Pinkan adalah seorang gadis yang baru lulus kuliah, ia mencoba melamar pekerjaan saat setelah mendapatkan ijazah nya. Tak mau menyia nyiakan hasil belajar nya selama ini, maka dari itu setelah ijazah nya keluar ia langsung memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan.
Satu minggu menunggu akhirnya kerja kerasnya memasukkan lamaran membuahkan hasil. Hari ini ia di panggil oleh HRD salah satu perusahaan yang ia masuki lamaran. Ia di minta untuk datang ke perusahaan hari ini juga untuk membahas pekerjaan.
Dan di sini lah kini Pinkan berada. Ia duduk di depan seorang wanita yang usianya sekitar tiga puluhan tahun. Wanita itu adalah kepala HRD di sana.
Wanita berkacamata itu membaca lamaran dan CV milik Pinkan. Ia membolak-balikan lembaran itu dengan serius. Ia melihat nilai nilai Pinkan cukup sempurna. Ternyata Pinkan salah satu siswi pintar di kampusnya.
Melihat posisi yang di ingin kan Pinkan, wanita itu hanya menghela napas pelan. Ia sangat menyayangkan Pinkan sudah terlambat. Karena posisi yang di ingin kan oleh Pinkan sudah di isi oleh orang lain dua minggu yang lalu.
Sedangkan mereka sekarang sedang membutuhkan di bagian logistik. Karena hanya di bagian logistik saja yang sekarang sedang kosong.
" Emmm " Dehem nya
" Mba,, kami memang senang membutuhkan karyawan. Tapi posisi yang mba mau sudah terisi. Sekarang kami sedang membutuhkan karyawan di bagian logistik. Apa mba mau saya masukan di bagian logistik, gk sesuai dengan posisi yang mba mau? " Jelas wanita berkacamata itu di sambili dengan pertanyaan
" Gk apa apa bu, di bagian apapun itu saya mau. Yang penting saya bisa di terima bekerja. Sejujurnya saya juga belum berpengalaman dalam bekerja. Saya masih baru, baru mau memulai meniti karir. Jadi apa pun posisi nya saya terima " Ucap Pinkan jujur dan senang karena di terima bekerja
Apa pun posisi nya ia akan terima, ia sangat bersyukur dan berterima kasih jika ia di terima masuk bekerja. Karena ini adalah pengalaman pertama nya di dunia kerja.
" Apa kamu yakin? " Wanita itu bertanya untuk meyakinkan
" Yakin bu " Jawab Pinkan mantap
" Baik lah kalau begitu mulai besok kamu sudah bisa bekerja " Ucap wanita berkacamata itu
Pinkan sangat senang, ia pun segera pamit pulang. Sebelum pulang ia berjabat tangan terlebih dahulu dan berterima kasih karena sudah di terima bekerja.
Keesokan harinya Pinkan datang ke kantor pagi pagi sekali, ia tak mau terlambat di hari nya kerja.
Di ruangan CEO
" Bagian ke adaan nya? " Tanya pria tampan yang merupakan CEO perusahaan tersebut.
" Cukup parah tuan. Kemungkinan besar dia tidak akan bisa kembali bekerja " Jawab seorang pria yang merupakan asisten sang CEO
CEO pun menghela nafas berat.
" Cari pengganti nya. Dan beri tunjangan pada keluarga nya " Perintah nya dengan wajah datar
" Baik tuan " Jawab asisten
Kemudian sang asisten pergi ke luar menuju bagian HRD untuk meminta kepala HRD mencari karyawan baru untuk menggantikan posisi sekertaris baru.
Ya, sekertaris yang baru saja bekerja dua minggu yang lalu tadi pagi mengalami kecelakaan yang cukup parah. Sehingga mereka mencari sekertaris baru lagi.
Kepala HRD teringat pada Pinkan. Dan ia pun memanggil Pinkan untuk dapat ke ruangan nya. Pinkan yang sedang mempelajari pekerjaan barunya langsung meninggalkan ruangan nya karena mendapat panggilan dari HRD.
