Patung itu bukanlah sembarang patung. Tapi itu adalah salah satu Elf yang dikutuk? Terlebih dia adalah seorang pangeran yang diusir dari istana? Kau bercanda?
☃️
Icellia Bluery, atau akrab disapa Cellia adalah seorang gadis petualang yang suka menjelajahi tempat-tempat yang penuh dengan salju, sama seperti namanya yang berarti es biru.
Di salah satu bukit bersalju, dia melihat patung besar dengan tinggi 1 meter .
Sebuah patung berbentuk seorang laki-laki yang tengah berlutut seperti meminta pengampunan dengan kedua tangannya yang menyatu.
Kelihatannya, patung itu terbuat dari batu khusus karena warnanya biru bening. Pikirnya.
Namun saat tangannya menyentuhnya, justru tangannya terasa dingin karena ternyata patung itu terbuat dari es.
Di otaknya, Cellia membayangkan bahwa ini bukanlah sembarang patung es, melainkan seseorang yang ingin mendapatkan ampunan dari Dewa karena dia sudah melakukan kesalahan yang besar, sehingga dirinya dikutuk.
Cellia menggelengkan kepalanya untuk menghentikan aksi khayalannya itu.
Cellia pun menyentuh tangan patung yang saling menggenggam itu & tanpa sadar dia menutup matanya, lalu berucap...
"Kepadamu, wahai Dewa. Aku mohon, bebaskanlah dia dari kutukan ini. Dia sudah memohon maaf padamu berkali-kali & tolong jangan membuatnya menderita lebih lama lagi."
Cellia pun melepas genggaman tangannya & pergi meninggalkan patung itu.
Tanpa dia sadari, patung itu berubah menjadi sosok pemuda berambut putih dengan jubah biru langit yang menutupi pakaiannya yang kombinasi warna putih & hitam.
Pemuda itu membuka matanya & melihat sekelilingnya.
"Apa yang terjadi? Siapa yang membebaskan ku?" batinnya bertanya-tanya.
Tiba-tiba, sebuah suara menghampiri gendang telinganya.
"Jaemin.."
Jaemin terdiam saat namanya dipanggil.
"K.. Kau? Siapa kau?"
Jaemin langsung mengambil pedang yang ada di pinggangnya.
"Tunggu! Kau jangan panik dulu. Aku adalah jiwa dari salah satu pengikut mu." Ucap suara itu.
"Kau tidak bohong kan?" Tanya Jaemin sambil memegang erat pedangnya.
"Aku berani bersumpah atas nama Dewa, tuan Jaemin." Ucap suara itu lagi dengan bersungguh-sungguh.
Jaemin pun kembali memasukkan pedangnya.
"Kalau kau bersumpah seperti itu, maka katakanlah padaku. Siapa orang yang telah mematahkan kutukan ku?" Tanya Jaemin dengan perasaan dinginnya.
"Baiklah, Tuan. Dia adalah seorang gadis manusia biasa. Tapi, dia cukup cantik untuk seukuran manusia. Dengan rambut pendek hitam dari akar rambut, tapi bagian tengah sampai ujungnya adalah putih tulang. Mata bulatnya yang berkaca-kaca memiliki kombinasi antara warna hazel & hitam. Pakaiannya cukup tebal berwarna hitam & biru laut." Jelasnya panjang lebar.
"Terima kasih atas deskripsi nya, sekarang dimana gadis itu?"
"Dia..."
☃️❄️
Cellia telah sampai di pos ketiga sebelum puncaknya.
Lalu matanya tak sengaja menangkap sebuah papan yang bertuliskan..
'HATI-HATI!!! AREA RAWAN LONGSOR!!'
"Longsor? Ku rasa disini memang rawan longsor. Tapi kenapa harus di jalur yang aku ambil?" Batinnya mendumel.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa." ucapnya, lalu melanjutkan kembali perjalanannya.
"HEY!! KAU MAU MENDAKI KE PUNCAK?" Tanya seorang penjaga pos yang ada di sana, membuat Cellia menoleh ke penjaga itu.
"Berhati-hatilah!! Ku harap kau tidak jadi korban yang kedua." Ucap penjaga itu hingga membuat Cellia mengangguk & melanjutkannya lagi.
Namun baru 3 kilometer dia berjalan, tiba-tiba tanah bergetar & ada suara gemuruh di sekitar Cellia.
"Apa ini?! Jangan-jangan..!!" Cellia mendongak & melihat tumpukan tanah & salju menuruni puncaknya menuju ke arahnya.
Cellia yang melihatnya hanya bisa mematung, karena....
'ICELLIAAA!!'
