Alfrand Aditya itu adalah namaku.Aku tinggal di ibu kota, keluarga kami adalah keluarga yang harmonis, sekarang aku menginjak kelas 2 SMA, aku murid teladan dan aku selalu juara. Aku selalu bercita-cita menjadi tentara,supaya aku bisa mengamankan negara dari berbagai ancaman,ya itu adalah jawaban sederhana jika seseorang bertanya padaku.
Hingga suatu hari kebahagiaan yang kami rasakan seperti di renggut segalanya, menghancurkan ku dari akarnya .kejadian yang membuat ku kehilangan harapan ,kejadian yang jika mengingat nya maka aku akan gemetaran.kejadian yang membuat ku merasakan pedihnya hidup dan betapa indah jika dicintai.
kisah ini bermula
Pada malam hari aku pulang kerumah,aku habis dari rumah temanku.Aku mendengar pertengkaran ayah dan ibu
kau pikir aku tidak tau,kau telah selingkuh dengan perempuan lain.suara ibu yang menangis terisak-isak.
aku tidak pernah selingkuh kau jangan asal menuduh sembarangan.
aku melihatnya sendiri ayo mengakulah cepat jangan mencoba untuk berbohong.
baiklah aku memang selingkuh.
jder seperti petir yang menyambar aku kaget dan tidak percaya.
kau jahat kenapa kau selingkuh.ibu terisak-isak.
kau tidak sadar kau itu sudah tua dan tidak cantik lagi, sedangkan dia masih muda dan cantik.ucap ayah yang membuat darahku mendidih.
kenapa,kenapa. ucap ibu.
pokoknya aku akan menceraikanmu lalu ayah membuka pintu dan melihatku, tanpa berkata apapun ayah pergi begitu saja.
Aku menghampiri ibuku yang menangis sambil duduk di lantai .
ibu jangan menangis,aku akan selalu ada dsisi ibu.ucapku sambil menangis.
Ibu bangun dari duduknya lalu pergi kekamarnya.
aku pun masuk ke kamarku rasa lapar yang tadi kurasakan sekarang tidak terasa sama sekali.
Inikah cobaan yang harus kami hadapi.batinku
Aku tidak bisa memejamkan mata sampai pukul 3 dini hari aku tetap tidak bisa tidur.Aku berharap itu mimpi,lalu tanpa sadar aku pun tidur.
Pukul 6 pagi aku bangun karena aku harus ke sekolah,
aku sudah memakai seragam, aku melihat belum ada sarapan.
Aku harus memasak tidak apa-apa jika aku terlambat ,aku khawatir ibu tidak sarapan.
Aku selesai memasak.
Aku membawa sarapan ibu ke kamar ibu.
tok tok tok aku mengetuk pintu kamar ibu.
Ibu aku membawa sarapan untuk ibu.ucapku.
Tapi tidak ada jawaban.
Aku pun membuka pintu dan aku melihat ibu telah terbujur kaku dengan tali di leher ibu.
Aku pun keluar Tolong tolong teriakku.
para tetangga pun berdatangan.
Mereka menurunkan ibuku.
Ibu bangun ibu.Sambil memeluk tubuh ibuku yang sudah dingin aku pun terisak.Tapi ibuku telah meninggal.Dia meninggalkanku , wanita yang selalu menjagaku, wanita yang selalu mencurahkan kasih sayang dia telah pergi meninggalkan aku.
Ibuku pun dimakamkan,
pada saat pemakaman aku melihat dua orang yang telah menghancurkan hidupku.pria jahat itu dan wanita hina itu.
Para tetangga yang datang sudah
pulang karena pemakannya sudah selesai.
Hanya aku yang masih tinggal di pemakaman ibuku dan masih memeluk nisan ibuku dan menangis terisak-isak menumpahkan semua kesedihan yang kupendam.Pada saat itu aku tidak bisa menjadi laki-laki kuat yang bisa menahan semuanya,aku sudah mencoba agar aku kuat tapi aku tidak bisa
Karena air mataku tidak sejalan dengan tekadku agar tidak menangis.
Aku pulang kerumah setelah merasakan bahwa mataku sakit dan aku merasa kelelahan.
