BAB 1
Braaakk
"Ada apa mas? kenapa dibanting ban nya? memang ban nya punya salah sama mas?" ucap Riana
" Diamlah!.. jangan ikut campur! " jawab Briyan
Riana yang dibentak pun langsung pergi kekamarnya. sakit dan sedih yang kemarin saja belum hilang, kenapa kamu menambah luka dihati ini lagi mas' batin riana
Briyan dan Riana adalah pasangan muda yang sudah lama menikah, Briyan menikahi Riana dengan statusnya janda dan mempunyai seorang anak yang cantik dan pintar. namun 4 tahun sudah usia pernikahan mereke belum juga dikaruniai anak
" Aaaahhhh shiiitttt... kenapa hidupku seperti ini terus, bagaimana aku bisa mengembangkan usaha bengkel ini kalau nggak ada yang mau meminjamkan uang" kata briyan yang kesal
"Mas.. mmm aku mau ngomong sesuatu, tapi janji ya kamu jangan marah" ucap riana
"Katakanlah jika itu penting, tapi jangan mengatakannya jika itu tidak penting" ucap briyan lagi
" Ma....maass.. aku mau kerja, apakah kamu mengijinkannya" tanya riana
" Memangnya kamu mau kerja apa dan cari kerja dimana, sekolah saja hanya lulus smp trus kamu yakin bakalan diterima kalau kerja diperusahaan. mimpi saja kamu ini"
" Bukan mas, aku mau kerja Art.. tapi gajinya lumayan mas, nantikan juga bisa aku kirim buat tambah kamu modal usaha bengkel ini, nanti kalau usaha bengkelmu sukses dan ramai maka aku akan berhenti bekerja" kata riana meyakinkan
"Hmmm...baiklah tapi aku nggak ada duwit buat ongkosmu berangkat kesana, trus kamu kesana mau naik apa"
"Aku mau pinjem sama bapak kamu mas, sekalian mau pamitan kalau aku mau kerja kejakarta besok"
" Ya terserah kamu ajalah, kalau kamu berani pinjem ya terserah. tapi inget, aku cuma kasih kamu waktu 1 tahun saja buat kerja tidak lebih. kalau sampai lebih dari waktu yang aku tentukan maka jangan pernah pulang kesini lagi" ucap briyan
Riana pun segera menemui orang tua briyan, dia berharap dia akan lancar dan di mudahkan rejekinya karena niatnya sangat mulia ingin membantu suaminya
"Assalamualaikum" ucap riana
"Waalaikumsalam, riana masuklah kebetulan ibu bikin cemilan. ayo dicobain" kata mertuanya
" Iya bu.. wah enak sekali bu, nanti riana mau bawa pulang ahh buat cemilan nanti malem" jawabnya
"Boleh...kamu makan aja dulu ibu mau selesaikan sisanya" ucap ibu umi
" Bapak kemana bu, tumben rumah sepi kayak nggak ada penghuni,, hihiii" ucap riana cengengesan
" Mmm kamu nih ya, bapakmu tadi dibelakang masangin jaring dipohon rambutan tuh, biar nggak habis sama monyet" jawab ibu umi
"Memang ya, monyet nggak ada ahlak makan buah nggak kira-kira. apa nggak batuk tu monyet" uacap riana lagi
Ibu umi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah menantunya, ada rasa berat dihati jika dia kerja, 'maafkan riana bu, riana harus berusaha untuk masa depan anita juga' batin riana
" Pak, banyak buah rambutannya" tanya riana pada haris
"Adalah kalau cuma buat makan aja" jawabnya
ooo
hanya itu yang riana katakan, niat hati dirumah tadi ingin segera membicarakan tujuannya datang, tapi bibirnya terasa berat untuk mengatakan. entah kenapa hati dan pikirannya berbeda
"Pak, bu. bisa riana bicara sebentar" ucap riana tersenyum
"Iya ada apa" jawab mereka bersama
"Mmmm...riana mau pinjem uang, kalau ada riana mau pinjem 1 juta"
