Di sini, di ceritakan gadis biasa bernama Erin , dia memiliki beberapa teman semasa kecilnya dan tumbuh bersama-sama.
saat itu seperti biasanya mereka berkumpul dan bermain bersama,
" hai, main apa lagi ni kita?pindah tempat ya," Tanya Jhian ke teman-temannya,
"kemana sekarang enaknya?, apa ya?" jawab Meita terdengar bertanya balik dan sedang berfikir,
"kalau menurutmu apa Rin?" tanya Meita ke Erin,
"Em.., gimana kalau main rumahhan, udah lama GK main itu,ayo main itu gimana?" jawab Erin dengan wajah yang penuh harapan dan mata yang berbinar-binar pada 2 sahabatnya itu dan bertanya,
"gak mau, GK ada yang lain ya?" jawab Meita ,
"em.. terus apa?" kata Erin,
"gak tau.." jawab Meita,
"ehh,aku pulang dulu ya.. mainnya di lanjut besok, barusan aku di panggil Mamaku suruh pulang tuh" sahut Jhian,
"iya" jawab Meita,
"iya gak apa-apa," jawab Erin,
"ok...dah" kata Jhian,lalu pergi
setelah Jhian pergi,
"masih main GK ini? Jhian pulang," kata Erin,
"Jhian kogg gitu ya..langsung pulang" kata Meita terdengar kesal dan GK jawab tanya Erin,
"tadi aku dengar Mamanya manggil dia suruh pulang" jawab Erin,
"ya, aku juga dengar, yg tadi kau bilang itu main rumahhan GK usah ya dan ya besok kita GK usah main sama Jhian lagi" kata Meita,
"kenapa?" tanya Erin ke Meita,
"bukan apa-apa ,dia anaknya GK bisa di ajak main bareng" jawab Meita,
"Oh.. tapi menurutku GK deh, kita kan teman jangan gitu,selama ini kan main bersama" kata Erin ke Meita,
"udah lah, ehh.. kemaren sore aku ada liat kau punya barang baru ya boleh tunjukkan ke aku gak?kerumahmu yuk liat itu!" jawab Meita,
"iya, ayo.." jawab Erin sambil tersenyum dan menuju Rumah ,
sesampainya Erin menunjukkan barang itu ke Meita dan Maita berkata,
"Waah... bagus banget ini, aku boleh minta ini gak..ya, ya.. Rin?" (penuh kekaguman),
"Em..... emm, ya GK apa-apa" jawab Erin ke Meita sambil berfikir dan agak enggan tapi tetap mengiyakan Meita karna melihat Meita yang terlihat senang saat itu,
"makasih ya Rin, kau baik sekali" kata Meita sambil tersenyum,
"iya, sama-sama" jawab Erin dan tersenyum balik pada Meita,
karena hari semakin sore setelah berbincang-bincang mereka , lalu...
"Rin aku pulang ya, sepertinya sudah sore besok pulang sekolah main lagi ya? dah..Erin" kata Meita ke Erin,
"Ok,dah.." jawab Erin , lalu Meita pulang kerumahnya sendiri.
besoknya setelah pulang sekolah Erin mencari Meita dan Jhian tapi gak menemukan mereka dia mencoba mencari kerumah 2 temannya itu tapi GK ketemu mereka . sambil bertanya tentang mereka saat bertemu orang-orang ,karna hari mulai sore dan Erin kelelahan mencari mereka gak ketemu-ketemu akhirnya dia pulang tapi saat di perjalanan dia ingin balik lagi kerumah Jhian mencari Jhian siapa tau dia sudah dirumah. Sesampainya di rumah Jhian, Erin bertanya kepada orang rumahnya Jhian dan orang-orang yg didepan rumah Jhian, tapi tetap gak menemukan Jhian , katanya mereka GK tau masih dan jawabannya seperti sebelumnya,lalu Erin melangkahkan kakinya untuk pulang tapi..., tiba-tiba dia mendengar suara seseorang yang sedang ngobrol , suara itu mirip suaranya Meita, karena penasaran dia menghentikan langkah kakinya untuk pulang dan tanpa ragu dia masuk kerumah Jhian, sambil mencari sumber suara itu berasal. lalu dia kaget dan sedikit kecewa dengan apa yang dia lihat didalam rumah nya Jhian, dia menemukan 2 sahabatnya bermain dan asyik mengobrol, tapi 2 sahabatnya belum mengetahui keberadaan Erin disitu saat itu, karna mendengar obrolan mereka berdua dan senang-senang, Erin sakit hati dan gak tau harus bersikap apa mendengar obrolan Meita dan Jhian.,tak lama kemudian Erin mendekati 2 temannya yang bermain dan..,
"hai, kalian disini? (tersenyum) dari tadi aku nyariin kalian tapi GK ketemu-ketemu.. ternyata kalian disini,Waah... lagi main ya?(wajah berbinar-binar) Aku boleh ikut gak? (mata penuh tanya dan harapan)" , sapa Erin dan tanya Erin ke 2 sahabatnya itu bersikap seakan-akan tak tau dan baru datang ,
Dan Ke 2 sahabatnya kaget melihat Erin berdiri di situ sambil bertanya dan tampak Ceria,lalu..