Tapi tiba-tiba setelah sampai rumah.
Kamu sudah pulang tanya pria menjijikkan itu.
Siapa kau,aku tidak mengenal mu.ucapku dengan dingin.
Ayah minta maaf kepada mu.
Aku bukan orang gila yang akan memaafkanmu dan lagi kenapa kalian ada disini.
kami akan tinggal disini,kau juga tinggal lah dengan kami.
sayang aku tidak mau tinggal dengannya. ucap wanita hina itu.
Kau pikir aku mau tinggal dengan kalian pria jahat dan perempuan hina sepertimu.Lebih baik aku tinggal di jalanan.
Tunggu.pria jahat itu memegang lenganku.
Maafkan ayah,ayo kita mulai dari awal .
ingin rasanya kuhabisi dia.
Aku menepis tangannya
Kau bukan ayah ku.Kau hanya pria yang telah menghancurkan hidup ku.
Ayahku sudah meninggal bersama dengan meninggalnya ibuku.
Aku meninggalkan mereka.
mulai sekarang aku akan
HIDUP DI JALANAN
Aku tidur dibawah kolong jembatan.Aku selalu berusaha melupakan semua kepedihan yang kualami.
Aku berteman dengan para preman.
Aku mulai melakukan perbuatan yang dulu kuanggap hina.
Aku mulai merampok,memalak, mencopet.
Dulu aku bercita-cita menjadi tentara yang akan melindungi dan mempertahankan negara ini.Tapi aku malah menyusahakan negeri ini, sedangkan melindungi ibuku aku tidak bisa, mempertahankan keluargaku aku tidak bisa,lalu apa gunanya itu semua.
Air mataku sudah kering dia sudah merasa bosan dengan kelemahanku.
Ya,aku memang laki-laki.
Laki-laki itu tidak pantas menangis,tapi laki-laki juga mempunyai perasaan, begitu juga denganku.
Aku selalu berusaha melupakan kenangan yang menyedihkan itu, aku selalu berharap itu semua hanya mimpi buruk yang panjang.
Tapi aku sadar bahwa itu semua adalah kenyataan.
Kami melakukan hal hina itu agar bisa makan.
Hingga pada suatu hari,aku mengikuti teman-teman ku memalak dan terjadi insiden yang tidak kusangka.
Salah satu temanku tidak sengaja menusuk orang yang kami targetkan hingga tewas.Kami pun melarikan diri,aku sempat menoleh kebelakang dan aku melihat seorang anak yang menangis sambil memeluk perempuan yang sudah tak bernyawa itu.
Aku merasa bersalah dan aku selalu resah.
Hingga pada suatu saat.
Teman-teman ayo kita menyerahkan diri
kita harus tanggung jawab.
Apa kau sudah gila,aku tidak mau kau saja yang pergi.jawaban yang diberikan teman-teman ku.
Teman-teman ku menolak,tapi aku sudah memutuskan bahwa aku akan menyerahkan diri ke polisi.
Aku akan menemui keluarga yang telah kuhancurkan itu aku akan meminta maaf.
Aku akan berlutut agar mereka bisa memaafkan ku
Saat di perjalanan aku melamun.
Aku tidak memperhatikan jalan dan ..aku terpental sangat jauh
ternyata sebuah mobil truk menabarakku karena jalan yang basah. kepalaku berdarah tapi darah itu seakan di hapus oleh air hujan.
Aku tersenyum dan berkata
Mungkin ibu membutuhkan ku di alam sana mungkin tidak ada yang menjaga ibuku ,itu sebabnya aku harus menyusul ibuku dan menjaganya.
HIDUP DI JALANAN
➡ Perceraian dapat menghancurkan keluarga kita, masa depan kita dan anak-anak yang kita sayangi.
kalian tau seorang anak yang kesepian,yang kekurangan kasih sayang dan cinta juga tidak akan memberikan hal-hal tersebut kepada orang lain.
singkatnya dia saja tidak menerima kasih sayang dan cinta,lantas apakah pantas jika dia menyayangi seseorang jika dia saja belum pernah merasakan hal seperti itu.
Dia tidak akan merasakan betapa indahnya jika kita dicintai.