Los Angeles
6 Oct 2015🌞
Youra duduk di atas jendela kamarnya, melihat ke atas langit "Seandainya aku bisa bekerja di Seoul, pasti sangat menyenangkan aku bisa belajar menghidupi diriku sendiri dan punya banyak teman di sana. Tapi, apa Ibu dan Ayah memberiku izin? Hufffttt sulit sekali mengatakannya, apa yang harus aku lakukan?", ucapnya.
1 menit melamun...
Kemudian turun dan menutup jendelanya.
"Toktoktok", pintu kamar Youra diketuk..
"Youra sayang, makan siang sudah siap. Keluarlah", ucap Ibu
"Iya bu", Youra membuka pintu kamar lalu pergi ke meja makan. Di sana sudah ada Ayah dan Ibu yang sedang menunggunya..
"Youra, kenapa wajahmu kusut?", tanya Ayah
"Ayah, apakah aku boleh meminta sesuatu?"
"Sesuatu apa itu Youra?, mengapa kau tidak cerita pada Ibu?", sahut Ibu
"Ini adalah pemikiran baru ku jadi, aku akan mengatakannya sekarang. Bisa aku katakan sekarang? tolong beri aku waktu untuk menjelaskan"
"Iya, katakanlah"
"Ibu dan Ayah, bisakah aku bekerja di Seoul sebagai seorang pelayan di sebuah restaurant?"
"Apa? kau ingin menjadi pelayan?", ucap Ayah
"Iya Youra, mengapa kau tidak mau kuliah dan malah mau menjadi seorang pelayan?", sahut Ibu
"Tolong wujudkan keinginanku ini, aku mohon... aku sangat ingin melakukannya, ini adalah permintaanku yang terkahir. Aku ingin hidup mandiri, aku berjanji tidak akan merepotkan kalian lagi.."
"Youra, apa yang kau katakan itu serius?", bagaimana bisa kami melepaskan anak perempuan satu-satunya bekerja dan menghidupi dirinya sendiri?", ucap Ibu
"Iya, Youra kau pikir mudah bekerja di luar negeri? Apalagi hanya menjadi pelayan, hah kau ini sebenarnya apa yang terjadi padamu nak?, mengapa kau memilih untuk seperti itu?. Ayah masih tidak menyangka dengan itu"
"Ayah, aku tahu resikonya... Tapi aku sangat ingin melakukannya tolong izinkan aku sekali ini saja, aku ingin hidup mandiri dan juga sama seperti di sini. Aku tetap sendirian, Ayah Ibuku sibuk bekerja.. aku sangat bingung apa yang harus aku lakukan, bagaimana bisa juga kalian meninggalkan aku sendirian di rumah dan sibuk bekerja?"
"Nak kau, bisa kuliah dan mengambil kegiatan di kampus.. kenapa kau tidak mau?", ucap Ayah
"Aku tidak mau Ayah, pokoknya yang aku pikir sekarang adalah aku ingin pergi dari sini dan belajar hidup mandiri"
"Youra sayang, Ibu sangat bangga padamu. Kau punya semangat yang tinggi, tapi akan lebih baik pikirkan lagi resikonya nak.."
"Sudah Ibu, mengapa sulit sekali menjelaskan ini?", Youra meneteskan air mata dan pergi meninggalkan meja makan..
"Youra, kau mau ke mana?", teriak Ayah
"Mengapa dia malah menangis bu?"
"Yaampun Ibu rasa tadi Ibu sudah menjelaskan baik-baik padanya... tapi mengapa dia malah menangis?"
"Biarkan sajalah, berikan dia waktu untuk sendiri", ucap Ayah.
Youra masuk ke kamarnya dan mulai menangis.. "Mengapa tak ada yang dapat mengertiku? apa salahnya jika aku memilih pilihanku sendiri? Aku sangat ingin merasakan apa yang orang dewasa lakukan, aku juga ingin mencari pengalaman hidupku sendiri.Hah, padahal Ayah dan Ibu orang korea, tapi kenapa mereka tidak mengizinkanku pergi ke sana... aku kecewa dengan mereka"
"Toktoktok", pintu kamar Youra di ketuk
"Youra sayang, Ibu dan Ayah berangkat kerja dulu. Kau di rumah saja jangan ke mana-mana, oke?"
