Apa ada yang percaya dengan Elf? Tentunya hanya segelintir orang saja yang percaya dengan makhluk tersebut. Bahkan diriku sendiri tidak percaya dengan keberadaan makhluk mitologi tersebut,
Bagaimana jika ternyata Elf tinggal diantara manusia normal seperti kita saat ini? Apakah kalian percaya? atau sebaliknya?
Tapi percayalah makhluk itu ada.
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan model gaya rambut kerli menelusuri lorong yang nampak lumayan sepi tersebut. Perpustakaan.
Yah dia sedang diperpustakaan sekolahnya sekarang, jika kalian bertanya apakah dia ingin belajar atau membaca? Jawabannya tidak. Dia hanya ingin mencuci matanya dengan melihat buku-buku yang tertata rapi dirak perpustakaan yang menjulang tinggi tersebut.
Kenapa harus diperpustakaan? Disaat gadis lain yang kalau ingin mencuci mata mereka dengan melihat wajah lelaki tampan, tapi dia malah lebih memilih untuk melihat buku-buku yang tidak terhitung jumlahnya tersebut. Memang aneh.
Dia adalah seorang siswi cantik yang mempunyai tubuh bagus, dengan bola mata berwarna biru, serta kepintaran yang tidak ada tandingannya. Gadis itu bernama Viana.
Fisik yang bagus dan otak yang cerdas membuat Viana dengan mudah mendapatkan lelaki tampan manapun, tapi Viana adalah orang yang sangat pintar sampai dia tidak percaya dengan 'Cinta'. Dia hanya percaya terhadap apa yang dia percayai. Sulit dimengerti.
Begitulah Viana, dia sangat terkenal disekolahnya. Bukan karena otaknya yang cerdas dan selalu mendapatkan peringkat pertama, tapi karena sifatnya yang kurang dari kata baik.
Dibalik semua kelebihannya itu dia menyimpan kekurangan yang jauh berbanding terbalik dengan parasnya. Dia sangat bar-bar bahkan laki-laki manapun tidak akan berani menegurnya hanya untuk sekedar menyapa.
"Hallo Viana" sapa seorang lelaki dengan paras tampan yang membuat Viana melihat kearahnya.
Viana yang sedari tadi melihat buku yang menarik perhatiannya seketika melihat kearah lelaki tersebut dengan tatapan datar dan terlihat tidak suka.
Lelaki tersebut yang tadinya berniat untuk berteman dengannya tapi malah takut melihat tatapan Viana dan memilih untuk kabur dari sana dengan berlari tunggang langgang.
Viana mengerjapkan matanya lucu beberapa kali sambil memandang lelaki tersebut dengan tatapan bertanya-tanya.
"Lah kenapa kabur? Perasaan tadi dia nyapa gue deh, seserem itukah muka gue?" tanya Viana kepada dirinya sendiri dan dijawab oleh seseorang
Seseorang memegang bahu Viana sambil berkata,
"Lo bukannya serem Vi tapi Lo itu nyeremin" jawab gadis tersebut yang yakni adalah orang pertama dan terakhir yang menjadi teman Viana disekolahnya. Bukan teman cuy Besti.
"Lah Win emang gue nyeremin kek gimana? Perasaan gue tuh gak pernah ngebully orang, ngehina orang, atau bahkan membuat orang takut sama gue." jawab Viana dengan perasaan penuh tanya
"Lo tuh cantik Vi plus lo pinter tapi sayang banget ada yang benci sama lo sampe nyebar berita hoax mulu tentang lo, jadi kan semua orang takut sama lo dan mereka nggak tau aja lo gimana, mereka itu..." ucap Winda dengan memotong kalimatnya yang berhasil membuat Viana penasaran dengan kalimat selanjutnya,
"... suka sekali mempercayai perkataan orang tanpa mencari tahu kebenarannya" ucap Winda selaku besti Viana
Viana hanya mengangguk-nganggukan kepalanya sambil mengambil buku yang sedari tadi mengambil perhatiannya tersebut.
Viana membaca judulnya penuh dengan rasa penasaran yang sedari tadi ingin dipuaskan dengan jawaban. Winda tak heran dengan tingkah sahabatnya itu, orang lain terus menjelek-jelekkan sahabatnya itu tapi sahabatnya itu tidak menggubris perkataan mereka seolah sudah menjadi makanan pokok sehari-hari, alhasil Winda lah yang marah karena orang-orang tersebut membicarakan sahabatnya tanpa mengetahui kebenarannya.
