Pagi ini kereta yang ditumpangi Bahar dan Yumi sampai di kota Sedana. Gadis itu langsung turun dari kereta begitu masinis menghentikan kereta tersebut rona bahagia terpancar di wajahnya yang manis.
"Cepatlah Uncle!" Pekiknya memanggil seseorang yang masih berada di dalam sana. Tak lama seorang pria bertubuh besar keluar sambil membawa dua koper di kedua tangannya.
"Hehehe..Iya iya. Dah tak sabar ya?" Tanya pria itu.
"Mesti lah!! Jarang jarang ejen Rozaq izin kan kita pergi, mestilah bahagia bila terlepas." Jawab gadis itu dengan semangat. Pria itu tersenyum lepas melihat ekspresi kemenakannya itu.
"Kalau macam tu, jom kita cari Homestay!" Ujar pria itu. Mereka pun berangkat. Tak lama, mereka pun menemukan penginapan. Lokasinya cukup dekat dengan pantai dan berhadapan langsung dengan Luxury Mall. Setelah berberes mereka pun berangkat ke pantai disana terlihat banyak orang yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing masing. Yumi dan Bahar mulai mencari tempat duduk tak lama mereka pun menemukannya. Bahar langsung melepas penat dengan meregang otot otot kekarnya sementara itu Yumi sudah mulai bermain dengan air. Tawa ceria akhirnya terpancar diwajahnya setelah selama 3 tahun ia berduka. Disana..Bahar tampak sibuk dengan gawainya. Terlihat foto seorang remaja wanita yang sangat cantik berbalut hijab merah. Tak terasa airmata mengalir hingga kepipinya.
"Uncle berjaya Mawar, uncle berjaya. Yumi dah tak ingat dengan masa tu dah, dia dah bahagia." Ujar Bahar untuk wanita yang ada di foto itu. Tak ingin terlihat cengeng, Bahar dengan segera menghapus air matanya. Tiba tiba sinyal S.O.S masuk ke gawainya. Dengan segera pria itu memanggil Yumi.
"Yumi!! Mari kejap!" Ujarnya berteriak. Segera gadis itu pergi ke arahnya meninggalkan instana pasir yang sedari tadi ia bangun.
"Ya Uncle?" Tanya gadis itu polos.
"Umm..mungkin kita tak bisa lama lama kat sini." Ujarnya ragu.
"Apehal Uncle?" Tanya gadis itu lagi.
"Letnan Azis baru je kirim sinyal, dia suruh kita balik." Ujarnya meng-iba.
"Hahaha, dah agak dah. Uncle tak perlu cemas, bagus kita balik je sekarang." Ujar gadis itu sambil tersenyum.
"Tapi liburan kita?" Tanya pria itu memastikan.
"Tak pa lah Uncle bila ada masa kita pergi lah balik." Ujarnya meyakinkan. Singkat cerita mereka kembali ke Canup Cempaka, Cyber Town.
[Markas A.C.S]
Tampak dua orang berpakaian aneh tengah berjalan di lorong yang redup mereka adalah Bahar dan Yumi. Diujung lorong, mereka lalu masuk ke sebuah ruangan sebelum itu mereka dimintai sandi.
"Sila masukkan sandi." Suara system memberitahu.
"Kombat kekar." Ujar Bahar menerangkan.
"Thecnes muda." Ujar Yumi menerangkan.
"Kata haluan diterima. Sila masuk." Suara system.
Didalam sana tampak 3 orang pria dan 2 orang wanita lainnya yang sudah lama menunggu mereka.
Bahar dan Yumi memberi hormat lalu mengambil posisi. Tiba tiba seorang pria muncul lewat layar proyektor.
"Tak bertanggung jawab." Maki orang itu tiba tiba. Yumi terperanjat dan tubuhnya bergetar cepat. Pria itu terus memaki semua orang yang ada disana. Setelah beberapa saat pria itu akhirnya pria itu berhenti Yumi memberanikan diri untuk bertanya.
"Letnan Azis, apa boleh saya je yang laksanakan misi ni?" Tanya gadis itu.
"Kau pasti?" Tanya pria itu.
"Eee..iya saya pasti." Jawab Yumi ragu ragu.