"Iya", jawab Youra sambil menangis. Tanpa Youra sadari, ia tertidur lagi..
16.45🌙
"Ayah pulang"
"Ibu pulang"
"Loh,,, ini kok pintunya ngga di kunci sihh. Dimana Youra?, Youra di mana nak?", ucap Ibu
"Anak ini, sangat teledor sekali", jawab Ayah. Mendengar suara Ibu dan Ayah pulang dalam mimpi, Youra langsung kaget dan segera bangun keluar dari kamar..
"Iya Ibu dan Ayah sudah pulang"
"Youra, kenapa pintunya tidak di kunci?"
"Sudah kok sudah aku kunci tadi"
"Mana,, itu tadi Ibu masuk pintunya tidak di kunci... Lain kali kalau mau ke mana-mana atau mau tidur, pintunya di kunci dulu ya.. nanti kalo ada orang yang berniat jahat gimana?"
"Iya Ibu maafkan aku, aku tadi lupa"
"Okelah, besok jangan lupa lagi ya.."
"Iya Ibu", Youra kemudian berjalan lemas menuju kamarnya lagi..
"Youra, kau mau tidur lagi?", tanya Ayah
"Iya, aku ingin tidur lebih lama lagi"
"Kemarilah Ayah ada cerita untukmu"
"Cerita apa Ayah?"
"Kemarilah, Ayah akan beritahu", Youra berjalan menghampiri Ayah...
"Apa kau serius ingin bekerja di Seoul?"
"Iya Ayah aku serius, aku pikir Ayah bisa menanyakan pekerjaan itu pada teman-teman kantor Ayah.."
"Iyaaa klo itu memang bisa. Tapi kau harus menyiapkan mental dan fisikmu, karena kau bekerja sebagai pelayan.. Apa kau sanggup?"
"Aku sanggup Ayah, aku sudah berniat dari lupuk hatiku yang paling dalam... aku yakin aku bisa"
"Eitsss, tapi ada satu syarat"
"Iya, ada syaratnya Youra", sahut Ibu
"Apa itu? Apakah sulit?"
"Tadi Ayah, sudah bertanya pada teman Ayah. Kebetulan istrinya memiliki sebuah restauran besar, dan kebetulan juga sedang mencari pelayan tambahan. Lalu Ayah tanyakan jika memang putriku jadi pergi, tanggal berapa ia bisa berangkat?, tapi tadi teman Ayah masih belum bisa menjawab katanya ia akan bertanya pada istrinya dulu. Dan syaratnya adalah, sebelum Youra berangkat nanti, Youra wajib mendaftar kuliah."
"Ooo, hanya itu saja?. Itu terlalu mudah bagiku Ayah, hehehe, terima kasih Ayah aku mencintaimu", Youra tersenyum bahagia,
"Iya sama-sama pesan Ayah dan Ibu hanya itu.. Semoga kau betah di sana ya, apapun pilihamu jangan sampai kau meyesalinya Oke"
"Iya Yah, aku akan berusaha semaksimal mungkin". Youra tersenyum bahagia dan pergi ke kamarnya, ia membuka lemari dan memilih pakaian untuk di bawanya nanti...
"Bawa baju yang mana ya?, membawa baju-baju hangat itu penting dan jangan lupa Youra, kau harus membawa buku-bukumu. Oiya, betul sekali", kemudian menata dan memasukkan ke dalam kopernya..
"Meskipun aku bisa membelinya, tapi akan lebih baik menggunakan punyaku yang ini dulu, xixixi aku masih tidak menyangka aku sudah lebih jauh sekarang, sebentar lagi aku akan menjadi orang dewasa dan rasanya aku hampir meledak. Booomm", ucapnya sambil kegirangan..
"Makan malam sudah siap, Youra keluarlah", teriak Ibu
"Baik bu", Youra berjalan menuju meja makan..
"Youra, kata teman Ayah besok kau bisa berangkat jika memang sudah tidak sabar lagi.."