"Vi lo liat apaan sih? Sampe fokus banget gitu?" tanya Winda kepada Viana tapi dia tidak mendapatkan jawaban dari Viana
Viana tidak menggubris pertanyaan Winda dan langsung pergi untuk membaca buku tersebut. Winda menghela nafas karena dia dikacangin oleh sahabatnya sendiri. Kejam. Pikir Winda terhadap Viana.
Niat hati hanya untuk mencuci mata tapi nyatanya ada buku yang berhasil menarik perhatiannya. Viana langsung mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang tersedia khusus untuk murid yang ingin membaca di perpustakaan tersebut.
2 jam berlalu, tak Viana sadari dia sudah membaca buku tersebut hingga 2 jam. Beruntung sekolah sudah selesai karena sekarang sudah sore. Sungguh jika Viana sudah tertarik maka dia akan benar-benar serius sampai Winda memilih untuk membeli makanan dan minuman karena perutnya sudah meronta-ronta ingin diberi jatah makanan.
"Do you believe in elves?" Winda membaca judul buku tersebut membuat Viana terkejut karena tertiba Winda datang tanpa memberi aba-aba
"Astaga Winda lo mau bikin gue jantungan?" kesal Viana
Winda mendelik tajam kearah Viana "Lo bilang lo gak percaya makhluk mitologi? Kenapa lo tertarik sama buku kayak gini?"
"Ya gue penasaran aja emangnya nggak boleh apa? Udahlah nggak usah dipeduliin ini cuman buku nggak mungkin didunia ini ada makhluk yang namanya Elf" ucap Viana dengan nada kesal
"Jangan bilang gitu lo nanti kalau beneran ada Elf disekitar sini terus makan lo gimana?" pernyataan Winda yang mengada-ngada dengan nada dibuat menyeramkan
"Apasih lo nggak jelas banget, titik gue nggak percaya sama Elf!" ucap Viana telak
"Suka-suka lo deh, tapi inget yah. Elf bisa nyamar jadi manusia loh, dia punya paras tampan yang nggak kayak manusia berwajah tampan lainnya pokoknya tuh nggak normal! Awas lo, lo kan nggak pernah dideketin sama cowok jenis manusia siapa tau lo dideketin sama cowok jenis Elf! Hahaha!" Winda dengan tanpa dosa mengatakan itu dan kabur karena takut diamuk oleh Viana
Viana mendengus kesal dan hanya mencoba bersabar atas sikap sahabat laknatnya itu. Orang-orang hanya menyebarkan berita bohong karena iri dengan kehidupan Viana, jadinya tidak ada yang berani dekat dengan Viana selain Winda yang notabenenya adalah teman masa kecil Viana.
Tanpa Viana sadari, sedari tadi ada seorang lelaki tampan yang mengamati dirinya dari dimensi lain. Lelaki itu memakai mahkota diatas kepalanya, lelaki itu nampak sudah berusia lanjut dan mempunyai telinga yang panjang dan lancip diujungnya.
"Jadi dia yang disukai oleh putraku? Ini tidak boleh terjadi bangsaku akan terancam bahaya jika itu terjadi!" ucap lelaki berparas tampan tapi sudah lanjut usia tersebut
Viana memikirkan perkataan Winda tadi sore, dia menepis anggapan-anggapan bahwa Elf itu ada. Saking tidak fokusnya dia tidak sadar bahwa dirinya sedang berada dijalan raya yang lumayan sepi. Tanpa melihat ke kiri maupun kanan dia asal menyebrang di zebra cross, ibarat air tenang jangan sangka tidak ada buayanya, jalanan tenang jangan sangka tidak ada kendaraan yang lewat. Mungkin kurang nyambung tapi begitulah nyatanya.
Truk besar datang dari arah kanan Viana dan membunyikan klakson sangat keras sampai membuat Viana terkejut bukan main dan berhenti tepat ditengah-tengah zebra cross sambil melihat kearah truk tersebut.
Viana pasrah dengan nasib selanjutnya dia memejamkan matanya dan,
BRAKKK
Viana tidak merasakan sakit dia pikir dia sudah ada dialam lain tapi nyatanya dia malah sudah ada di samping zebra cross. Yah benar, truk tersebut menabrak tangan seseorang. Eh tunggu tangan?
Lelaki tampan yang sangat tampan melebihi ketampanannya Xiao Zhan kabur dari rumah yang begitu besar. Bukan tidak boleh disebut rumah tapi kastil? Istana? Saking besarnya dan luas namun indah tidak bisa disebut sebagai hal yang biasa intinya sangat besar melebihi kastil dan istana terbesar didunia manusia.
Istana kita sebut saja sebagai istana. Seisi istana kelimpungan karena pangeran satu-satunya kabur entah kemana. Yah lelaki tadi ialah pangeran, lelaki tersebut masuk kedalam hutan terlarang yang hanya boleh dilewati oleh orang-orang tertentu saja.
