--- baca terlebih dahulu misteri dua sisi--
sudah 2 hari Sun-mi dan ibunya tinggal di apartemenku. sangat melelahkan rasanya menjaga dua orang wanita yang berbeda umur. terlebih lagi Ibunya sekarang sudah tahu fakta-fakta mengenai pekerjaan anaknya, yang membuat mereka berdua sekarang saling bermusuhan.
Ibu Sun-mi " setelah aku membesarkanmu ternyata pekerjaanmu hanyalah menjadi seorang penjahat, Aku menyesal, mau ngambil uang yang kau berikan tiap bulan"
Sun-mi dengan wajah sedih " Aku ingin kita hidup bahagia ibu, tapi aku tidak tahu harus bagaimana cara mencari uang"
Ibu Sun-mi " masih banyak pekerjaan yang lebih baik, walaupun hasilnya sedikit, tetapi masih bisa Menjaga harga diri kita"
mereka berbincang dari sore hingga larut malam dan sepertinya mereka akhirnya berbaikan. keesokan harinya keduanya mengomel terus kepadaku karena di apartemenku hanya terdapat mie instan.
Ibu Sun-Mi " Hai!!!! anak muda kamu sudah menyuruhku untuk tinggal di sini, tetapi kenapa hanya ada mie instan saja di rumahmu"
" Maafkan Aku, aku tidak menyangka kejadiannya akan semakin rumit seperti ini"
Sun-mi " kalau begitu Biarkan kami pergi dari tempat ini dan Biarkan kami mengurus diri kamu sendiri"
" Sun-mi sadarlah dirimu saat ini sedang diincar oleh dua bos mafia besar. dan dirimu adalah satu-satunya saksi yang bisa gunakan untuk menjebloskan Bos Ilsuk"
Ibu Sun-mi " kau memang berpenampilan mewah tetapi Ternyata kau miskin juga"
mendengarkan perkataan ibu Sun-mi membuat hatiku benar-benar menjadi tidak enak dan marah.
" Terserah kalian mau kemana saat ini, kalian bebas, Aku tidak akan melarang kalian untuk pergi"
tak lama keduanya pun berkemas dan pergi meninggalkan apartemenku, di satu sisi aku benar-benar lega tetapi aku juga khawatir dengan keadaan mereka.
Mereka pergi dari apartemenku pagi-pagi sekali entah akan pergi kemana, aku tidak tahu tujuan karena mereka tidak menjawab saat aku bertanya tentang tujuan mereka.
siangnya tiba-tiba nona Yuna datang ke apartemenku, mengajakku pergi makan siang karena ingin berterima kasih karena sudah mentraktirnya waktu itu. dalam hati aku sebenarnya sangat malas menanggapi ajakan makan siangnya.
Aku dan Nona Yuna pergi ke sebuah kedai ramen yang berada di sudut apartemenku. Aku memesan 1 buah ramen sedangkan nona Yuna memesan makanan lain dari restoran lain. Dalam hati aku merasa tidak enak kepada paman pemilik kedai ramen. Nona Yuna memang pilih-pilih soal makanan untuk menjaga bentuk tubuhnya.
" kamu akan menyesal karena tidak mencoba memakan ramen di sini, menurutku ramen di sini paling enak daripada ramen lain yang ada di kota"
Nona Yuna "Maafkan aku Yun, aku tidak bisa memakan makanan yang mengandung tepung"
" Nikmatilah hidup sesekali memakan, makan berbahan tepung pun tidak masalah kan"
di sela-sela obrolan kami berdua, terlihat segerombolan orang dari dua arah mencoba memasuki apartemen. tetapi sebelum mereka menaiki lift mereka terlibat pertarungan entah apa yang menyebabkan mereka berkelahi.
aku pun segera menghampiri mereka dan meninggalkan Yuna sambil mengucapkan terimakasih atas makanannya. aku menghampiri seseorang yang tergeletak tetapi masih sadar.
" Apa yang kamu lakukan di sini, apa yang sebenarnya kalian inginkan?"
anak buah bos mafia " apa urusanmu, kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu, apa pentingnya buatku"
Mendengar hal itu aku langsung menyeret menuju pintu darurat yang ada di apartemen. di tangga pintu darurat, dia ku siksa sehingga mengaku Apa tujuan sebenarnya mereka menuju apartemenku.
