.
.
Aku ingin memliki teman tapi semejak kejadian itu tidak ada lagi orang yang mau dekat denganku, begitupun diriku aku juga takut untuk memiliki teman lagi.
Semua orang menyalahkanku dan aku pun juga menyalahkan diriku.
Aku tidak marah dijauhi, dibenci dan dituduh pembawa sial.
Aku... Menerimanya...
.
.
.
Seorang gadis dengan wajah tertunduk melewati seorang pria yang tampaknya ingin bertanya padanya. Tapi, gadis itu tidak mengindahkannya sama sekali. Bahkan mendengarnya pun tidak.
Di kelasnya pun ia juga duduk di pojokan paling belakang kelas dan bahkan ia tidak memiliki teman sebangku sama sekali.
Namanya adalah Arisa Putri, ia biasa di panggil Putri. Namun, ada juga yang memelesetkan namanya menjadi 'Putri kegelapan' karena orang-orang menganggapnya pembawa sial.
Tapi dibalik tatapan gelap orang-orang padanya, ada seorang gadis yang terus menatap kearahnya. Nama gadis itu adalah Mira, gadis itu menatap Putri bukan dengan tatapan kebencian tapi tatapan yang menginginkan persahabatan dengan gadis itu. Tapi, ditatapannya itu ada juga raut kesedihan yang terpancar.
Kemudian Mira membalikkan pandangannya saat ada beberapa orang temannya yang menyapanya. Tapi, dilihat dari perilakunya ia tampak kecewa dengan dirinya sendiri.
.
.
.
Tidak terasa jam pelajaran pun dimulai. Seorang guru memasuki kelas itu dengan seorang murid laki-laki.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru. Kamu silahkan perkenalkan namamu," suruh guru itu.
"Halo teman-teman! Perkenalkan namaku Rendika, kalian bisa memanggilku Dika. Salam kenal!" ucapnya sambil tersenyum.
Kemudian ada murid yang tampaknya ingin bertanya, tapi sang guru sekaligus wali kelas di kelas itu langsung memotongnya.
"Acara tanya jawabnya, kalian bisa mulai saat istirahat nanti. Sekarang waktunya untuk memulai pelajaran," kata sang guru dan membuat murid itu kecewa. Pasalnya niatnya untuk bertanya hanya untuk memotong jam pelajaran semata.
"Dika sekarang kamu bisa duduk, di meja kosong di belakang," kata sang guru dan sebenarnya itu membuat Putri kaget karena satu-satu meja kosong adalah di sampingnya.
Tanpa menolak ataupun bertanya ia langsung pergi duduk di kursi itu, pria itu tampak begitu bersemangat.
Putri saat ini salah tingkah, ini pertamakalinya ia duduk dengan seorang pria. Dika mendudukan dirinya tanpa ragu di samping gadis itu. Walaupun ia sempat mendengar perkataan tidak mengenakkan dari murid di kelas itu saat menuju mejanya.
.
.
.
"Anak baru itu duduk dengan gadis itu, bisa-bisa dia kena sial,". Maksudnya apa. Batin Dika bertanya.
Kemudian ia menatap gadis itu yang saat ini tampak tertunduk dalam. Wajahnya tidak begitu terlihat karena rambutnya menutup sebagian wajahnya. Kemudian Dika menatap ke arah depan lagi, sambil sedikit tersenyum. Tidak ada perbincangan di antara mereka sampai jam pelajaran selesai.
.
.
.
"Hei," sapa Dika kepada Putri gadis itu menatap Dika ragu-ragu.
"Kenalin namaku Dika," Dika mengeluarkan senyum sejuta wattnya dirinya tampak begitu cerah dan bersemangat dan membuat Putri sangat senang. Sudah lama tidak ada orang yang tersenyum di kelas itu kepadanya.
"Na-namaku Putri, Arisa Putri." ucapnya gugup.