Lelaki tersebut masuk kedalam pusaran gerbang dimensi yang menghubungkan antara dunia Elf dan dunia manusia.
"Honey i'm coming!" ucap lelaki tersebut sambil tersenyum dan melalui gerbang itu tanpa beban.
Sesampainya didunia manusia. Maksudku dunia kita ini, lelaki tersebut langsung merubah pakaian nya agar nampak seperti manusia biasa, dia menutupi telinganya yang tidak bisa berubah yah tentu saja telinga panjang dan agak lancip diujungnya.
Lelaki itu mencari-cari gadisnya yang tinggal didunia manusia. Maksudku seorang manusia berjenis perempuan yang sangat cantik.
Dia menemukan gadisnya tersebut, tapi saat ingin menghampiri gadisnya dia dikejutkan oleh truk besar yang ingin menabrak gadisnya tersebut. Sontak saja dia langsung menggunakan kekuatannya dan menahan truk tersebut dengan tangannya.
BRAKKK
Suara tabrakan tersebut benar-benar sangat keras sampai membuat body depan truk rusak parah.
Yah gadis tersebut adalah Viana dan tangan tersebut adalah tangan dari lelaki tersebut.
Viana membuka matanya yang langsung menabrak dada bidang seorang lelaki yang sangat tampan. Matanya menelisik tubuh lelaki tersebut keatas sampailah mereka berdua bertatapan.
Degg
Jantung Viana langsung ber-disko setelah melihat lelaki tersebut. Bohong jika dia mengatakan perasaannya biasa saja. Sebab perasaannya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya lelaki tersebut dengan lembut
Viana masih bengong melihat lelaki tersebut layaknya dewa yang turun dari kayangan, eh salah yang turun dari langit.
"Hallo? Apa kamu baik-baik saja? Apakah sakit?" tanya lelaki tersebut sekali lagi sambil menyentuh dahi Viana yang berhasil membuat Viana mati kutu. Viana tebak wajahnya sudah memerah padam, mungkin seperti kepiting rebus. Sial. Pikir Viana.
"Hah anu, gue nggak papa!" ucap Viana sambil melepaskan pelukannya dari lelaki tersebut.
"Tapi wajahmu memerah Viana" ucap lelaki tersebut sambil menyentuh tangan Viana,
Lantas Viana langsung melepaskan tangan lelaki tersebut dengan kasar karena dia terkejut. Viana kembali berpikir kenapa dia bisa mengetahui namanya? Apa dia seorang stalker?
"Lo tau dari mana nama gue?! Lo stalker yah?!! Jawab!" tanya Viana tegas
"Stalker? Apa itu? Di dunia ku tidak ada stalker" ucap lelaki bernama Axil tersebut
"Lo modus yah ke gue? Udah jauh-jauh sana!" ucap Viana yang langsung berlalu tanpa memedulikan apa yang baru saja terjadi,
"Nanggung dong kalau aku pergi, lagian selama ini cuman bisa liat dari jauh aja itupun dari dunia ku. Nggak boleh sampai lolos harus bawa gadis itu ke dunia ku! Lalu menikahinya!!" Tekad Axil yang tidak dapat didengar oleh Viana karena sudah pergi menjauh, Axil lantas mengikuti Viana dari belakang.
Nampak setelah dua makhluk berbeda jenis itu pergi dibelakang ada yang kebingungan dengan apa yang terjadi barusan.
"Astaga! Tadi gue nabrak apaan?! Bisa dimarahin pak boss kalo gini, truknya rusak parah lagi! Tapi rasanya tadi gue nabrak orang deh tapi kenapa nggak ada apa-apa disini? Hanya ada garis bekas ban gue sama truk gue yang rusak gini! Pak boss i'm sorry" pria tersebut berbicara sendiri dan langsung menelpon polisi dan bengkel.
Viana merasa ada yang mengikutinya sontak dia menengok kebelakang tapi nihil hanya ada dirinya dan belanjaannya yang untungnya masih terselamatkan. Lagi dan lagi perasaan itu muncul perasaan yang merasa ada yang mengikuti dibelakang.
Viana yang memang tidak percaya hantu dia berpikir bahwa itu adalah seorang penguntit dia mempercepat jalannya tanpa aba-aba dia melihat kebelakang agar tahu siapa orang itu tapi nyatanya tidak ada satupun. Dia melihat kedepan dan,..
"Night Viana" ucap Axil yang sedari tadi mengikuti Viana. Axil yang muncul dari depan seperti hantu lantas membuat Viana terkejut bukan main sampai langkahnya mundur kebelakang dan ingin terjatuh.
