuatu di bawah kasur nya,Ningsih memperhatikan pantulan kaca itu dan Ningsih seperti melihat wajah wanita pucat dan mata nya yang merah,Ningsih pun ingin berlari ke luar kamar nya namun kaki nya sangat susah digerakkan dan ia tidak bisa mengeluarkan suara nya dan berteriak.
Ningsih tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat sosok wanita itu bergerak keluar dari kolong kasur nya,Ningsih memejamkan mata nya dan ketakutan,saat Ningsih mencoba membuka mata nya,wajah sosok itu ada di hadapan nya Ningsih pun terkejut dan ketakutan.
Ningsih tiba-tiba pun terbaring di kasur nya dan ia bingung,"bukan kah aku sedang duduk ketakutan tadi?" gumam Ningsih dalam hati.
Ningsih pun sadar bahwa itu hanya mimpi buruk saja,namun Ningsih merasa bahwa kejadian itu sangat nyata.
ayam berkokok dan Ningsih melihat jam di ponsel nya menunjukan pukul 4.57.Ningsih berjalan menuju kamar mandi dengan memikirkan mimpi nya malam tadi."ah sudah lah,itu hanya mimpi" ucap Ningsih dalam hati.
Ningsih pun mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh,saat Ningsih sedang berwudhu,tiba-tiba pintu tertutup sendiri dengan keras,Ningsih terkejut namun Ningsih berpikir positif saja,"mungkin Angin" ucap Ningsih.
selesai wudhu Ningsih pun ingin keluar dari kamar mandi,namun pintu nya tidak bisa dibuka dan keran air menyala sendiri.
Ningsih mulai ketakutan,tiba-tiba muncul sosok wanita berambut panjang dengan wajah pucat dari bak mandi,Ningsih menengok kebelakang dan berteriak "mamaaaaaaaa papaaaaaaaa" teriak Ningsih,sosok wanita itu sangat mirip dengan yang ada dimimpi nya malam tadi,Ningsih terus berteriak dan pintu terbuka.
ternyata papa dan mama Ningsih datang karena mendengar teriakan anak nya.
Ningsih langsung memeluk ibu nya dan berkata ada sosok menyeramkan di dalam bak mandi,papa pun memeriksa namun tidak ada apa-apa,hanya ada gayung dan air.
mama menyuruh Ningsih sholat subuh dulu,papa dan mama nya keluar kamar, Ningsih masih bingung,"bukankah pintu nya terkunci?bagaimana papa bisa membuka nya dengan semudah itu" tanya Ningsih dalam hati.
selesai sholat Ningsih pun mandi,ia tidak berani menutup pintu kamar mandi nya karena takut,ia bergegas mandi lalu memakai baju sekolah nya.
selesai berpakaian ia pun turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang tua nya lalu berangkat sekolah.
SINGKAT CERITAAAA...
Ningsih pun sampai kesekolahan,ia termenung memikirkan kejadian subuh tadi,teman Ningsih yang di sebelah nya yang bernama susan melihat ke arah Ningsih dengan mata ketakutan.
Ningsih bingung melihat Susan,namun ia tidak begitu peduli.
tiba tiba terdengar suara teriakan memanggil Ningsih "oooy Ningsiiiiih"
Ningsih melihat ke arah datang nya suara dan ternyata adalah Riri,Ningsih dan Riri adalah besty mulai dari SD sampai SMA.
saat jam pelajaran Ningsih kebelet mau pipis,ia takut jika harus sendirian ke toilet sekolah,ia minta ditemani Riri ke toilet.
Ningsih pun berlari kecil di koridor sekolahan menuju toilet karena dia sudah tidak tahan,Ningsih Sampai dalam toilet dan beberapa saat kemudian di sebelah terdengar suara keran menyala,"mungkin Riri juga pipis"pikir ningsih dalam hati.
selesai merapikan pakaian dalam nya,Ningsih pun keluar dan memanggil Riri "Riiiiii udah belum?lama banget sih lu pipis nya"
lalu Riri pun menjawab"apa sih,gw ga pipis loh" jawab Riri di luar,
"what?terus siapa di dalam toilet sini?"tanya ningsih
"gak tau lah"jawab Riri dengan datar"
"emang tadi ada yang masuk ya setelah gw" tanya Ningsih
"gak ada siapa-siapa loh,Lo kenapa sih?"sahut Riri
Ningsih teringat kejadian dirumah nya subuh tadi dan langsung menggandeng tangan Riri dan berlari kekelas.
saat masuk kelas Ningsih melihat wajah susan yang ketakutan melihat ke arah nya kemudian menoleh ke arah kanan tidak berani melihat ke arah Ningsih.
