Part 2
"Sayang, apa kamu sudah pulang..??"
"Belum Oppa, aku sedang di taman xxxx bersama Taehyung Oppa.."
"Taehyung..?? Siapa dia..??"
"Dia teman bisnis ayahku.."
"Apa kalian hanya berdua..??"
"Nee.."
"Kenapa orang tuamu tidak ikut..?? Bukankah kamu tadi pergi bersama orang tuamu..??"
"Emm..tadi Taehyung Oppa mengajakku jalan jalan sebentar.."
"Tunggulah disitu, aku akan menjemputmu.."
"A-anniyo Oppa, nanti aku di antar Taehyung Oppa.."
"Andwae..!! Pokoknya tunggu di situ dan jangan kemana mana, aku yang akan mengantarmu pulang.."
"Tapi Oppa...."
Dengan tiba tiba Namjoon langsung mematikan telponnya..
Dan aku langsung menatap Taehyung yang sedari tadi memperhatikanku..
"Oppa mianhae-yo, aku tidak bisa pulang denganmu.."
"Memangnya siapa tadi yang menelpon..??"
"Kekasihku.."
"Kekasih..?? Kamu memiliki kekasih..??"
"Nee, wae-yo..??"
"Anni..tapi kamu tadi berangkat bersamaku, dan apakah baik bila kamu meninggalkanku begini..??"
"Tapi kekasihku bersikeras menjemputku dan dia sudah menuju kesini.."
"Haruskah kamu pulang bersamanya..??"
"Em.." ucapku sambil mengangguk pelan
Sekitar 10 menit, ada sebuah mobil yang sangat aku kenali masuk ke dalam parkiran taman..
"Taehyung Oppa, kekasihku sudah datang.."
"Dimana dia..??"
"Mungkin sebentar lagi dia akan kesini, aku melihat mobilnya parkir disitu.." ucapku sambil menunjuk ke arah mobil Namjoon
"Baiklah, kita tunggu dia.."
"Neee.." ucapku sambil menunduk sedikit karena perasaan tidak enakku kepada Taehyung
Namjoon yang sudah menemukan keberadaanku langsung saja menghampiri kami, sambil menatap sinis terhadap Taehyung..
"Sayang, kamu ngapain sih berduaan sama cowok lain..?? Ayo kita pulang sekarang..!!"
"Taehyung Oppa, aku minta maaf sekali lagi.. aku pulang duluan ya.."
"Eohh.." jawab Taehyung sangat singkat dengan menyilangkan tangannya di dada..
Aku benar benar merasa tidak enak padanya, sedangkan Namjoon menggenggam tanganku dan langsung membawaku ke mobilnya kemudian melajukan mobilnya ke arah rumahku..
"Oppa, apa kamu marah padaku..??"
"Menurutmu..??"
"Mianhae-yo Oppa.."
"Kamu tadi benar benar pergi bersama orang tuamu atau tidak hah.. atau itu hanya alasanmu saja.."
"Apa kamu meragukanku Oppa..??"
"Anni, aku hanya bertanya.."
"Aku benar benar makan malam bersama orang tuaku dan juga bersama Taehyung.."
"Kenapa kalian bisa makan malam bersama..??"
"Taehyung itu rekan bisnis ayahku, aku juga tidak mengerti kenapa aku malam ini diajak makan malam bersama juga.."
"Kenapa kamu bisa di taman bersamamya..??"
"Setelah makan malam, dia meminta izin pada ayahku untuk membawaku jalan jalan sebentar, dan yang aku lebih tidak mengerti adalah kenapa dia bilang ingin lebih mengenalku, padahal aku tidak ada hubungannya dengan bisnis ayahku.."
"Apa mungkin dia menyukaimu..??"
"Mana mungkin sih dia menyukaiku, dia itu seorang direktur perusahaan besar, sudah pasti seleranya bukan anak SMA sepertiku.."
"Kalau memang benar dia menyukaimu bagaimana..??"