"Ahh... hahaha, iya" jawab Jhian terdengar gugup,
"Erin kau disini, kebetulan sekali,kau baru datang?" tanya Meita pada Erin,
"iya" jawab Erin,
"kau tau Rin, tadi aku nyariin kamu sama Jhian tapi GK ketemu kamu" kata Meita,
"oh ..ya, aku GK tau tadi aku juga nyariin kalian, kupikir kemana (muka datar) jadi kita muter-muter ya ,hhh..." jawab Erin, padahal Erin tau yg sebenarnya dalam hati Erin berkata " kenapa? , kalian...??" lalu,
" ya, Wahh...sudah main sore aja , aku mau pulang nih.. aku pulang An ,Rin..?(,Wajah heran)" kata Meita,
"Pulang?" tanya Erin,
"pulang ya? i..iya ya sudah sore aja " kata Jhian sambil tersenyum,
"iya.. dah,besok ya?!" kata Meita,lalu di meninggalkan rumah Jhian pergi pulang kerumahnya,lalu Jhian..
"kalau gitu aku mau Mandi!(muka datar)" kata Jhian,
"Em... yah,aku pulang ya An(muka datar)" kata Erin,
"iya (senyum)" jawab Jhian,
"dah..(senyum" kata Erin lalu pergi dan pulang kerumah.
hari-hari berlalu mereka ber 3 bermain bersama seperti biasa dan Erin selalu mengalami situasi yg sama, tapi sebelum itu setelah kejadian di hari itu, esoknya di sekolah..,
"Rin ,loo udah ngerjain PR belum?" tanya Meita ke Erin,
"sudah (tersenyum)" jawab Erin,
"boleh lihat bukumu? bukumu mana??" tanya Meita,
menyodorkan buku dan membuka (Erin) ,
"Aku pinjam ya (di bawa buku itu dan lari kecil-kecil menuju arah bangkunya) soalnya belum ngerjain" kata Meita, lalu Meita memanggil Jhian,
"An.. sini ayo ngerjain PR, aku dapet isi jawaban" kata Meita memanggil Jhian,
"iya, aku kesitu" sahut Jhian,
Dan Erin, mendengar hal itu dia sedikit sakit hati mengingat kejadian kemarin tapi mereka bersikap tak terjadi apa-apa dan malah...,tapi di samping itu Erin berfikir positif "mungkin mereka GK bermaksud kemaren.. gak apa-apa Rin, semangat (kata hati Erin)" ,
lalu setelah itu seperti biasanya mereka bermain bersama, di sekolah , & setelah pulang sekolah , meski Erin tau ada yang salah Erin tetap berfikir positif , hari-hari Erin lewati bersama mereka dan selalu memaafkan 2 temannya itu, tapi itu tak mengubah apapun , Meita selalu bersikap menjadi-jadi , terlihat datang saat dia butuh sesuatu dan saat Erin memiliki hal baru , setelah itu Meita pergi bersama Jhian tanpa mengajaknya ikut bersama setelah dia mendapatkan keinginannya.
Tak hanya bermain dan belajar, Meita juga sering menyuruhnya membelikan jajan(uang Meita) / mengambil barang, tapi Erin tetap bersahabat dan berfikir positif ,dan pada akhirnya dia tersakiti tapi tak membalas,malah memikirkan keadaan mereka.
Beberapa tahun kemudian, Meita,Erin dan Jhian tetap bersama tapi tak lama setelah kelulusan sekolah Menengah Erin memutuskan untuk kerja, karna Erin sadar akan kondisi dia beda dari ke 2 temannya. sedangkan Teman-temannya melanjutkan pendidikan.
Persahabatan mereka mulai renggang meski dulu sudah renggang tapi dulu masih sama-sama meski jarang diajak komunikasi dan keluar bersama . sekarang jauh lebih dari kata renggang.
Suatu ketika saat Erin pulang kerumahnya dari tempat kerja , dia bertemu Meita juga Jhian dan 2 temannya itu menyapanya,
"Hai,Rin... kau pulang?sudah lama ya GK ketemu, Rindukan (ketawa)?" sapa Meita pada Erin,
"hai,juga.. rindu lah kalian temenku(tersenyum)" jawab Erin ke Meita,
"Rindu apa rindu?(tersenyum)" kata Jhian,
"Ya Rindu(tersenyum)" jawab Erin,
"beneran? GK keliatan tuh" kata Meita,
"iya beneran,masa' bohong" kata Erin,
"hhhhh... iya2"kata Meita, sambil tertawa,
"hhh...." ketawa Jhian,
"hhh.." ketawa Erin,
dan mereka ber 3 berbincang-bincang.