Ningsih bingung apa yang terjadi pada susan,Ningsih dan Riri pun kembali ketempat mereka dan melanjutkan pelajaran.
pukul 15.40 bel berbunyi,ningsih pun pulang dengan naik angkotan umum karena Ningsih tidak berani membawa mobil atau motor sendiri.
sampai di rumah ia langsung masuk kamar dan mengganti pakaian nya,setelah itu dia berbaring di kasur memainkan ponsel nya,beberapa saat kemudian mama memanggil Ningsih untuk makan siang,Ningsih pun beranjak keluar kamar lalu makan.
di meja makan Ningsih menceritakan mimpi ku malam itu tentang wanita pucat di bawah kolong kasur nya,namun mama hanya menjawab "sudahlah Ningsih,itu cuma bunga tidur,mungkin kamu ga baca doa mau tidur" Ningsih pun membenarkan perkataan mama,dan memang benar aku tidak baca doa semalam.
malam pun tiba,Ningsih masih agak takut dan berniat untuk tidur lebih awal dan ia tidak lupa membaca doa.
selang beberapa saat kemudian selimut yang di pakai Ningsih tertarik ke bawah,Ningsih menarik kembali selimut nya itu,namun selimut kembali tertarik kebawah sampai ke lantai,seperti ada yang menarik nya,Ningsih masih takut melihat bawah kolong kasur nya,ia hanya mengulurkan tangan nya tanpa melihat ke bawah.
saat Ningsih hendak mengambil selimut nya tiba-tiba sebuah tangan yang dingin memegang tangan Ningsih,Ningsih ketakutan dan memberanikan diri melihat ke bawah dan tiba-tiba tangan Ningsih ditarik ke bawah kolong kasur.
Ningsih pun berteriak dan lampu berkedap kedip sendiri serta pintu yang terkunci sendiri,Ningsih makin ketakutan dan berteriak sangat keras.
Ningsih mebaca surah-surah yang ia hafal namun Ningsih tidak mampu mengingat surah-surah itu.
papa mencoba mendobrak pintu karena mendengar teriakan Ningsih,akhirnya pintu berhasil di dobrak oleh papa dan keadaan normal kembali.
Ningsih merasa bahwa tangan hantu itu sudah tidak menarik nya lagi,Ningsih menangis dan memeluk mama nya.
dan akhirnya Ningsih ikut tidur di kamar orang tua nya,pagi pun tiba,Ningsih mandi ditemani mama nya karena Ningsih masih trauma dengan kejadian malam tadi.
saat di meja makan papa bertanya apa yang terjadi malam tadi,Papa tidak sempat bertanya karena malam tadi Ningsih sangat ketakutan.
Ningsih menceritakan kejadian malam itu dan kejadian di kamar mandi semalam,ayah bingung kenapa hantu itu mengganggu Ningsih.
Ningsih bernangkat ke sekolah dan saat sampai de gerbang sekolah Ningsih bertemu dengan Riri,ia hendak menceritakan kejadian malam tadi pada Riri namun Ningsih takut Riri tidak percaya.
mereka sampai di kelas,Ningsih melihat Susan sedang duduk termenung,saat Ningsih masuk kelas, Susan menoleh ke arah Ningsih dan Susan menoleh ke kanan dan tidak berani menoleh ke arah Ningsih,lama-lama Ningsih penasaran dengan sikap Susan yang seperti itu.
saat pulang sekolah,Ningsih menemui Susan dan bertannya dia kenapa,Susan menunduk dan berkata " dia disini" Ningsih bingung dan ingin bertanya apa maksud nya,namun terdengar papa Ningsih yang pulang kerja lebih awal memanggil,Ningsih memutuskan untuk bertanya di telpon saja.
sampai dirumah Ningsih berganti pakaian lalu pergi makan,sesudah makan Ningsih menelpon Susan:
Ningsih: "assalamualaikum Susan"
Susan:"walaikumsalam Ningsih,ada apa ya"
Ningsih:"gw ganggu ya?"
Susan:"ah enggak kok"
Ningsih:"gw mau tanya"
Susan:"tanya apa?"
Ningsih:"gw mau nanya maksud perkataan Lo tadi"
Susan:"ooh Soal pulang sekolah tadi?"
Ningsih :"iya saan"
Susan:"jadi Lo itu diikutin sama sesosok wanita tp muka nya serem,makanya gw gak berani liat Lo waktu di kelas"
Ningsih:"jadi gw diikutin makhluk ghaib gitu?"
Susan:iya gw gtau udah berapa lama dia ngikutin Lo"
Ningsih:"Lo kok bisa tau sih San?"
Susan:"jadi sebenar nya tu gw anak indigo"
Ningsih:"sejak kapan san"
Susan:"sejak gw koma habis kecelakaan 4 tahun lalu,setelah gw sadar tiba-tiba gw bisa ngliat makhluk halus"
Ningsih:"jadi gw harus gimana nih,gw takut san"
Susan:"kaya nya lu harus cari orang pintar deh"
Tiba tiba lampu mati hidup secara bergantian
Ningsih:"aduh san lampu di kamar gw nyala mati sendiri"
Susan:"lari keluar cepet"
tiba tiba ada yang berbisik di telinga Ningsih "ningsiiih ningsiiih" Ningsih menoleh dan wajah sosok wanita itu ada dihadapan nya dan ia berteriak sampai hp nya terlempar.
papa datang dan betanya"kamu kenapa nak"
Ningsih hanya terdiam membayangkan wajah sosok itu saat di depan wajah nya.
