Beberapa Tahun yang lalu saat usianya masih dibawah umur 10 tahun. Keluarganya mendengar kabar bahwa Ayah dari Ayahnya telah meninggal dunia. Keluarganya lalu memutuskan untuk berangkat ke desa tempat tinggal Kakeknya ikut serta melangsungkan acara adat satu hari sebelum pemakaman.
Di tengah perjalanan, Kira-kira tengah malam mau menuju jam subuh. Dia terbangun dari tidurnya dan melihat bahwa Keluarganya masih berada di perjalanan menuju desa G yang letaknya di kaki gunung S. Karena merasa penasaran dengan keadaan sekitar jalan, tanpa sadar matanya memandang ke arah jendela mobil, lalu pandangan nya tiba-tiba berpindah ke kaca bagian belakang mobil. Sekitar jarak 5 meter dia melihat 7 orang pria menggunakan pakaian putih mengikuti mobil yang di kemudikan oleh ayahnya. Salah satu dari pria itu menyerupai kakeknya. Bayangan itu juga terlihat buram seperti seakan-akan bayangan itu transparan dan bisa di tembus. Karena dia merasa takut melihat bayangan itu dan menyangkal itu hanya khayalan setengah sadar. Dia membaringkan ulang tubuhnya di atas kursi mobil dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tipis.
Setibanya di Desa G, Mereka melihat sudah banyak keluarga dan para warga yang berkumpul di kediaman kakeknya. Karena dia merasa masih terlalu kecil mengerti dengan masalah orang dewasa, banyak hal yang tidak dia ketahui dengan situasi itu. Namun dia masih penasaran dengan hal-hal janggal yang dia alami sepanjang perjalanan ke desa itu. Sampai sekarang apa kejadian itu hanya halusinasi? dia pun tidak tahu.
🌷🌷🌷🌷
Beberapa tahun kemudian saat usianya 11 tahun, kira kira saat dia kelas 5 SD. Keluarganya menerima berita duka untuk kedua kalinya. Saat itu, mamanya menerima kabar bahwa ayah dari mamanya sudah meninggal dunia. Merekapun memutuskan untuk berangkat ke Desa KG yang letaknya masih di dalam daerah hutan-hutan. Daerah itu belum ada jaringan, jika mau mendapatkan jaringan harus berkendara menuju bukit-bukit terlebih dahulu. Angkutan umum untuk ke desa KG hanya ada 1 bus mini. Dan bus itu hanya sekali jalan yaitu pergi ke kota mengantarkan penumpang ataupun membeli barang-barang keperluan dan Sorenya akan kembali lagi ke Desa KG.
Setelah proses pemakaman Kakeknya, Malam pun tiba dimana dia bermimpi dikejar-kejar seorang pria yang menyerupai kakeknya. Dia memberikan sebuah bungkusan entah dia tidak tahu itu bungkusan apa. Namun dalam mimpi itu dia terlihat menangis ketakutan. Hingga mimpi itu terbawa ke dunia nyata air mata bercucuran di wajahnya. Lagi-lagi dia hanya menganggap kejadian itu sebagai bunga tidur. Dia tidak tahu bagaimana sejarah sisilah keluarga mamanya. Adakah hal-hal yang berbaur mistis atau tidak yang terikat di dalam keluargannya. Karena biasanya orang-orang zaman dahulu masih belum memiliki kepercayaan, apa lagi yang desa yang mereka huni jauh di pelosok hutan.
🌷🌷🌷🌷
Kali ini tepatnya usianya sebelum genap 12 tahun, Dia dan keluarganya merayakan tahun baru di kota S. Kebetulan sebagian keluarga dari mamanya tinggal di kota S. Di Hari pertama mereka di sana, lagi-lagi dia melihat hal yang sama namun dengan situasi yang berbeda.
Ketika dia tertidur menghadap ke lemari kaca, dia bisa melihat bayangan tubuhnya yang sedang berbaring. Dia tertidur dengan nyenyak malam itu. Dalam tidurnya, dia merasa sesuatu terus mengalir dari dalam hidungnya, Karena merasa itu hanya pilek biasa dia hanya mengelap hidungnya menggunakan baju yang dia gunakan tanpa sedikitpun membuka matanya. Namun tanpa dia sadari sesuatu itu terus mengalir dari dalam hidungnya. Karena merasa aneh dia perlahan membuka matanya lalu mengalihkan pandangannya ke arah bajunya. Disana dia menemukan di bajunya sudah melekat cukup banyak darah. Dia meraba hidungnya pelan dan merasa ada sesuatu yang melekat kering disana.
Ketika dia mengalihkan pandangannya ke arah kaca lemari di depannya. disana dia melihat di pantulan kaca itu terlihat sekarang wanita di belakangnya sedang mengelus rambut kepalaknya.
Dia bisa melihat wajah dan rupanya dengan jelas. Hal itu membuat tubuhnya terpaku mau berteriak tidak bisa. Seakan suara yang mau di keluarkan tertelan kembali. Mau gerak juga tidak bisa. Air mata terus mengalir menahan ketakutan melihat itu. Semua keluarganya tertidur lelap di ruang tamu yang dialasi karpet besar. Pamannya yang jaraknya hanya 20 Cm dari tempatnya tidur pun tidak bisa dia gapai.
