Namaku Azura Latifa, biasa dipanggil Zura. Aku mempunyai
kakak perempuan yang bernama Lia azzahra, kita dua bersaudara
kita memiliki selisih 10 tahun. Kakakku sudah berumah tangga di
daerah Kalimantan timur (Samarinda) serta bekerja sebagai salah
satu guru SMK daerah samarinda. Aku salah satu siswi kelas 12 IPA
di MAN 3 Banyuwangi. Aku berada di keluarga yang sederhana, aku
mempunyai impian ingin menjadi dokter, tetapi ibuku berbeda
pendapat dia menginginkan aku untuk melanjutkan pendidikan
PGSD, kakakku dan ayah aku diperbolehkan mengambil pendidikan
apa saja sesuai keinginan kan minatku. Ibuku berpikir bahwa
kedokteran biayanya sangat mahal jadi mereka memilihkan
pendidikan untukku yang tak semahal pendidikan kedokteran. Aku
menjadi bimbang untuk memilih impian awalku atau mengikuti
keinginan orangtua ku.
Saat Pagi hari tiba, aku terbangun karena terganggu sinar
matahari yang sudah menembus candela kamarku. Aku pun bangun
dari tempat tidurku lalu membersihkanya dan pergi mandi serta
besriap-siap untuk pergi kesekolah. Aku pergi kesekolah dengan
sepeda motor, sebelum itu aku sudah sarapan yang telah disiapkan
oleh ibu lalu aq berpamitan dengan kedua orang tuaku.
“ bu, yah aku sudah selesai sarapan, Aku berangkat dulu ya.” Ucapku
serta berpamitan
“ iya hati-hati dijalan ya.” Jawab ayah dan ibuku
10 menit kemuadian aku sampai di sekolahku aku menuju
keparkiran dahulu lalu pergi ke kelas. Saat di kelas 11 aku mengikuti organisasi osis di sekolah, saat diparkiran aku bertemu dengan
beberapa adik kelas yang masih berada dalam organisasi. Jadi kita
saling menyapa.
“ hai kak zur.” Sapa mereka dengan bergantian
“hai.” Jawabku sambil tersenyum.
Aku pun melanjutkan perjalananku menuju kelas. Sesampainya
dikelas masih ada 2 murid yang datang namanya Laila dan dina.
“hai Laila, hai dina.” Sapaku
“hai zur.” Jawab mereka bersamaan.
Lama kelamaan akhirnya satu persatu siswa siswi datang
dan suasana mulai ramai. Akhirnya bel sholat dhuha pun berbunyi. di
MAN ini setiap pagi kita melakukan shalat dhuha bersama-sama.
Setelah itu kitia masuk kelas dan pelajaran pun dimulai. Aku sudah
berada di akhir semester jadi banyak jadwal ujian materi ataupun
praktikum.
Aku termasuk siswi yang pintar dan rajin di sekolah ini.
Dan tidak sedikit guru-guru yang telah mengenalku.
Akhirnya bell waktu pulang pun berbunyi. Aku membersihkan buku dan alat tulisku yang berserakan di meja.
Setelah guru keluar kelas, kita semua pun berhamburan ingin cepat
pulang dan tidur karena hari ini sangat melelahkan. Aku pun menuju ke parkiran bersama temanku dengan berbincang-bincang sedikit.
Sampainya dirumah aku langsung menuju kamarku lalu bersih-bersih dan berbaring di tempat tidur sambil mendengarkan music lewat HP. Aku menyukai kpop jadi dikamarku banya stiker kpop serta printilan-printilannya. Aku saat ini mendengarkan lagu
My Treasure yang dinyanyiakan oleh boygrub Treasure,
Lagu itu menceritakan tentang arti perjuangan dan pantang
menyerah, Meskipun banyak hujan dan badai yang membuat harimu buruk, tenang saja! akan ada hari baik yang nantinya akan datang
kepadamu di waktu yang tepat. Akhirnya lama-kelamaan aku
tertidur.
