Banyak yg belum abang ketahui tentang diri essy .
ini cuma sebagian kecil.hidup essy penuh luka.
begitu essy pernah bilang pada ku.di dalam telepon
setelah pertemuan.yg tidak ter duga disebuah rumah makan ketika itu
saat itu cuma sebentar kami bicara. kami saling terkejut karena tidak menyangka akan bertemu di sini.di kota yg sangat jauh dari kampung kami.
aku memang tidak kebetulan datang kesini .aku memang sedang ada urusan.mendampingi anakku kekantor polisi.
mengapa kamu disini..tanyaku ketika itu
essy ada urusan di kantor polisi katanya.urusan apa kataku...suamiku didalam katanya datar.
suamimu didalam?dia melakukan apa?tanyaku serius.
dia memukuli aku dan aku laporkan.lihat ini katanya...lihat juga ini...essy melihatkan padaku bekas bekas pukulan suaminya.merah merah dan memar memar.abg kenapa disini? tanya essy aku ada urusan pula sedikit jawab ku singkat saja.karena aku tidak ingin bicara lama bagaimanapun essy kan istri orang .nanti akan mendatangkan fitnah.essy cuma tersenyum. ketika akan berpisah essy minta no telpon aku dan memberikan no telpon nya.nanti essy telpon ya katanya tersenyum.
beberapa hari kemudian essy menelpon.ketika itulah aku baru tahu.essy sudah lama cerai dgn suami nya.tapi karena ada yg harus diselesaikan mereka bertemu dan terjadilah pemukulan itu.
kenapa kamu cerai ? tanyaku...
aku nggak tahan kata essy setiap hari aku di pukulnya.lihat mataku ini ada jejak nya .ini di tumbuk nya sampai robek.waktu itulah essy mengatakan .banyak yg belum abang tahu tentang diri essy..ini cuma sebagian kecil hidup essy penuh luka....aku tersenyum kecut...mungkin jauh lebih banyak kau belum tahu hidupku essy batinku
aku dan essy berasal kampung yg sama.dan kami memang punya masa lalu..memang sudah lama aku dan essy tidak bertemu.dan kini tanpa disangka kami bertemu.dan tanpa kami sadari tumbuh pula benih benih masa lalu yg sudah lama mati.
dulu essy sakit bang...begitu essy memulai ceritanya suatu sore di pinggir pantai .sudah banyak tempat berobat. tapi sakit essy tidak sembuh sembuh.kata dokter yg sakit itu mental essy bang...mental essy.
mungkin terlalu banyak beban ,tak sanggup essy memikul nya.aku cuma bisa diam...
sementara essy hidup nompang di rumah adik essy
bersama anak anak.essy menghela nafas dalam dalam.suami essy dimana?..aku bertanya.
essy menghela nafas lagi.
suami essy pulang kekampung nya di palembang dan ndak pernah kembali..essy memandang pada ku seolah ingin melihat hatiku.anak essy dua orang ketika itu..essy meneruskan lagi
sementara kehidupan adik essy itu pas pasan juga bang.akhirnya essy sakit..
. akhirnya adik essy membawa essy berobat kepada orang pandai.kalau di kampung kita namanya dukun itu aku menyela.
betul bang dukun.dan aneh nya dukun itu tidak meminta bayaran..lalu kataku.
ada kesepakatan antara adik essy dgn dukun itu.
kalau essy sembuh essy bersedia menjadi istri nya.
aku cuma diam..dan ingin tahu apa selanjut nya.
akhirnya essy jadi istri dukun itu.istri yg ke sembilan...lanjut essy.
tak ada kata lagi yg bisa aku keluarkan...perasaanku bercampur aduk.ada rasa iba terhadap essy...ada rasa dongkol kepada adik essy..ada rasa marah pada dukun itu..mencari kesempatan di atas penderitaan orang.
itu namanya pembodohan..batin ku..
mungkin adik essy berfikir kalau essy jadi istri dukun itu mungkin kehidupan essy dan anak anak nya akan lebih baik walaupun menjadi istri yg ke sembilan.kata essy..semua terasa hening cuma deburan ombak yg sambung menyambung.
tapi bang...essy terisak dia menangis.ternyata luka essy semaki dalam.
apa yg terjadi?..kataku penasaran.
setiap hari essy di pukul.essy tidak boleh keluar rumah essy tidak boleh kemana mana tidak boleh nelpon..kalau essy protes essy di pukul.kalau essy mengajukan sesuatu yg tidak dia setuju essy di pukul..pokoknya setiap hari essy kena pukul bang.