"Untuk apa kamu pinjem uang sebanyak itu ri" tanya ibu
" Maaf bu, riana ingin kerja kejakarta, riana juga harus memikirkan masa depan anak riana pak,bu"jawab riana kini matanya mulai berkaca-kaca
"Kenapa harus kerja jauh ri, kan kamu juga masih bisa bantuin bapak keladang buat urus kebun" jawab ibu yang suaranya mulai serak karena menahan air matanya
" Maaf bu, keputusan riana sudah bulat, riana nggak bisa terus-terusan seperti ini. riana juga ada anak yang harus riana bahagiakan bu" jawab riana mulai menangis
"Difikirkan dulu riana, menghadapi masalah tidak bisa dengan emosi. harus dengan kepala dingin nak"ucap pak haris
"Hikkss... insyaalloh riana sudah memikirkanya dengan matang pak, riana nggak mau jadi beban bapak dan ibu." jawab riana
"Yasudahlah jika memang itu menjadi keputusanmu, kami tidak bisa mencegah. tapi riana harus ingat, kemanapun riana berada riana jangan lupa sama gusti alloh" pak haris menasehati
"Ini uang yang kamu mau pakai, dan yang ini buat kamu jajan dijalan ya nak. jika sudah sampai kabarin kami,sering-sering telpon kasih kabar ya,apapun keputusanmu selama itu baik bapak dan ibu akan selalu mendukung" ucapnya
Riana pun bergegas pulang, dan segera menyusun pakaiannya ditas kecil. tanpa menoleh kearah briyan yang sedang memendam kesedihan nggak terasa matanya pun mulai berkaca-kaca
"Dek...apa kamu beneran mau pergi kerja, nanti siapa yang ngurusin mas kalau adek kerja. pikirkan baik-baik sayang, jangan terburu-buru mengambil keputusan" kata Briyan
hening,,
" Ri kamu beneran mau pergi nak, hiikkksss...hiikkksss..jangan pergi nak ibu nggak rela jika kamu harus kerja, tolong pikirkan baik-baik nak"ucap bu mira
"lantas jika riana tidak kerja akankah kehidupan kami akan seperti ini terus bu, riana nggak bisa bu ri harus kerja demi masa depan anak ri. jika riana tidak di ijinkan bekerja maka suruhlah anak ibu untuk bekerja" jawab riana tegas
" kamu briyan, kamu seorang lelaki. sudah menjadi kewajiban kamu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ibu malu bri, ibu malu jika riana sampai bekerja apa kata orang-orang nanti" kata bu mira yang suaranya mulai serak
"ya mau gimana lagi bu, itu sudah jadi kemauan riana. percuma juga masih di cegah kalau riananya tetap akan berangkat kerja" jawab briyan
"harusnya kamu yang mikir briyan, kenapa seorang istri sampai ada niatan mau kerja. kamu seharusnya cari kerjaan lainnya bukan cuma ngurusin bengkel yang nggk ada hasilnya, pokoknya ibu nggak terima kalau sampai riana kerja" tegas bu umi
ketika riana sudah bersiap dan meminta ijin ke ibu umi dan keluarga yang berkunjung kerumah, pandangan orang-orang pun mulai berbeda. entah apa yang ada didalam pikiran mereka masing-masing, yang jelas pastinya buruk hihiii
Hari demi hari terus berjalan, tiada lelah bagi Riana untuk mengais rejeki. Dia selalu ceria dan senyuman yang tidak pernah lupa, meskipun dalam pekerjaan terkadang mendapatkan masalah, tapi Riana tak pernah mengeluh
" Dek, lagi ngapain? Udah makan belum? tanya Briyan
" Aku lagi kerja mas, aku udah makan tadi.Mas sendiri udah makan belum?" tanya Riana
"Alhamdulillah..Mas juga sudah makan tadi, kamu besok jadi pulangkan dek?"
