Hi, kenalin nama gua idut atau biasa dipanggil gendut sama teman-temanku, dari nama itu kalian sudah bisa menebak bagaimana bentuk tubuhku yang gendut ini, entah kenapa nama gua pas sekali menggunakan akhiran dut.
Mama dan papa bilang kalau gendut itu bagus dan banyak cewe yang suka, waktu kecil sih gua percaya aja apa omongan mereka, tapi kenyataannya mereka malah lihat gua sebagai bahan lucuan.
Jangankan ada yang suka, yang bilang ganteng aja ga ada, paling mama papa yang bilang ganteng, itu pun mereka bilangnya sambil tertawa, seakan anak mereka ini adalah pelawak yang sedang melawak, sejak saat itu gua tahu kalo gendut itu jelek dan ga ada yang suka.
Tapi sepertinya aku tarik omonganku barusan, karena ada seorang wanita yang dengan senang hati mengobrol tanpa menghina fisik ku, sejak saat itu sepertinya aku mulai jatuh cinta dengannya, nama wanita itu Adelia.
Ga pernah terpikirkan, setelah jomblo 21 tahun akhirnya datang juga jodoh gua, setelah peristiwa itu gua menghabiskan hari-hari ku dengan Adelia, itu bisa terjadi karena kami teman 1 kantor yang meja kerjanya berhadapan dengan ku, dari sini juga aku pertama kali mengenalnya.
Dan hari libur pun datang, tetapi aku tetap bisa bertemu dengan Adelia, karena aku sudah janjian dengannya untuk menonton film hari ini, aku tidak tahu film apa yang disukainya, tapi aku yakin wanita pasti sangat suka dengan romance.
Dan seperti dugaan gua, dia tidak menyukai filmnya, rupanya Adelia adalah tipe orang yang tidak suka romance, aku bisa tahu dari raut wajahnya yang tidak menikmati film, meskipun dia berkata suka dari bibirnya tapi raut mukanya tidak dapat menyembunyikan kebohongan.
Hari per hari, bulan per bulan, dan tahun pertahun sudah kami lewati, dan aku semakin banyak tahu tentang Adelia , sekarang gua tahu film favoritnya adalah action, gua tahu dia ga suka gorengan dan masih banyak lagi yang gua tahu dari dia, yang sebelumnya ga tahu menjadi tahu.
Sepertinya gua ga bisa lagi myembunyiin perasaan gua ini, gua ga bisa kaya begini terus, mungkin sekarang kami sudah dekat tapi status kami tetaplah seorang teman, dan gua takut dia jadian sama yang lain sebelum gua ungkapin perasaan.
Karena ga mau itu terjadi, hari ini jam 7 gua minta dia ketemuan sama gua di CAFFE tempat langganan kami, dan pada jam 07:02 dia sampai, dia menggenakan baju merah dengan poni yang lurus, tanpa basa basi gua langsung bilang ke dia.
‘Lia gua suka sama lu'
‘ha apa ?’ tanya lia
‘gua suka sama lu lia'
‘bentar gua mau pesen minuman dulu dut'
Bisa saja disaat seperti ini dia malah memesan minuman terlebih dahulu dibandingkan mendengarkan pernyataan ku.
‘tadi lu bilang apa dut, gua ga kedengaran soalnya'
‘jadi gini Lia, gua suka sama lu mau ga lu jadi pacar gua?'
‘serius lu dut'
‘serius lah Lia , lu liat aja mata gua'
‘emang mata lu kenapa dut’?
‘kelilip sambel' ucap gua ketus
Hari itu diakhiri begitu saja, Lia belum menjawab pernyataanku barusan, sampai pada malam harinya dia mengirimkan pesan kepadaku.
'maaf ya dut, gua ga bisa jadi pacar lu, karena gua ga memiliki rasa suka seperti yang miliki ke gua, maaf kalo selama ini gua buat lu jadi suka ke gua, gua tolak Lo bukan karena Lo gendut atau apapun itu, tapi gua tolak Lo karna gua ga ada rasa yang seperti lu miliki ke gua, sekali lagi maaf ya dut’.
Malam itu aku menangis histeris yang menyebabkan aku menjadi ingusan pada saat bangun, dan aktivitas harianku kembali lagi seperti biasa, bedanya gua jadi ga akrab lagi sama Lia.
Waktu terus berlalu, seperti angin yang berhembus dan terus maju, gua juga seperti itu, susah rasanya untuk melupakan Adelia, perlahan tapi pasti, Adelia juga tidak kerja dikantor sejak 1bulan setelah malam penolakan itu terjadi.
Di hari libur ini, saya awali pagi dengan olahraga untuk mengecilkan perutku.
‘paket’ teriak seorang kurir paket di depan rumah.
Gua ga tau dari siapa paket itu, tapi gua terima dan gua buka isi paketnya yang ternyata isinya sebuah surat, bahkan pengirimnya ga cantumin nama.
Dan pas gua baca.
Dear Idut
Lelaki lucu yang selalu membuat ku tersenyum, lelaki yang selalu membuatku tertawa, lelaki yang bisa membuatku bahagia. Pada saat lu baca ini, berarti gua uda ga ada didunia ini, yah pas surat ini lu baca berarti gua sudah mati. Sebelum itu kenalin , nama gua Adelia wanita biasa saja yang ditakdirkan untuk menderita penyakit kanker otak pada saat umur 20, awalnya gua kira hidup ini ga ada artinya, tapi setelah mengenal lu di kantor, entah kenapa gua ngerasa hidup gua berubah, dari yang awalnya gua murung terus, sekarang gua jadi terus tertawa, gua lewati hari demi hari bersama lu, dan rasa cinta ini juga kian tumbuh, sampai akhirnya lu ngungkapin perasaan lu ke gua, tapi gua ga bisa nerima pernyataan lu, karena gua tahu hidup gua ga panjang lagi, jadi gua memilih untuk menolak lu. Setelah gua menolak lu semuanya jadi berubah, lu jadi bukan Idut yang gua kenal, sedih sih tapi gua ngerti kok, gua doain lu bisa dapatkan wanita yang bisa nerima lu dan cinta sama lu seperti gua cinta sama lu. Satu lagi yang mau gua bilang ke l, I love You.
Adelia
22-8-2020
Setelah membaca surat tersebut gua menangis tanpa henti, sekarang gua tahu , walaupun perutku gendut dan muka ku jelek, masih ada juga wanita yang mencintaiku, meskipun aku tidak menyadarinya, gua bersumpah gua ga akan pernah lupain dia, cinta pertama gua, orang yang pertama bisa buat gua merasakan apa itu cinta, orang pertama yang ga melihat fisik gua, dan orang pertama yang berhasil membuatku menangis karena cinta.