Keik Terakhir...
Mas tunggu...
Sambil berlari kecil Mira menghampiri suaminya.
Mas kok sarapan nya gak di makan tanya Mira dengan suara lembut.
Aku udah terlambat nanti aku sarapan di kantor saja kata Fandi sedikit ketus pada Mira.
Gak tau kenapa hampir seminggu ini sikap Fandi berubah pada Mira yang bisa sangat lembut dan penyayang kini terlihat dingin dan cuek pada Mira. Semua perubahan sikap Fandi berubah pada Mira ketika mereka pergi ke pesta salah satu klien Fandi. Padahal Mira merasa tak melakukan kesalahan atau pun bersikap yang membuat suaminya malu ketika
Padahal saat ini Mira sedang membutuhkan perhatian extra dari suaminya itu karena saat ini Mira sedang mengandung buah cinta pertama mereka setelah hampir tiga tahun lama nya mereka menantikan kehadiran seorang buah hati. Dan saat ini usia kehamilan Mira udah memasuki bulan ke delapan.
Sudah tak ada lagi kecupan dan pelukan mesra ketika Fandi pergi dan pulang ke rumah. Tak ada lagi bunga mawar yang selalu dia bawa setiap malam minggu. Jangan kan perhatian masakan yang Mira masak pun tak pernah di makan nya lagi. Setiap kali Mira bertanya selalu saja ada alasan yang di lontarkan Fandi pada Mira, entah itu akan sarapan di kantor atau sudah makan malam dengan klien nya.
Sebagai seorang istri yang sedang hamil sebenarnya Mira sedikit tersiksa akan sikap suaminya yang berubah. Tapi Mira selalu berpikir positif tentang suaminya.
Sudah tak ada lagi perlakuan lembut yang biasanya Fandi berikan pada nya, sudah tak ada lagi usapan lembut di perut nya lagi. Yang biasa Fandi lakukan untuk menyapa anak yang ada di dalam perut Mira, sudah tak ada lagi kecupan mesra ketika pergi dan pulang kerja. Semuanya menghilang hampir seminggu ini.
Dan malam ini Mira bertekad akan mengajak suaminya berbicara dan menanyakan secara langsung penyebab suaminya berubah terhadap nya.
Tak terasa waktu sudah berganti malam, Mira sedang menyiapkan makan malam untuk suaminya walaupun dia gak yakin akan di makan sama Fandi. Semua itu Mira lakukan karena bakti nya kepada suaminya.
Di rumah mereka bukan tak ada pembantu rumah tangga, mereka memiliki pembantu hanya saja pembantu mereka akan datang pagi hari dan pulang pada waktu sore hari. Itu semua mereka lakukan karena Fandi gak ingin kemesraan mereka berdua terganggu karena ada orang lain. Sedangkan Mira selalu memasak semua makanan yang akan di makan suaminya.
Setelah urusan nya selesai menyiapkan makanan Mira segera bergegas ke kamar mereka yang berada di lantai dua.
Setelah selesai membersihkan diri, Mira segera memakai make up tipis malam ini
Gak tau kenapa sejak usia kehamilan nya memasuki bulan ke tujuh Mira menjadi malas berdandan dan make up.
Sementara itu di tempat yang berbeda yaitu di kantor Fandi, terlihat Fandi sedang berkutat dengan laptop di atas meja di temani sama sekertaris nya yang bernama Rani. Maklum saja perusahaan Fandi baru saja memenangkan tender yang besar makanya Fandi memilih lembur untuk menyelesaikan pekerjaan.
Rani sebenarnya sudah hampir satu tahun bekerja bersama Fandi, untuk mengantikan posisi sekertaris Fandi yang dulu yang berhenti bekerja karena ikut suaminya kerja keluar pulau. Sejak masuk dan bekerja dengan Fandi sebenarnya Rani sudah menyukai Fandi yang menurut nya pria sempurna. Tapi sayang Fandi tak pernah melirik nya sama sekali karena udah terlanjur cinta pada istri nya.
Tapi beberapa hari ini sikap Fandi sedikit perhatian pada Rani sehingga Rani sangat senang. Karena biasanya Fandi kalau makan siang akan memesan makan di restaurant favorite nya dan akan makan di dalam ruangan nya.
Tapi beberapa hari ini Fandi selalu mengajak makan siang dan makan malam berdua.
Setelah pekerjaan mereka selesai Fandi mengajak Rani untuk makan malam berdua dan tentu saja ajakan Fandi di sambut baik oleh Rani.
Pada saat Rani akan berdiri untuk mengambil tas nya tanpa sengaja kaki nya ke senggol meja dan menyebabkan Rani jatuh tepat di pangkuan Fandi.
Untuk sesaat mereka saling terdiam sambil saling bertatapan mata, pada saat Fandi melihat bibir ranum Rani membuatnya tanpa sadar mencium bibir tersebut. Melihat Rani yang tidak marah akan perbuatan nya sampai membuat Fandi nekat melumat bibir Rani. Sedangkan Rani membiarkan apa yang Fandi lakukan tanpa protes malah Rani membalas lumatan Fandi. Karena ciuman tersebut semakin memabukan tanpa sadar Rani mendesah, mendengarkan desahan Rani membuat kesadaran Fandi seketika hadir dan langsung mengingat Mira istri nya . Secepatnya Fandi mengakhiri ciuman yang memabukan tersebut.