Sebenarnya dia ingin menangkap ku karena dikira aku adalah rekan dari Sun-mi dan bos Ilsuk. Aku tahu tujuan Bos Ilsuk ingin menangkapku, agar aku tidak membongkar Rahasianya kepada Kepolisian.
karena tidak mungkin aku bisa menangkap Bos Ilsuk sendirian maka kuputuskan aku akan bernegosiasi dengan anak buah bos mafia yang saat ini dipenjara yakni Bos Joy.
akhirnya aku bertemu dengan tangan kanan Bos Joy, aku berunding dengannya dan aku akan meringankan tuduhan atas tuduhan yang memberatkan Bos Joy saat ini.
sebenarnya laporan yang diterima pihak kepolisian tentang Bos Joy sebagian tidaklah benar. Bos Joy hanyalah seorang pemimpin preman yang melindungi pedagang dari tindak kerusakan mafia lain.
Bos Ilsuk merasa terganggu karena dia tidak bisa memasarkan narkobanya di daerah Bos Joy. Bos Joy tidak suka ada narkoba yang memasuki wilayahnya karena itu bisa merusak bisnisnya untuk melindungi warga.
para polisi sebenarnya tahu bahwa Bos Joy hanya menjalankan bisnis perlindungan tetapi karena sebagian polisi disuap oleh Bos Ilsuk maka mereka diam saja.
aku mengetahui semua informasi itu dari Sun-mi dan informasi dari tangan kanan Bos Joy. akhirnya kami sepakat untuk menangkap Bos Ilsuk untuk meringankan tuduhan pembunuhan yang diterima oleh Bos Joy.
besoknya pada saat malam hari, Tepatnya pukul 10 malam aku dan anak buah dari bos Joy mengepung tempat Bos I'll Suk berada. di sana ternyata sudah berkumpul anak buah dari Bos I'll Suk, untuk menemani kami bermain.
beberapa dari anak buah Bos I'll Suk memegang pistol, sedangkan kami hanya Aku seorang lah yang memegang pistol. dari pengamatan ku ada sekitar 10 orang yang memegang pistol. dan aku harus segera melumpuhkan mereka agar tidak ada korban dari kubu kami. aku juga menghindari jatuhnya korban agar aku tidak terseret kasus yang lebih rumit lagi.
di atas gedung milik Bos i'll Suk tertumpuk banyak potongan pipa besi. Ku tembak tali pengikatnya dan menjatuhi anak buah Bos I'll Suk. disini kesempatanku untuk melumpuhkan 10 orang itu.
aku tidak jago menembak tetapi aku ini atlet nasional judo. dengan cepat ku patah kan semua pergelangan 10 orang itu. seperti biasa adegan adu pukul pun saling terjadi tetapi bisa kalian tebak aku memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat.
pertarungan terjadi selama 3 jam dan pihak kami yang memenangkan pertarungan serta Bos I'll Suk akhirnya kami tangkap.
Bos I'll Suk berkata bahwa dia tidak melaporkan Bos Joy atas tuduhan itu dan dia tidak mengenal siapa itu Sun-mi. karena aku tidak tahu lagi siapa yang benar dan salah akhirnya ku serahkan Bos I'll Suk ke kantor polisi. sesuai kesepakatan awal akhirnya aku membantu Bos Joy Untuk meringankan masa hukumannya.
tapi masih menjadi sebuah misteri siapa Sun-mi ini sebenarnya. Apakah dari awal dia memang sengaja menjatuhkan ponselnya didepanku untuk menjebak ku.
selama 3 bulan lebih aku dalami Siapa Sun-mi ini sebenarnya. Yang Kutahu hanyalah asal-usul keluarganya yang dulunya adalah seorang keluarga kaya raya. ayahnya seorang pengusaha yang mati terbunuh oleh lawan bisnisnya. mungkin saja Ayah Sun-mi dibunuh oleh Bos I'll Suk.
tetapi anehnya nya setelah penangkapan Bos I'll Suk. aku mendengar bahwa transaksi narkoba masih terjadi. dan Aku curiga bahwa ini ada sangkut-pautnya dengan Sun-mi.
tetapi kali ini aku akan memecahkan kasus bersama dengan rekan terbaikku Pak Tua Kim. orang tua terbaik yang suka mengomel tetapi memiliki insting yang kuat. Pak Tua Kim sudah kembali dari dinas Luar kotanya dan berhasil memecahkan kasus yang cukup rumit.
setelah kembalinya dari luar kota Pak Tua Kim saat ini lebih sombong dari sebelumnya. Tentu saja hal ini membantu iri dan ingin segera memecahkan kasus berikutnya. tapi aku masih bisa sombong dihadapan Pak Tua Kim karena aku memiliki mobil yang bagus daripada dia.