Alkisah ada dua orang sahabat yang sudah bersama sedari kecil hingga sekarang. Mereka bernama Naya dan Nara. Naya adalah tipe orang yang ceria dan cerewet, berbanding balik dengan Nara yang cenderung pendiam dan penyendiri.
Suatu hari Nara mendatangi rumah Naya. Tok! Tok! Tok! . Mendengar pintu diketuk Naya segera membuka pintu rumahnya.
"Nara?, ada hal apa kamu kemari? bukankah kemarin kamu bilang sedang sibuk?" ujar Naya ketika melihat bahwa yang datang adalah Nara sahabatnya ia heran bukankah kemarin Nara bilang sedang ada urusan(?).
"Iya kamu benar, aku kemari karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu" Ujar Nara.
Naya penasaran akan hal yang ingin disampaikan itu pasalnya Nara sangat jarang mengajaknya berbicara.
"Apa Itu?" tanya Naya.
"Besok aku akan pindah, dan aku tidak tahu kapan aku kembali" ujar Nara sembari menunduk, Ia sebenarnya sangat berat meninggalkan Naya yang sudah seperti saudara baginya, begitupun dengan Naya. Bagi Naya sosok Nara sudah seperti kakaknya sendiri. Naya ingin sekali melarang Nara pergi. Namun, ia tidak bisa melarangnya, karena bagaimanapun suatu saat nanti mereka pasti akan berpisah juga.
Naya menghela nafas panjang, berat namun ia coba untuk menerima kepergian Nara.
"Baiklah, terimakasih sudah memberi tahuku, dan apakah kamu bisa untuk tidak melupakanku?" Ujar Naya
"Aku tidak akan melupakanmu, bagiku kamu saudara ku sendiri. Terimakasih sampai jumpa lagi" Ujar Nara sembari memeluk Naya, Naya membalas pelukannya tak kalah erat. Seusai berpelukan Nara pun pergi.
Hari demi hari bulan demi bulan berlalu, tidak terasa 9 tahun Naya dan Nara berpisah. Tepat pada satu Minggu setelah kelulusan perguruan tinggi, disebuah taman nampak seorang gadis sedang duduk di bangku taman sendirian. Naya merasa ia pernah mengenal gadis itu, ia pun menghampirinya.
"Permisi, bolehkah saya duduk disini?" Ujar Naya.
gadis itu menoleh ia menampilkan raut muka terkejut sekilas "Naya?" Refleknya bergumam.
gumamannya pelan sangat pelan namun masih terdengar oleh Naya karena suasananya memang sedang sepi.
"Em... Iya? saya Naya kenapa? bagaimana kamu tahu namaku padahal kita baru bertemu?" Ujar Naya bingung. Mendengar ujaran Naya sontak gadis itu berdiri dan menatap Naya.
"Naya, ini aku Nara, apa kau melupakanku?" Ujar gadis itu yang tak lain adalah Nara sahabat Naya yang berpisah 9 tahun yang lalu. Lama tak berjumpa tak membuat mereka berdua lupa akan sosok sahabatnya.
Naya mengerjap "Apakah ini benar dirimu Kakak?" Tanya Naya memastikan pendengarannya. Nara hanya mengangguk sebagai respon. melihat respon Nara, Nayapun langsung memeluk Nara untuk melepas rindu.
Akhirnya penantian Naya menunggu Nara kembali pun berakhir. Naya bersyukur bisa bertemu dengan Naya lagi, bahkan Nara masih mengingatnya, Naya sangat bahagia.
•TAMAT•
Maaf klo gaje lgi