Erin benar-benar Bahagia saat itu,dan setelah mereka ngobrol lama, Erin pulang kerumahnya dan tak lama 2 hari di kampungnya dia balik lagi ke tempat ia bekerja. Sesampainya Erin berfikir kejadian waktu di kampung bersama teman-temannya, dia bahagia dan gak nyangka kalau teman-temannya masih ingat dengan dia. Karna jarak yang jauh Erin komunikasi dengan 2 temannya lewat chat di hp,tapi bukan berarti seringan chat .
Saat itu Erin mendapat pesan dari Meita, dan Erin kaget sekaligus senang karena ini pertama kalinya Meita mengirim pesan (chat) ke Erin duluan, biasanya kan selalu Erin yang chat duluan entah itu Meita / Jhian.
isi chat,
" Rin" (Meita)
"iya, ada apa ta?" (Erin)
"gak apa-apa, gimana loo?" (Meita)
"Alhamdulillah ,baik.. kamu gimana kabarnya?" (Erin)
"aku baik, kamu masih kerja?" (Meita)
"lagi santai nih" (Erin)
"Wahh.. enak donk" (Meita)
"Ya, enak lah.. haha" ( Erin)
"ya2 ,kau punya kaos putih gk Rin" (Meita)
"punya" ( Erin)
"oh.. lengan panjang GK? kau kapan pulang lagi?" (Meita)
"ya lengan panjang, kenapa Ta? aku pulang tahun baru" (Erin)
"bentar lagi Agustus-san, aku pinjam kaos putih boleh GK? mau kupakai hari itu" (Meita)
"boleh, nanti tanya langsung ke ibu ku bilang aja pinjam gitu" (Erin)
"Makasih ya Rin" (Meita)
"iya sama-sama" (Erin)
"Eeh... udah ya Rin, sudah malam lanjut besok ya.. met MLM" (Meita)
"Iya Malam.. jangan lupa balikin tu kaos kalau udah selesai" (Erin)
"Ok, Siap bos" (Meita)
"Ya" (Erin)
setelah selesai chatting sama Meita, Erin seneng banget lalu dia tidur.
Beberapa bulan kemudian ada chat, karena penasaran dia lihat,ternyata Jhian dan buru-buru dia bales chat nya,
isi chat,
"Erin...apa kabar" (Jhian
"baik, gimana kabarmu?" (Erin)
"baik, loo gk ngapa2in kan sekarang?" (Jhian)
" GK lagi pa-apa," (Erin)
"loo dulu punya kamus masih ada gk" (Jhian)
"ada" (Erin)
"Aku pinjam ya, boleh?" (Jhian)
"boleh, dirumahku ada" (Erin)
"ok, makasih"(Jhian)
"ya, sama2"(Erin
"lanjut besok ya" (Jhian)
"ya" (Erin)
dan itu akhir chat Jhian dan Erin, tiba-tiba ada chat dari Meita dia bilang "Makasih Rin kaosmu aku dah balikin" dan di jawab Erin "iya" .
Tahun baru tiba dan Jhian balikin kamus yg ia pinjam dari Erin karena Erin sudah pulang kerja, tapi dia melihat Meita dan hanya menyapanya,
"hai, pulang ya?" (Meita)
"iya tadi siang nyampe" (Erin)
"em... aku duluan ya sama Jhian,dah" (Meita)
"ya" (Erin).
5 hari berlalu dan lama Erin di rumah, saatnya Erin balik ke tempat kerja,tapi Erin hanya melihat sekilas-kilas Meita dan Jhian. 6 bulan lebih setelah Erin pulang dan balik kerja dia tak mendapatkan Chat dari 2 temannya, terkadang Erin chat duluan mereka tapi cuma di read, tapi sekarang ada Chat masuk dari Meita,
"Rin, loo punya uang GK?" (Meita)
"punya" (Erin)
"kirimin aku uang Rin,Transfer ya, aku pinjam uangmu 1....," (Meita)
"tranfer? aku GK punya ATM ta," (Erin)
"oh..ok kalau gitu,GK jadi pinjam..besok chat an lagi ya" (Meita)
"Ok" (Erin)
dan setelah chat itu dari Meita besoknya Erin menunggu chat masuk dari Meita, besoknya dan besoknya lagi sampai 3 bulan berlalu sampai hari di mana Erin pulang lagi, dan mendapati Meita dan Jhian, mereka menyapa Erin,
"hai,baru pulang ya?" (Jhian)
"iya, pa kabar kalian" (Erin)
"baik" (Jhian)
"baik banget,aku duluan ya" (Meita)
setelah hari itu Erin jarang bertemu 2 temannya, tapi 2 hari kemudian Erin bertemu Meita sendirian, Meita hanya melihat Erin tapi tak menyapa,saat Erin menyapa Meita ,Meita memalingkan wajahnya tanpa menjawab sapaa Erin seakan-akan Meita tak tau dan tak dengar, itu tak hanya 1x /10 x terjadi hal demikian saat Meita sendirian, dan Meita hanya menyapa saat didekatnya ada beberapa orang begitu juga dengan Jhian. Karna melihat demikian Erin sakit hati tapi tetap berfikir positif sama Meita dan Jhian.
