Palasik...adalah sebuah ilmu jahat, kejam, dan keji.ilmu penghisap darah bayi, konon kabar nya...
apabila orang yg punya ilmu itu dapat menghisap darah seorang bayi , maka orang itu tidak butuh makan lagi, tidak butuh minum lagi , sampai ber minggu minggu bahkan berbulan bulan, tergantung
berapa banyak darah bayi yg di hisap nya.kalau seorang bayi itu di hisap darah nya sampai habis,
sampai mati , sampai tiga atau empat bulan orang itu tidak makan makan tidak minum minum.
benar benar sebuah ilmu iblis.entah si apa pencipta ilmu yg sangat keji itu, sebuah ilmu untuk bertahan hidup dgn mengorbankan hidup bayi bayi yg baru lahir dgn cara menghisap darah nya.
kata orang orang nenek surti itu palasik...semua ibu ibu dikampung itu akan berusaha menghindar kalau bertemu atau berselisih dgn nya apalagi yg masih punya anak kecil.
nenek surti tinggal di sebuah gubuk di pinggir hutan kecil di ujung kampung.sehari hari kerjanya mencari sayur kangkung di sawah sawah di pinggir pinggir sungai.kemudian di ikat ikat nya, dan nenek surti menjual nya ke pasar.tidak punya suami tidak punya anak .tidak ada yg tahu dari mana asalnya.sepertinya nenek itu tidak punya sanak tidak punya saudara.tidak pula ada orang yg bercerita tentang nenek itu.atau mungkin orang orang takut menceritakan nya.para ibu ibu yg suka ngerumpi pun seolah olah enggan bercerita tentang nenek surti.
suatu hari ...
orang kampung gempar, bayi minah yg baru berumur tiga bulan meninggal dunia.awalnya mencret mencret.panasnya tinggi , dibawa berobat
ke rumah sakit, nggak ada angsuran nya.dibawa ke dukun,ini kena palasik kata nya.
orang orang berbisik bisik, ini ulah nenek surti...dia lapar..kata nya dgn takut takut.
aku begitu penasaran, benar kah ini ulah nenek surti?...mungkin juga.sebab memang nenek surti ku lihat tidak ikut melayat.tapi ku dengar , kalau
palasik sudah menghisap dara bayi , dia tidak akan makan atau minum? dan wajah nya akan memerah segar.
dgn berpura pura mencari lengkuas aku datang ke gubuk nenek surti.
nek..ada lengkuas nek?..tanyaku
nenek itu sekilas memandang ku, untuk apa ? tanya nenek surti , wajar wajar saja.
aku beli lengkuas nek
kataku , kalau sedikit boleh kalau banyak boleh,aku kumpul dulu sebelum di oper ke agen nya.
ada itu kata nenek surti sambil menunjuk ke samping pondok nya, tapi sedikit sambung nya.
nggak apa nek..kan di kumpul dulu kata ku.
bagiku terpenting bisa melihat apakah nenek surti makan atau tidak.tinggal kan agak serumpun jangan di habiskan kata nenek surti lalu masuk kedalam pondok nya.
terpaksa aku mengambil lengkuas itu. yg aku sendiri tidak tahu mau di apakan nanti nya.aku cuma ingin tahu lebih banyak tentang nenek surti.sekarang terpaksa aku bekerja jadi nya.sambil memikirkan cara untuk bisa masuk dan bicara dgn nenek surti.
tidak perlu menunggu...
nenek surti sudah keluar dari dalam gubuk nya
sambil bawa se piring nasi..
makan nak?...katanya
terus nek kataku...
ku lihat nenek surti makan nasi sama seperti aku
seketika aku lega ..
aku nggak tahu mengapa perasaan ku lega?
setelah tahu bahwa makanan nenek itu nasi tidak darah.berarti nenek surti tidak palasik kataku dalam hati.
aku hampiri nenek itu, dgn apa makan nek? tanyaku.
apa adanya aja kata nenek itu.
aku pandang nenek itu, biasa saja agak kurus.
pakaian nya sederhana, seperti pakaian nenek nenek dikampung ini.
cuma wajahnya suram matanya seperti banyak mengandung beban.
apakah nenek tinggal sendiri di sini?tanyaku.
iya kata nya...
apakah nenek tidak punya saudara?ulang ku
nenek itu memandang pada ku.nampak guratan di wajah nya nya makin jelas.
angku labai yg tinggal di surau itu kakak ku, katanya.
teringat aku angku labai orang yg taat beragama imam dikampung itu.
kandung?..tanyaku
iya jawab nenek itu singkat.
anak nenek nggak ada?..
ada di desa sebelah kata nya.
nenek itu memandangku lama sekali seperti ada yg
ingin diketahuinya pada diri ku.
anak tinggal dimana? nenek itu bertanya padaku.
aku anak kepala dusun nek...biasanya aku di rantau.nenek surti menatapku lagi.
kemudian nenek itu permisi kedalam dan tidak keluar keluar lagi.setelah lama menunggu akhirnya aku pun pergi.membawa lengkuas dan meletakkan sedikit uang di atas tikar yg sudah usang itu
banyak pertanyaan di kepalaku.ternyata nenek itu tidak sebatang kara.ada kakak nya .ada anak nya. kenapa nenek itu tinggal sendiri? dan ternyata nenek itu orang kampung sini juga.
banyak lagi per tanya an yg tentu tak kunjung
ada jawab nya...
beberapa hari kemudian aku kunjungi angku labai di surau.kami ber bincang bincang.
dulu surti memang palasik kata angku labai mengejutkan aku.
tapi sekarang tidak lagi kata angku labai.
sedikit sekali yg aku bisa tahu dari angku labai .
sepertinya ada sesuatu yg dirahasiakan .disimpan oleh keluarga itu.
