kupikir cinta itu akan selamanya indah, nyatanya tidak karena dalam hubungan ada pertemuan pasti akan ada perpisahan,,
semua ini berawal dari satu bulan lalu....
namaku adalah Diana, usiaku 17 tahun.
di pagi yang cerah ini aku bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama dengan sahabatku yang bernama Alexsa, dia adalah orang yang baik dan yang paling aku percayai "menurut ku"
"Hai Alexsa" sapaku didepan rumahnya.
"Hai Diana" sapanya.
"Ayo!! " ajak ku untuk segera berangkat ke sekolah.
aku dan Alexsa selalu berangkat sekolah bersama, kami berangkat menaiki motor dengan berboncengan.
sampai disekolah aku dan Alexsa memarkirkan motorku lalu menuju ke kelas.
Dikelas
"Hai sayang, Hai juga Alexsa" sapa pacarku Risky
"iya sayang" jawabku
"Hai Ris" sapa balik Alexsa
yaa, aku mempunyai pacar dia bernama Risky, hubungan kami bisa dibilang sudah cukup lama dan hampir satu tahun.
Risky adalah salah satu pria tampan disekolah ku,, dia tinggi berkulit putih, matanya sipit dan hidungnya yang mancung. banyak wanita yang menyukai Risky, dan Risky pun begitu terbuka dengan para wanita yang menyukai nya itu, seperti sekedar mengagumi ya.
ya aku dan Risky berada satu kelas tapi berbeda dengan Alexsa, ruang kelasnya berada di sebelah kelasku. terkadang dia mampir ke kelasku dulu sebelum masuk ke kelas nya...
"tumben berangkat pagi" kata Risky
"iya nih, aku piket soalnya" sahut Alexsa yang tak pikir panjang.
"iya, Alexsa piket jadi sengaja berangkat awal" jawabku
"kalo gitu aku ke kelas dulu ya" pamit Alexsa kepadaku dan Risky.
Entah perasaan ku saja atau memang benar, Alexsa dan Risky serasa semakin dekat. aku tidak pernah curiga tentang Alexsa karena dia sahabat baikku, dan mungkin seharusnya tidak...
tetapi ini agak aneh untukku
iyaa,, aku mulai curiga dari lama ada yang nggk beres sama Risky dan Alexsa akhir²ini, seperti ada yang ganjal diantara mereka berdua.
awalnya aku tidak pernah berpikir seperti ini, namun lama kelamaan kejanggalan pun akan tetap terasa.
memang seharusnya aku tidak boleh berpikir negatif tentang sahabat ku sendiri karena dia selalu bersikap baik dengan ku dan juga mendukung hubungan ku dengan Risky..
tidak mungkin kan sahabat baik akan menghancurkan hubunganmu...
Alexsa Setahuku tidak pernah menyukai Risky karena katanya Risky bukanlah seleranya.
jam pelajaran dimulai..
bangku Risky dan aku memang agak berjauhan, Risky berada di pojok belakang sedangkan aku berada di depan..
aku sengaja menengok kebelakang untuk melihat Risky sesaat, namun Risky sepertinya sedang asyik dengan ponselnya, dan entah apa yang membuat nya begitu senang hingga tersenyum² sendiri..
aku penasaran, tapi apa yang bisa aku lakukan saat guru sedang menerangkan?
bel istirahat pun berbunyi...
aku tanpa ragu menghampiri Risky.
"sayang ada apa?" tanyaku asal dengan melihat ke arah ponselnya
Risky melihatku dengan agak panik..
"oh sayang, ga ada apa²kok. emng kenapa? " jawab Risky.
"kyaknya asyik banget dari tadi, mau liat dong ay" kataku.
"ah ga ada yang perlu dilihat kok, ayok ke kantin" Risky berusaha mengalihkan perhatian.
aku dengan rasa penasaran ku pun memilih untuk melupakannya.
aku dan Risky pergi ke kantin tidak lupa juga menghampiri Alexsa untuk pergi bersama..
waktu²pun berlalu, dan sudah saatnya jam sekolah usai..
aku menunggu Alexsa diparkiran, sengaja tidak menunggunya didepan kelas karena ingin segera pulang.
aku menunggu hingga hampir 20 menit diparkiran tapi Alexsa tak kunjung datang dan siswa lain pun sudah hampir tidak ada satupun disekolah..