Waktu sudah sore ibu pun membangunkanku yang dari siang
sudah terlelap tidur. Aku pun bangun lalu membersihkan diri. Karena
aku belum makan dari tadi siang jadi ku putuskan untuk makan
dahulu sebelum membereskan rumah yang terlihat berantakan. Malam hari pun tiba, setelah melakukan makan malam bersama aku
menuju kamarku dan belajar untuk materi besok yang akan dipelajari. Karena ujian kelulusan juga sudah dekat jadi aku harus
benar-benar harus mempersiapkanya dengan matang dan berusaha
untuk mendappatkan nilai terbaik. Tidak terasa sudah larut
malam,akupun menyudahi belajar dan menuju kasur lalu berbaring dan langsung terlelap.
Sinar matahari pagi pun sudah masuk lewat celah-celah jendela tidurku pun terganggu, aku membuka mata dengan sangat malas karena masih ingin melanjutkan tidurnya. Tetapi aku harus bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dan aku pun memutuskan untuk bangun dari tempat tidurku dan membenahinya lalu pergi bersiap-siap untuk ke sekolah. Selesai bersiap-siap aku mendatangi
ibuku yang sedang menyiapkan sarapan. Dan ayah yang sudah dudu dikursi makan dengan meminum kopi. Aku ppun duduk disebelah ayah, ayahpun mulai membuka suara.
“pagi ra…” Sapa ayahku
“Pagi bu,yah.” Sapa ku
Ibu pun datang sambil membawa makanan ke meja makan, aku langsung sigap membantunya untuk mengambil makanan yang masih berada di dapur. Setelah itu semua duduk dan mulai
mengambil makananya.
Selesai makan aku beranjak untuk
meletakkan piring kotor ke dapur dan mencucinya lalu aku berpamitan untuk berangkat sekolah.
Entah apa karena aku berngkat terlalu pagi atau memang belum ada yang datang, ya saat aku memasuki sekolah dan berada diparkiran suasanya sangat sepi mungkin hanya ada sekitar 2 anak
yang baru datang. Aku tidak memikirkan itu dengan panjang, aku langsung menuju kelas yang tentu saja belum ada orang sama sekali. Tapi aku menyukai suasana ini yaitu sepi... Aku pun berinisiatif untuk mengeluarkan earphone dari saku seragam ku dan mendengarkan
music kesukaanku yaitu K-POP.
Tidak terasa waktu berjalan sangat
cepat, lama-kelamaan satu-persatu murid berdatangan dengan
mengendarai motor sendiri, ada yang bergoncengan dengan teman
dan ada juga yang diantar jemput oleh orang tuanya.
Pada tanggal 20 Mei 2022 aku disibukkan oleh ujian-ujian
untuk kelulusan. Sampai akhirnya Besok adalah waktu yang sangat
ditunggu-tungggu oleh murid kelas 12 yaitu hari kelulusan. Tetapi pada malam harinya di dalam rumahku lebih tepatnya di ruang
keluarga ibuku membuka suara.
“Ra kamu jadi melanjutkan pendidikan PGSD kan?” Tanya ibu tibatiba
“bu, tapi aku sangat ingin unttuk melanjutkan pendidikan
kedokteran.” Jawabku
“Kan udah ibu bilang ra.. kalau kamu masuk pendidikan kedokteran kita ga punya biayanya.” Ucap ibuu
“tapi kan kata kakak gapapa bu, kakak udah bilang akan bantu buat
biaya ku.” Ucapku
“pokoknya ibu ga setuju kamu ke kedokteran.” Ucap ibu dengan nada
tinggi lalu pergi kekamarnya
“bu…” lirih ku
“Sudahlah ra, jalani saja dulu lihat beso saja apakah kamu bisa
mengambil keinginanmu atau hanya mengikuti kemauan ibumu itu. Teruslah berdoa untuk menemukan jawabannya.” Jelas ayahku.
“baik yah.” Ucapku dengan lemah
Aku memasuki kamarku lalu berbaring dan seperti biasa
mendengarkan music K-POP yang akhirnya membuatku terlelap
tidur.
Pagi hari pun datang, dan seperti biasanya aku dibangunkan
oleh sinar matahari yang menembus jendela kamar. Karena hari ini adalah hari wisuda jadi aku harus merias wajah dan memakai kebaya. Aku dibantu meris wajah oleh tetanggaku dia membuka usaha salon dirumahnya.