"Baiklah. Misi ni biar Yumi yang ambik alih, Bahar jaga dia, jangan biarkan pasal tiga tahun lepas terulang kembali." Tegas pria itu. Bahar mengangguk tanda mengerti sementara itu Yumi mulai berpikir panjang tentang hal ini. Dalam hatinya...
"Tiga tahun? Akak pun pergi tiga tahun lepas kan, apa hal semua ni?" Tanya gadis itu didalam hatinya. Setelah mendengar arahan dari Letnan Aziz, mereka kemudian pergi ke ruang peralatan. Disana tampak Yumi masih kebingungan dengan hal tersebut. Dia kemudian mencoba bertanya pada Bahar.
"Umm..Uncle, pasal tiga tahun lepas tu.."
"Ee..baik kita berangkat cepat." Ujar Bahar mengalihkan topik. Yumi mengubur dalam dalam rasa ingin tahunya.
[Kilang tua]
Tampak beberap orang pria tengah mengobrol serius, beberapa di antaranya menyebutkan kata "Eyes".
"Dah syak dah bila Eyes tu ada kat tangan kita,kita mesti jadi yang berkuasa." Ujar salah satu pria.
"Tapi macam mane? Budak tu kan cerdik." Tanya pria lainnya.
"Secerdik mana pun dia tetap sama je dengan mawar tu. Mestilah mudah nak kalahkan dia." Ujar pria lainnya.
"Kak mawar pun ejen? Heh tak percaya." Bisik gadis itu. Tiba tiba dari arah belakang seorang pria merangkul tubuhnya dengan erat bahkan gadis itu sampai meringis kesakitan. Merasa tidak tahan Yumi langsung menggunakan jurus pamungkas.
"Tendangan masa depan, rasakan!" Teriak bocah itu. Pria yang tadi merangkul nya langsung ambruk sambil memegang kemaluannya.
"Rasakan! Berani cari pasal dengan aku dah syak kena amuk." Teriaknya. Gadis itu lupa kalau dia dalam mode siaga. Sekelompok pria yang tadi mengobrol tiba tiba sudah berada di belakangnya dan saat gadis itu berbalik.
"Aduh mak ngkau." Teriak gadis itu kaget. Langsung saja tubuhnya aktif dalam mode menyerang.
"Trak..trak.." Suara dari gawainya berbenturan. Dalam hitungan detik semua pria yang ada di depannya terlempar dengan kuat. Gadis itu langsung berlari meninggalkan lokasi. Diluar sana terlihat Bahar yang sedang mempersiapkan gawainya untuk menyerang. Ia melihat kearah pintu yang tiba tiba terbuka cepat dan gadis itu keluar dari dalam nya.
"Uncle siaga tiga serang je!" Pekik gadis itu. Pertempuran terjadi dan kemudian di menangkan oleh musuh Yumi di sekap di dalam pesawat bersama Bahar dengan tubuh di pasangi peledak. Saat bangun gadis itu tampak putus asa tapi itu bukan karena ia gagal melainkan karena kini ia tahu penyebab saudarinya tiada. Beberapa saat sebelumnya..
[Kilang Tua]
Saat ini Yumi dan Bahar sama sama lemah, anak buah pria itu mulai mengikat keduanya dan memasanginya peledak. Yumi yang separuh sadar sayup mendengar percakapan mereka.
"Baik kita hapuskan budak ni macam kita hapuskan kakak dia."
"Tak best lah."
"Baik kita biarkan dia meletup macam kakak nya. Hidup pun tak guna."
[Didalam pesawat]
Kini Yumi sudah tak bersemangat dia sangat terpukul dengan berita yang ia dapat. Tak lama Bahar kemudian sadar dan langsung menyadari kegusaran gadis itu.
"Uncle minta maaf ye Yumi, sebab uncle Mawar pergi." Ujarnya lirih. Gadis itu tiba tiba mengangkat dagunya dan memperlihatkan senyuman yang menyedihkan.
