10 tahun yang lalu.....
Teman perempuan ku sudah tergeletak disamping kaki kanan ku,dan aku menghiraukan nya begitu saja karena aku yang telah membunuhnya.Sebuah pisau kecil di tanggan ku dan disana tidak ada seorang
Yang melihat perbuatan ku.Dan mulai saat itu aku sudah mulai terbiasa membunuh seseorang tanpa diketahui seorang pun
Time skip..........
Namaku briar, aku sekarang duduk dibangku 2 SMA,kepribadian ku dimata orang lain hanyalah seorang laki laki penyendiri, padahal mereka tidak tahu bahwa sifat asliku bukan seperti itu ,Aku tidak pernah menganggap aku pernah memiliki teman seorang pun.
Hari hari aku dikelas aku duduk dipaling pojokan kelas,itu semua karena aku malas berinteraksi dengan teman teman sekelasku.
"Kringgggggggg"bel masuk kelas pun berbunyi dan pelajaran pun akan segara dimulai.Aku sangat memperhatikan laki laki yang duduk ddibarisan bangku paling depan, aku tidak suka melihat sifatnya yang selalu ribut ketika pelajaran berlangsung,aku berniat untuk membunuhnya nanti malam.karena moto hidup ku adalah jika aku tidak suka melihatnya makan akan ku singkirkan dia.
Bel istirahat pun berbunyi aku pun mulai mencari informasi tentang laki laki tersebuttersebut,Dan aku mulai tahu nama aslinya,namanya adalah marshal. Kabar yang kedengar dia adalah salah satu anggota genk motor yang bernama rider.tapi aku tidak peduli dengan hal itu yang kuperlukan adalah membuhnya, jika ada yang menghalangi maka akan kubunuh mereka disaat bersamaan.
"Hey briar apa kau mengikuti kegiatan ekskul"ungkap seorang perempuan yang bernama mira"ngak,anu aku gak ikut ekskul apa apa" Jawab ku dengan datar
"Hey mira apa kau dekat dengan marshal"tanya aku Kepada mira,lalu dengan merasa bangga mira menjawab"aku selalu nongkrong di tongkrongan mereka"mereka yang dimaksud adalah genk rider.Lalu setelah itu mira pun pergi meninggalkan ku.Memang manusia itu bagaikan alat yang sudah rusak awalnya dipakai dan ketika rusak akan dibuang begitu saja,begitulah simple nya.Dan setelah itu pelajaran pun kembali dimulai.
Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi,para sampah sampah itu pun berbondong bondong keluar dari kelas, aku juga sudah mendapatkan nomor telpon dan informasi lainnya tentang marshal yang kudapatkan dari hasil yang kuretas dari akun sosial media nya.
Malam pun tiba....
Malam itu adalah malam yang sangat dingin dan aku memegai setangakai bunga mawar biru sebagai motivasi ku.aku pun mencoba mengelabui marshal supaya dia terpisah dari
Sekumpulan manusia sampah nya itu dan dari kawanan ramai supaya bisa kubunuh dengan mudah/instant killkill, aku pun memancingnya ke sebuah lorong sepi, ketika marshal sudah berada di pojokan lorong tersebut aku pun menghampirinya dengan jacket hitam dan masker hitam untuk menutupi identitas ku
"Bagaimana rasanya mencium udara terakhir mu dibumi ini" Ucap ku kepada marshal,lalu dengan ekspresi takut marshal bertanya kepada ku"siapa kau sebenarnya anjeng kenapa kau bisa tiba tiba ada disini, lalu aku menjawabnya"bukan itu yang ku tanyakan kepadamu yang aku tanyakan bagimana rasanya mencium udara terakhirmu di bumi hahaha"
Setelah marshal sudah terpojok baru aku menjawab pertanyaan nya itu"kau bertanya siapa aku bukan?, aku hanya seseorang yang haus akan pembunuhan"lalu aku membuka masker hitam yang aku kenakan dan pada saat itu pada saat bersamaan cahaya petir pun menyinari wajahku."kau bukan nya briar teman sekelas ku"ucap marshal "teman? Aku tidak pernah menganggap kau sebagai teman ku.jawab ku yang sedang membuka sarung pedang yang kubawa, aku pun langsung memenggal kepala marshal menggunakan pedang tersebut
Tidak lama kemudian hujan pun turun dan darah marshal pun menjadi menyebar setelah itu aku pun tertawa dengan sangat senang sambil menjilat darah yang sudah tidak bernyawa, lalu aku menaruh mawar biru yang kubawa diatas kepala nya yang sudah kupenggal dan aku pun pergi meninggalkan tempat tersebut,tapi sebelum aku meranjak pergi aku mengatakan sesuatu untuk nya"kau akan tahu kau orang yang berguna atau tidak ketika kau sudah mati"
Keesokan harinya para kepolisian kembali dihebohkan lagi pembunuhan tanpa jejak atau killer without a trace. Satu satunya bukti yang mereka dapat adalah bungan mawar biru yang terdapat diatas mayat tersebut.