"Serius Ayah?... Oh yaampun terima kasih Tuhan, aku mau berangkat besok Ayah..."
"Nanti Ibu akan pesankan pesawatnya, tapi jangan lupa besok pagi-pagi sekali Youra harus datang ke kampus untuk mendaftar kuliah.."
"Iya bu, selesai makan aku akan tidur dan menyiapkan berkas-berkas untuk mendaftar kuliah"
"Iya jangan lupa berkas-berkasnya ya, nanti pasportnya jangan sampai hilang ya.. dan nanti Ibu akan membantumu mengemasi barang-barangmu"
"Aku mencintai Ibu, terimakasih sudah membantuku, xixixi", ucap Youra tersenyum bahagia... Setelah selesai makan, Youra langsung masuk kamar dan lanjut mengemasi barang-barang kecilnya.
"Ini semuanya peralatan mandi mu sudah ibu masukkan di tas ini, sudah kan? hanya ini yang kau bawa?"
"Ibu terima kasih ya sudah membantuku menyiapkan barang-barangku"
"Yaampun, untuk putriku tersayang itu akan mudah... Yang terpenting adalah kau bisa bahagia itu sudah cukup untuk Ibu"
"Aku sayang Ibu", memeluk Ibu
"Ibu juga, sayang Youra... jangan lupa di sana sering-sering telfon Ibu ya.."
"Itu pasti bu.."
"Sudah, sekarang tidur dan besok bangun pagi-pagi"
"Iya bu, selamat malam", Youra lalu berbaring
"Selamat malam juga, daaa", menutup pintu kamar Youra.
06.30🌞
"KriiiiingKriiiiing⏰"
"Oh, yaampun sudah pagi ya.." Youra bangun dari tempat tidurnya, mengambil handuk dan pergi mandi"
"Youra, kau sudah bangun?", tanya Ibu
"Iya Ibu, selamat pagi"
"Selamat pagi juga, kau tidak sarapan dulu?"
"Tidak bu, setelah mandi aku akan bersiap-siap dan langsung berangkat"
"Oke, Ibu tunggu di mobil. Jangan lama-lama"
"Baik", setelah mandi, Youra bersiap-siap memakai pakaian ke kampus sekaligus untuk nanti berangkat di bandara"
30 menit perjalanan menuju kampus...
Setelah tiba, Ayah dan Ibu Youra langsung turun dan segera mendaftarkan data-data Youra juga melengkapi berkas-berkasnya.
"Kau mau ambil jurusan apa nak?", tanya Ayah
"Bagaimana jika Hubungan Internasional, Ayah?"
"Hoho, itu tidak masalah. Ayah sangat bangga padamu, baiklah mari kita tuliskan"
"Youra, kamu anak yang manis dan pintar", ucap Ibu sambil mengelus kepala Youra
"Aku sayang Ibu",
Setelah selesai mendaftar, mereka segera berangkat ke Bandara Los Angeles.
"Jarak menuju bandara Los Angeles 2 jam, berarti cukuplah kalau Ibu pesan tiket pesawat sekarang. Biar nanti Youra tidak usah menunggu lama di sana"
"Oh, Ibu aku sayang Ibu.. terima kasih sudah mendukungku"
"Tidak apa-apa, jangan khawatir nak"
"Apakah Youra tidak sayang pada Ayah??"
"Astaga, aku melupakan Ayahku yang tersayang"
"Hahahaha" semuanya tertawa bahagia..
2 jam perjalanan menuju Bandara Los Angeles..
Entah mengapa, Youra merasa ini sudah takdirnya.. semua berjalan dengan lancar Youra sangat bersyukur sekali, sesampainya di bandara orang tua Youra menangis dan itu membuatnya juga menteskan air mata...