"Ya biarkan saja.."
"Apakah kamu akan berpaling dariku, karena kan dia seorang direktur sedangkan aku masih anak kuliahan yang belum bisa membahagiakanmu dengan kemewahan seperti dia.."
"Kamu ngomong apa sih Oppa..jangan ngaco deh ngomongnya..
Oppa dengar ya, aku sangat mencintaimu, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu..Oppa percaya padaku kan..??"
Namjoon hanya terdiam mendengar perkataanku..
"Apa Oppa tidak percaya padaku..??"
"Aku percaya padamu sayang, jangan pernah khianati cinta kita ya.. aku berjanji akan membahagiakanmu.." ucap Namjoon dengan penuh pancaran cinta dari tatapan matanya dan tidak lupa ia mengeluarkan senyuman andalannya dihiasi lesung pipi yang menambah ketampanannya..
Tidak lama kami pun sampai di dirumahku, Namjoon pun ikut turun untuk sekedar berpamitan kepada orang tuaku..
Aku langsung masuk dan menemukan orang tuaku di ruang tamu.. Betapa terkejutnya mereka karena bukan Taehyung yang mereka lihat melainkan lelaki lain..
"Siapa dia Y/n..??" tanya ayahku langsung
"Annyeong-haseyo, Jeo-neun Kim Namjoon ibmida.." ucap Namjoon langsung memperkenalkan dirinya
"Dia kekasihku Appa.." ucapku dengan penuh senyum
"Apa..?? Lalu bagaimana dengan Taehyung..??"
"Dia aku tinggalkan di taman, dan aku pulang bersama kekasihku.."
"Apa apaan kamu Y/n, apakah kamu tidak punya sopan santun hah, apakah kami sudah salah mendidikmu jadi orang seperti ini..??" Ucap Ayahku sangat marah yang langsung berdiri dari duduknya..
"Suruh pulang kekasihmu itu, lebih baik kalian tidak usah bertemu lagi mulai sekarang.." lanjut Ayahku
"Jweseonghabmida Appa, tapi aku sangat mencintai Namjoon Oppa.." ucapku sambil menggandeng erat lengan Namjoon dan air mataku yang tidak bisa ku tahan..
Ayahku yang sangat marah langsung meninggalkan kami pergi dan ibuku mengikuti ayahku untuk menenangkannya..
Sedangkan kami hanya bisa berpelukan..
"Sayang, sudah jangan menangis.. aku tidak bisa melihatmu seperti ini.."
Aku pun mengangguk sambil mengusap air mataku..
"Ya sudah, kamu istirahat sayang.. aku akan pulang, aku tidak mau menambah kemarahan Appamu.."
"Nee Oppa, hati hati ya.."
"Iya sayang.." ucap Namjoon lalu mengecup keningku dan menghapus sisa sisa air mataku.. Ia pun langsung pulang dan aku masuk ke kamarku..
Dan tidak lama, Ibuku masuk juga ke dalam kamarku, ia melihatku duduk di tempat tidur sambil sesenggukan..
"Eommaa, kenapa Appa bersikap seperti itu..??"
"Maafkan Appa ya sayang, tapi kamu juga salah, kamu harusnya pulang dengan Taehyung bukan dengan Namjoon, dengan begitu kamu lebih menghargai Taehyung dan kami yang sudah mempercayakanmu pada Taehyung.. kalau begini kan Appa juga merasa di permalukan di hadapan Partner kerjanya, apalagi Taehyung itu direktur perusahaan besar.."
"Nee Eomma, aku salah.. maafkan aku Eomma.."
"Iya sayang, ya sudah kamu bersih bersih dulu, terus langsung tidur.. Oh ya besok pagi kamu minta maaf juga pada Appamu.."
"Nee Eomma.."
"Eomma tinggal dulu.."
Aku hanya mengangguk sambil melihat ibuku keluar dari kamarku..
To be continued...