Berceritakan pada tahun 2016, tanggal 2, bulan Oktober.
terdapat seorang anak laki-laki berumur 15 tahun. di ceritakan pada tahun yang sama, tanggal 1 dan bulan yang sama, ada sekumpulan remaja mabuk dan membawa senjata tajam memasuki sebuah rumah secara paksa, dan ada anak bayi berumur 5 tahun di depan pintu ada di hadapan para anak remaja itu kemudian salah satu remaja mengangkat sebuah golok yang ia pegang dan menebas sang bayi tak bersalah itu.
anak bayi itu menangis menjerit kesakitan di karenakan di bagian leher hingga perut terdapat bekas luka tebasan dari remaja itu, yang membuat orang-orang yang ada di dalam rumah langsung menghampiri suara tangisan anak kecil itu.
salah satu penghuni rumah seorang wanita dia adalah ibu dari anak kecil tak bersalah itu, dia menghampiri anak nya yang nangis dengan panik, betapa terkejutnya dia melihat anaknya yang sudah kehilangan nafas terakhirnya.
sang ibu terduduk depresi akan yang ia lihat, kemudian datang satu anak berumur 15 tahun yang merasa terganggu akan suara tangisan adik nya itu. dan dia melihat dengan seksama bahwa adiknya yang terkapar penuh darah dan seorang wanita yaitu adalah Kaka dari bocah yang berumur 15 tahun itu sedang terduduk tak percaya apa yang ia lihat.
bocah itu tiba-tiba pingsan, dan wanita itu di seret oleh sekumpulan remaja itu ke kamar. dan terjadi lah adegan intim antara 7 remaja dengan 1 wanita, bocah yang berumur 15 tahun itu terbangun dari pingsannya, dia mendengar suara berisik dari kamar kakaknya dan dia mengintip dari selah-selah pintu kamar itu. dia melihat kakaknya yang sedang di perkosa dengan 7 remaja sekaligus.
bocah itu merasa marah, kemudian dia berjalan ke arah adiknya yang telah mati tertebas oleh golok yang di bawa remaja mabuk tadi, dia menjadi semakin marah dan murka. tapi di sela-sela kemarahan nya dia tertawa kecil dan dia membawa jasad sang adik dengan satu tangan nya. dia kembali ke kamar kakaknya dan membuka pintu kamar dengan lebar, dia melempar jasad sang adik ke remaja, tepat mengenai wajah salah satu remaja.
kemudian dia berlari menuju dua golok yang tergeletak tanpa pemilik itu, dia mengambil dua golok itu dengan senyuman tertera di wajahnya. lalu dia melihat para remaja itu dengan senyuman nya itu, para remaja merasa ada yang aneh dengan
bocah itu. kemudian salah satu remaja yang di lempar jasad sang bayi tepat di wajahnya menghampiri bocah 15 tahun itu dengan pisau kecil di tangan nya.
remaja itu langsung ingin berniat untuk menusuk bocah di hadapannya, namun na'as, dia tertebas di bagian perut dan tebasan itu cukup dalam yang membuat dia langsung terjatuh, ya, bocah yang berumur 15 tahun itu yang menebas nya. tak tunggu lama lagi para remaja itu langsung menghampiri kawan mereka yang tergeletak bercucuran darah untuk membunuh bocah yang dengan mudah nya menebas kawan mereka.
sang bocah juga tak diam, dia langsung berlari dan Langsung menebas dua orang yang datang duluan di bagian pinggul mereka, dua orang terjatuh meringis kesakitan. dan tersisa 4 orang, mereka berempat saling tatap-tatapan mereka takut dengan bocah di depan mereka, bocah berumur 15 tahun itu memulai aksi sadis nya kembali dengan menebas setiap inci di tubuh dua orang yang terjatuh tadi.
empat remaja yang melihat itu merasa mereka punya kesempatan untuk kabur atau juga ada yang ingin membalas, mereka berempat langsung menghampiri bocah itu, namun takdir berkata lain, satu orang yang ingin membalas perbuatan bocah itu terhadap 3 kawan yang di bunuh nya dengan sadis, langsung di tebas di bagian tangan sehingga membuat tangan remaja itu terputus.
bocah itu langsung menendang remaja yang ia buat putus tangannya itu hingga tersungkur ke meja, lalu remaja itu pingsan. 3 teman remaja itu langsung berniat kabur dari situ, namun di hadang kembali oleh bocah itu. bocah itu dengan mata yang kosong, fikiran yang bercampur aduk antara marah dan depresi, wajah yang bercucuran darah tiga remaja yang tadi ia buat tersiksa, dan senyum yang tertera di mulutnya.
bocah itu langsung menghabisi tiga orang remaja sisa nya, yang membuat seisi kamar penuh akan cipratan darah, bau darah yang amat pekat, dan lantai yang di penuhi genangan darah dimana-mana. bocah yang berumur 15 tahun itu sudah mulai tenang dengan perbuatan nya, hanya ada sedih dan Depresi di otaknya.