"Yaampun, putriku sayang. Telfon Ibu ya nanti jika ada yang kau butuhkan, Ibu akan selalu ada di depan ponsel menunggu kabarmu"
"Ibu... jangan menangis seperti itu, aku jadi ikut menangis. Yaampun, bagaimana ini semua orang melihat kita"
"Nanti Ayah akan mengirim uang jika kau kehabisan uang ya nak.. jangan khawatir, Ayah juga akan selalu ada untuk Youra"
"Ayah dan Ibu jaga kesehatan ya, Youra berangkat dulu daaahh"
"Hati-hati ya nak, kami akan selalu merindukanmu", teriak Ibu
Youra langsung saja pergi karena ia tak ingin semakin terhanyut dalam kesedihan, ia kemudian masuk ke dalam pesawat dan menata barang-barangnya sendiri.
"Hufffttt, capek juga ya... xixixi tapi gapapa deh yang penting aku sekarang udah ada di tahap yang berbeda. Oh Ya Tuhan terimakasih semuanya..."
"Perhatian. Pesawat akan segera berangkat, bagi para penumpang silahkan mematikan ponsel dan duduk dengan nyaman"
Youra segera mengaktifkan alarm lalu mematikan ponselnya dan berbaring, menikmati pemandangan langit...
"Biasa aj sih cuman gitu doang yah pemandangannya, hufftt bosen aku ga ada temen.. 2 jam diem terus gini, ya mau gimana lagi aku harus tetap bersyukur", Youra pun memilih untuk berbaring dan tidur..
💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤
"KriiingKriiing"⏰
"PERHATIAN. PESAWAT AKAN SEGERA TIBA DI BANDARA INCHEON KOREA SELATAN, BAGI PARA PENUMPANG DIPERSILAHKAN MENGECEK KEMBALI BARANG BAWAAN DAN TURUN MELALUI PINTU YANG SUDAH DIPERSIAPKAN"
Youra langsung kaget dan terbangun, kemudian ia segera menyiapkan barang-barangnya..
"Astaga, perutku lapar sekali... aku tadi lupa tidak memesan makanan. Aku berharap nanti saat sampai di rumah teman Ayah, aku di kasih makan. Semoga...", Youra berjalan agak lemas
"Silahkan lewat sini nona..", ucap pramugari
"Oh iya terima kasih"
Youra berjalan menuju kursi tunggu, ia duduk kemudian membuka ponselnya sudah 5 panggilan dari teman Ayahnya.
"Oh tidak, ternyata teman Ayah sudah menelponku..", kemudian menelpon balik
"Hallo,"
"Hallo, Youra kamu di mana?. Ini om dan tante sudah ada di depan bandara"
"Iya om ini Youra masih di kursi tunggu. Youra segera ke sana ya"
"Jangan Youra, kamu pasti capek kan? biar om saja yang ke sana. Kamu tetap di sana jangan kemana-mana paham?"
"Iya om"
Teman Ayah berjalan menghampiri Youra...
"Youra", teriak Om
"Oh... iya", Youra terkejut dan langsung berdiri membawa barang-barangnya. Teman Ayah yang melihatnya langsung berlari dan menghentikan Youra..
"Biar Om yang bawa Youra, Kau sudah makan?"
"Om jangan repot-repot, biar Youra saja yang membawa"
"Ayahmu menitipkanmu padaku, jadi jangan banyak bicara dan diam saja. Om akan menepati janji om pada Ayahmu, hehehe. Youra sudah makan?"
"Be.. belum om"
"Tidak usah sungkan Youra, nanti kita makan dulu di restoran bandara ya.. Soalnya jarak rumah om dan bandara lumayan jauh, 20 menit...hehehe akan lebih baik jika kau megisi perutmu dulu"
"Iya om", kemudian duduk dan mulai memesan makanan..
"Sayang, sudah sampai ya..."
"Oh, iya...kenalkan ini istri om namanya Suzy"
"O... Hai tante Suzy.."
"Hai juga Youra, kamu cantik sekali"
"Hehe, terima kasih tante..", makanan sudah datang dan mereka mulai makan...
"Youra makan yang banyak ya", ucap tante
"Iya tante"
"Hari ini tante akan carikan tempat tinggal untukmu, sesuai permintaanmu. Nanti saya usahakan tempat tinggalnya dekat dengan restoran tante."
