Pagi ini aku bertemu dengan dirinya yang saat ini sedang berlari dari atas dahan pohon ke dahan pohon yang lainnya ,
awalnya aku pikir dia sedang melakukan pekerjaan yang serius , namun tidak beberapa lama ia berlari , tibalah dia di sebuah air terjun yang penuh dengan tanaman sebagai dinding ceruk air yang mengalir ,
sejurus mataku mengamati pergerakannya , yang membuat melotot mataku adalah , awalnya aku pikir dia akan mengambil sebuah bunga yang memiliki efek obat , namun ternyata yang dilakukan olehnya adalah melihat para gadis yang berenang-renang dan bermain air di dalam kolam ,
aku yang sangat kesal dengan tingkah lakunya , dengan spontanitas kuambil sesuatu yang sangat keras menurutku , dengan kekuatan yang sangat besar aku lempar benda tersebut ke arahnya , dengan kecepatan tinggi aku langsung berlari dan bersembunyi agar tidak terlihat oleh dirinya ,
Tak ayal benda tersebut telak mengenai punggungnya yang mengakibatkan ia berteriak ,
" aaduhh.... siapa yang menimpuki ku " suara keras yang tanpa sadar ia lontarkan ,
namun suara tersebut membuat para wanita dan para gadis yang sedang berenang itu seketika berhambur ke arahnya , ia pun sangat terkejut dan hampir akan melarikan diri , namun tanpa disadarinya semua wanita tersebut telah mengepung dirinya dari berbagai arah ,
🔹🔹🔹
Esok paginya
......
Namaku selfina dan orang yang aku ikuti itu ada Mardan , manusia elf yang sangat tampan dan disukai oleh para gadis di desa ,
awalnya aku pun mengagumi dirinya , namun setelah aku mengetahui sifatnya membuat aku sangat ingin membuatnya mengerti agar menghargai gadis di desa ku ,
Setelah kejadian itu Mardan babak belur akibat dikeroyok oleh wanita dari desaku ,
saat ini dia sedang berbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang penuh luka ,
aku dan semua temanku yang mendengar kondisinya sangat khawatir ,
sebab saat ini ia sedang dirawat oleh seorang tabib desa ,
ingin sekali kami menjenguk Mardan , namun hatiku menolak untuk melakukannya , bahkan teman-temanku yang sudah mengetahui duduk persoalannya masih saja memaksa ,
pada akhirnya aku dan teman-teman menjenguk Mardan ,
kami pun membawa buah tangan sebagai oleh-oleh ,
sesampainya kami di dalam ruangan Mardan , awalnya aku merasa tidak enak , sebab yang mengakibatkan Mardan seperti itu adalah diriku ,
namun betapa kesalnya aku melihat Mardan dengan santainya duduk diatas tempat tidur dengan berbagai macam jenis makanan , dengan lahapnya ia memakan semua makanan tersebut , dan yang lebih kesal lagi dia terlihat baik-baik saja dan tidak ada luka sama sekali ,
semua orang telah berada di dekat Mardan yang saat ini sedang enaknya makan , dengan genitnya si Mardan tersebut mengedipkan sebelah matanya ,
semakin bertambah kesalahannya aku melihat tingkah Mardan tersebut ,
" menyebalkan , dia terlihat seperti aki-aki mesum tingkat akut " kata ku membatin ,
untung saja suara itu tidak terdengar oleh teman-temanku , namun tidak dengan Mardan justru dengan tegas ia berkata ,
" aku tidak mesum mereka semua menyukai aku " katanya dengan lantang , membuat aku yang saat ini berada di barisan belakang terkejut dan membelalakkan mataku ,
" a...a ..pa , aku tidak berkata apapun " kataku setengah gugup ,
namun justru itu membuat dirinya tertawa sangat keras ,
" haaaa....haa..." tawa Mardan yang membuat teman-temanku ikut tertawa ,
Hal itulah membuat aku semakin panik ,
" kak Ardan , kapan kita akan bermain lagi , aku ingin pergi ke air terjun pelangi " kata salah satu temanku , hal itu semakin membuat aku membuka mulutku ,
" hakkk.... " aku yang terkejut mendengar ucapan dari salah satu temanku ,
namun yang lainnya juga menyahuti ucapan dari teman-temanku itu ,
" iya , kapan ... ayo kita senang-senang lagi " hampir serentak mereka semua menyahuti perkataan dari salah satu temanku ,
" i...yah ..Iyah , nanti kita akan bermain lagi , tapi tunggu aku sembuh dulu , kalian lihat sendiri aku tergelincir dari atas batu " kata Mardan yang telah menjelaskan sebagian dari kejadian yang terjadi di air terjun ,
" hakkk... jadi dia tergelincir , bukan dihajar oleh masa alias semua wanita , kok bisa ... " kataku yang tiba-tiba saja aku ucapkan , hal itu membuat teman-temanku melihat ke arahku ,