Sebulan kemudian......
Sudah sebulan pun berlalu semenjak pembunuhan marshal,dan para polisi pun belum mengetahui siapa yang memunuhnya,dan mereka pun memutuskan hal ini terjadi karena konflik genk motor,aku yang mendengar berita itu di TV pun tersenyum melihat kebodohan sampah2 itu.
Aku berpikir untuk apa aku menjadi pembunuh,aku pun teringat akan insiden 10 tahun yang lalu,aku melihat keluarga ku yang sudah terbunuh.aku sangat syok akan peristiwa tersebut,para kepolisian sudah menyelidikinya,Tapi tanpa karena sebab mereka tiba tiba menutup kasus itu. Dan itu membuatku sangat marah,dan karena hal itu aku menjadi pembunuh,dan aku pun mulai membunuh seorang teman perempuan ku ketika aku TK,
Masa sekarang......
Aku masih penasaran dengan insiden yang membuat kedua orang tua ku terbunuh.oleh karena itu aku mencari Reformasi yang mengetahui segala peristiwa di masa lampau,Dan aku sudah menemukan orang tersebut.dia adalah seorang kakak berumur 20 tahun berbeda 3 tahun dariku,dan dia mengajak ketemuan nanti malam.
Sesuai dengan janji,aku pun menemuinya didepan apartemen nya,dan dia mengajak ku untuk berjalan jalan sebentar sambil menanyakan beberapa hal kepada ku.
Setelah sekian lama kami berdua berjalan bersama dia pun mengajak ku untuk mampir kesebuah gedung,dan dia juga sudah menyewa satu ruangan untuk diskusi ini,kami berdua pun masuk ke ruangan itu,di dalam ruangan itu hanya ada kami berdua"jadi briar apa yang ingin kau tanyakan kepada ku"tanya kakak tersebut."begini aku ingin menanyakan suatu insiden 10 tahun yang lalu yang menyebabkan kedua orang tua ku terbunuh"jawab ku "sebelum aku menjawab nya izin kan aku perkenalkan diri namaku alicia salken" Ucap kak alicia."oh salken"jawab ku dengan ekspresi datar ku.setelah semua informasi yang sudah kudapatkan dari kak alicia,aku pun membuat sebuah teh untuk kak alicia dan aku."ini kak aku buat teh untuk kakak dan aku minum"ucap ku."eh kamu kok repot repot segala bikinin teh untuk kakak"jawab kak alicia.
Aku pun memancing kak alicia meminum teh tersebut dengan cara aku meminum teh milikku terlebih dahulu,dan disusul dengan kak alicia yang meminum teh yang ku taruh obat tidur,setelah itu kak alicia pun tertidur.karena ini sebuah lampu hijau untuk ku mengambil dokumen informasi yang kubutuhkan dan beberapa uang.
Tidak lama kemudian kak alicia tebangun diposisi terikat di kursi yang dibelakang kursi tersebut ada bom bunuh diri yang daya ledaknya cukup untuk satu orang,"kamu apa yang kamu lakukan kepada kakak"tanya kak alicia yang mulai panik."kau tahu kasus pembunuhan sebulan yang lalu kan, pelakunya adalah orang yang berdiri didepan mu saat ini"ucap ku dengan nada yang menggerikan,aku izinkan kau memanggil beberapa teman atau bawahan mu untuk melepaskan kau atau terserah lah mau panggil siapa untuk datang kesini"ucap ku sambil memegang hand phone ku di telinga kak alicia.
"Arifai, fahmi,riski,syila tolong datang bantu aku di ruang pribadi ku aku sedang disekap" Tut tut,teleponnya pun aku putuskan."kau mau tau kenapa aku mau membunuh mu"tanya ku
Namun kak alicia malah tambah takut, "jangan, jangan bunuh aku." Ucap kak alicia, lalu aku kembali berkata"itu semua karena kau menutuptutupi fakta tentang insiden terbunuhnya kedua orang tua ku dari polisi."ucap ku sambil berteriak.lalu aku mengubah sifat emosi ku menjadi sifat serius ku,"apa ada kata kata terakhir? "Ucap ku. Lalu sambil menangis kakak itu berkata" Aku tahu aku salah oleh karena itu aku akan menerima hukuman ini dari kamu, dan untuk ke depan aku inggin kamu berhenti memuat teror di kota ini dan menjadi lebih baik lagi"dan setelah itu aku pun langsung menembak kak alicia. "TIPLAK"aku menembakkan peluru bius di kaki kak alicia dan kak alicia pun pingsan.