"Terimakasih ya om, tante maaf aku merepotkan"
"Tidak masalah Youra, kami tahu kau adalah anak semata wayang. Jadi kami akan berusaha yang terbaik untuk Ayahmu", ucap tante.
Setelah selesai makan, semua masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju sebuah indekost yang sangat dekat dengan restoran tante Suzy.
20 menit perjalanan..
Berhenti di depan sebuah rumah indekost lalu mereka turun dari mobil..
"Nah, itu Youra rumah yang akan kau tinggali. Gimana? bagus nggak? atau sesuai nggak sama yang kamu pikirkan?"
"Wow, ini lebih dari yang aku pikirkan tante, aku menyukainya ini lebih dari cukup"
"Baiklah, sekarang kau bisa masuk ke dalam. Om dan tante akan membantumu menata barang-barangmu"
"Oh, tidak usah tante tidak apa-apa jangan khawatir aku bisa mengurusnya sendiri hehe."
"Apa kau tidak lelah Youra?", ucap tante
"Tidak tante aku akan mengurusnya sendiri. Aku bisa kok"
"Yasudah jika itu maumu, jangan lupa besok Youra sudah bisa datang di restaurant dan nanti tante akan ajarkan cara kerjanya...oke?"
"Oke tante, terima kasih ya, om"
"Sama-sama Youra kami pulang dulu"
"Iya.. hati-hati di jalan yah om, tante"
"Daah Youra.."
"Daaah", Youra segera menata barang-barangnya... setelah itu, ia rehat sejenak.. Panggilan suara masuk,
"Hallo Youra, bagaimana kabarmu nak?", ucap Ibu
"Sudah bu, aku sudah menyelesaikan semuanya sekarang aku sedang duduk sebentar, setelah ini aku akan mandi dan tidur lagi supaya besok tidak terlambat masuk"
"Lalu, bagaimana makan malammu?. Apa kau sudah minum banyak air putih?"
"Jangan khawatir Ibu, aku di sini memang untuk itu. Aku akan mengurusnya, aku juga tidak akan lupa minum air putih. Sudah dulu ya bu, aku mau mandi nih"
"Oke sayang, baik-baik di sana ya.. jaga sikap, selamat malam sayangku"
"Selamat malam Ibu",
"Hufftt, mulai sekarang aku sudah tidak bisa bermalas-malasan lagi. Aku harus melakukan tugasku segera, Oke Youra sekarang kau sudah dalam level yang berbeda.. mari kita lakukan saja bersama-sama", kemudian segera mandi dan setelah mandi Youra berbaring di tempat tidur...
"Oh.. ini sungguh menyenangkan sekali, aku sudah dewasa sekarang xixixi" ucapnya dengan wajah yang sangat ceria. Youra memasang alarm di ponselnya dan lanjut tidur lagi tanpa makan malam.
💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤
🌞06.30
"Baby i'm falling", nada alarmnya
"Oh yaampun ini sudah pagi ya..", langsung berdiri dan membuka jendela kamarnya seperti biasa yang ia lakukan di rumahnya..
"Emmm, aku suka hari ini... aku sangat senang dan aku akan segera bekerja. Lebih baik aku segera mandi dan bersiap-siap xixixi", ucapnya dan kembali menutup jendela.. Youra memakai celana hitam panjang dan kaos lengan panjang biasa dengan rambut ikat satu biasa, langsung saja ia pergi menuju resto tante Suzy...
"Selamat pagi tante Suzy.."
"Oh. Pagi Youra, kau sudah datang?"
"Iya"
"Oke, tolong dengarkan semuanya... Hari ini kita akan punya anggota baru, silahkan perkenalkan dirimu Youra"
"Baik. Halo semuanya, namaku Youra, usiaku 19 tahun, aku berasal dari Seoul tapi aku tinggal di Los Angeles. Aku harap kita bisa berteman baik nanti"
"Oke, sudah jelas kan semua?"
"Jelaasss", jawab pelayan lainnya
"Oh yaampun, cantik sekali dia. Gadis 19 tahun yang malang harus bekerja sebagai pelayan", ucap pelayan lainnya. Mendengar itu, Youra hanya diam saja dan hanya fokus dengan pekerjaan di depannya..