Tok
Tok
Tok
" Silahkan masuk " Saut dari dalam dan Pinkan pun masuk
" Ada apa ya bu? " Tanya Pinkan sopan
" Sekarang kamu pergi ke lantai dua puluh, langsung ke ruangan tuan Brayan " Tutur nya
" Maaf Bu Mia. Tapi buat apa ya saya ke ruangan tuan Brayan? " Tanya Pinkan bingung
" Aaa iya saya lupa belum menjelaskan pada mu. Tuan Brayan sedang membutuhkan sekertaris. Jadi kamu sekarang tidak lagi di bagian logistik. Mulai sekarang kamu menjadi sekertaris tuan Brayan " Jelas wanita yang bernama Mia
Antara bingung dan senang Pinkan masih terdiam menatap wanita berkacamata itu. Kemarin kepala HRD itu mengatakan sekertaris baru saja terisi dan kenapa sekarang ia malah di terima menjadi sekertaris.
Kepala HRD itu seakan tahu apa yang ada di kepala Pinkan. Kemudian ia pun mengatakan jika sekertaris itu mengalami kecelakaan. Pinkan bingung harus bereaksi seperti apa.
" Sudah jangan pikirkan, anggap saja ini rezeki kamu. Ini sudah jalan yang di atur oleh Tuhan " Ucap kepala HRD mengerti apa yang Pinkan pikirkan
" Bawa ini, serahkan pada tuan Tomi terlebih dahulu. Nanti tuan Tomi yang akan menjelaskan semuanya pada mu " Kepala HRD menyerahkan map berisi berkas lamaran Pinkan
Pinkan pun pamit dan langsung ke ruangan yang di katakan oleh kepala HRD tadi. Tapi sebelum nya ia kembali ke ruangan logistik untuk mengambil tas nya.
Di lantai dua puluh kini Pinkan sedang duduk di hadapan Tomi. Berkas yang ia bawa sudah ada di tangan Tomi dan sedang di baca.
" Jadi nona Pinkan. Di sini anda akan menjadi sekertaris tuan Brayan. Tapi anda masih dalam masa percobaan atau magang. Jika dalam tiga bulan ini pekerjaan anda bagus baru lah jabatan anda naik menjadi sekertaris kontrak. Apa sampai di sini anda sudah mengerti? " Asisten Tomi menjelaskan sejelas jelas nya pada Pinkan
" Baik tuan, saya mengerti " Jawab Pinkan yakin
" Baik lah kalau sudah mengerti. Saya akan antar kan anda menemui tuan Brayan terlebih dahulu. Setelah itu saya akan menjelaskan pekerjaan anda " Asisten Tomi pun beranjak dari kursinya dan membawa Pinkan ke ruangan CEO
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya Brayan dari laptopnya.
" Masuk " Seru Brayan dingin
Sedetik kemudian pintu pun terbuka. Masuk lah asisten Tomi dan di belakang nya di ikuti oleh seorang gadis berpakaian formal sangat sangat sopan.
Gadis itu adalah Pinkan. Pinkan mengenakan baju kemeja putih lengan panjang. Dengan bawahan rok hitam di bawah lutut. Rambut nya di kuncir ekor kuda dengan menyisakan sedikit poni. Kacamata berukuran besar hampir memenuhi wajahnya yang kecil.
" Tuan ini sekertaris baru yang akan mengantikan sekertaris Sari " Tutur Tomi yang berdiri di depan meja kerja Brayan dan Tomi menyerahkan berkas Pinkan pada Brayan.
" Apa kau sudah menjelaskan semuanya? " Tanya Brayan sambil membaca CV Pinkan, seperti tak berminat melihat Pinkan
" Sudah tuan " Jawab Tomi
" Baik lah kau urus saja semua nya " Perintah Brayan kemudian ia menyuruh Tomi dan Pinkan ke luar
Brayan menghela napas berat melihat punggung Tomi dan Pinkan yang semakin menghilang di balik pintu.
" Di mana mereka menemukan sekertaris seperti itu, ck " Gumam Brayan
Mau tak mau ia harus menerima Pinkan karena ia sekarang sedang membutuhkan sekertaris. Brayan pun kembali membaca CV Pinkan dengan teliti.