"Akhhh!" Teriak Viana dia memejamkan matanya karena ingin terjatuh
GREP
Viana mendarat tapi dia rasa bukan tanah, benar saja Viana membuka matanya mendapatkan dirinya ditangkap oleh lelaki tersebut. Wajah cantik nan putih Viana langsung berubah menjadi kepiting rebus. Viana kembali merona karena Axil menatapnya seperti itu.
Keesokan paginya, Winda mendatangi Viana yang sedang berada di mejanya.
"Boom" Winda mengejutkan Viana
Bagaimana tidak terkejut? Viana yang sedang melongo karena kejadian tadi malam tiba-tiba dibisikkan kata 'boom' dengan lirik yang tinggi oleh Winda.
"Winda!! Lo bisa gak sih jangan bikin gue jantungan mulu?!!" kesal Viana
"Habisnya lo tumben banget gak fokus pelajaran tadi terus sekarang malah bengong mulu sedari tadi." jawab Winda
Viana tidak menggubris perkataan Winda dia melanjutkan pemikirannya yang tadi sempat tertunda. Ada Elf? Didunia yang modern ini masih ada makhluk mitologi tersebut? Tanya pikiran Viana.
"Lo napa sih? Nggak mungkin lo diputusin cowok karena lo sendiri belum punya cowok!" ucap Viana yang berhasil membuat Viana mendelik tajam.
"Lehh kenapa? Apa gue salah? Kan bener, apa mungkin lo punya cowok tapi nggak bilang ke gue?!" tanya Winda melempar tatapan penuh selidik ke Viana,
"Daripada lo ngomong nggak jelas gue mau nanya sama lo deh Win!"
"Nanya apaan?"
"Lo percaya Elf?"
"Hahahahahaha!!"
Gelak tawa Winda yang berhasil menarik perhatian murid yang ada dikelas tersebut. Winda lantas menutup mulutnya menahan tawa karena pertanyaan nyeleneh dari bestinya ini.
"Jelas gue percaya! Kan ada yang bilang Elf itu ganteng banget kayak dewa." ucap Winda
"Jadi kalo gue bilang kalau gue pernah ketemu Elf lo percaya?" tanya Viana yang berhasil membuat Winda tercengang
"Lo bilang apa?!" tanya Winda dengan muka serius
"Gue ketemu sama Elf.." jawab Viana ragu
"Hahaha! Lo kalo ngelawak lucu banget sumpah! Lo Viana yang nggak percaya sama apapun kecuali yang dipercayai lo sendiri, tiba-tiba bilang lo ketemu Elf?! Parah lo ya."
"Diem lo ya gini ceritanya jadi tadi malem gue bengong tuh pas habis dari Supermarket terus gue mau nyebrang eh ada truk gede banget mau nabrak gue terus tiba-tiba ada cowok ganteng banget nyelametin gue cuman pake tangannya.."
flashback last night
"Jadi lo tuh Elf?" tanya Viana
"Iya, aku nggak bilang tentang diriku sebenarnya terhadap siapapun didunia ini kecuali kamu Via." jawab Axil
"Lo kenapa bilang tentang diri lo ke gue?" tanya Viana
"Karena kamu calon pendampingku Via" jawab Axil
"Hahahaha!! Jokes lo lucu juga Eksel!" jawab Via yang sedari tadi pura-pura percaya dengan apa yang dikatakan Axil
"Namaku Axil, Via bukan Eksel. Kenapa kamu tertawa Via?"
"Iya deh Ax-axil. Lo pikir gue percaya kalo lo tuh makhluk mitologi yang bernama Elf? Yah nggak lah! Lo pasti cuman stalker doang kan? Ngaku deh lo!" ucal Via yang berhasil membuat Axil menunjukkan senyum smirknya
Axil menggenggam tangan Via dan membawanya ke gang sempit yang entah dimana. Lantas Via terkejut karena kejadian itu begitu cepat. Axil menaruh kedua tangannya ketembok dan mengunci Via agar dia tidak bisa kabur.
"Lo! Lepasin gue!! Lo apa yang lo lakuin barusan! Lo mau nyulik gue?!" ucap Via dengan lantang berharap ada yang menolongnya
"Tenang Via aku nggak akan menyakiti kamu, aku menyayangimu Via. Aku sudah memerhatikan kamu dari kamu berusia 1 bulan." pernyataan Axil yang tentu saja membuat Viana terkejut.