"Hai Youra, apa kita bisa berteman baik?", ucap Jae Hwa seorang pelayan juga.
"Oh, iya.. tentu saja bisa"
"Berikan aku nomor ponselmu"
"Oke -----"
"Terima kasih Youra, jika kau membutuhkanku panggil saja ya aku Jae Hwa"
"Baik.."
20.30🌛
"Youra, ini seragammu. Pakai ya besok", ucap tante Suzy
"Oh Iya tante terima kasih ya"
"Sama-sama Youra.. bagaimana bekerja di sini?"
"Aku sangat senang tante, aku betah di sini"
"Tentu saja... kau memang anak yang penuh semangat, tante kagum padamu"
"Hehe, terima kasih tante.. itu terlalu berlebihan"
"Youra segera pulang ya jangan mampir-mampir. oke!"
"Baik tante, Youra pulang dulu ya"
"Iya Youra"
Setelah Youra sudah mulai bekerja melayani pelanggan sampai retoran tutup ia masih tetap semangat, meskipun ia harus bolak-balik membawa pesanan makanan... Setelah selesai bekerja Youra segera pulang dan saat ia sudah sampai di depan pintu tiba-tiba Youra teringat ponselnya ketinggalan di restoran...
"Oh. Astaga, ponselku ketinggalan, Yaampun aku harus balik lagi dehh", segera kembali menuju restoran, namun tiba-tiba Youra melihat 2 orang pria sedang berjalan menggunakan topi dan pakaian serba hitam. Langsung saja Youra membalikkan badan, "Braaakkk", Youra tersandung dan terjatuh...
"Ohhh yaampuuunn, Huaaa" Youra malah menangis kencang dan ia masih belum bisa berdiri.., pria tadi kaget dan segera menghampirinya
"Apa kau baik-baik saja nona?"
"Hey, mengapa kau menangis?, diamlah itu akan membuat kita seperti orang jahat"
Youra tidak melihat ke atas sedikitpun ia masih menyembunyikan wajahnya, namun pria tadi mencoba mengangkatnya duduk..
"Duduklah, tak apa.. kita ini bukan orang jahat.."
"Lihat lututmu dan dahimu berdarah.."
"Da...darah?"
"Iya..kau berdarah lalu di mana rumahmu gadis kecil?"
"Itu adalah rumahku", ucapnya menunjuk indekostnya. Salah satu pria tadi hendak menggendong Youra
"Jangan! aku tidak mau di gendong, aku akan berjalan sendiri.."
"Kau ini babak belur kenapa kau tidak mau di gendong?"
"Betul, melihatmu saja aku ngeri. Bagaimana bisa kau keras kepala?"
"Tak apa, aku bisa melakukannya sendiri", namun tanpa sepengetahuan Youra salah satu pria tadi langsung saja menggendongnya dan pria satunya membawa tas Youra lalu membukakan pintu. Youra hanya bisa menyembunyikan wajahnya sampai di rumahnya..
"Duduk di sini ya, di mana obatmu?"
"Aku tidak punya obat. Aku hanya punya plester saja, itu di sana ambillah"
"Oke aku akan membersihkan lukamu dulu ya"
"Aduh, sakit sekali..."
"Kenapa kau tadi? mengapa kau membalikkan badan saat melihat kita?. Apa aku terlihat seperti seorang teroris?"
"Bukan, aku hanya kaget karena aku masih belum terbiasa"
"Oke. Aku kira aku seperti seorang teroris", ucap pria tadi mengobati luka Youra
"Sudah selesai"
"O. Terima kasih paman"
"Paman?"
"Apa kau memanggil kita paman?"
"Lalu?", jawab Youra
"Hey gadis kecil, perkenalkan namaku Jae Hyun dan ini temanku Song Dae. Kita tadi sedang keluar makan bersama, karena kita khawatir orang-orang akan melihat kita.."
"Orang-orang?", tanya Youra
"Iya..orang-orang atau fans, karena sebenarnya kita ini adalah penyanyi yang sering diundang beberapa restaurant seperti restaurant tadi juga.."
