Seorang anak laki-laki bernama Christoferdion Tan Lee, Akrabnya disekolah dipanggil Lee atau Dion. Dia tampan rupawan bak artis oriental dg tubuh proporsional yg menjadi pesona nya dikalangan siswa perempuan. Lee masih duduk di bangku SMA kelas 3 di sebuah SMA ternama yaitu Yayasan Kampus Pelita Harapan Tangerang.
Dia adalah anak laki-laki yang ceria dan selalu meraih juara pertama dikelasnya. Dia mempunyai seorang kakak perempuan(noona) bernama Victorya Tan Lee yang sudah lebih dulu duduk di bangku perkuliahan UPH (Universitas Pelita Harapan). Lee tidak mempunyai sahabat karena dari kecil keluarganya sering berpindah-pindah dari korea ke indonesia atau sebaliknya karena pekerjaan ayahnya, namun karena suatu alasan akhirnya dia menetap di indonesia saat dia masih duduk di bangku SMP.
Meski dia tidak memiliki sahabat namun dia memiliki seorang gadis yang benar-benar ia sayang di kelasnya. Namanya Kim Esther Wendy yang sering disapa Kim oleh teman-teman sekelasnya. Dia gadis asal korea keturunan Tionghoa. Lee dan Kim telah menjalin hubungan asmara sejak kelas 4 SD ketika mereka masih di korea dan teman-teman sekelasnya tau itu. Mungkin mereka berdua terdengar seperti lelucon karena cinta monyetnya. Namun pada kenyataanya sekarang mereka sudah beranjak dewasa dan mereka tidak mau dibilang hanya sekedar “PUPPY
LOVE”.
**
Suatu hari di kelas ketika jam kosong. Lee mengobrol dengan teman-temannya, Kim hanya berdiam diri menjadi pendengar yang baik tanpa sepatah kata pun, karena Kim hanya sedikit sekali mengerti bahasa indonesia meski sudah hampir 3 tahun ia pindah ke indonesia. Wajar saja karena Pelita Harapan merupakan salah satu sekolah bertaraf internasional jadi berbahasa inggris bukanlah hal tabu disana.
“Hey,,kim, Come here, we are chatting and sharing” salah seorang menyeletuk. “oh, okay. But I just listen to you all ‘cause I don’t understand about you all” sahut Kim. "But we were talking about you!" balas mereka. "What?!" Kim berdecak dg sungutnya. “Huahahaha...” mereka semua tertawa membully Kim. Kim hanya menunduk dengan sepatah senyum.
Setiap hari Lee dan Kim selalu bersama baik disekolah maupun dirumah. Karena hanya keluarga Lee yang dimiliki Kim di indonesia, jadi dia menyewa sebuah appartement di sekitar komplek perumahan yang ditinggali keluarga Lee. Lee sendiri tinggal di Bumi Serpong Damai(BSD) kawasan Lippo Karawachi Tangerang. Alasan lain Kim menyusul Lee ke indonesia karena sudah tidak ada yang peduli dengan Kim. Ibunya sudah lama meninggal terkena Leukimia, sedangkan ayahnya kembali ke
negara asalnya negeri tirai bambu dan sudah menikah lagi
**
Hari berganti hari, dan hari ini adalah hari yang benar-benar tak diinginkan oleh Lee. Perpisahan dan pelepasan atribut SMA. Acara berjalan lancar hingga pesta hiburan. Hal yang tak disangka-sangka, sang MC meminta agar Lee dan Kim naik ke panggung untuk berduet membawakan sebuah lagu. Tanpa fikir panjang Lee menggandeng tangan Kim dan menuju arah panggung.
“Thank’s to all my bestfriend who has given us time to entertain you all, Sorry before, If we have any mistake while bring this song. Kim and I will sing a song with the title is “FIRST LOVE by Utada Hikaru english version”. “I will play the piano and Kim as vocal” kata Lee. Nada demi nada mulai dimainkan sembari alunan lagu dari Kim.