"Mulai nggak waras lo! Lo kalo diliat juga masih tuaan gue! Ya walaupun cuman beda 1-2 tahun tapi lo kalo mau ngarang jangan berlebihan dong!" ucap Viana kesal
"Aku nggak mengarang Via, aku akan tunjukkan bahwa aku ada Elf." Axil melepas airphone yang sedari tadi menempel pada telinga nya itu.
Viana terkejut bukan main melihat telinga Axil yang diluar nalar manusia!
"Apa kau sekarang percaya?"
"Wih keren, lo niat banget pake telinga palsu gini!"
Viana menarik telinga Axil yang tentu saja membuat Axil kesakitan karena itu asli bukan palsu. Percayalah Axil selalu dihormati di dunianya karena dia adalah pangeran satu-satunya yang akan mewarisi tahta ayahnya dalam waktu 5 hari kedepan.
"Eh kok nggak lepas?" tanya Viana
"Aduh-duh Via jika kau menariknya seperti itu nanti telinga ku bisa lepas beneran!" jawab Axil
Viana menutup mulutnya sendiri tidak percaya, Gadis tersebut ingin pingsan tapi dicegat oleh Axil.
"Eh-eh Via jangan tidur!" ucap Axil dengan polosnya
"Gue nggak tidur ogeb! Gue mau pingsan aduh!" ucap Viana kesal
Axil hanya ber-oh santai, Viana tidak jadi pingsan karena ulah Axil. Axil membawa Viana langsung kekamarnya, tentu dengan kekuatannya.
Viana kembali dibuat tercengang.
"Jadi Axil? Kau Elf baik atau jahat?" tanya Viana yang berhasil membuat Axil tertawa
Ganteng banget!. Pikir Viana
"Apa kau terlalu banyak menonton film?"
"Tidak! Ah sudahlah lebih baik kau pergi, aku mau istirahat!"
"Apa kau mengusir ku?"
"Tentu, sana pergi!"
Axil mendekat kearah Viana dan tanpa aba-aba dia memojokkan Viana kedinding.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Viana cemas
"Kau tidak tahu aku siapa?" jawab Axil
"Tidak tahu dan tidak mau tahu! Menjauh dariku!!" teriak Viana
"Aku tidak akan menjauh darimu dan dirimu tidak akan menjauh dariku." ucap Axil tegas
Viana tidak memperdulikan nya dan berontak sambil berbicara terus menerus tanpa jeda membuat telinga Elf Axil panas mendengarnya. Axil tanpa sadar dia mendekatkan bibirnya ke bibir Viana bertujuan untuk membungkam mulut Viana tapi nyatanya mereka nampak kissing.
Ada satu peraturan yang ditetapkan oleh leluhur kaum Elf yaitu mengunci ikatan dengan cara berciuman. Semua bahkan seluruh Elf tau peraturan tersebut, tapi Axil nampak lupa dengan peraturan itu.
Viana yang terkejut terdiam merasakan bibir lembut lelaki yang baru pertama ia rasakan. Jika orang lain kissing dengan manusia berbeda dengan Viana dia kissing dengan bangsa Elf yang lain dan bukan adalah Axil yang notabenenya adalah penerus tahta ayahnya 5 hari lagi. Apa dia calon ratu?
Viana tersadar dan langsung mendorong tubuh Axil, kekuatan Axil yang besar membuat Viana tidak mampu untuk mendorong tubuh lelaki tersebut. Viana memukul-mukul tangan Axil, Axil yang mengerti langsung melepaskan bibirnya yang terus ingin menempel dibibir Viana.
Axil bingung dengan perasaannya antara terkejut, senang, takut ditinggalkan oleh Viana atau yang lainnya dia melanggar janji bangsa Elf. Bangsa Elf adalah makhluk suci yang tidak boleh bersama dengan makhluk fana yaitu bangsa manusia.
"Wih keren, jadi lo sekarang bakalan jadi pasangan Axil si makhluk Elf itu selama 4 hari kedepan?" tanya Winda yang sedari tadi fokus akan cerita Viana
"Iya" Viana menghela nafas panjang,
Winda yang awalnya tidak percaya dia mulai percaya karena sudah bertemu dengan Axil langsung. Walau pertemuan itu dramatis sekali sebab Winda adalah perempuan pencinta cogan (Cowok Ganteng), 2 hari berlalu..
Viana mulai merasakan gejolak cinta terhadap Axil karena sikap Axil yang kelewat perhatian membuat siapapun akan baper. Tapi Viana sadar bahwa mereka berbeda bangsa dan dimensi.