"Kalian seorang penyanyi?"
"Iya.. Aku Jae Hyun adalah penyanyi soloist dan dia Song Dae adalah rapper, kita seumuran dan kita berteman baik"
"Oiya, kenapa tadi saat kau melihat kami malah membalikkan badan? Apa kami mirip seperti seorang teroris?"
"Tidak juga. Aku hanya terkejut"
"Toktoktok", pintu Youra diketuk..
"Youra, ini aku Jae Hwa ponselmu tadi ketinggalan dan aku sekarang sedang buru-buru jadi aku tinggal di depan pintu ya..."
"Iya Jae Hwa maaf aku belum bisa membukakan pintu"
"Tak apa", teriak Jae Hwa
"Siapa itu tadi?", tanya Jae Hyun
"Itu temanku"
"Apa aku boleh minta tolong ambilkan ponselku?"
"Ya, tentu saja Jae Hyun akan mengambilnya"
"Namamu Youra?", tanya Song Dae
"Iya, kenapa?"
"Iya tidak apa-apa Youra. Di mana orang tuamu?"
"Aku di sini sendiri, Ayah dan Ibuku tinggal dan bekerja di Los Angeles"
"Kenapa kau di tinggal sendiri di sini?, tanya Jae Hyun sambil memberikan ponsel Youra
"Oh, terima kasih.."
"Sama-sama"
"Ini adalah permintaanku. Aku ingin bekerja di sini"
"Kenapa kau tidak kuliah saja?"
"Iya, aku sedang kuliah dan bekerja di sini"
"Wow, keren sekali Youra kau gadis kecil tapi memilih untuk mandiri. Aku kagum padamu"
"Mengapa wajahmu merah?"
"Ke...kenapa, ngga ko..", jawab Youra tersipu malu..
"Tak apa Youra, itu sudah biasa. Lalu kau ini orang korea atau apa?"
"Ayah dan Ibuku orang korea, namun semenjak mereka menikah. Mereka memilih untuk bekerja di luar negeri bersama"
"Berarti kau bisa bahasa inggris?"
"Iya aku bisa"
"Sangat keren. Aku tidak pernah menyangka ini", ucap Song Dae agak dingin
"Apakah boleh aku meminta nomor telfonmu Youra?", tanya Jae Hyun..
"Untuk apa?"
"Ya kenal lebih dekat aja Youra"
"Ya. -----"
"Terimakasih Youra. kami pamit pulang dulu ya, jangan lupa minum air putih yang banyak agar lukamu cepat sembuh"
"Iya terima kasih sudah membantuku"
"Tak apa, daaahh", keluar dan menutup pintu...
~
"Kau minat nomor telfon Youra?", tanya Jae Hyun
"Terserah", hawab Song Dae
"Baiklah, sudah aku kirimkan. Apa sudah masuk pesanku?"
"Sudah"
~Youra Melamun~
"Oh yaampun, apa yang baru saja terjadi padaku? Oohhh yaampun aku malu sekali tadi. Kenapa aku malah menangis, tapi ini memang sakit...Aku tak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi, hufftt nasi sudah menjadi bubur. Tak ada obat selain bodo amat", ucapnya lalu berdiri dan berjalan pelan-pelan..
"Malam ini aku tidak mandi, pasti sakit jika aku nekat mandi...", Youra berbaring di tempat tidur
📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞
"Ha? nomor siapa ini? mengapa menelfonku?. Ah terserahlah angkat saja"
"Hallo"
"Siapa?"
"Ini aku Jae Hyun"
"Oh, Jae Hyun"
"Iya.. bagaimana lukamu?"
"Oh. Bagaimana bisa kau langsung menelfonku? apa kau terbang? atau rumahmu dekat?"
"Wkwkwk. Aku pergi dan pulang naik bus, dan rumahku juga tidak begitu jauh"
"Ooo."
"Iya Youra, kau sedang apa?"
"Aku mau tidur, aku besok harus bekerja"
"Baiklah. Selamat malam Youra"
"Selamat malam juga Jae Hyun"
"Panggil aku kakak"
"O. Iya kak Jae Hyun"
"Oke Youra", menutup telfon..