"kemana Alexsa, kok lama banget sih padahal kelas nya sudah selesai" batinku
akupun mulai sadar juga bahwa Risky yang aku abaikan sejak istirahat tadi juga belum pulang, aku mendapati motornya masih disekolah...
yaa,, aku mengabaikan Risky karena dia sepertinya menyembunyikan banyak hal dibelakang ku tetapi aku memilih diam dan mengabaikannya saja.
dengan rasa penasaran akupun mencari kemana Alexsa ataupun Risky dan menyusuri area sekolah.
aku hanya takut apa yang aku pikirkan akhir²ini benar, bahwa Alexsa menyukai Risky dan ada apa²dengan mereka berdua..
dengan fikiran positif aku berjalan melihat sekeliling kelas. suasana memang sudah sepi, guru²yang mengajar pun sudah pulang semua hanya tinggal pak satpam yang menjaga gerbang..
tak berselang lama
tak sengaja aku melihat seseorang sedang berciuman di pojok ruang kelas, aku merasa terkejut..
"siapa yang tak tahu malu berciuman di ruang kelas, ga takut diliat orang apa" gumam ku dengan rasa sedikit kaget dan penasaran.
aku sedikit agak mendekat untuk melihat dari pojok jendela ruangan..
mataku seketika melotot, aku terkejut dan kakiku tiba²saja lemas,, ya benar itu adalah Risky dan Alexsa.. dengan deras air mataku tiba-tiba saja jatuh, hatiku sakit dan amat sangat sakit,,
aku tidak menyangka ataupun menyadari bahwa sahabat baikku sendiri bisa melakukan itu dengan pacarku, dan bahkan akupun tidak pernah berciuman sekalipun dengan pacarku..
aku berjalan kearah pintu dengan menahan rasa sakit hati untuk masuk kedalam,,
dengan terbata-bata dan air mata yang mengalir aku memanggil dengan sebutan kata
"Hai"
seketika Risky dan Alexsa terkejut dan melihat ku dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan..
"D-Diana, bukan begitu aku bisa jelaskan semuanya" ucap Risky memegang tanganku dengan panik.
aku menepis nya dengan kasar
"ha? jelaskan ? perselingkuhan antara sahabat, apa yang perlu dijelaskan" kataku dengan nada mengejek.
"apa ini yang namanya sahabat? mengambil milik sahabat nya sendiri, dan bermain dibelakangnya ha?" kataku dengan melihat Alexsa yang merasa bersalah dan takut.
"Diana bukan begitu,, ma-maaf" ucap Alexsa dengan menangis.
"apa yang perlu dijelaskan Risky, apakah ini yang kau lakukan selama ini? apakah aku kurang dimatamu sehingga kau berpaling dariku" kataku
"Diana maaf" sahut Risky dengan pasrah
"apakah kau tau, yang paling menyakitkan adalah kau berselingkuh dengan sahabat ku sendiri, sahabat baikku orang yang selama ini aku percayai" kataku
aku tidak bisa berpikir dan langsung berlali pergi meninggalkan mereka berdua..
aku lebih memilih pergi daripada adu mulut dengan mereka berdua ,, yang jelas akan mengarang banyak cerita,,,
sudah lima hari aku tidak masuk sekolah, aku izin sakit. yaa,, itu karenanya membuat ku berpikir berlebihan hingga aku jatuh sakit..
aku putus hubungan dengan sahabat yang kupikir baik dan sangat kupercayai itu..
Risky selalu mencari ku tetapi aku mengabaikannya, dan terkadang menghampiri ku ke rumah namun aku bilang kepada orang tua ku tidak ingin bertemu dengan siapapun.
hubungan ku yang hampir satu tahun aku jalani dengan gampang nya berakhir hanya karena sahabat ku.
sepertinya Risky sangat menyesal
dan aku mendengar kabar bahwa Alexsa dan Risky putus hubungan, dengan cepat kabar itu pun menyebar disekolah bahwa Risky berselingkuh dengan sahabat pacarnya...
Aku hanya berpesan tidak semua orang yang terlihat baik dimata berarti hatinya pun baik,, jangan percaya kepada orang lain dengan mudah walaupun itu sahabat mu. terkadang orang terdekatlah yang paling berbahaya,,
tidak ada yang dapat dipercaya selain diri sendiri. itulah kerasnya kehidupan....