" Fina , apa yang kamu katakan ?...." salah satu temanku melayangkan pertanyaan kepadaku , membuat Mardan tertawa kecil , hal itu juga terlihat olehku , aku semakin sebal melihat Mardan yang dibela oleh teman-temanku ,
" a...a... tidak , aku cuma bercanda " kataku yang asal berbicara ,
" hais. .. kamu seperti anak kecil , Mardan adalah cowok yang sangat ganteng Lo ... di desa ini " kata temanku yang satu lagi ,
akupun menyahuti perkataan yang hampir tidak didengar oleh siapapun ,
" Iyah , tampan tapi mesum dan tukang ngintip " kataku , namun kali ini bukan temanku yang menyahuti tadi Mardan itu lagi ,
" aku tidak mesum , mereka yang menyukai aku " katanya membuatku yang mendengar ucapannya semakin sebal dan kesal ,
🔹
hari-hari selanjutnya hampir sebagian semua teman-temanku bergantian mengajak Mardan bertemu dan bermain seperti sedang pacaran , setiap aku bertanya mereka akan menjawab ,
" kami hanya berteman saja " itulah semua ucapan yang aku dengar dari teman-temanku ,
pada awalnya aku kesal dengan ucapan semua temanku , namun akhirnya aku cuek saja ,
Suatu hari , disaat hujan reda aku berjalan menuju sebuah bukit yang penuh dengan rumput hijau dan tanaman liar ,
cuaca dingin mulai merayap menyelimuti seluruh area lokasi , dari atas dahan salah satu pohon suara siulan terdengar olehku , pada awalnya aku tidak menggubrisnya , namun semakin lama siulan itu seperti teruntuk diriku , aku pun mencari sumber suara tersebut , dan ternyata itu suara siulan dari Mardan yang saat ini sedang mengikutiku dari atas dahan pohon ,
" selfina , " teriakannya ,
aku pun menghentikan langkahku , Mardan Pun mendarat tepat di depanku ,
" ada apa " tanyaku pada Mardan ,
" self , oh ... Fina ada hal yang ingin aku katakan " katanya yang langsung berdiri tepat di depanku yang membuatku mundur beberapa langkah , namun dengan spontanitas ia menarik tanganku dan langsung memelukku , aku pun meronta-ronta agar dilepaskan , namun anehnya pelukannya semakin erat ,
" Mardan , apa yang kamu lakukan " kataku yang masih meronta dari pelukannya ,
" Fina , aku mencintaimu , jadilah permaisuri ku di istana " itulah kata-katanya ,
Aku yang mendengar seketika menghentikan aksiku yang saat ini sedang meronta dari pelukannya ,
sejenak aku terdiam dan tidak menjawab perkata Mardan yang seperti senjata dewa sedang menghipnotisku ,
kembali Mardan mengatakan sesuatu ,
" selfina , menikahlah denganku dan jadilah permaisuriku , kita pimpin kerajaan ini " katanya lagi mengulanginya ,
aku yang masih terdiam akhirnya menjawab perkataan Mardan ,
" mard , kamu tidak sedang bercanda bukan , jika iya aku akan menimpuk dan menghajarmu " kataku dengan suara yang sangat kesal ,
" tentu tidak , hari ini aku akan berangkat ke istana dan ayahanda telah menungguku bersama permaisuri pilihanku " katanya tegas , dari arah rimbun semak belukar muncullah panglima dan para prajurit yang sedang mengawal Mardan ,
Ternyata Mardan adalah seorang pangeran Elf yang sangat tampan juga seorang putra mahkota ,
Pantas saja dia disukai oleh semua gadis dan wanita , aku pikir dia adalah seorang pemuda mesum yang suka menggoda semua gadis dan wanita di desaku ,
pada saat ini pemuda mesum tingkat akut itu menginginkan aku menjadi pacarnya , bukan ...bukan hanya pacar tapi juga seorang permaisuri ,
aku yang awalnya tidak percaya ingin sekali memukul dan menghajarnya , namun para prajurit yang berdatangan dan kedua orang tuaku membuat aku menjadi mengurungkan niatku ,
" mard , apakah kamu serius atau kamu hanya ingin mempermainkan aku " kataku yang hampir mengeluarkan air mata ,
" tidak Fina , oh .. tidak selfina permaisuriku " katanya sambil berjongkok dan mencium punggung telapak tanganku ,
pada akhirnya aku pun terisak , rasa haru membuat aku menangis dan menjawab pertanyaan dari Mardan yang berulang-ulang kali ia katakan ,
" iya , mard .... aku bersedia " kataku pada akhirnya ,
Mardan yang mendengar ucapanku itu seketika berdiri dan memelukku erat , tak urung semua yang saat ini berada di tempat itu bersorak-sorai dan bertepuk tangan ,
selesai