Maaf kata Fandi
Gak papa kok pak kata Rani
Seketika suasana di antara mereka menjadi canggung, karena tak enak hati Fandi memutuskan untuk membatalkan rencana makan malam mereka berdua dan menganti nya di waktu lain. Sementara Rani walaupun kecewa karena ciuman mereka di akhiri sepihak sama Fandi dan juga acara makan malam mereka di batalkan. Rani berusaha bersikap biasa saja di hadapan Fandi tapi sebenarnya dia kecewa karena menurutnya sedikit lagi dia bisa memiliki Fandi seutuhnya.
Setelah itu Fandi berdiri dan berjalan meninggalkan Rani yang masih berada di ruagan nya. Bergegas Fandi masuk kedalam mobil nya tapi tak langsung membuatnya pulang tapi dia masih saja membayangkan ciuman nya bersama Rani.
Seketika Fandi membayangkan pertemuan nya bersama teman semasa kuliah dulu waktu berada di pesta. Mukti yang dulu menjadi musuh Fandi karena merasa kalah tenar dari Fandi semasa kuliah dulu. Dimana setiap cewek yang Mukti suka selalu saja suka pada Fandi.
Jadi sewaktu bertemu dengan Fandi di pesta Mukti memperkenalkan istrinya yang bernama yang cantik dan seksi bernama Sherli. Ketika Mukti bertanya mana istri dari Fandi maka Fandi menunjukan istrinya Mira pada Mukti yang kebetulan Mira sedang duduk karena kaki nya merasa kram jadi dia meminta Fandi untuk mengambil kan buah untuk nya.
Tapi pas Mukti melihat penampilan Mira istri Fandi, seketika Mukti menghina Fandi karena menurut Mukti penampilan istri Fandi seperti seorang pelayan. Sebenarnya Fandi akan melayangkan pukulan di wajah Mukti hanya saja di waktu bersamaan klien yang mengundang Fandi datang menyapa Fandi. Setelah berbasa basi bersama klieb nya Fandi memutuskan pulang bersama Mira dan sepanjang perjalanan pulang Fandi diam saja dan tak berbicara dengan Mira.
Seketika lamunan Fandi buyar, dia membayangkan penampilan Mira yang agak kucel menurut nya selama kehamilan ini berbeda dengan Mira yang dulu yang begitu cantik.
Fandi juga membandingkan penampilan Mira yang hanya di rumah tapi gak bisa menjaga penampilan nya dan penampilan Rani yang sibuk bekerja tapi selalu tampil cantik dan seksi. Setelah selesai membandingkan penampilan istrinya dan sekertaris nya bergegas Fandi menjalankan mobil nya untuk pulang ke rumah.
Sementara itu karena menunggu suami nya yang tak kunjung pulang sehingga membuat Mira ketiduran di sofa yang ada di ruang keluarga.
Setelah sampai Fandi bergegas masuk ke rumah tapi pas dia masuk, dia terkejut melihat Mira yang lagi tidur di sofa. Perlahan Fandi menghampiri Mira dan membangunkan Mira untuk pindah tidur di dalam kamar.
Mas sudah pulang? Tanya mira
Iya, Fandi
Apa mas mau makan dulu, aku tadi membuat masakan kesukaan mu mas, kata Mira lagi.
Gak usah aku udah kenyang dan sangat capek, aku akan membersihkan diri dulu baru tidur kata Fandi. Sambil meninggalkan Mira yang masih duduk di sofa dengan perasaan kecewa karena untuk kesekian kalinya suaminya gak mau makan lagi masakannya.
Bergegas Mira berdiri untuk membereskan makan yang ada di atas meja dan memasukkan nya kedalam kulkas. Setelah pekerjaan nya beres segera saja Mira menyusul suaminya di dalam kamar. Ketika sampai di kamar di lihat nya suaminya sudah tertidur pulas. Padahal niat hati ingin menanyakan secara langsung apa penyebab sikap suaminya yang berubah.
Tapi melihat suaminya udah tertidur Mira langsung naik ke kasur dan membaringkan tubuhnya. Karena hormon kehamilan nya sehingga membuat Mira kesulitan tidur nanti hampir menjelang subuh baru Mira bisa tidur pulas.
Perlahan Mira membuka matanya dan betapa terkejut dirinya ketika melihat jam udah menunjukan pukul 9 pagi dan di lihatnya suaminya sudah tak ada di sampingnya. Bergegas Mira bangun dan berniat membersihkan diri tapi pada saat melewati kalender di lihatnya kalau hari ini adalah ulang tahun suaminya.
Setelah membersihkan diri, Mira berencana untuk membuat Keik coklat kesukaan suaminya.
