Terpaksa mengikuti charity yang diadakan perusahaan tempatnya bekerja, menjadi kesempatan untuk pendekatan dengan gadis yang dikagumi.
...
Langit yang mendung membuat Ibram lebih memilih cepat untuk pulang dan sampai ke rumah.
Terdengar suara panggilan dari telepon nya menggema didalam mobil saat ia sedang mengemudi.
Memakai earphone nya sambil menjawab panggilan, "Hallo ma."
"Bram, mama minta tolong ya. Kamu mampir ke toko kue langganan mama beli strawberry cotton cake, nanti malam mau kedatangan tamu."
"Oke." Perintah ibu ratu tak boleh ditolak kalau ingin selamat sampai rumah.
Sampai di toko kue Ibram langsung menuju kasir yang terdapat etalase tempat kue dipajang. Sepertinya sekalian beli camilan untuk teman minum kopi enak juga pikirnya. Ibram lalu mengantre dibelakang seorang gadis dengan tinggi sebahunya yang nampak berpakaian rapi khas wanita kantoran.
"Mbak, hot caramel machiato, tiramisu satu potong, strawberry cotton cake bungkus ya."
"Strawberry cotton nya full ka? tinggal satu soalnya."
"Iya."
Mendengarnya Ibram langsung bicara, "Mbak maaf sebelumnya, ibu saya meminta untuk dibelikan strawberry cotton. Boleh saya yang membeli?"
"Oh, silakan mas. Saya ambil yang lain saja," Balasnya sambil tersenyum lembut.
"Trimakasih."
Setelah gadis itu menjauh, Ibram membayar cake pesanannya sambil bernafas lega.
...
Sebagai direktur bagian, Ibram wajib datang pada acara charity yang diadakan perusahaan. Acara yang juga memungkinkan ada banyak orang luar kantor. Ibram sangat malas menghadirinya walaupun bisa bekerja setengah hari.
Acara sudah dimulai dari beberapa jam yang lalu hingga dia mendengar suara lembut yang mengalun diiringi musik akustik yang menarik perhatiannya.
Sekumpulan perempuan dibelakangnya tengah bergosip terdengar jelas ditelinga.
"Itu bukannya Brigita? Dia kan dari perusahaan sebelah yang katanya baru putus dari anak Procurement."
"Iya bener, ditinggal nikah ya sama pacarnya.. kasian dia."
Entah kenapa iya seperti tidak asing dengan suara ini.
Mendekat ke arah panggung sederhana didepan. Dia ingat gadis ini yang bertemu di toko kue. Penampilannya sangat anggun dengan gaun panjang berwarna peach dengan detail hiasan cantik dibahu. Terlihat sangat menghayati tiap lirik lagu yang dilantunkan. Gesturnya juga sangat menawan. Ibram terpana, penampilan yang jauh berbeda seperti yang dilihat saat bertemu sebelumnya. Ibram bertekat menemuinya saat telah selesai menyanyikan lagu.
...
Melihat gadis yang dicarinya tengah duduk termenung sendiri ditaman Ibram menghampiri.
"Saya boleh duduk disini?"
Brigita tercenung melihat ada yang datang, lalu mempersilahkan Ibram.
Sebenarnya ada sesuatu yang membuat Ibram terus mengingat gadis ini setelah beberapa hari sebelumnya bertemu di toko kue. Entahlah dia tak mengerti karena apa, mungkin suara lembut yang sangat enak didengar atau senyum yang tulus terlihat meski dalam keadaan lelah.
....
Dari acara charity tersebut Ibram mendapat kontak Brigita. Mereka saling menghubungi dan bertemu hanya untuk berbincang ringan. Ibram ingin membuka diri untuk mencoba mengenal seseorang dengan serius.
Mudah-mudahan ia tidak salah pilih kali ini.
Karena Ibram sering kali patah hati menyukai perempuan yang ternyata sudah memiliki kekasih.