bocah itu berdiri dan membawa satu persatu remaja yang ia bunuh ke atas kasur, dan juga ia melihat kakaknya yang sudah tergeletak tewas di karenakan para remaja itu menusuk perut wanita itu dan memperkosa nya. bocah itu mendapatkan pusing yang amat sakit, lalu bocah itu langsung berlari dari kamar itu untuk menghilangkan pusing nya itu dengan mandi, dia jalan dengan oleng-olengan ke kamar mandi.
setelah dia selesai mandi dia langsung mengambil sweater dan jaketnya untuk di kenakan, lalu dia pergi dari rumah itu jam 04:00 pagi. entah apa yang di fikiran bocah berumur 15 tahun itu setelah dia melihat kejadian dimana adiknya yang sering mengganggu nya itu, namun dia selalu melindungi adiknya itu karena sayang yang dia punya kepada adiknya. telah di bunuh dengan sadis dan kakak nya yang telah di bunuh dan di perkosa dalam keadaan sudah tewas.
bocah itu pergi dan menuju sekolahnya, ia tidak mengenakan seragam nya, sesampainya dia di sekolah, dia langsung memanjat gerbang sekolah. lalu dia pergi ke toilet sekolah dan mengunci pintu toilet tersebut, apa yang ia lakukan? dia tertidur. hingga jam menunjukkan jam 07:35.
bocah itu keluar dari toilet sekolah itu, menuju kelas seseorang. sesampainya di pintu depan kelas tersebut ia memanggil seorang wanita yang seumuran dengan dia, yang sedang duduk sambil mengobrol dengan teman nya, sang wanita yang mendengar namanya di panggil langsung melihat ke arah suara tersebut, diikuti dengan siswa lainnya. teman-teman wanita itu langsung meledeki wanita tersebut karena di kira mereka wanita dan si bocah itu mau pacaran.
wanita tadi langsung menghampiri kenalan nya itu, ya, dia adalah teman setia bocah itu. bocah itu langsung menarik tangan kanan wanita tersebut menuju ruang istirahat sekolah atau bisa di sebut Kantin. sesampainya di kantin wanita itu langsung bertanya pada teman lakinya itu, bocah itu langsung bercerita apa yang terjadi tadi malam dan apa yang ia lakukan, di iringi dengan suara tangis yang terisak-isak dari bocah itu, wanita tersebut terkejut tak percaya apa yang di lakukan teman setia nya itu.
wanita itu langsung mencoba menenangkan temannya itu, dengan mengatakan "satu kesalahan bisa membuat sekelompok orang yang dekat dengan kita, merubah sifat mereka dengan kita"
"tapi...", bocah laki itu bertanya "tapi apa...?"
"tapi Tuhan tau, apa yang kamu perbuat. dan tuhan masih bisa memanfaatkan mu karena perbuatan mu itu. jadi jangan bersedih, karena ada tuhan dan umatnya yaitu aku yang membantu mu" wanita itu memeluk teman cowoknya itu yang membuat bocah itu menangis lega karena ada yang mau membantu nya keluar dari masalah yang ia alami.
bocah laki itu melepaskan pelukannya itu dan mengucapkan terimakasih nya kepada temannya itu lalu pergi begitu saja dari temannya itu, wanita tersebut bingung dengan apa yang ingin di lakukan temannya itu, lalu sang wanita menguntit dari belakang sang bocah yang pergi dari sekolah nya itu menuju tempat ibadah nya. sang wanita menduga kalau temannya itu ingin beribadah dan meminta tolong kepada penciptanya untuk di berikan petunjuk kebenaran.
nyatanya memang benar, bocah itu melakukan ibadah untuk memohon pertolongan dan meminta maaf kepada penciptanya terlebih dahulu sebelum meminta maaf kepada kakaknya dan adiknya, namun di sela-sela ibadah yang ia lakukan, dia berdoa sesuatu kepada Tuhan, dan tiba-tiba bocah itu terdiam cukup lama. sehingga membuat kawan nya bocah itu menghampiri teman nya yang berdiam hampir 3 jam nonstop hanya untuk beribadah, saat dia mendorong pundak bocah itu, bocah itu langsung. tergeletak tak bernyawa.
sang wanita terkejut melihat temannya yang di kira dia, si bocah pingsan di sela-sela ibadah yang ia lakukan, namun nyatanya saat dia meminta tolong kepada orang yang mengerti medis di tempat ibadah itu, orang yang mengerti medis itu berkata "ia telah meninggal dunia".
wanita itu di buat terkejut untuk ketiga kalinya oleh temannya itu, ia tak percaya bahwa temannya itu telah tewas saat beribadah.
ternyata bocah itu berdoa di sela-sela doanya agar dia bisa bertemu dengan kakak dan adiknya walaupun hanya sekali saja. dan tuhan langsung mengwujudkan doa nya itu.
tamat
PERHATIAN!!!
KARYA INI HANYA DI BUAT UNTUK TUJUAN MENGHIBUR.
TIDAK ADA MAKSUD MENGHINA ATAUPUN MENCELA.
CERITA INI DI BUAT DARI KHAYALAN ATAU BISA DI BILANG, HANYA CERITA NARASI BIASA. JIKA ADA SUATU KEJADIAN YANG PERSIS DENGAN CERITA, MUNGKIN HANYA SEBUAH KEBETULAN SEMATA.