Tidak perlu membuang waktu lagi karena bom bunuh dirinya mau meledak aku pun segera keluar dari jendela dan satu langkahan kecil aku menutup jendela itu kembali agar jejak ku hilang,dan aku pun menggunakan seni parkaour diatas bangunan bangunan lain.
Tidak lama kemudian lima teman kak alicia datang mereka mencoba menghentikan bom bunuh diri itu karena mereka tau kalau kak alicia belum mati.Tapi rencanaku tidak hanya disitu,setelah bom bunuh diri berhasil mereka hentikan mereka tidak sadar kalau ada satu bom besar yang cukup untuk menghancurkan 1 lantai di bangunan tersebut"3 2 1" DUARRRRRR bom itu seketika meledak dan kak alicia beserta 5 teman nya itu tewas seketika terkena ledakan bom tersebut,ketika bom itu meledak aku sudah berada 100 meter dari bangunan tersebut jadi aku dapat mengetahui bom itu sudah meledak apa belum dari suara bom tersebut,dan lagi2 para polisi harus dihadapi dengan kasus yang aneh karena tidak ada jejak yang aku tinggalkan.dan sepertinya mereka akan menggap ini ulah dari terorisme yang ada disekitaran komplek tersebut dan tentunya aku bersih dari tuduhan tersebut.
2 hari kemudian aku sudah menyelidiki berkas dan dokumen yang kudapatkan dari kak alicia yang sudah tewas dan aku mendapatkan sebuah kaset dan sebuah info seorang yang telah membunuh kedua orang tuaku,tapi aku lebih memfokuskan kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kedua orang tuaku dan menyamping kan kaset tersebut.
Keesokan harinya aku sudah melacak keberadaan rumah dari sang pelaku,pelakunya adalah Gilang narapidana yang kabur dari penjara akibat kasusnya yang mencuri bank. Dan aku pun mempersiapkan segala bahan yang kuperlukan sampai datang nya malam,malam itu adalah malam yang tenang dan tentram sampai aku memojokkan gilang sang narapidana yang kabur dari penjara menggunakan pistol."biar aku katakan sesuatu kepadamu dasar penjahat biadab"ucap ku
"Apa kau mengingat aku, aku adalah anak dari kedua sepasang suami istri yang kau bunuh 10 tahun yang lalu,aku sekarang berdiri didepan mu sekarang" Ucap ku lagi.lalu dengan ekspresi setengah mati penjahat itu mulai ketakutan lalu aku menembak tangan kanan nya dan tangan kirinya "oi oi oi, bagaimana rasanya 1 mnt lagi hidup di bumi apa itu menyenangkan katakanlah walau hanya satu kata kalau tidak akan ku kurangi menjadi 30 detik" Ucap ku smabil tersenyum psco,seketika Gilang pun mencoba melarikan diri dariku dan tanpa basa basi aku pun langsung menembak kepala nya dengan pistol sebanyak 3 kali biar dia makin tersiksa.setelah itu aku pun pergi dari tempat tersebut.
Sepulangnya aku kerumah aku langsung membuka kaset yang aku dapat dari kak alicia
Isi rekaman kaset tersebut:
Ibu: Untuk anakku briar dari ibumu tercinta,aku membuat rekaman ini tepat 2 mnt sebelum kematian aku dan ayahmu karena kami berdua sedang sekarat kata kata terakhir ibu adalah jangan membalas dendam atas kematian ibu dan ayahmu ini,dan ibu berharap kamu bisa menjadi agen FBI yang membantu polisi menumpas kejahatan, cari lah wanita yang bisa menjadi pasangan hidupmu dan kamu harus makan yang banyak supaya bisa tumbuh menjadi pria yang kuat dan baik.
Ayah:kalau kata kata terakhir ayah kurang lebih sama seperti ibumu.
Untuk pertama kalinya aku menangis tersedu sedu setelah mendengar wasiat dari ayah dan ibuku.
Setelah aku merenungkan aku mungkin tidak akan membunuh orang lagi kedepannya dan fokus belajar supaya menjadi agen FBI seperti yang ibuku harapkan.
Time skip.............. Setalah tamat SMA
Seseorang penjahat yang sedang melarikan diri lalu aku pingsankan penjahat tersebut supaya bisa diperoses oleh pihak kepolisian karena aku sekarang adalah agen FBI, tidak butuh lama aku menghubungi kepolisian"oi, penjahatnya sudah kutanggap di lorong distrik midle kalian saja yang ambil penjahatnya disini karena aku ada urusan lain"ucap ku di telepon kepada kepala kepolisian,
Dan aku pun pulang ke rumah dan aku yang sekarang sudah menikah dengan Mira teman SMA yang berhasil membuat ku jatuh hati dan sekarang kami berdua sudah punya 1 anak perempuan. Ini bukanlah akhir dari segalanya dan kehidupan baruku yang cerah akan segera dimulai.
End