"Tak pa lah uncle kak Mawar pun pasti tak salahkan uncle." Ujarnya. Seketika itu juga override mode aktif pada gawainya. Peledak di tubuhnya dan tubuh bahar tiba tiba mati dan gadis itu lepas. Bahar yang memerhatikan tingkah Yumi kini sadar bahwa Mawar telah menguasai Yumi. Bahar langsung menghubungi markas dan saat itu juga tim bantuan dikirimkan. Disana terlihat Yumi yang sudah hilang kendali bahkan bisa dikatakan kali ini Override Mode nya sudah mencapai puncak warna mata Yumi seketika berubah biru terang dan tubuhnya hilang kendali. Tangannya menghancurkan setiap sisi pesawat dan membuat pesawat tersebut oleng. Tiba tiba Yumi tersadar dan kini ia berada di dalam memori Eyes. Aku benar benar sendirian pikir gadis itu. Tapi itu salah karna seketika seorang wanita muncul dengan pakaian yang sama dengannya tapi wanita itu lebih tua darinya.
"Yumi." Sapa wanita itu.
"Siapa disitu?" Tanya gadis itu gelisah. Sesosok yang tadi jauh kini mendekat dan wajahnya terlihat jelas.
"Akak!" Teriak Yumi kegirangan. Dia adalah Mawar kakak nya Yumi selama ini Eyes dikendalikan olehnya saat ia meninggal, Eyes sempat jatuh ketangan yang salah namun berhasil diambil oleh Yumi.
"Akak kenapa pergi, Yumi rindu akak." Ujar gadis itu lirih wajahnya dibasahi oleh airmata.
"Ehh..akak tak pergi pun akak senantiasa ada kat Eyes ni." Jawab sosok itu.
"Kat Eyes?" Tanya gadis itu.
"Iye kat Eyes. Yang Override tu akak lah tu." Ujar nya.
"Override tu?"
"Haah..yang override kau tak tekawal tu akak lah yang buat."
"Tapi kenapa?"
"Tiga tahun lepas.."
flashback on..
3 tahun lalu, kilang tua.
Tampak seorang wanita tengah bertarung dengan segerombolan pria. Wanita itu adalah Mawar. Singkat cerita pertarungan di menangkan oleh gadis itu tapi ternyata tidak sampai disana dia kembali di hubungi oleh atasannya mengabarkan baru saja pesawat berisi warga di terbangkan dan di pesawat itu sudah di pasang peledak gadis itu segera meluncur ke atas pesawat menggunakan airbotnya.
Dengan Eyes, gadis itu membobol pesawat dan mengeluarkan semua penumpang. Kini sudah tinggal dia dan beberapa ejen lainnya. Keadaan sudah mendesak sudah tinggal 1 menit menuju ledakan gadis itu menyuruh semua ejen pergi sementara dia mengendalikan pesawat. Semuanya patuh dan pergi kecuali Bahar. Gadis itu terus memohon agar Bahar pergi tapi pria itu tetap tidak mau sampai akhirnya gadis itu menggunakan Override Mode dan mendorong Bahar keluar dan seketika pesawat meledak dengan Mawar yang masih ada di dalamnya. Pakaiannya berterbangan di langit Cyber Town dia sudah tiada. Semua orang berduka.
Flash back off..
"Jadi akak tewas sebab letupan tu?"
"Haah.."
"Jadi sebab tu lah mama marah kat uncle?"
"Ee..iya kut." Jawab gadis itu."Eem..sekarang itu semua tak penting sebab kau kena tuntaskan misi yang akak sendiri tak bisa." Sambung gadis itu.
"Kenapa mesti Yumi?" Tanya gadis itu.
"Sebab sekarang Eyes aktif dengan lensa kau Yumi." Jawabnya.
"Tapi Yumi tak mampu akak." Jawab gadis itu sedih.
"Yumi mampu tau." Ujar wanita itu."Yumi tinggal kawal je Override ni, akak pasti Yumi mampu." Jawab wanita itu.
"Kawal Override?" Tanya gadis itu keheranan. Sepintas ia teringat dengan ucapan Letnan Azis tentang pengawalan Override.
Flash back on
[Markas A.C.S]
"Mustahil dia bisa." Ujar seseorang dari loka kombat.
"Apehal pula?"
"Override Mode kan akak dia, mana lah mungkin dia hapuskan akak dia tu."Jawab ejen thecno.
"Hah?"
"Override Mode bila dikawal akan hapuskan data pencipta dia, maka dari itu Yumi sama dengan hapuskan kakak dia." Jelas Letnan Azis.
Flash back of..
"Tak nak, Yumi tak nak hapuskan akak dari Eyes ni. Ini je kan media akak dan Yumi bersua."
"Haeh..rupa rupanya kau dah tau."
