Sudah beberapa hari ini aku melamar kerja, tapi belum juga ada yang menerima lamaran kerjaku,
" susah sekali sih cari kerja jaman sekarang," gumamku dalam hati.
Aku terus melangkah menuju beberapa perusahaan, berharap di antara banyaknya perusahan di daerahku ini, ada yang akan menerima aku bekerja.
aku pun berhenti disebuah perusahaan besar yang sedang mencari lowongan pekerjaan, hatiku senang dan berharap bisa diterima disini.
Aku masuk untuk melamar pekerjaan disini, baru sebentar duduk ada yang memanggil namaku.
"kesya andara putri, disini ada kesya andara putri tidak " tanya pria yang memanggil namaku.
" i...iya saya kesya andara putri pak " ucapku gugup.
" dari tadi dipanggil-panggil gak datang-datang niat kerja gak sih kamu" sahut pria itu memarahiku.
" perasaan aku baru juga datang tapi udah dapat omelan dari pria ini " gerutuku dalam hati kesal
" kamu masuk kedalam sana "
ia menunjuk salah satu pintu ruangan kerja
" ada asisten ceo diperusahaan ini yang akan memberikan, apa saja tugasmu sebagai sekertaris ceo " tuturnya lagi
" apaaa aku langsung diterima bekerja disini sebagai sekertaris pak " ucapku senang karna akhirnya aku mendapatkan pekerjaan juga.
" iya udah sana pergi, sudah ditungguin dari tadi " sahut pria itu sambil melangkah pergi meninggalkanku.
aku merasa heran dan aneh, karna baru juga datang diperusahaan ini, surat kerjaku juga belum dilihat sudah langsung diterima.
tapi ya sudalah tidak penting untuk memikirkannya, yang terpenting sekarang aku punya pekerjaan.
tok-tok ( anggap saja suara ketukan pintu )
" masuk " ucap seseorang didalam sana.
aku pun masuk kedalam.
" kamu beneran kesya andara putri, " ucapnya sambil memperhatikanku, ntah apa yang dipikirkan asisten ceo ini kepadaku.
karna setelah ia memperhatikanku ia pun langsung menggelengkan kepalanya seperti orang bingung.
" hmmmz... sebelum kamu bekerja diperusahan ini, sebaiknya kamu tanda tangan kontrak terlebih dahulu " jelasnya sambil memberikan surat tanda tangan kontrak kepadaku.
" baik pak " aku pun mentanda tangani kontrak kerja.
" selamat kamu sudah diterima bekerja sebagai sekertaris diperusahaan ini," ucapnya sambil mengulurkan tangan kepadaku.
" iya terima kasih pak " aku pun menerima uluran tangannya.
pak rizki adalah nama asisten ceo perusahaan ini, ia pun menjelaskan tentang apa saja tugas yang akan aku lakukan sebagai sekertaris ceo diperusahaan ini.
" pak rasya adalah ceo diperusahaan ini, ia tidak suka memiliki sekertaris yang terlambat datang saat ia panggil, dan kamu harus bisa meracik minuman kopi sesuai seleranya, yang paling penting jika kamu ingin bekerja selamanya dperusahaan ini, harus extra sabar menghadapi pak rasya, karna banyak sekertaris yang bekerja bersamanya tidak bertahan lama, maka dari itu saya membuat kontrak kerja ini supaya kamu bisa serius bekerja diperusahaan ini." jelas pak rizki.
kerjaku disini sebagai sekertaris ceo dengan gajih yang lumayan besar tidak akan aku sia-siakan, dan aku harus mempunyai stok extra sabar menghadapi pak rasya ceo perusahaan ini.
Aku masuk keruangan ceo ditemani pak rizki. ia pun mengetuk pintu ruangan ( tok-tok ).
setelah itu kami berdua masuk kedalam,
" permisi pak rasya, saya datang kemari mengantarkan sekertaris baru pak rasaya bernama kesya andara putri " ucap pak rizki.
sang ceo yang sedang menghadap kebelakang, sambil mengecek beberapa dokumen pun akhirnya membalikan badan.
Alangkah terkejutnya aku, melihat sosok pria dihadapanku ini, ia adalah rasya mantan pacarku yang dulu aku putuskan.
" kk..kamu " ucapku sambil menutup mulut, pria yang dulu tulus mencintaiku kini telah menjadi orang yang sukses.
" rizki, sudah kamu pergi sana" perintahnya dingin
" baik pak " pak rizki pun pergi.
" kamu buatin aku kopi " perintahnya lagi kepadaku.
" iya sya " ucapku pergi, tapi langkahku terhenti ketika ia memanggilku.
" kesya, panggil aku pak rasya karna aku bosmu " tegas sekali ucapannya.
" ba.....baik pak rasya " sahutku gugup.
perasaan dulu ia tidak seperti ini sikapnya kepadaku, apa dia masih marah dan tidak terima aku putusin, ntahlah aku tak tau.