Papa pun memutuskan untuk membawa Ningsih ke kyai di desa nenek nya,sebut saja kyai haji ma'ruf beliau adalah seorang kyai sekaligus guru mengaji.
keesokan hari mereka berangkat menuju rumah kyai haji ma'ruf,hanya memakan waktu 2 jam mereka sampai ke kediaman kyai.
"assalamualaikum" papa mengucapkan salam
lalu di jawab oleh seorang Paruh baya dengan rambut putih dan jenggot lumayan panjang.
"aku tau masalah mu,wanita itu masih mengikuti mu sampai kesini" ucap kyai kepada Ningsih
Ningsih kagum pada kyai itu,padahal Ningsih belum bercerita apa pun.
lalu Ningsih bertanya pada kyai "kenapa sosok itu meneror ku?"
kyai tersenyum dan menjawab "kamu telah membuat sosok itu marah karena kamu telah mengambil barang milik nya"
"barang?" Ningsih bingung,kemudian ia ingat bahwa beberapa Minggu lalu saat camping di gunung,Ningsih menemukan sebuah kalung di dekat pohon Pinus,kemudian Ningsih mengambil nya.
lalu Ningsih melepas kalung yg ia temukan itu dan bertanya pada kyai " lalu sekarang aku harus apa kyai?"
kyai menjawab "kamu harus mengembalikan kalung itu ketempat asal nya,ditempat kamu mengambil dan menemukan nya"
Ningsih mengerti dan besok libu dan ia akan mengembalikan kalung itu ketempat asal nya.
"besok kau akan pergi sama papa" ucap papa
Ningsih hanya mengangguk
Ningsih dan Papa pulang kerumah
malam tiba,Ningsih tidur lebih awal karena esok iya akan mengembalikan kalung itu ketempat asal nya.
saat tidur Ningsih bermimpi sosok itu lagi
Ningsih merasa berada di ruangan putih kosong dan dihadapan nya ada sosok wanita itu,sosok itu berkata "kembalikaaaan kembalikaaaan" setelah itu sosok itu berkata" tolong aku,tolong kubur aku dengan layak"
Ningsih terbangun dari tidur nya dan ternyata hari sudah pagi,Ningsih bersiap-siap untuk pergi ke gunung tempat ia berkemah Minggu lalu.
Ningsih dan papa berangkat,Ningsih melambaikan tangan nya kepada mama yang sedang berdiri di depan pintu sambil membalas lambaian tangan Ningsih.
4 jam kemudian Ningsih Sampai ke tempat yang dituju,dan mencari tempat Ningsih menemukan kalung itu,Ningsih juga menceritakan mimpi nya malam itu tentang sosok yang minta tolong dikubur dengan layak.
papa memikirkan bahwa sosok itu juga penasaran karena tidak dikubur dengan layak,Ningsih meng iya kan perkataan ayah.
akhirnya Ningsih menemukan pohon Pinus tempat kalung berada,Ningsih meletakan kalung itu ketempat asal nya dan meminta maaf.
setelah itu Ningsih melihat sebuah patok kayu yang mencurigakan,Ningsih memberitahukan papa nya dan papa pun menuju ke patok itu dan melihat seperti bekas galian dan tak jauh dari tempat itu terdapat sekop,
"mungkin ini kuburan wanita itu" ucap papa kepada Ningsih,papa menggali dan menemukan kain putih dan tulang belulang manusia dengan aroma sedikit busuk.
Ningsih merasa mual mencium bau itu,kemudian papa menggali tanah yang cukup dalam dan meletakan kain dan tulang belulang itu dalam lubang yang dalam itu,"sepertinya wanita itu korban pembunuhan" gumam Ningsih.
tiba-tiba Ningsih melihat sosok wanita itu dibalik pohon,dan tersenyum kepada Ningsih kemudian menghilang.
Ningsih pun pulang kerumah,mama bertanya kepada Ningsih "apakah sudah dikembalikan ke tempat asal nya nak" Ningsih mengangguk kemudian berjalan ke kamar,Ningsih berbaring di kasur dan tiba-tiba terdengar suara memanaggil Ningsih,yang pasti bukan suara mama atau papa Ningsih.
Ningsih mencari asal suara itu dan Ningsih melihat sosok wanita canti di pojok kamar nya,Ningsih terkejut, "siapa dia" gumam Ningsih.
"terima kasih Ningsih karena kalian telah menguburkan aku dengan layak dan mengembalikan kalung ku,dan maaf selama ini aku meneror kamu Ningsih" ucap wanita itu tersenyum manis.
belum sempat Ningsih bicara,sosok itu hilang tiba-tiba,Ningsih berlari memanggil papa nya dan menceritakan kejadian tadi.
"syukrlah kalau wanita itu sudah tenang dan tidak mengganggu kamu lagi" ucap ayah sambil tersenyum,Ningsih juga menceritakan hal ini kepada Susan dan Susan ikut bahagia.
akhirnya Ningsih hidup dengan tenang tanpa gangguan teror wanita itu dan hidup seperti biasa nya.
-TAMAT-