"Lama tidak bertemu kawan lama," Suara pongah itu muncul dari kegelapan.
"Hudson!" Desis Elves.
"Wah saya sangat tersanjung, pangeran masih mengingat saya" senyuman yang tak sampai mata, ia perlihatkan pada Elves.
Ruve mendengarkan percakapan itu. Terkejut. Pangeran? Elves? Ruve sibuk dengan pikirannya.
"Putri, kau sangat cantik sekali" Hudson mencengkram rahang kecil Lavender.
Ruve kembali ke kenyataan, ia tak suka ada lelaki yang berbuat kasar pada perempuan, ia ingin sekali maju namun Elves tak mengijinkannya untuk menyerang Hudson, adiknya sedang dalam bahaya.
Ruve hanya bisa menahan kesalnya.
"Ka-kak ... " adiknya itu sangat ketakutan, tubuhnya yang kecil juga rapuh itu bergetar, terlihat jelas wajah cantiknya memucat dan bermandikan air mata.
Elves menggeram. "Lepaskan adikku! Bajing an!" ia melihat adiknya dengan tatapan kemarahan, Lavender menangis.
"Tak semudah itu, aku ingin barter! Kau berikan aku kunci yang kau miliki dan akan aku serahkan putri tak berguna ini" Hudson kembali mencengkram erat dagu Lavender lalu melepasnya kasar.
Elves mengernyit, ia melihat Lavender yang meringkuk ketakutan, ia tak bisa membiarkan ini terlalu lama, ia sudah mengambil keputusan.
Ia menarik kalung yang tersembunyi di balik pakaiannya.
Rumput yang mengikat dirinya, menjalar merebut apa yang diminta oleh Hudson dan memberikan pada sang majikan. Tawa Hudson meledak. Ia merasa kemenangan didepannya.
Dengan bungkusan ditangannya yang berupa cincin itu jalannya untuk menguasai dunia akan segera terwujud.
Hudson menggunakan cincin itu. ia melihat dengan senyum liciknya, kemudian tawa memenuhi kesunyian.
"Lepaskan Lavender!" Bentak Elves.
"Sabar teman" ia masih terkekeh. Ia melepaskan Lavender. Wanita muda itu berlari tertatih kearah Elves yang sudah tak terikat. Ia menyosong sang adik.
"KAKAAAK ... " Jeritan Lavender.
Dengan cepat rumput menyambar tubuh Lavender lagi dan wanita itu ditarik dan dibawa dalam cengkraman Hudson yang sudah berada dipinggir portal yang ia buat.
"LAVENDER!" teriakkan Elves berlari kearah portal.
Ruve menjulurkan tangannya rantai hitam itu melesat kearah Lavender berada namun kekuatannya melemah. Rantai hitamnya tak bisa mencapai Lavender.
"Sampai jumpa Pengeran AHAHAHAHAA ... " Ucap Hudson sebelum ikut menghilang bersamaan dengan portal yang juga menghilang.
Tubuh Elves merulur ditanah, ia merasa kecolongan. Ia gagal, tak bisa merasakan energi portal yang dibuat oleh Hudson. Harusnya ia bisa merasakan energi Portal itu.
"Ba jingan! Be rengsek! Sialaan kau Hundson! Siaall! Siall!" Elves menghantamkan kepalan tangannya ketanah.
"Lav, maafkan kakak" lirihnya,
***
"Gen!" Seru Ruve.
"Wanita ini! Kau kemana saja! Kau tak tahu Gma hampir saja mengusirku! Auch!" Kepala Gen di pukul centong sayur oleh Gma Mima.
"Astagaa sayang ... " Gma memeluk Ruve, Ia melirik tajam Gen, "Kau! Diamlah, sana siapkan meja makan, sebentar lagi makan malam" Gen melotot tak terima, ia masih mengusap kepalanya yang nyeri akibat centong kayu itu.
"Yang cucu kandung itu siapa sebenarnya" gerutu Gen.
"Tunggu!" Gen yang menghentikan langkahnya melihat sosok tinggi di belakang Ruve.