Aku pun meracik minuman kopi untuknya, hal yang tidak pernah aku lakukan dulu saat masih menjadi kekasihnya.
Rasya yang sekarang jauh lebih tampan dan sepertinya aku mulai jatuh cinta kepadanya.
" pruuuuut pahit kopinya ganti yang baru " ucapnya marah.
aku pun membuat kopi sampai tujuh kali, karna masih belum sesuai dengan kopi keinginannya.
Ucapanku barusan yang memuji ketampanan dan sedikit rasa tertarik kepadanya aku buang jauh-jauh,
karna sipat menyebalkannya barusan membuatku membencinya.
"benar apa yang dikatakan pak rizki aku harus banyak-banyak sabar, menghadapi si rasya nyebelin itu, dia pikir gak cape apa bulak balik bikin kopi sampai 7 kali, uuuuuuch kalo aku gak butuh pekerjaan ini, sudah cukup sampai disini aku mau berhenti bekerja " gerutuku kesal.
" siapa yang mau berhenti bekerja " tanyanya tegas
" aduuuch ternyata dia mendengarkan ucapanku barusan, apes bener aku hari ini " ucapku dalam hati
" aaanu...i...tu " jawabku gugup
" inget kesya kamu sudah mentanda tangani kontrak kerja, jadi kamu tidak bisa berhenti bekerja disini sebelum masa kontrak kerjanya habis " jelas rasya mengingatkan aku.
" i...iya pak " sahutku
Bekerja dengan seorang mantan pacar, yang sudah aku lupakan bahkan tak menginginkan ia hadir kembali dalam hidupku, tapi sekarang aku akan bertemu dengannya setiap hari.
aku sedikit menyesal melamar bekerja diperusahaan ini, kalo tau ternyata ceo perusahan ini adalah mantan pacarku yang nyebelin.
*****
selama seminggu bekerja diperusahaan ini, membuat aku lelah dan sering emosi dengan sikap rasya, yang sering mengeluarkan kata-kata pedas dan sikap dinginnya yang membuatku takut.
" kesya hari ini akan ada proyek baru jadi kamu harus siapkan segala keperluaannya dengan baik " ucap rasya memberi perintah.
" baik pak " hanya kata itu yang aku keluarkan setiap rasya memberi perintah kepadaku.
Aku dan rasya pun berjalan menuju proyek baru yang akan kami datangi, tapi dilantai bawah ada sebuah keributan, ntah apa masalahnya aku tak tau.
" ada apa ini " ucap rasya menghentikan keributan yang terjadi.
" pak wanita ini mengaku kalau ia adalah kesya sekertaris baru pak rasya, tapi yang saya tau sekertaris baru pak rasya adalah bu kesya ini " jawab repsepsionis menunjukku.
" pak rasya saya ini kesya andara putri, yang seminggu lalu menerima panggilan televon dari perusahaan ini, kalo saya diterima bekerja disini sebagai sekertaris pak rasya, tapi maaf saya tidak bisa datang hari itu karna mendapatkan kecelakaan" jelas wanita yang bernama keysa.
" rizki coba kamu jelaskan semua ini " ucap tegas rasya meminta penjelasan dari rizki yang kebetulan ada dilantai bawah juga.
" pak rasya saya minta maaf atas kejadian semua ini, hari itu saya menerima keysa ini "
pak rizki menunjuk kearahku.
" karna saya binggung keysa andara putri yang saya hubungi tidak datang, sedangkan pak raysa membutuhkan sekertaris baru secepatnya "
" apaa, " ucapku kaget.
pantas saja aku merasa aneh dihari aku melamar bekerja disini, dan bisa langsung diterima, ternyata aku hanya sekertaris gadungan, tapi ada untungnya juga wanita ini datang jadi aku bisa berhenti bekerja disini.
" kalo begitu pak rasya dan pak rizki, saya mengundurkan diri karna keysa yang diterima bekerja disini itu bukan saya " pamitku melangkah pergi.
" tunggu keysa," ucap pak rasya menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam mobilnya.
" keysa aku masih mencintaimu, jadi kumohon jangan pergi meninggalkan aku lagi " ucapan rasya barusan membuat aku syok.
" maaf selama kamu bekerja disini sikapku dingin dan cuek, seperti sikapmu dulu kepadaku, tapi yang perlu kamu tau rasa cintaku dulu sampai sekarang masih sama yaitu tetap mencintaimu " jelasnya lagi
" maaf " hanya kata itu yang keluar dari mulutku, ntahlah aku masih binggung dengan perasaanku ini.
aku pun keluar dari pintu mobilnya, dan pergi tanpa memberi jawaban pasti atas pernyataan cintanya.
BUAH TOMAT BUAH PETEY
TAMAT EUYYY