Haii pemilik 29 September.!! baru ulang tahun ya kemarin.? selamat 29 September untuk ke 23 kali nya🥳 semoga semua harapmu yang tertunda bersama ku bisa kamu gapai bersama dia yang sekarang😊 maaf sedikit telat, aku tidak pernah lupa. bahkan jauh sebelum hari nya aku pun masih memikirkannya. hanya saja, sekarang aku enggan walau hanya bertukar sapa. tenang saja, aku tidak dendam. tapi ada batas yang harus kita jaga. selamat menua bestie💝
send.!!
aku menatap layar ponselku, antara sadar dan tidak. aku sekarang benar-benar memberinya ucapan selamat hari jadi. daebakk.!!
Lima belas menit setelah aku menggunggah postingan tersebut di laman Instagram milikku muncul sebuah chat dari nomor tak dikenal lengkap dengan tangkapan layar postingan ku barusan.
+62813xxxxxx
terimakasih atas ucapan dan doa nya😊
Damn.!!
tanpa bertanya terlebih dahulu aku sudah bisa menebak siapa pemilik nomor tak dikenal ini. iya, dia. dia yang selalu ku hindari selama ini. bagaimana mungkin postingan ku sampai dengan selamat padanya jika semua social media antara aku dan dia saja sudah ku tutup sedemikian rupanya.?
"Who R U.?" tanya ku pura-pura tak mengenalinya.
"20-09-18"
aku terkekeh geli karnanya, bagaimana bisa ia masih menyematkan tanggal keramat itu ketika berbalas pesan dengan ku.
"aku mau minta kado boleh.?"
apa-apaan manusia ini pikir ku. setelah sekian lama tak bertukar sapa kini ia dengan percaya dirinya meminta hadiah pada ku.
"Apa.?"
"kita kembali berteman seperti dulu, bisa.?"
aku binggung di buatnya, ini permintaan atau pertanyaan.?
"memangnya selama ini kita apa.? musuhan.? tidak kan.?" tandasku.
setelah mengatakan itu, tiba-tiba ponselku bergetar menandakan adanya panggilan masuk. lagi. dari nomor tak di kenal itu. tapi kali ini bukan hanya chat melainkan panggilan video. aku masih enggan untuk bersitatap dengannya jadi ku tolak panggilan itu. terus saja ku lakukan demikian hingga dering ketiga akhirnya ku tekan tombol hijau di sebelah kanan layar. memperlihatkan wajah yang dulu pernah ku rindukan, wajah yang selalu menemani ku bercerita di sepertiga malam ku.
"Haii nes." sapa nya membuka obrolan kami.
"Hmm," jawabku.
"bagaimana kabar mu.?"
"kamu bisa lihat bagaimana keadaanku. sangat baik bukan.?"
ia tertawa mendengar ketusnya jawaban ku. entah lah, aku merasa sedikit canggung karna status kami sekarang. aku hanya tidak mau status zomblo terhormat yang ku banggakan selama ini luntur hanya karna bertukar sapa dengan sang mantan. iya, nomor tak di kenal itu adalah nomor mantan ku.
"terimakasih." ucapnya kemudian.
dahi ku berkerut karenanya, pikir ku kebaikan apa yang telah ku perbuat sehingga ia mengucapkan terimakasih.?
"For What.?"
"Terimakasih karena kamu mau mau mengingat tanggal itu, terimakasih karena kamu masih mau mengirimkan seuntai dia untukku tanpa melihat seberapa besar aku pernah mengecewakan mu. aku hanya merasa kurang layak mendapat doa dari mu setelah apa yang ku lakukan terhadapmu dulu."
aku menghela nafas kasar, ini yang tak pernah ku harapkan dari beberapa mantan ku. sedikit tindakan dari ku akan mereka salah artikan.
"heii, dengar aku." pinta ku.
"apa yang kau katakan barusan.? aku bukan Tuhan sehingga layak menghakimi mu. apa pun yang terjadi di antara kita sebelumnya biarlah menjadi sejarah untuk kita kelak. jadi berhenti merasa bersalah. tanpa sadar pun aku sudah melukai mu. jadilah versi terbaik untuk dirimu di masa depan."
entah mengerti atau tidak, ia hanya diam mendengar semua ocehan ku. meski telah lama berpisah, tapi kebiasaannya masih saja sama.
"kamu masih inget tentang kita.?" tanya nya setelah sekian lama terdiam.
"masih," jawab ku.
entah rindu, gagal move on atau apa pun itu sebutannya aku tidak tahu. ada beberapa waktu aku akan merasa sangat merindukannya. ralat.!! bukan orangnya, tapi momentnya. aku merindukan moment dimana kami bersama, saling bertukar cerita dan bahkan saling mengatai. cukup unik bukan cara kami berpacaran.? dimana banyak pasangan saling berlomba menunjukkan keromantisannya tapi kami tak ubah tom dan Jerry. selalu ada saja yang menjadi bahan untuk berdebat.
"bagian mana yang paling berkesan untuk mu selama 4 tahun kita bersama.?"
"bagian dimana kamu menghilang tanpa kabar, kemudian setelahnya datang kembali bersama dia yang kau sebut milikmu. kau bahkan mengabaikan setiap bulir mataku ketika aku memintamu kembali demi bersama dia. tapi aku juga ingat bahwa kau pernah menjadi rumah kedua untuk ku pulang setelah ibu ku."
"jika waktu bisa diputar, apakah aku masih mempunyai kesempatan ke dua untuk memperbaikinya.?"
"tidak lagi," jawab ku.
"why not.?"
"sama seperti mu yang pergi tanpa alasan. aku juga tak punya alasan untuk mengulang cerita dengan ending yang sama."
haii bestiku💝 mohon dukungan dan bantuannya ya🙏🏻 aku hanya ingin menceritakan sedikit tentang dia. kalau ada kritik dan saran boleh komentar.!!
love U all🥰