kemudian, 5 tahun lamanya Erin bekerja , Erin mendapat kabar bahwa Meita dan Jhian kerja setelah lulus. Tapi ada yang beda, Erin dan 2 temannya sudah jarang komunikasi entah chatting /komunikasi secara langsung, rasanya jauh dari mereka ber 2, tapi Erin tetap memikirkan ke 2 temannya tentang keadaan mereka, meski Erin tau semua yg terjadi bahwa dia hanya di manfaatkan dan bahwa ke 2 temannya menghubungi dia kalau ada butuhnya aja Erin selalu memaafkan 2 temannya itu dan membantu mereka, karna 2 temannya kerja sekarang , mendengar hal itu Erin senang banget dan berharap hubungan dia dan 2 temannya tidak renggang lagi. tapi Erin salah mengira, malah hubungan mereka ber 3 semakin terlihat renggang dan jauh juga mereka lebih cuek, tapi satu hal yg gak berubah, 2 temannya itu sesekali menghubungi Erin dan ternyata seperti biasa masing-masing dari 2 temannya menghubungi Erin karna butuh. karna semakin jelas tindakan mereka , Erin semakin mengerti dan sakit hati dia menangis sejadi-jadinya.
Pernah suatu ketika Erin mengalami keadaan di mana dia benar putus asa seperti Hidup enggan mati tak mau, tapi Erin berjuang untuk dirinya dan berdiri lagi saat itu, dia hanya membutuhkan temannya lalu ia menghubungi mereka berdua tapi tak ada satupun balasan chat dari 2 sahabatnya itu, Erin semakin frustasi tapi Erin sadar bahwa dia harus hidup apapun itu yang terjadi, dan Erin tetap memaafkan mereka di lubuk hatinya tak pernah ada dendam dan dia kan terus berjuang. Setelah itu, seperti biasanya Erin kerja dan pulang kerumahnya. melihat 2 temannya, Erin menyapa seperti biasanya dan terkadang mereka cuekin Erin, Erin tau hal itu, Erin tetap tersenyum pada 2 sahabatnya.
"Terimakasih untuk kalian ber 2, sesungguhnya aku tak tau kenapa kalian demikian padaku dari dulu, tapi sudah cukup aku memikirkan keadaan kalian bertahun tahun tapi kalian tak pernah memikirkan ku dan lebih parahnya karena memikirkan kalian berdua aku sampai tak memikirkan keadaan ku, mempertaruhkan kebahagiaan ku dan melepaskan orang yang ku sayang. Karena itulah aku mulai sekarang akan berhenti memikirkan kalian dan mencari kebahagiaan ku. Selama ini aku menganggap kalian lebih dari teman melainkan saudaraku sendiri. Memikirkan semua hal yang sudah terjadi dan yang kalian berdua lakukan padaku, Hatiku sakit.. benar-benar sakit, ingin rasaku menjerit dan menangis sekeras-kerasnya, tapi semua sudah terjadi, aku ingin melupakan semua itu meski sampai saat ini kalian masih demikian padaku" kata hati Erin , dan Erin menjalani hidupnya mencari sumber kebahagiaan dia, meski terlambat rasa sayang dia pada orang di masa lalu membuat tujuan baru dalam hati nya, meskipun hanya sekali selama beberapa tahun dia bertemu orang di masa lalu, Erin ingin mengatakan perasaannya yang sepihak itu selama ber tahun-tahun , tapi tak ada niat Erin bahwa orang itu harus membalas perasaannya, karena Erin ingin orang itu tau. Dan untuk 2 sahabatnya itu Erin masih ingin menjalin hubungan baik dengan Jhian dan Meita tak perduli perilaku mereka. Tapi lama-lama Erin tau ternyata mustahil bagi dia dan sahabatnya karna 2 temannya tak pernah menganggap Erin ada. Meski sakit hati tapi tetap Erin memaafkan mereka selalu positif dan memberi mereka kesempatan berkali-kali,meski sering hati Erin bertanya, "kenapa-kenapa..? kenapa..dan kenapa? kalian...huhuhu...,( Erin menangis) "
TAMAT.