"Viana, bagaimana jika kau ikut dengan ku kedunia ku?" tanya Axil
"Hah? Apa itu bisa? Apa tidak bahaya?" jawab Viana yang kembali melemparkan pertanyaan
"Bisa, tapi konsekuensinya besar. Viana, sebentar lagi aku akan diangkat menjadi raja didunia ku, aku hanya ingin kau sebagai ratuku satu-satunya." ucap Axil tulus sambil menatap dalam Viana
"Tapi Axil perjanjian kita hanya sampai 2 hari kedepan bukan? Bukankah kau bilang ikatan itu bisa terputus jika kau mencium perempuan lain dari bangsa mu? Dan saat penobatan mu menjadi raja, kau akan mencium ratumu bukan?" tanya Viana dengan nada sedih
"Apa kau tega melihat ku bersanding dengan perempuan lain?" tanya Axil dan berbalik bertanya pada Viana.
"Jika kau bertanya seperti itu, tentu jawabannya tidak. Tapi Axil kau sudah melanggar janji bangsa mu sendiri, dan aku sudah berbuat salah yaitu mencintaimu dengan tulus. Dunia itu kejam Axil, cinta kita berdua tidak akan pernah bersatu. Kau yang harus mengatur bangsamu dan aku yang harus mengatur masa depanku nanti akan seperti apa jadinya." ucap Viana dengan berkaca-kaca, air matanya keluar tanpa izin.
Axil menghapus air mata Viana yang membasahi pipi mulusnya itu dan memeluk Viana sambil mengelus surai rambut panjang Viana. Kenyamanan itulah yang dirasakan Viana saat ini.
Didunia lain ruangan yang besar nampak seperti kapal pecah karena sang raja yakni Alex yang notabenenya adalah ayah dari Axil marah karena mengetahui semua yang dilakukan oleh Axil didunia fana sana.
"Anak kurang ajar! Bisa-bisanya dia mencintai seorang gadis dari dunia fana!?" Rahang Axel mengeras sangat keras, dia menghancurkan kamarnya sendiri. Seisi istana takut karena sang raja sudah marah besar.
Seorang gadis cantik masuk keruangan Axel lalu menunduk hormat.
"Baginda raja, bagaimana ini? Sebentar lagi akan penobatan tapi Axil calon suamiku belum datang juga." ucap Lyana putri yang akan dinikahkan oleh Axil nantinya.
"Diam! Jangan berbicara saya sedang berpikir cara apa yang harus saya lakukan agar Axil tidak lagi mencintai gadis itu!??" ucap Axel
"Apa?! Axil mencintai gadis lain? Bagaimana bisa itu terjadi Baginda raja?" tanya Lyana yang nampak terkejut
"KELUAR!" usir Axel karena sudah lelah dengan melihat tingkah putranya yaitu Axil. Dengan perasaan kesal Lyana keluar. Lyana bertekad untuk menghancurkan siapapun yang berani ingin merebut gelarnya yaitu calon Ratu.
Didunia manusia, Viana nampak memikirkan bagaimana jadinya jika ia ditinggal oleh Axil nanti? Dia tidak fokus sedari tadi bahkan dia tampak sangat lesu. Axil menjemput Viana dan tentu saja membuat para kaum hawa tidak henti-hentinya membicarakan dia karena dia terlalu tamvan.
"Pamer paras aja terus!" ucap Viana ketus
"Eh? Apa aku kelihatan pamer?" jawab Axil
"Nggak tau lah tuh mending ngeladenin cewek yang mau sama lo" jawab Viana makin ketus
"Kamu satu-satunya perempuan yang aku mau ladenin Via, kenapa sih marah-marah mulu, mm?" tanya Axil sambil menyentuh dagu Viana agar melihat kearahnya
"Nggak usah ngomong gitu deh, ujung-ujungnya kita bakal terpisah besok. Mendingan kamu milih aja cewek yang ada disana tuh siapa tau ada Elf wanita yang menyamar jadi manusia juga kan?" jawab Viana kesal tanpa memikirkan perasaan Axil
"Via, aku tau kita bakalan kepisah tapi kamu jangan lupain aku yah? Suatu saat nanti pasti kamu bakalan dapet pengganti dari aku yang berbangsa sama dengan mu. Dan yang pasti lebih baik dari padaku." ucap Axil dengan nada lesu karena mengingat hal itu akan terjadi.
Viana menunduk ada sesuatu yang mendesak keluar dari matanya, dia terisak kecil karena perkataan Axil. Dia memilih untuk menjauh dari Axil. Dia tidak ingin melihat wajahnya lagi karena perpisahan itu sangat menyakitkan, Axil menyadari sesuatu. Dia nampaknya salah berbicara, dan yang lebih penting dari itu Axil merasakan ada yang memerhatikan mereka berdua dari kejauhan.
Perasaan Axil benar, Lyana masuk kedunia manusia hanya karena ingin mengetahui gadis mana yang berhasil merebut calon suaminya itu.