"Lalu siapa lelaki dibelakangmu itu Ruve?" Alis Gen menukik tajam melihat kearah Elves.
"Ah ... dia, kenalkan namanya Elves, pengikutku, teman menjelajah, jadi kau tak perlu lagi merasa ku susahkan" Ruve menepuk bahu Gen. Netra lelaki itu melebar tanda tak menyetujui keputusan Ruve.
"Nah aku disini, mau berpamitan denganmu, Gma, sepertinya aku akan memerlukan waktu lama untuk kembali kemari" Ruve memeluk tubuh renta itu. Ia sangat menyayangi keluarga ini.
"Hei! Hei! tak bisa begitu! tak bisa begitu! Aku akan ikut dengan kalian!" Gen melepas paksa pelukan Gma dan Ruve.
"Kau ini!" Gma memukul cucunya yang bertindak kasar.
"Maaf Gma, aku tak setuju dengan keputusan wanita tak tahu terima kasih ini dengan seenaknya menendangku begitu saja setelah aku menolongnya!" Kesal Gen. Ia berdiri didepan Ruve dengan tangan dipinggang. Melotot agar Ruve tahu ia tak terima.
"Okey lah kalau kau ingin ikut, aku tak keberatan" Ruve menghela nafas pasrah. Dan raut wajah Gen berubah sumringah. Lalu memeluk bahu Ruve, "Nah begitu!"
"Sudah-sudah, ayo anak muda, ikut makan bersama kami, tinggalkan saja, mereka akan lama, ngomong-ngomong kamu siapa ya?" Gma Mima mengarahkan Elves pada meja makan.
Setelah kejadian Lavender yang diculik oleh Hudson, Elves menceritakan pada Ruve tentang benda yang Hudson inginkan, benda itu adalah sebuah kunci untuk membuka portal untuk menuju kota Dragon eye.
Dragon eye adalah tempat dimana sumber kekuatan kristal yang ada didunia ini. Elves berani memberikannya pada Hudson karena ia yakin Hudson tak akan bisa menemukan dimana pintu portal itu berada. Karena dirinya pun tak tahu dimana letak lokasi portal itu.
"Bagaimana jika penjahat itu sudah mengetahui lokasi portalnya, makanya ia datang padamu"
Elves terlalu gegabah ternyata, ia tak berpikir sampai sana. Dan dari situ ia memutuskan untuk ikut dengan Ruve yang ternyata mencari batu kristal. Dan tak menutup kemungkinan batu kristal yang Ruve cari ada di Dragon Eye.
Hudson adalah sahabatnya, dulu, sebelum orang-orang mengucilkan Elves yang dianggap tak pantas menjadi pangeran yang digadang-gadang akan mengantikan Raja sekarang. Raja dunia sedang.
Rakyat yang didoktrin oleh para pemberontak untuk memilih kandidat lain, yaitu Hudson. Seorang anak pemberontak yang juga pejabat kerajaan.
Karena Elves lebih tertarik pada ilmu pengobatan dari pada jabatan di kerajaan. Semakin para rakyat memojokkannya.
Para pemberontak menyebarkan rumor bahwasanya pangeran Elves tak kompeten menjadi seorang Raja.
Raja harus tangguh dan berani bak ksatria yang melindungi kerajaan dan rakyat. Dan rakyat yang gampang terhasut itu tak melihat bahwa Elves tangguh. Mereka tak tahu saja.
Dunia sedang adalah dunia para Elf yang berada diantara dunia atas dan dunia bawah.
Jika dunia atas dijaga oleh Ratu Putih, dari ras serigala dan dunia bawah dijaga oleh Raja Lycan. Dan dunia tengah dijaga oleh Raja Elf.
Atas dasar memiliki tujuan yang sama. Mereka melakukan kesepakatan simbiosis mutualisme. Dan ya petualangan yang sebenarnya baru saja dimulai.
***
Holaaaa ini sudah ada novelnya, jangan lupa mampir ya, klik lapak ini dibagian Novelnya *uhuk👀
Sampai Jumpa 👋^^