Jantung Youra tiba-tiba berdetak kencang..
"Oh, bagaimana ini terjadi padaku? aku ngg bisa baper pokoknya... lagi pula aku juga tidak suka dia.. Hufft ini membuatku kesulitan, lebih baik tidur sajalah"
💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤
06.30🌞
Youra bangun dan membasuh wajahnya dengan air hangat. Yaampun kakiku sakit sekali, tapi aku harus berangkat kerja hari ini. Apa mungkin ini maksud dari pesan Ayah dan Ibu?, aku yakin pasti iya.. dan aku harus bisa melewati ini semua Ibu dan Ayah jika tau aku seperti ini pasti khawatir maka aku akan menutup lukaku dengan plester yg baru..", setelah selesai beberes Youra segera berangkat ke restoran. Tak ada satupun orang yang melihat plesternya karena semua orang sedang sibuk sendiri termasuk Jae Hwa..
📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞
"Astaga kenapa lagi ini, Jae Hyun", ucapnya
"Hallo Youra.."
"Kenapa?"
"Malam ini, aku boleh tidak main ke rumahmu?"
"Main?"
"Iya Youra, aku juga sekalian ingin menjengukmu"
"Tapi ini sudak baik-baik saja ko"
"Tidak boleh ya?"
"Oh, bagaimana ini mengapa dia seperti ini...", ucap Youra dalam hati
"Boleh"
"Nah gitu Youra, aku tidak akan macam-macam ko, aku cuma ingin menjengukmu saja"
"Iya"
"Oke sampai ketemu nanti malam"
"Iya"
20.30🌛
Youra pulang dan segera mandi, setelah mandi ia menunggu Jae Hyun datang.
"Toktoktok"
"Iya", Youra membuka pintu
"Hai, Youra", Youra tercengang karena melihat Jae Hyun membawa banyak sekali makanan dan buah
"Oke. Ini semua untukmu, kau harus makan ini semua supaya pipimu tambah tembam wkwkwk"
"Ha?"
"Kenapa Youra ini semua sengaja aku bawa untukmu"
"Terima kasih kak tapi ini terlalu berlebihan"
"No problem. Makanlah", Youra membuka spagetti dan memakannya..
"Kau lapar ya?"
"Tidak, aku hanya belum makan"
"Wkwk sama saja Youra kau ini menggemaskan", Youra tak menjawab dan lanjut makan... Youra merasa haus dan mengambil air putih di dapur.
"Oh yaampun", terkejut Jae Hyun ada di depannya saat ia membalikkan badan..
"Youra.."
"A..apa yang kau lakukan di sini?"
"Youra, aku mau bicara"
"Bicaralah kenapa? jangan terlalu dekat!"
"Apa kau mau menjadi pacarku? sejak pertama melihatmu, aku tak tau kenapa aku memikirkanmu. Aku rasa aku jatuh cinta padamu..."
"Bagaimana bisa itu terjadi? tapi aku tak tau bagaimana denganku..".
"Jawablah, yes or no. Aku butuh jawaban itu sekarang Youra"
"Sekarang? kenapa harus sekarang?"
"Itu akan sama saja hanya berbeda waktunya"
"Iya juga sih...", ucap Youra dalam hati
"Lalu?", tanya Jae Hyun
"Yes"
"Thankyou Youra, I love you so much. Mulai sekarang aku akan selalu ada untukmu"
"Iya, tapi aku mohon. Apa kau bisa pulang?, aku tidak ingin kau lebih lama di rumahku"
"Tidak masalah bagiku, aku tahu perasaanmu Youra. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu Daa Youra"
"Iya", Youra segera menutup pintunya...
Jantung Youra berdetak cepat...
"Oh. Pantaslah semua orang menciptakan lagu tentang cinta, ternyata memang seperti ini rasanya.. seperti ini ya menjadi dewasa, ini menyenangkan sekali... selama ini aku belum pernah merasakan pacaran, semua anak laki-laki hanya mendekatiku dan pergi.. aku ngg tau maksud mereka apa, hufftt itu sangat menyedihkan"