Jam 6.30 aku bersama orang tua ku berangkat ke sekolah dan tidak lupa membawa buket bunga yang diberi oleh kakak, dia memberiku
buket buatanya dengan dikirimkan lewat pengiriman barang seminggu yang lalu dan datang 2 hari yang lalu.
Sesampainya di sekolah aku dan orang tua ku berjalan dari tempat parkir ke kelasku dan menunggu acaranya dimulai. Ternyata saat memasuki ruang kelas sedah ada beberapa orang yang datang.
Selama menunggu dimulainya acara aku bersama teman-teman yang sudah datang melakukan foto bersama dan juga berpasang-pasangan, sementara orang tua kita berada di ruang kelas menunggu mulainya acara.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 acara sudah dimulai dan berjalan lancar sampai ada saatnya diberitahukan nama murid
yang mendapatkan nilai terbaik di sekolah dan akan mendapatkan beasiswa penuh dalam melanjutkan pendidikanya nanti.
“baik saya akan panggil nama murid yang mendapatkan nilai terbaik se-madrasah dan akan mendapatkan beasiswa penuh dalam
melanjutkan pendidikanya besok.” Ucap pembawa acara
“yang mendapat nilai terbaik ketiga adalah Meiva Kirana dari kelas agama, dimohon untuk maju kedepan. Yang mendapatkan nilai terbaik kedua adalah Anisa Dwi Ratna dari kelas IPS, dimohon untuk maju kedepan juga. Dan yang ditunggu-tunggu yaitu nuali terbaik
pertama adalah…….
Azura Latifa dari kelas IPA, dimohon untuk maju kedepan juga.” Ucap pembawa acara
Aku merasa kaget dan bahagia ayah dan ibuku pun bangga kepadaku, aku meneteskan air mata karena seperti ini adalaah hasilku selama ini agar bisa meraih mimpiku. Aku maju kedepan dan diberi Samir, rapot serta diberi beasiswa penuh. Dan aku dipersilahkan untuk memberi sedikit sambutan.
“ Baik kepada Azura Latifa silahkan untuk memberi sedikit sanbutan.”
Ucap pembawa acara
“Baik, selamat pagi untuk semuanya saya sangat bahagia karena bisa
mendapatkan nilai terbaik serta mendapatkan beasiswa penuh
untuk melanjutkan ke pendidikan universitas. Saya mengucapkan terima kasih terutama kepada orangtua saya dan juga kakak saya yang tidak ada disini karena telah merawatku dan terus
mendukungku sampai saat ini, serta saya juga berterima kasih kepada bapak kepala madrasah, guru-guru serta teman-teman semua yang selalu mendukung dan membantuku. Sekian dari saya
dan terima kasih.” Ucapku saat memberisambutan.
Setelah itu aku turun dan memeluk orangtua ku dan berbicara kepada mereka.
“Bu, yah kan sekarang zura mendapat beasiswa full jadi aku mau melanjutkan untuk meraih impian zura pendidikan kedokteran gapapa kan?” kataku
“Baiklah kalau itu mau mu ibu akan mendukung dan berdoa yang terbaik untukmu.” Ucap ibuku
“iya raa, yang penting kamu sungguh-sunguh dalam proses meraih impianmu kita akan selalu mendukungmu kok.” Kata ayah Besok harinya aku mendaftar pendidikan kedokteran di universitas jember dengan menggunakan jalur SNMPTN dan tak lupa melampirkan beasiswanya.
Dan saat pengumuman pada malam harinya ternyata aku diterima di sana. Aku melakukan pendaftaran
secara online tanpa harus datang ke tempatnya langsung. Aku juga sudah mencari tempat kos untuk tinggalku disana nanti.
Setelah 4 tahun lamanya aku menempuh pendidikan kedokteran serta merasakan suka dan dukanya saat berjuang. sekarang aku sudah lulus dan menjadi dokter disalah satu Rumah Sakit yang ada di daerah Banyuwangi. Aku sangat senang karena aku bisa memberikan setengah penghasilanku kepada keluarga untuk kebutuhan dan membahagiakan mereka serta impian yang sudah
kudamba-dambakan akhirnya terwujud juga.
*TAMAT*
"mohon maaf jika banyak kesalahan, ataupun kata-kata yang mungkin kurang jelas karena ini Karya pertamaku, semoga suka"