"Akak tak da ke cara lain? Yumi tak nak kehilangan akak." Pinta nya iba.
"Hmm.. kalau macam tu biarkan akak kawal badan kau sampai misi ni berjaya, habis tu kau usahakan cipta media lain untuk akak, oke?" Tanya wanita itu. Langsung saja Yumi setuju dan melepaskan kesadarannya dari tubuh itu. Mawar berkuasa penuh atas tubuh itu kini. Dia berhasil mengendalikan pesawat yang sudah hapir jatuh itu dan mendarat dengan selamat. Setelahnya Mawar berpamitan dengan mereka.
"Uncle Mawar minta maaf, sebab Mawar uncle tak di sayang ibu." Ujarnya sesaat sebelum lepas dari tubuh itu.
******
[Markas A.C.S]
Diruang istirahat tampak Yumi yang sedang terbaring lemah. Disampingnya ada dua orang yang tidak asing tengah berdiri menunggui nya. Yaitu Bahar dan Riki. Tak lama gadis itu kembali sadar. Riki langsung menghujamnya dengan kata kata sindiran.
"Lemah! Begitu je dah pingsan?" Ujar Riki mengejek. Tapi kini gadis itu sudah kembali seperti sebelumnya hanya diam saat di hina. Melihat itu Riki menjadi sedih.
"Haish tak payah lah kau sedih Ejen Mawa pun tak kan hidup bila kau tangisi." Ujarnya.
"Bila kau tak bisa diam pergilah kau dari sini." Teriak gadis itu. Gadis itu langsung melepas infus nya dan pergi. Saat mulai berjalan keluar tiba tiba tubuhnya kesakitan.
"Dah balik dah." Ujarnya didalam hati. Gadis itu terus berjalan sambil menahan penyakitnya. Dalam perjalanan menuju ruang ganti ia melihat dua ejen sedang berjalan menuju ruang utama, dengan segera gadis itu bersembunyi. Sayup terdengar percakapan mereka.
"Baik kita ciptakan Eyes Neo dari Eyes tu."
"Haah..habis ni tak perlu lah kita andal kan bocah tu."... . Beberapa saat kemudian.
"Jadi macam tu dah lihat mampu aku sekarang nak singgir kan aku. Tak boleh." Ujar Yumi. Gadis itu mulai berjalan ke ruang penyimpanan Eyes. Gadis itu langsung mengambilnya dan pergi. Beberapa saat kemudia..
[Pelabuhan Merpati]
"Aaaa...." Teriak gadis itu melepas penderitaannya. "Kenapa? Kenapa? Kenapa semua orang benci kan aku?" Lirihnya. Saat sedang bersedih ia tanpa sengaja melihat seseorang yang gerak geriknya mencurigakan, orang itu mengancang ancang untuk membobol salah satu crane. Gadis itu segera mendekat dan berusaha menghentikannya. Mereka sempat bertarung tapi akhirnya berdamai setelah wanita itu melihat Eyes di mata Yumi.
"Kau Yumi, Fazara Nayumi?" Tanya wanita itu.
"Haah, macam mana kau tau?" Tanya gadis itu.
"Jom ikut aku." Ajak wanita itu. Singkat cerita mereka tiba di pinggiran kota. Disana tampak orang orang yang susah. Wanita itu kemudian menjelaskan.
"Tempat ni adalah tempat bagi mereka yang tak mampu ikut perkembangan zaman. Mereka di campak dan di biarkan membusuk." Jelas wanita itu. Wanita itu kemudian menceritakan tentang masa lalu dia dan Mawar. Mendengar itu, Yumi tertarik untuk membantu mereka mendapatkan batu Azura yang menjadi sumber energi Cyber Town. Setiap waktu pengiriman Azura ke daerah daerah luar Cyber Town, mereka merampok crane yang mengangkut batu tersebut. Tapi lama bekerjasama akhirnya Yumi tahu bahwa mereka hanya ingin memanfaatkan Yumi sama seperti saat mereka memanfaatkan kakaknya Mawar. Kini Yumi sadar bahwa sebaik baiknya manusia tak ada yang sebaik diri sendiri kini Yumi sudah menerima kembali A.C.S sebagai organisasinya.
Tamat~~
Halo teman teman. Mampir yuk ke chat story Cyber School. Terima kasih