Pagi itu...
Aku sangat bahagia dimana aku baru pindah dari desa kekota.
"Wah pagi ini udaranya terasa sejuk"ujarku sambil menghirup udara luar.
Aku bahagia bisa menempati rumah semewah ini.
"Kenapa perasaan ku gak karuan gini ya apa hanya perasaan ku saja ya"ujarku.
Masuk aku sambil berjalan jalan mengelilingi isi dalam rumah.
Didalam rumah itu masih banyak barang barang peninggalan penghuni pertama,
Ku coba elus dengan halus dan lembut.
"Brakkkkk....
"Apa itu,ayah ibu apa kalian di sana?
Pikiran ku sudah mulai kemana mana
"Ah mungkin hanya kucing yang sedang lewat"ujarku dalam hati.
Aku lanjutkan perjalananku mengelilingi rumah ini hingga aku tak sadar bahwa di setiap sudut aku berjalan seperti ada yg mengikutiku.
"Kenapa aku jadi takut ya"ujarku dalam hati.
Rumah ini tidak di huni sejak tahun 2000 sampai 2019 silam.
Tapi rumah ini masih tampak mewah dan rapi dan isi dalam rumah pun masih terlihat bersih.
Ada apa dengan aku ya sekujur tubuhku merinding,aku bergegas berlari ke atas tepatnya berlari menuju kamarku.
Dikamarku pun masih sama dengan kamar yang rapi,tempat nya yang bersih
Dan diisi sebegitu banyak nya mainan.
"Wah baru pertama kali aku masuk ke kamarku sendiri dipenuhi banyak ya mainan."ujarku sambil berteriak.
"Tapi kok dari tadi aku tidak melihat ayah dan ibu disini maupun dibawah",
"Ibuuuuuuuuu ayahhhhhhhh kalian dimana", ujrku ambil berteriak.
Kalau aku bergegas mencari ayah dan ibu di bawah mereka masih belum aku temukan juga lalu aku lari lagi ke atas untuk melihat kekamarnya,ehm ternyata ayah dan ibu sedang tidur di kamarnya.
"Dukkkkkk dukkkkkk dukkkk",seperti ada yang berjalan menuju kearah ku sedangkan ayah dan ibu itu sedang terlelap di kamarnya.
Serontak aku berteriak sekeras kerasnya.
"Ayahhhhhhhh ibuuuuuuu tolong akuuuu aku takut yah Bu", teriak ku sambil menangis ketakutan.
Sekejap ibu dan ayah langsung terbangun dari tidurnya.
"Kamu kenapa nak",tanya ibuku secara cemas.
"Di ujung sana seperti ada yang berjalan bu",sebutku sambil menangis.
"Ah kamu,itu cuman halusinasi kamu aja nak",jawab ibuku.
Terasa ada yg berbeda dari rumah ini, seperti banyak mata mata yang sedang mengawasi kami.
Malam pun tiba..
Ibu sedang menyiapkan makan malam untuk kami di dapur,sedangkan aku dan ayahku hanya duduk di kamar sembari ibu selesai menyiapkan makanan.
Lalu serentak terdengar teriakan keras dari arah dapur.
"Ahhahhhhhhh apa itu?
Ternyata teriakan tadi adalah teriakan ibu.
Lalu aku dan ayah bergegas turun kebawah untuk melihat ibu di dapur,
Sampainya kami di dapur aku dan ayah melihat ibu sudah terbaring di lantai dengan wajah yang sangat pucat.
Lalu ayah bergegas membopong ibu untuk segera di antarkan kerumah sakit.
Keesokkan harinya,aku pulang kerumah untuk mengemas pakaian ibu untuk aku bawak ke rumah sakit.
"Dooorrrrrrrrrr",(dengan wajah kaget)
"Bunyi apa itu tadi",tanyaku dalam hati,sekujur tubuhku serasa merinding saat mendengar dobrakan pintu yang sangat keras itu tadi.
Dengan perasaan was was aku mencari sumber suara tadi,setelah aku melihat di dalam sana banyak sekali barang yang di bungkus kain berwarna putih,karena aku merasa takut lalu aku menutup kembali pintu itu dan segera aku keluar dari rumah itu untuk menceritakan ini kepada ayah.
Sesampainya ak di sana ku ceritakan semua yang terjadi di rumah itu kepada ayah.
"Ayah tadi ketika aku mengkemas pakaian ibu aku mendengar bunyi pintu yang sangat keras,dan aku juga melihat di sebuah ruangan berisi benda benda yang terbungkus kain berwarna putih yah, apa ayah tidak merasakan aneh dari rumah itu yah."
"Ayah tidak pernah merasakan apa apa dalam rumah itu yang ayah rasakan hanya kemewahan dalam rumah itu",jawab ayah ku sambil tersenyum.
Aku merasa seperti orang linglung ketika ayah ku berkata seperti itu,apa hanya aku yang setiap hari harus merasakan hal aneh.
Aneh seperti ini.
Apa hanya aku dan ibuku yang hanya bisa merasakan ini.Melihat ibu terbaring lemas dan belum juga sadarkan diri seperti ini,aku semakin yakin didalam rumah itu pasti menyimpan sebuah misteri.
"Aku harus mencari sesuatu yang bisa aku pecahkan dari rumah itu",ucapku dalam hati.
Malam kembali tiba.
Aku mencoba untuk memberanikan diri untuk pulang,dengan rasa ragu aku kembali membuka pintu yang terdapat banyak benda yang di bungkus kain putih itu.
Setelah lama aku mencari sesuatu yg bsa aku temui dan akhirnya aku menemukan sebuah tumpukan buku.Dari salah satu buku tersebut aku menemukan satu buku yng terbungkus kain putih dan di letakan di sebuah peti kecil.
Di dalam buku itu Berisi kan cerita keluarga pemilik buku ini, dengan penuh bercak darah di buku itu aku dengan perlahan membuka peti itu dan membuka kain putih itu dari buku .
Penasaran ku pun semakin mendalam aku baca isi buku itu.
"Ini kisah ku,aku dan keluargaku,ayah ibuku dibunuh oleh lima penjahat sadis,di antara salah satu penjahat sadis itu menyukai kecantikan ibuku,kini aku tinggal lah sebatang karang di rumah yg besar dan mewah".(dengan wajah kaget).
Dengan cepat aku keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya rapat rapat,
"Buku ini akan ku beri ke ayah agar ayah percaya dengan kecemasan ku tentang rumah itu",ucapku dalam hati.
Sampai nya aku di rumah sakit aku melihat sebuah bayangan hitam yang melintas tepat didepan ku dengan secepat kilat.
Bergegas segera aku berlari menuju kamar ibu untuk memberikan buku ini kepada ayah.
"Yah tadi ketika aku pulang aku kembali masuk kedalam ruangan itu,dan ketika aku hendak membuka salah satu barang yang ada di situ,aku melihat setumpuk buku,salah satunya aku menemukan buku ini dan hanya buku ini yang di bungkus kan kain putih dan di letakkan di dalam sebuah peti kecil dan juga di penuhi banyak bercak darah ",ucapku pada ayah.
Tetapi ayah hanya tertawa terbahak bahak mendengar cerita ku.
Bersambung