essy luka luar dalam.
bertahun tahun lamanya itu essy tahan.tidak essy katakan pada siapa pun.bertahun tahun lama nya essy tersiksa lahir dan batin.
masih panjang cerita essy lagi.sambil menghapus sir matanya apakah abang bosan?..
tidak kataku
setelah essy ceritakan boleh abang mengambil sikap.tidak ada tempat essy curhat,setelah bertemu abang.essy sudah tahu kemana essy harus bercerita.abang boleh merasa jijik.abang boleh meninggalkan essy.
essy rela setelah abang tahu tentang diri essy.
ku lihat essy menahan tangis nya.
baiklah esi cerita kanlah aku rangkul essy untu memberikan semangat nya.
akhirnya essy sakit...terusnya lagi.bahkan lebih parah dari yg dulu ketika berobat dgn nya.essy tak sanggup menahan lagi.essy berontak ...essy lari dari rumah.tapi sial bagi essy .essy ditemukan nya lagi.essy disiksa di pukul di tendang diperkosa ya essy merasa di perkosa oleh suami essy sendiri.
setiap kali dia melakukan essy menjerit jerit berteriak teriak.essy merasa seperti diperkosa orang jahat.karna tak sanggup menahan semua itu akhirnya essy selalu menjerit.kalau essy melihat suami nya itu essy menjerit jerit. berteriak teriak.essy hampir gila.essy diam dan menengok aku lagi...aku benar benar merasa iba.ternyata memang lukamu lebih dalam dari luka ku.aku berbisik pada diriku sendiri.
akhirnya essy di pulangkan ke rumah adik essy lagi dgn alasan penyakit essy makin parah karena essy tidak bisa menjaga diri.sudah tak mungkin di obat essy sudah gila katanya ..kata suami essy.. kata dukun..itu..
sudah begitu dgn alasan mengobati essy kalau dia butuh essy dia datang ke rumah adik essy itu
dan essy tidak luput dari pukulan dan tendangan...karena essy menjerit terus akhirnya adik essy mengetahui dan melaporkan nya kekantor polisi.
aku tak sanggup lagi bercerita tentang lukaku ...
berarti suami essy sudah berapa?..
tiga orang jawab essy ...
yg pertama essy di nikahkan oleh orang tua essy dgn kontraktor kaya.mulanya memang essy senang
tapi lama lama ketahuan jg belang nya.karena jarang pulang ke rumah.alasan nya di proyek nginap di hotel.suatu kali karena penasaran essy pergi di tempat proyek suami nya.mulanya tidak ketemu tapi karena gigih dan menanya nanya.
sampai jg di hotel tempat suami nya nginap.dan essy nginap jg disana.dan apa yg dilihat nya disana membuat essy terguncang .bagai mana tidak suaminya tiap malam bawa perempuan nginap fi hotel itu .tiap hari..tiap malam..sementara essy melihat dgn mata kepala nya sendiri.essy menyaksikan bersama anaknya yg masih dalam gendongan .akhirnya karena tida sanggup melihat suaminya tiap hari membawa perempuan lacur
akhirnya dia sengaja memergoki suami nya itu
itulah luka pertama ..essy di usir.dihina .di ceraikan .ketika itu di depan umum di depan orang banyak..kunci mobil di ambil.seluruh uang di sita essy di usir seperti gembel dari hotel itu.
air mata essy berderai derai ...abang boleh putuskan sekarang kata essy ter isak.
aku tak lagi bisa berkata.aku peluk essy aku hapus air matanya.
sudah tepat essy curhat pada abang..kalau masih ada abang abang akan mendengar kan.
sekarang hapus air mata mu dengar kan pula abang.aku peluk essy semakin erat.luka mu sudah banyak abang tak ingi bercerita lagi tentang luka.
abang tidak benci essy..tidak akan meninggalkan essy..tidak merasa jijik sama essy...
luka abang cuma akan membuat LUKA DIAT LUKA sekarang abang punya anak ..punya istri bahkan istri abang dua orang...tak perlu abang cerita luka lagi.
Essy sudah tahu bang...essy sudah tahu semuanya tentang istri .tentang anak tentang hidup dan kerja abang. essy membalas pelukkan ku kami berpelukkan.di saksikan ombak yg ber gulung sambung menyambung..bergemuruh...