Satu bulan sudah Pinkan menjadi sekertaris magang. Ia belajar dengan baik, satu kali di tegur karena salah. Setelah itu Pinkan tidak melakukan kesalahan itu lagi. Ia sangat cepat tanggap hal itu membuat Brayan puas akan kinerja Pinkan.
Walaupun penampilan nya masih belum ada perubahan, namun kinerja nya sangat luas biasa padahal ini pengalaman pertama nya bekerja kantoran.
Ini juga tidak lepas dari campur tangan Brayan. Brayan dengan sabar mengajari Pinkan bagaimana cara menjadi sekertaris yang profesional. Sehingga nama nya sebagai sekretaris dapat di perhitungan kan.
Pinkan dan Brayan sekarang sedang berada di dalam mobil. Pinkan duduk di samping Brayan yang sedang mengemudi. Brayan melirik ke samping di mana Pinkan sedang meremas tangannya sendiri.
Brayan menyunggingkan bibir nya tersenyum tipis sehingga tak di sadari oleh Pinkan. Menurut Brayan, Pinkan yang gugup sangat lah lucu dan mengemaskan.
" Kenapa kau gugup? Ini kan bukan pertama kalinya kau menemani ku bertemu klien? " Tanya Brayan tanpa melihat Pinkan
" Iya benar, tapi ini kali pertama nya saya bertemu dengan orang asing. Saya takut tidak mengerti apa yang mereka bicarakan " Lirih Pinkan
" Bukan nya kau sudah belajar bahasa mereka dari kemarin? " Tanya Brayan menaikan sebelah alis nya
Ya mereka hari ini kedatangan klien dari Jepang. Pinkan sudah bekerja keras mempelajari bahasa Jepang dari kemarin. Brayan tahu itu, karena ia yang memberikan kamus pada Pinkan.
" Tetap saja tuan, saya grogi " Ucap Pinkan jujur
Brayan menggelengkan kepalanya, heran mengapa sekertaris nya ini sangat berlebihan sekali. Padahal klien mereka juga belum tentu mengunakan bahasa Jepang. Walaupun mereka berasal dari Jepang.
Beberapa jam kemudian Pinkan dan Brayan sudah kembali ke kantor. Meeting mereka sudah selesai. Pinkan dapat bernafas dengan lega tenyata. Klien mereka tidak sepenuhnya menggunakan bahasa asli. Mereka berbicara dengan menggunakan bahasa yang campur aduk, antara bahasa Jepang dan Inggris.
Tak teras sudah tiga bulan Pinkan bekerja sebagai sekretaris magang. Hari ini ia akan menandatangani surat kontrak sebagai sekertaris kontrak.
Hari ini Pinkan datang dengan penampilan baru. Ini semua adalah saran dari teman nya. Teman nya mengatakan seorang sekertaris harus berpenampilan cantik.
Apa yang di katakan teman nya adalah benar. Tak ada salahnya merubah sedikit penampilan nya. Hari ini Pinkan mengenakan pakaian sedikit modis tak seperti biasanya.
Masih tetap sopan, Pinkan memakai dress berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putih nya yang mulus. Dengan panjang rok batas lutut dan panjang lengan seperempat. Ikat pinggang yang sepaket dengan dress nya. Dress itu sangat pas di tubuh langsing nya.
Rambut nya tak lagi di kuncir kuda. Tapi hanya di ikat rendah dengan menyisakan poni di sisi kiri dan kanan. Mata indah nya tak lagi di tutupi oleh kacamata. Sejujurnya mata Pinkan tidak lah minus. Itu hanya kacamata anti radiasi saja.
Tak
Tak
Tak
Sepatu hak Pinkan berirama ketika saling beradu dengan lantai di lobby. Semua mata tertuju pada nya, kekaguman terlihat jelas di wajah para karyawan pria. Tak sedikit membuat karyawan wanita iri pada nya.
Sebelum naik ke lantai dua puluh. Pinkan terlebih dahulu pergi ke ruang HRD untuk menemui ibu Mia kepala HRD. Karena hari ini Pinkan akan menandatangani kontrak kerja.
Selesai dengan urusan kontrak kerja, Pinkan lalu segera ke lantai dua puluh di mana meja kerja nya berada.