Perlahan dia menutup matanya kembali lalu berdoa. Setelah selesai berdoa dia mengarahkan lagi pandangannya ke arah lemari kaca. Disana dia melihat rupa wanita itu perlahan memudar namun masih mengelus rambut di kepala nya. Wujudnya sama dengan 7 orang yang beberapa tahun lalu dia lihat. Bayangan itu buram putih seakan-akan bisa di tembus. Setelah wanita itu menghilang, tubuhnya sudah bisa di gerakan kembali.
Dia langsung berlari kearah tempat tidur orang tuanya lalu membangunkan ibunya.
"Mam, Darah.. Ini darah Keluar dari hidungku" ucapnya dengan mata sembab dan ketakutan
Namun mamanya hanya merespon dengan berkata "Makanya jangan banyak makan es krim. Sudah ayo tidur lagi disini " ujar mamanya
Dia yang merasa masih kecil hanya bisa mengangguk kepala mengiyakan.
🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya dia bercerita ke Tantenya, Kakak mamanya. Dan jawaban Tantenya membuatnya merinding.
Ternyata di samping rumah tantenya beberapa hari lalu ada seorang siswi SMA yang hamil di luar nikah. Wanita itu bunuh diri dengan gantung diri di dalam rumahnya. Dan ciri-ciri yang di sebutkan sesuai dengan wujud yang dia lihat kemaren malam. Dan disini dia mulai yakin bahwa apa yang dia lihat emang benar-benar bukan manusia.
🌷🌷🌷🌷
Beberapa tahun kemudian, Keluargannya berniat Ziarah ke Desa KG. Sebelum ziarah Ke Kampung mamanya, Mereka berniat singgah di kebun dulu memanen beberapa sayur dan rempah untuk di bawa ke Desa Kg. Disini Lagi-lagi dia merasa melihat sesuatu terbang dari atas pagar berwarna merah, membuat tubuhnya lagi lagi terpaku dan tidak bisa di gerakkan. Lagi-lagi dia hanya bisa menangis di saat cuaca lagi gerimis.
Tiba-tiba dia melihat kakaknya muncul dari kejauhan. Dia langsung berlari dan menangis. Dia menunjukkan-nunjuk ke arah sesuatu yang terbang berwarna merah itu. Kakaknya yang merasa bingung hanya diam dan mengajaknys langsung kembali ke rumah. Ketika dia menceritakan hal itu, Mama dan tetangganya yang punya Indra ke enam hanya saling lirik satu sama lain. Dan lagi-lagi dia hanya menganggap itu angin lalu.
🌷🌷🌷🌷
Beberapa tahun kemudian saat dia duduk di bangku SMP, Dia terus diganggu sosok makhluk tak kasat mata. Dia tidak bisa lagi melihatnya namun Dia bisa merasakan keberadaannya.
Suatu hari dia, kakak keduanya, keponakannya dan pacar sepupunya tidur di satu kamar yang sama. Dia merasa lagi lagi ditimpa oleh makhluk tak kasat mata. Mau teriak meminta tolong pun dia tidak bisa. Dia bisa melihat saudara, keponakan dan pacar sepupunya berlari keluar kamar. Namun tidak ada satupun orang yang membantunya, mereka seakan-akan tidak melihatnya ada disana. Lagi-lagi dia hanya bisa menangis mengalami kejadian itu.
Keesokan harinya saudara, keponakan dan pacar sepupunya bercerita "kemaren kami bangunin kau karena terus menerus ada sosok tak kasat mata yang mengganggu" ujar keponakannya kepadanya
"Aku berteriak memanggil kalian yang berlari ke lantai 2 namun kalian tidak menghiraukan panggilanku" ujarnya dengan serius
"Berulang kali kami membangunkan kau tapi kau tidur kek kerbau" ujarnya lagi dengan serius
Namun apa yang keponakannya ucapkan benar-benar tidak sesuai dengan apa yang dia alami.
"Tadi subuh ada yang mengedor-ngedor kaca jendela dengan kuat. Karena kami takut, kami lari ke atas" ujar keponakannya
Dia hanya bisa diam membisu mendengar itu. Karena dia saat kejadian itu, dia merasakan di timpa tubuh besar dan tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
Sampai sekarang dia tetap saja diganggu sosok tak kasat mata. Dan saat ini usianya sudah menginjak 20an tahun. Sampai sekarang siifat paranoid nya tetap saja tidak bisa dihilangkan. Namun satu hal yang paling membuatnya penasaran sampai sekarang ketika nenek buyut dari mamanya masih hidup. beliau berkata "Dia selalu berjaga di sekitar pohon kemiri dan suara nya terkadang sering terdengar. Hal itu membuatku takut"
dan yang kedua "Dia memberikan itu kepada ayahmu dan aku takut hal lain akan terjadi" ucapnya lagi
Tahun lalu saat nenek buyut nya berusia 90an tahun, Neneknya menghembuskan nafas terakhirnya.
END