"Kamu maukan jadi temanku?" tanya Dika.
Saat itu juga Putri teringat masa lalunya dan langsung berdiri kaget.
"Maaf," ucapnya tertunduk hendak menangis, kemudian berlalu pergi.
"He-hei!!" ketika ingin mengejar Putri ia keburu dipanggil oleh orang-orang di kelas itu.
"Dika! Ayo main bareng kami," ajak teman-temannya. Kemudian Dika berpikir sejenak. Kemudian ia tersenyum.
"Ummm, ayo!!" kemudian ia langsung pergi mendatangi teman-teman barunya.
"Wah Dika, ternyata kamu cukup ganteng juga yah," kata teman barunya blak-blakan.
Dika hanya menaggapinya sambil tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Saat mereka di perjalanan menuju lapangan pun, banyak mata yang menatap kehadiran Dika terutama para gadis rata-rata dari mereka tampaknya langsung tertarik sekali melihat Dika.
"Dika sebaiknya kamu gak usah deket-deket lagi deh sama dia," kata salah satu temannya.
"Siapa?" tanya Dika bingung.
"Putri, gadis yang duduk di sampingmu. Kami siap kok nyediain tempat duduk baru buat kamu," kata mereka.
"Kenapa?" kata Dika tertunduk seperti memendam sesuatu.
"Gadis itu pembawa sial,"
"Aku gak mau ngejauhin dia, kalau pun suatu saat aku kenapa-napa itu bukan salah dia, itu berarti salah diriku sendiri." kata Dika sambil tersenyum.
.
.
Saat ini Dika memperlihatkan keahliannya dalam bermain bola basket. Bahkan orang-orangpun terpungkau saat melihatnya.
Brukk!! Tiba-tiba Dika tergeletak tidak sadarkan diri.
"Dika! Dika!" semua orang heboh dan kaget melihat Dika pingsan.
.
.
.
"Kalian tau gak, gara-gara anak baru cowok itu dekat-dekat sama Putri, tau kan kalian sama gadis itu," kata penggosip-penggosip di sekolah itu dan teman-temannya mengangguk.
"Hari ini dia kena sial, masa pas keren-kerennya dia main basket. Tiba-tiba jatuh pingsan, kan aneh." saat itu Putri tidak sengaja mendengar percakapan itu dan langsung berlari pergi menuju UKS.
.
.
.
Di UKS,
Dika mulai sadarkan diri, teman-temannya merasa lega akhirnya pria itu sadar. Merasa tidak enak hati pada teman-temannya ia menyuruh mereka sebaiknya kembali ke kelas dan temannya pun menuruti permintaannya.
Kemudian ia membangunkan dirinya yang masih cukup lemah. Dadanya terasa berdenyut sakit. Lalu ia mengambil sesuatu di saku celananya. Tampaknya itu sebuah obat. Kemudian ia meminumnya.
Tiba-tiba, Putri muncul di depan pintu UKS sekolah itu. Dika tampak terkejut.
Tetapi kemudian ia mengeluarkan senyum terbaiknya kepada gadis itu.
Terlihat mata gadis itu mulai berkaca-kaca lalu ia tertunduk.
"Maaf Dika, aku-aku gak bisa jadi temanmu. Karena aku hanya akan merepotkan dirimu, maaf." kata Putri kemudian berlalu pergi meninggalkan sang pria yang tampaknya kebingungan. Kemudian ia tertunduk lalu tersenyum.
"Seharusnya kalau kau memang tidak ingin menjadi temanku, kau mengatakannya dengan lantang dan harus mendongakkan kepalamu." gumam Dika.
"Aku tidak akan menyerah padamu, karena kamu itu kesepian meskipun dirimu berusaha tegar. Lagipula kamu tidak merepotkanku." gumam Dika berbicara sendiri.
.
.
.
TBC?
Cerita lawas milik author yang gak tau harus diapakan, jadi upload disini