Lyana berniat akan membuat Viana tidak akan bisa bersama kembali dengan Axil. Elf tidak boleh menyakiti manusia, tapi Lyana tidak mempermasalahkan itu dia tidak peduli karena dia hanya ingin menjadi ratu!
Viana menangis ditaman tanpa ia sadari Lyana memerhatikan dia sedari tadi, Lyana dengan parasnya yang cantik dan tubuhnya yang seperti gitar spanyol berhasil membujuk manusia normal berjenis lelaki yang terpesona oleh dirinya untuk menculik Viana dan membawanya kehutan antah berantah.
"Kamu adalah gadis manusia yang murahan! Bagaimana bisa kamu terpesona oleh suami orang!? Terlebih lagi dia adalah bangsa Elf!" ucap Lyana tegas
"Suami? Apa yang kau maksud?!" tanya Viana dengan lemas.
Lyana tidak menjawab dia menyuruh 25 orang pria dewasa masuk. Jangan tanya untuk apa, untuk memberi Viana pelajaran. Tunggu tidak bukankah itu tidak adil?
Dengan perbuatan Lyana yang seperti itu dia tidak pantas menjadi ratu bukan? Apa dia lupa bahwa Raja Alex mempunya kekuatan yang besar dan dapat melihat perbuatannya saat ini juga?
"Hai nona manis mari kita bermain.." ucap salah satu pria tersebut.
"Let's play gadis kecil" salah satu pria tersebut menyauti temannya dan menatap Viana mesum
Sungguh Viana pasrah, tapi dia tidak sepasrah itu.
BUKKK
BUKKK
BUKKK
Viana menendang 3 orang yang mendekatinya dibagian selangkangan nya. Yah tentu saja membuat siapapun nyeri jika ditendang seperti itu bukan?
Lyana yang keluar dari ruangan itu tidak mengetahui perbuatan Viana, sesaat Lyana keluar Lyana mendengar suara keributan lantas membuatnya masuk kembali.
"Apa yang terjadi?" tanya Lyana tegas
"Sedikit masalah dia terus memberontak sampai terluka seperti itupun dia masih memberontak!" jawab salah satu pria
"Gadis sialan!" umpat Lyana
Bukankah Elf adalah makhluk suci? Bisa-bisanya Lyana menjatuhkan harga diri Elf?
Lyana memakai kekuatannya untuk membuat Viana tercekik, tentu saja Viana kaget setengah mati. Merasakan cekikan di lehernya yang begitu kuat bahkan dia merasa bahwa raganya sudah mau terbang ke alam lain.
Dari arah luar lelaki berparas tampan menggunakan kekuatannya untuk mendorong Lyana. Lyana terpental karena lelaki tersebut sangat kuat, Lyana memuntahkan cairan merah dari mulutnya. Lyana kaget bukan main.
"Baginda raja!?!?" ucap Lyana kaget
"Lyana, kau tidak pantas dengan putraku Axil! Kau lebih buruk dari pada sampah yang ada seluruh dunia ini!" ucap Axel tegas datar dingin namun mengancam yang dapat membuat orang yang mendengarnya merinding.
"Tapi baginda! Dia tidak pantas dengan Axil!"
"Kau lebih rendah dan lebih tidak pantas untuk bersanding dengan Axil jauh dibawah dia" ucap Axel
"Jika aku tidak dapat bersanding dengan Axil maka tidak ada yang bisa bersanding dengannya! Terutama Dia!" Lyana dengan nekat mendekat kearah Viana yang lemas dengan mengarahkan pedangnya.
Dengan cepat Axil menggunakan kekuatannya untuk menangkis Lyana, Lyana yang terkejut tidak mengetahui jika pedang nya sudah berbalik tertancap di perutnya. Yah begitulah akhir kisah dari Lyana.
Hari yang dinantikan tiba, hari perpisahan Viana dan Axil hari dimana Axil dinobatkan menjadi raja. Saat ini Viana berada di dimensi lain atau bisa dibilang berada didunia Elf karena Axil sendiri yang menginginkan itu. Dan dikabulkan oleh sang raja terdahulu yakni Alex tentu hanya mereka bertiga yang mengetahui itu.
Viana menangis terharu setelah melihat kekasih 5 harinya menjadi raja dengan gagah nya. Setelah acara penobatan selesai, sudah waktunya Viana kembali kedunia nya sendiri.
Axil memeluk Viana dari arah belakang, "Viana tinggalah disini, aku janji aku akan memenuhi semua kebutuhan mu." ucap Axil sambil menenggelamkan wajahnya diceruk leher Viana dan mencium aroma vanilla yang khas dari tubuh Viana.