Setelah berkutat dengan pekerjaan nya dan selesai mendekor pernak pernik ulang tahun. Bergegas Mira mau membersihkan diri karena waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.
Malam ini Mira sedikit berdandan dan memakai make up, Mira mengunakan gaun yang agak seksi untuk meyambut suaminya.
Sementara itu di kantor nya setelah Fandi menyelesaikan pekerjaan nya dia berencana akan pulang karena merasa bersalah semalam bersikap dingin pada Mira.
Baru saja mau beranjak dari kursi kebesaran nya tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dan Rani masuk kedalam membawa kue ulang tahun dan menyanyi kan lagu ulang tahun.
Setelah meletakan kue di atas meja Rani menarik tangan Fandi untuk mengikutinya duduk di sofa yang ada di ruangan Fandi. Rani meminta Fandi untuk meniup lilin kecil yang ada di atas kue tersebut setelah selesai meniup lilin. Rani memotong kue tersebut dan langsung menyuapi Fandi setelah selesai menyuapi Fandi Rani segera memakan kue yang ada. Karena terlalu senang Fandi mau memakan kue yang dia suapin tanpa sadar ada sedikit krim di ujung bibir tersebut. Melihat itu refleks Fandi membersihkan nya melihat apa yang Fandi lakukan seketika Rani langsung mencium atasan nya tersebut. Bak gayung bersambut Fandi malah membalas ciuman itu. Tanpa sadar ciuman itu mulai membakar gairah yang ada di dalam diri mereka.
Tak tau siapa yang memulai saat ini kedua insan berlainan jenis tersebut sudah polos tanpa ada sehelai benang pun yang ada di tubuh mereka. Karena sudah terbakar gairah Fandi dan Rani pun melakukan hanya yang seharusnya tak mereka berdua lakukan karena mereka bukan suaminya istri. Tapi karena gairah yang membakar mereka sampai merekapun tak peduli apa yang mereka lakukan saat ini salah. Sebenarnya Fandi bukan pria yang pertama buat Fandi, tapi Fandi tak memperdulikan kan itu karena saat ini mereka tengah asyik menyelami kenikmatan yang salah.
Sementara itu di lain tempat ada Mira yang gelisah menunggu suaminya yang tak kunjung pulang. Karena lelah menunggu Mira bermaksud untuk menelpon suaminya untuk menanyakan keberadaan nya. Tapi karena hp nya berada di dalam kamar, maka Mira segera ke kamar untuk mengambil hp nya.
Pada saat akan menuruni tangga tiba-tiba perut nya merasakan kontraksi palsu karena hilang keseimbangan tanpa sadar Mira terjadi dari lantai dua dan terguling-guling di tangga.
Setelah jatuh kesadaran Mira masih ada jadi dia segera mengambil hp yang terjatuh tak jauh dari nya sementara itu darah segar segara mengalir di selah kaki nya. Mira berusaha keras untuk menghubungi suaminya tapi sayang setelah beberapa kali di telpon Fandi gak pernah mengangkat telpon dari Mira sampai Mira pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Setelah melewati kenikmatan yang memabukan Fandi segera mengambil hp nya untuk menghubungi Mira untuk mengatakan bahwa malam ini dia gak akan pulang. Sementara Rani sedang tertidur sambil memeluk tubuh polos Fandi secara posesif.
Tapi pada saat dia akan menghubungi Mira, Fandi terkejut melihat banyak panggilan tak terjawab dari Mira, menyadari hal itu Fandi mendadak jadi gelisah karena gak biasanya istrinya itu menelpon berulang kali jika bukan karena ada hal penting. Bergegas Fandi bangun dan memakai pakaiannya dan meninggalkan Rani yang tertidur di sofa dalam keadaan yang masih polos.
Karena pada saat ini pikiran Fandi hanya ada Mira, bergegas Fandi berlari menuju mobilnya untuk segera pulang.
Dalam perjalanan Fandi menghubungi Mira tapi hp nya gak di angkat Mira, membuat Fandi makin gelisah.
Setelah beberapa saat Fandi sampai di rumah segera saja dia berlari menuju rumahnya, setelah membuka pintu Fandi berniat memanggil istri nya tersebut. Sayang sebelum dia berhasil meneriaki nama istrinya dia di buat terkejut akan kondisi istrinya yang sedang berbaring di lantai dengan darah yang sangat banyak sontak saja hal itu membuat dia syok.
Bergegas dia berlari ke arah istrinya di rengkuhnya tubuh tak berdaya istrinya. Segera saja di angkat tubuh Mira dan segera di bawa ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Fandi terus menangis dan meminta maaf pada istrinya.
Tapi sayang nyawa Mira dan anaknya tak bisa di selamatkan.
Sudah dua hari ini Fandi hanya berkurang di dalam kamar dan selalu menangis, menyesal akan perbuatan nya. Karena kebanyakan menangis sehingga membuat tenggorokannya agak sedikit kering sehingga membuat nya keluar kamar untuk mengambil minuman.
Pada saat membuka kulkas betapa terkejut nya Fandi melihat KEIK TERAKHIR buatan istrinya.