"Once in a while”
“You
are in my mind”
“I
think about the days that we had”
“And
I dream that these would all come back to me”
“If
only you knew every moment in time”
“Nothing
goes on in my heart”
“Just
like your memories”
“How
I want here to be with you”
“Once
more”
“Once
in a while”
“Your
are in my dreams”
"I can feel the warmth of your embrace”
“And
I pray that it will all come back to me”
“If
only you knew every moment in time”
“Nothing
goes on in my heart”
“Just
like your memories”
“And
how I want here to be with you”
Dipertengahan lagu, kedua mata Lee mulai berkaca-kaca sambil terus memainkan piano nan merdu itu. Mereka berdua sesekali bertatapan menyanyikan lagu dengan sepenuh hati.
“You will always be
inside my heart”
“And
you should know”
“How
I wish I could have never let you go”
“Come
into my life again”
“Oh,
don't say no”
“You
will always gonna be the one”
“So
true, I believe I could never find”
“Somebody like you”
“My first love”
“Now
and forever…………..”
Lee meneteskan air mata dipenghujung lagu. Demikian dengan Kim yang mulai terbata-bata di bait-bait terakhir tak lain karna makna tersirat yang terkandung dalam lagu mengingatkan kisah cinta mereka berdua.
Teman-teman satu angkatan dan juga tamu lainnya tercengang tanpa kata, beberapa ikut
menangis haru mendengar lagu tersebut dan juga aksi duet panggung mereka. Disusul suara tepuk tangan yang meriah dari para penonton dan juga para guru. Terlontar teriakan para sahabat-sahabat dikelasnya yg seketika membuat pipi Lee dan Kim memerah, "Ciumm.. ciumm..ciumm..cium..ciummm. ciumm..ciummm" Lee hanya tertawa sumringah menanggapi candaan para sahabatnya yang menyudutkannya itu. "No way! Nooo... guys, We still in the school, but I don't know out there only God knows LOL". Sambil mengusap air matanya, Lee terus menatap Kim, sehingga Kim tak mampu berkata apa-apa menahan malu. Kim hanya tersenyum menggaruk hidungnya yang tak gatal sembari membalas tatapan Lee. "Boooooooooo~~~ gk seru ah kalian" sambung bullyan yg menyoraki mereka berdua.
Kim menarik tangan Lee menuruni panggung. “Lee!! Come with me. I’ll say something to you”. Di belakang sekolah Kim mulai terbata-bata saat akan mengatakan hal tersebut pada Lee, karena ia takut akan menyakiti hatinya. Namun ia harus tetap mengatakannya karena Kim tidak ingin dirinya menjadi beban untuk Lee dan juga menyusahkannya. “Lee...!! kita putus saja” kata Kim. “What? What are you talking about?” sahut Lee. “kita putus..!” jawab kim. “kenapa kim? Kau tidak
punya satu kesalahan pun terhadapku. Aku pun demikian, we're not in trouble lately” tanya Lee. “never mind Lee, aku hanya ingin sendiri” kata Kim. “tapi aku tidak mau putus dengan mu, I love you and will love you more until death do us a part bahkan aku memimpikan kita akan menikah kelak” Jawab Lee. “kumohon Lee, mengerti aku” Kim memegang
tangan Lee dan menatap wajah Lee. Mata Lee berkaca-kaca serasa ingin mencurahkan air mata untuk kedua kalinya mendengar ucapan pacarnya itu.
Tiba-tiba Kim mimisan. “Kim, Are you okay?” Tanya Lee khawatir. “yeahhh,, I’m okay” jawab kim. “tapi kenapa kau mimisan??” sahut Lee. “hah?,,,” Kim mengusap hidung. “aku tidak apa apa Lee, jangan khawatir” Kim berdalih dan ia beranjak pergi meninggalkan.
Kimmmmmmm!!! Wait me Kim.. Where are you go?!!
**
Keesokan harinya, Lee mengunjungi Kim di appartmentnya. “Tokk..tokk..tokk.., Kim! Apakah kau dirumah?? “ tidak ada jawaban dari dalam, padahal kim tidak pernah kemana-mana selain sekolah dan bermain ke rumah Lee. Dan seperti biasa, seharusnya sekali dua kali Lee mengetuk pintu, Kim langsung membukakan pintu. “ada apa ini” Lee mulai khawatir. “Kim,,,,!! Apakah kau didalam?? Jawab aku kim, ini Lee. Lee dengan segera menghubungi petugas kamar. Beberapa menit kemudian petugas kamar menghampiri Lee dan mencoba membuka kamar Kim.