Teringat teriakkan ibunya yang pernah menyelamatkannya dari longsor yang ada di belakang rumah.
Hingga seorang pemuda menarik tangannya & menggendongnya bridal style untuk menjauh dari longsoran tersebut.
Cellia yang dari tadi mematung pun tersadar bahwa tubuhnya telah digendong oleh seseorang.
Cellia terkejut bahwa yang membawanya adalah seorang pemuda berambut putih dengan jubah warna biru langit.
Hingga mereka pun sampai di sebuah pondok kecil.
Pemuda itu pun menurunkan Cellia dengan hati-hati.
"Ah, terima kasih. Ngomong-ngomong, kau siapa?" Tanya Cellia.
Dia pun menjawab...
"Aku adalah orang yang kau bebaskan dari kutukan itu." Sambil membuka tudung jubahnya & memperlihatkan Wajahnya yang tampan bak seorang pangeran.
"ELF? MAKSUDNYA? Kau... Adalah..... Patung... Itu?" Tanya Cellia dengan terbata-bata karena terkejut.
"Iya, Nona. Tapi kalau kau tidak percaya denganku juga tidak apa-apa." Ucap pemuda yang ternyata adalah Jaemin sambil tersenyum teduh memandangi Cellia.
"Ah, aku... Ehm... Siapa namamu?"
"Namaku Jaemin, Na Jaemin. Kau Nona?"
"Icellia Bluery."
"Nama yang unik, Nona Bluery. Bagaimana kalau kita masuk ke pondok? Sepertinya akan ada badai di sekitar sini."
Cellia pun mengiyakan permintaan Jaemin & masuk bersamanya ke dalam pondok.
☃️❄️
Mereka berdua pun bercerita banyak hal di dalam.
Tentang alasan Jaemin yang merupakan seorang pangeran ternyata dikutuk oleh seseorang & membuatnya diusir dari istana sekaligus dunia Elf. Gara-gara hal itu, Jaemin tidak bisa lagi kembali ke dunia Elf. & sekarang dia adalah seorang manusia biasa, tanpa sihir maupun lainnya.
Lalu tentang kehidupan Cellia selama ini. Cellia ternyata telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya & hidup sebatang kara. Semua uang yang dikumpulkannya adalah hasil dari pekerjaannya yang seorang youtuber sekaligus traveler gunung bersalju.
"Jadi kau sendirian selama ini?"
"Iya! Tapi aku sudah biasa kok.." Sangkal Cellia.
Jaemin terdiam dengan tatapan teduhnya mengarah ke Cellia.
Lalu...
"Nona Bluery." Panggil Jaemin.
"Ada apa, Na?"
"Apakah kau besok akan melanjutkan pendakiannya?"
Cellia terdiam mendengar pertanyaan itu, lalu menganggukkan kepalanya.
"Izinkan aku untuk ikut denganmu, agar ada yang bisa menjagamu."
☃️❄️
Sesampainya mereka berdua di puncak....
"WAH!! AKU NGGAK NYANGKA BAKALAN SEINDAH INI PEMANDANGANNYA!! Ini sih melebihi ekspektasi ku selama ini!!" Seru Cellia
Jaemin yang mendengarnya pun terkekeh kecil. Namun kekehannya terhenti saat..
"Ffyuuh.... Tapi disini dingin sekali.... " Ucap Cellia sambil menggosokkan kedua tangannya agar terasa hangat.
Ssrrtt....
Jaemin memeluk Cellia dari belakang yang membuat gadis itu terkejut & diam mematung.
"Gimana? Masih dingin?" Tanya Jaemin sambil menunduk, memandang Cellia yang berada di bawah dagunya.
"Nggak, ini sudah hangat. Terima kasih, Jaemin."
"Justru aku yang berterima kasih pada mu, Nona Bluery."
Cellia terdiam & mendongak, memandang wajah Jaemin dengan tatapan bingung.
Jaemin yang melihat raut wajah itu pun tersenyum.
"Aku berterima kasih karena kau melepaskan kutukan ku dengan memohon pada Dewa, ya walaupun kau berpikir bahwa itu hanyalah bagian dari khayalan mu, seenggaknya itu semua nyata, Nona Bluery. Lalu..."
"Lalu apa Na Jaemin?" tanya Cellia.
"Aku ingin kita bersama selamanya, sampai maut memisahkan kita berdua." ucap Jaemin sambil memberikan cincin yang terbuat dari akar pohon kepada Cellia.
"Apa kau mau, Icellia Bluery?"
Cellia terdiam beberapa saat sambil memandangi cincin itu, lalu dia mendongak &.....
"Aku mau, Na Jaemin."