"Tidak bisa Axil sudah waktunya, sudah waktunya takdir memisahkan kita berdua.." ucap Viana terpotong dan melepaskan pelukan Axil lalu mereka bertatapan.
Viana sudah berada didepan gerbang dimensi yang menghubungkan dunia Elf dan dunia manusia. Hanya butuh beberapa langkah saja maka Viana akan kembali kedunianya sendiri.
"Axil, kau dan aku berbeda. Cinta memang menyatukan kita yang berbeda, tapi takdir lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Mungkin saja kita tidak bisa bertemu lagi, untuk terakhir kalinya aku bilang aku mencintaimu Axil sungguh sangat mencintai mu." ucap Viana sambil menangis
Axil menghapus air mata Viana membawa Viana kedalam dekapannya,
"Via aku berjanji padamu, ini bukan yang terakhir. Jika aku selesai dengan semua urusanku disini aku akan kembali kedalam pelukanmu. Aku hanya mencintai mu Viana, dan kau hanya mencintaiku." ucap Axil sambil kissing dengan Viana.
Yah tentu saja Alex yang sedari tadi melihat dia menjadi terharu akan cinta sejati Axil terhadap Viana.
Viana melangkah maju kedepan dan satu langkah lagi saja Viana akan kembali kedunianya tapi,
"Via!! Aku juga mencintaimu!! Aku akan menemui mu!! TUNGGU AKU, AKU BERJANJI AKU MENEMUIMU!!.." teriak Axil yang dapat didengar oleh orang yang ada disana
Viana berbalik dan mengangguk memperlihatkan senyuman manisnya terhadap Axil. Dia masuk ke gerbang dimensi dan berhasilah dia kembali kedunianya.
"Aku akan menunggumu Axil sampai kapanpun." ucap Viana sambil memandang langit
"Aku akan menemuimu walau bukan sekarang Viana." ucap Axil setelah melihat Viana pergi dan entah kapan akan kembali atau bahkan tidak akan pernah kembali.
Viana melanjutkan studi nya dia melanjutkan kehidupannya seperti orang normal lainnya, walau gosip masih saja terdengar tapi Viana tidak memperdulikan itu dia hanya berharap dan berharap setiap hari agar cepat dipertemukan kembali oleh Axil cinta pertama dan terakhir nya.
Yah begitulah, akhir dari kisah cinta seorang gadis manusia dengan seorang lelaki Elf. Takdir memang kejam, tapi apakah takdir selalu kejam? Nyatanya tidak ada yang tahu..
"Bunda, jadi pangeran Elf itu bertemu dengan gadis itu tidak?" tanya seorang anak laki-laki
"Heum, bunda juga tidak tahu sayang. Bagaimana menurutmu? Apakah dia bertemu dengan gadisnya?" tanya Viana selaku bunda dari anak laki-laki bernama Azril
"Azril nggak tahu bunda, tapi Azril percaya kalau pangeran Elf itu sayang banget sama gadis itu." ucap polos Azril berhasil membuat ayahnya tertawa
"Ishh, bunda liatin ayah ketawa.. hiks.." Azril menangis karena ditertawakan oleh ayahnya sendiri,
"AXIL!!! Anak sendiri jangan digituin deh!" ucap Viana marah terhadap Axil
"Maafin ayah yah nak, tapi yang kamu katakan itu benar. Pangeran Elf sangat menyayangi gadisnya itu." jawab Axil sambil mengelus surai rambut anaknya itu
"Huh kayak ayah tau aja!" ucap Azril
"Aduh ada ribut apa ini?" tanya seorang pria paruh baya. Axel yah dia Axel.
"Kakek, Ayah nyebelin banget kakek.." adu Azril ke kakeknya yakni Axel dengan nada polos sampai membuat gemas sendiri yang melihatnya.
"Gemas sekali cucu kakek" perkataan Axel membuat mereka berempat tertawa. Bahagia. Itulah yang dialami mereka.
Siapa bilang kalau takdir itu kejam? Takdir hanya menguji kita agar kita bahagia dimasa depan. Nyatanya cinta berbeda dunia ini masih bisa bersatu walau banyak rintangan yang harus dilalui.
Terima kasih takdir sudah memberikan kesempatan bahagia untukku dan juga Axil. Ucap Viana dengan tulus.
Selesai~
Apa kepanjangan guys? 😭🤚
Maaf kalau kepanjangan.. mohon like and komen nya yah:)
Siapa yang ngira bakalan Sad ending? Atau udah ngira bakalan Happy ending?
Jangan lupa baca cerpen ku yang lain:) Thankss for reading~~