“Kimmmmmmmm..........!!!" teriak Lee. Kim tidak sadarkan diri dengan hidung penuh darah didepan pintu saat akan membukakan pintu. Lee langsung menggendong Kim dan membawa Kim kerumah sakit. Lee menunggu Kim diruang perawatan dengan terus memegang tangan kim.
Dokter masuk keruangan kim dirawat. “Dokter, What truly happend with my girlfriend?” Lee bertanya. “Ia tidak apa-apa, anda tidak perlu khawatir” jawab dokter. “Imposible! Kalau dia tidak apa-apa tidak mungkin Kim sampai mimisan dan pingsan” Lee menyela pembicaraan dengan perasaan tidak percaya. “Aku tidak apa-apa Lee” Kim tersadar. “Kim, ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi?” Lee memegang erat tangan kim. Dokter meninggalkan mereka berdua dikamar. “jadi ini alasanmu ingin putus denganku?” Tanya Lee dengan naga tinggi. “aku hanya tidak ingin menyusahkanmmu dengan keadaan ku yang seperti ini” Kim menatap Lee berlinangkan air mata. Lee menangis, bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Lee meninggalkan kamar dan menuju kamar sang dokter. “Dokter, Please tell me what truly happend? Saya tau ini adalah hak pasien untuk merahasiakan penyakitnya tapi saya adalah keluarganya satu-satunya disini, tolong dok jawab pertanyaan saya dengan jujur” tanya Lee. “Begini,, saudari Kim menderita Leukimia stadium akhir” jawab dokter tertatih. “WHAT!!! ARE YOU KIDDING ME??” Lee menarik kerah baju sang dokter. “Lepaskan! Tolong jaga sikap anda pak, ini rumah sakit! Saya tidak mungkin salah! Saya sudah sering menangani kasus seperti ini, dan ini memang benar Leukimia akut dan sudah terlambat untuk melakukan kemoterapi ataupun pencangkokan sumsum tulang belakang” jawab dokter berterus terang. “tapi kemarin kemari dia baik-baik saja" bantah Lee. "Kekasih anda sudah mengidap penyakit ini sejak lama, hanya saja mungkin dia tidak memberi tahu anda. Nona Kim jg bukan sekali dua kali datang ke rumah sakit ini, dia sudah sering kali konsultasi kepada saya bahwasanya ibu ny jg sudah meninggal dg penyakit yang sama" jelas sang dokter.
Dokter kumohon selamatkan Kim, apapun caranya dan berapapun biayanya, bila perlu ambil tulang belakang milikku, aku rela mati untuknya” Lee
menangis bersujud pada dokter itu. “Tidak bisa, ini sudah batasnya dan pendonor haruslah dari anggota keluarganya, bukan orang lain. Selain itu persentase keberhasilan operasi sangat kecil dan malah bisa mebahayakan nyawa saudari Kim” jawab dokter. “tapi...tapi... dokter... ku....moh..on” Lee terbata-bata. Dengan perasaan kalut, Lee teringat dengan Xu Huan (*adik tiri Kim).
“Dokter...Dokter... saudari Kim dlm keadaan kritis, kita harus memindahkannya ke ruang ICU” teriak salah seorang suster. Saat Dokter dan Lee tiba ditempat, Kim menangis dengan hidung mimisan dan dada yang penuh sesak.. L...e...e... ma...af..kan...ak...ku...Suster membersihkan darah
dan segera memasang ventilator kepada Kim. Sorot mata kim yang berkaca-kaca memandangi wajah Lee yang sudah bermandikan air mata. Lee menggenggam tangan Kim. “Kim! Apa yang kau
katakan, aku membutuhkanmu Kim, kamu pasti akan sembuh, aku sudah menelpon Xu Huan agar segera berkunjung ke Indonesia, aku akan membujuknya agar mau melakukan transplantasi".
Kim menggeleng, "tidak Lee, golongan darah kami berbeda. Aku sudah siap untuk menjenguk ibu di surga karna cepat atau lambat hari ini akan tiba" jelas kim dengan nafas tersengal. Lee menangis tanpa henti.. "Kumohon Kim bertahanlah, jangan begini.. please stay with me!". Kim mencoba meraih pipi Lee dg senyum tanpa beban, "SARANGHAE Lee :’)" Kim menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kiiiimmmmmmm....."
#END