ketika bulan purnama hampir penuh.kakak ku yg tertua sudah hampir satu bulan melahirkan.malam itu ,bayi kakak ku yg baru lahir itu demam.kebetulan aku sendiri yg mengantar nya ke rumah bidan desa.
pulang nya dari rumah bidan desa.bayi kakak ku mencret mencret tidak ada henti nya.malam itu bayi itu selalu rewel dan menangis terus.
jangan jangan ini kena palasik batin ku.
sebuah dorongan hati yg tanpa aku sadari.telah membawaku ke gubuk nenek surti.dan tanpa aku sadari aku telah mengatakan pada nenek itu.
anak kakak ku kena palasik...kataku dgn tubuh gemetar.nenek itu menatapku.mata yg seperti banyak beban itu, berkilat , lalu menyelinap kedalam gubuk.keluar lagi membawa bungkusan.
bawa ini minum kan cepat...nanti aku ke sana kata nenek itu.dirumah kepala dusun kan?...nenek itu meyakinkan tempat nya.
ya...kata ku dan pergi tergesa gesa.
setelah aku ceritakan pada kakak ku dan suami nya.lalu diminumkan lah air pemberian nenek surti itu.heran aku...seketika mencret anak kakak ku langsung berhenti.kami semua lega.
nenek surti datang...ada bungkusan bungkusan entah apa.
sebar kan ini sekeliling rumah .perintah nenek surti tegas.berbeda sekali bawaan nya dari yg ku temui dulu.sekarang nampak tegas dan bergerak cekatan.entah apa lagi yg disiram kan nya keliling rumah.
kesini...nenek surti memanggilku.
jangan ada yg keluar rumah..malam ini dia datang katanya.apapun yg terjadi jangan ikut campur kata nenek surti.kami semua bingung dan heran.
yg palasik itu adalah anak ku...ucap nenek surti gemetar.kami semua diam saja.dulu aku palasik sambung nenek itu lagi...ketika aku sakit keras .
sangat parah aku hampir mati.mungkin karena dosaku yg sangat banyak...surti terdengar sedih.
aku sudah tidak tahan ketika itu.aku harus menghisap darah cucuku.tapi batinku menolak.
ilmu yg ada dalam tubuhku berontak, menyiksaku.dan menyiksaku terus...pada saat kritis itu.anakku menyuruhku menjulurkan lidah .
dan dia menjilat nya.
karena dia pernah aku kasih tahu .ilmu palasik bisa di ambil dgn cara menjilat lidah
karena tidak tega melihat penderitaan ku cuma dgn begitu bisa menolongku.dan ilmu palasik itu pindah pada nya.
asalammualaikum...angku labai juga datang...
dia ter senyum kecil memandang ku.
sebentar nenek surti berbicara dgn angku labai
kemudian mereka duduk beradu punggung.
keparaaaaatttt...sebuah teriakkan memecah malam.aku lihat surti dan angku labai diam tafakur
dan ...sebuah kepala ya...kepala seorang wanita bertaring dgn rambut panjang melayang memasuki halaman rumah ku.dgn usus masih lengkap tergantung.
angku labai mengeluarkan sebuah bungkusan .mengeluarkan sebilah pisau berkeluk...
nampak mengkilat ditengah malam di terangi bulan purnama yg hampir penuh.
potongan kepala itu terus masuk menuju rumah ku
ooooaaakkk...bayi kakak ku menangis keras.
mata kepala itu jelalatan mencari suara bayi...
tiba tiba hampir sampai di pintu kepala itu tersentak dan terdengar jeritan panjang.kepala itu seperti membentur dinding berduri .
aauurrrrr...kepala itu mengeram dan berbalik lalu mengelilingi rumah tapi kemanapun dia mencoba masuk selalu terbentur ...
pagar gaib yg telah di buat nenek surti...
oooaakkkkk...jeritan bayi kakak ku semakin keras
aku gemetar ternyata palasik memang ada.
ku lihat kepala dgn rambut terurai dan menyeringai memperlihatkan taring nya dgn air liur berjelejeh han..
seram sekali ...di malam ketika bulan hampir penuh empat belas lni.
aku lihat kakak ku terkulai pingsan .suaminya duduk dgn tubuh gemetar tidak sanggup melakukan apa apa.lutut ku gemetar walau masih berdiri.
ku lihat nenek surti dsn angku labai tenang saja se olah tidak terpengaruh.
tiba tiba sebuah pekik melengking dari kepala itu
dan seperti anak panah kepala itu meluncur ke arah nenek surti dan angku labai.
aku lihat mereka tetap duduk diam.tapi tidak lagi bertolak punggung sudah searah kepada kepala yg meluncur tajam kearah mereka.
jantung ku berdegup makin kencang.menunggu apa akhir nya .tadi nenek surti sudah berpesan
jgn ikut campur lihat saja apa yg terjadi.
tiba tiba pekik kepala itu terhenti mendadak terbentur pagar gaib nenek surti.
duarrrt..dum...terdengar seperti ledakkan dan kepala itu terjatuh ke tanah dgn keadaan telentang
seketika tubuh nenek surti dan angku labai bergerak cepat sekali seperti terbang saja berbareng dan nenek surti merangkul kepala berliur dan lidah menjulur .berlangsung hitungan detik saja
nenek surti menjilat lidah yg menjulur itu anku labai menghujamkan pisau bengkok tepat menembus jantung nenek surti melalui punggung nya.
lalu tidak terdengar apa apa lagi..
diam dan hening ...
kemudian isak tertahan angku labai...
pergi dgn menggendong mayat nenek surti.
kepala palasik tidak ada lagi
raib ...mungkin kembali pada tubuh nya
salah satu memang harus ber korban
angku labai berkata di sela isak nya...
kotomandakek 2022