Ting
Pintu lift terbuka, Pinkan keluar berpapasan dengan Tomi dan Brayan yang sedang berdiri tak jauh dari pintu ruang meeting. Pagi ini mereka akan mengadakan meeting tapi masih menunggu Pinkan yang masih ada urusan di ruang HRD.
Tomi dan Brayan seketika terpana melihat penampilan baru Pinkan yang sangat cantik. Pinkan tak ke meja kerja nya, ia langsung menghampiri Tomi dan Brayan, karena ia sudah menyiapkan materi meeting di dalam tas nya.
Tomi ingin menggombali Pinkan, tapi seketika ia menelan ludah nya dengan kasar. Ketika matanya tak sengaja melihat Brayan yang menatap nya tajam. Tatapan Brayan seolah akan menguliti nya dan mencabik cabik organ tubuh nya. Tomi pun mundur dengan tertib dan menelan kembali kata kata yang akan keluar dari mulut nya.
Selesai meeting Brayan ke luar terlebih dahulu di ikuti oleh Pinkan dan Tomi dari belakang. Brayan membawa Pinkan masuk ke dalam ruangan nya meninggalkan Tomi sendiri di luar.
Tomi menghela napas kemudian ia pun menuju ruangan nya. Di dalam ruangan Brayan. Brayan dan Pinkan masih berdiri dengan Brayan menggenggam tangan Pinkan.
Brayan sudah tak tahan, jantung nya terus berdegup dengan kencang saat bersama Pinkan. Dengan perlahan Brayan membawa telapak tangan Pinkan pada dada bidangnya dan meletakkan nya di sana.
Pinkan bisa merasakan jantung Brayan yang bekerja ekstra. Pinkan membulat kan matanya, ia melihat dada Brayan dan kemudian beralih menatap wajah tampan Brayan.
Pinkan ingin menarik tangannya namun di tahan oleh Brayan. Brayan menatap nya penuh dengan cinta. Membuat Pinkan salah tingkah, Pinkan memalingkan wajahnya yang sudah merona.
Brayan menarik dagu Pinkan agar menghadap ke wajahnya. Manik mata mereka pun kini sudah beradu saling pandang dan saling mengagumi akan kecantikan dan ketampanan mereka masing-masing.
" Pinkan.. Mau kah kamu menjadi kekasih ku? " Tanya Brayan to the point
" Aaa ba-bapak eh tu-tuan " Ucap Pinkan terbata
Sangking gugup dan terkejut nya Pinkan sampai salah menyebutkan panggilan Brayan. Brayan masih melihat ke dalam mata Pinkan.
" Ta-tapi " Ucap Pinkan ragu
" Apa kau ragu pada ku ? " Pinkan mengangguk
" Aku menyukaimu bukan karena penampilan mu yang berubah hari ini. Aku akui hari ini kamu cantik, aku sangat terpesona. Tapi aku sudah menyukai mu sudah dari dua bulan yang lalu. Aku merasa nyaman bila bersama mu " Jelas Brayan jujur
Pinkan terkejut dengan pengakuan Brayan yang sudah menyukai nya dari dua bulan yang lalu. Ternyata perasaan nya terbalas. Jujur saja Pinkan juga menyukai bos nya itu. Siapa yang tidak akan tergoda akan ketampanan seorang Brayan Arjuna. Pria tampan dan kaya raya. Banyak wanita cantik yang berlomba-lomba mengejar cinta nya. Pinkan sadar diri siapa dia, maka dari itu ia hanya bisa mengagumi Brayan saja tak berani lebih. Namun ternyata cinta berpihak pada nya.
" Bagaimana apa kau menerima ku? " Tanya Brayan lagi karena Pinkan hanya diam menatap nya
Pinkan mengangguk mengiyakan. Brayan sangat senang akan cinta nya yang di terima. Ia pun memeluk tubuh Pinkan dan sesekali mengecup kepala Pinkan.
End....
Karena ini cerpen jadi cerita nya sampai di sini ya guys.
Baca juga dong novel author judulnya Dikejar Cinta CEO Tampan
Dan cerpen berjudul Terpaksa menjadi pengantin pengganti