"Iya mas, besok aku jadi pulang.Tapi aku pulang kerumah mama dulu ya, besok kamu jemput kerumah mama" kata Riana
" Ooohh. Iya baiklah besok mas jemput kerumah mama, sampai ketemu besok sayang" balas Briyan
Waktu yang ditunggu Riana pun tiba. Pagi sekali Riana bangun dan bersemangat untuk berkemas dan bersiap pulang, jam 08.30 Riana dijemput mobil yang akan mengantar Riana pulang kekampung
Perjalanan yang ditempuh Riana selama 12 jam pun terasa melelahkan, sesampainya dirumah. Riana langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur sederhananya
"Ma... Riana mau nginep disini dulu sampai mas Briyan datang menjemput Riana, dan ini ada sedikit rejeki dari Riana buat kebutuhan mama sehari-hari, buat jajan anak-anak juga" kata Riana mengeluarkan beberapa lembar uang
" Iya nduk, kamu mau tinggal disini juga boleh. Ini juga kan rumah kamu" jawab mama Yuni
"Trimakasih ma, tapi Riana nggk bisa tinggal disini. Riana harus ikut pulang kerumah suami Riana, Riana titip Anita ya ma. Maaf jika Riana selalu merepotkan mama, maaf jika Riana belum bisa bahagiain mama"Ucap Riana yang mulai menitikkan air mata
Riana pun mulai terlelap, ibu Yuni memperhatikan wajah putrinya'Semoga kamu menjadi wanita yang tangguh nak. Ibu hanya ingin melihatmu bahagia'Batin Bu Yuni
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam, eeee Briyan udah datang. Ayo masuk nak, Luna lagi istirahat dikamar. mungkin kecapekan" kata bu Yuni
" Aaahhh..Iya bu, ini ada sedikit oleh-oleh buat ibu.Semoga ibu suka ya, saya permisi kekamar dulu bu" jawab Briyan
"Iya, pasti ibu suka"
"Sayang, ayo bangun...Suamimu yang tampan ini udah dateng loh, masak mau di anggurin aja. Ayo bangunn" Briyan menepuk pipi Luna gemass melihat istrinya yang tertidur pulas
Dua hari dirumah orang tua Luna. Kini Luna dan Briyan bersiap untuk kembali ke rumah, mereka menyiapkan semua kebutuhan untuk di perjalanan. Dari rumah bu Yuni, mereka pulang menggunakan sepeda motor, perjalanan yang cukup jauh, dan tentu melelahkan bagi Luna. Karena ini kali pertama Luna melakukan perjalanan menggunakan motor
Setelah tiga hari diperjalanan, akhirnya Luna sampai didepanrumahnya. Rasa lelah yang melanda membuat Luna bergegas masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum.."
Cekleekk
"Astaghfirullohhal'adzim.. Masya'alloh" Luna tak hentinya berucap
"Heeheee.. Maaf sayang, aku belum sempet beresin rumah. Ya dimaklumin aja ya kalau berantakan, kan kemarin aku jadi duda hahaa" kata Briyan yang tertawa karena melihat ekspresi istrinya
Plaaakkkkk
Riana memukul lengan Briyan karena gemess melihat kelakuan suaminya yang tertawa lepas, Riana bergegas masuk kedalam tanpa memperdulikan barang-barang yang berantakan. Rasa lelah yang dirasakan Riana membuat Riana langsung merebahlana tubuhnya diatas kasur yang sudah Riana rindukan
"Sayank jangan mancing aku deh, jangan salahkan aku jika kamu nggak akan bisa istirahat malam ini sayang, ckkkk" kata Briyan yang menggoda istrinya
" Mau apa kamu, sana diluar banyak temen-temen kamu kan nggak enak kalau ditinggalin. Aku lelah dan ngantuk, aku mau tidur" jawab Riana pura- pura memejamkan mata
"Baiklah aku kasih kamu waktu untuk istirahat 3 jam, aku mau usir dulu tuh para laron yang memgganggu hahahaaa" Ucap briyan yang menggoda ana kembali
Cuupppp
"Selamat istirahat untuk mempersiapkan tenagamu nanti malam ya sayang, hihiii" ucap Briyan lagi
"Dasar suami mesum, sudah nasib aku punya suami yang mesum nggak bakal..."
Belum sempat Riana melanjutkan ocehannya. Briyan langsung membungkam mulut Riana, briyan menyesap bibir Riana dengan rakusnya. maklum sudah lama briyan berpuasa haahaaa
Briyan menarik pinggang ana perlahan briyan menyesap bibir lalu memggigitnya kecil, mereka saling bertaut lidah. Briyan memainkan tangannya dikedua buah yang paling briyan rindukan, pelan-pelan briyan memelintir dan sesekali menyesap rakus seperti bayi kelaparan
setelah puas bermain dengan buah, briyan kembali mengecup leher panjang riana
Mmmm...Aggghhhhh...Hmmm
" Keluarkan saja suara indahmu sayang. Anggap saja sekarang kita sedang mengupang malam pengantin kita hihii" Nafas mereka yang sudah berderu membuat cuaca hujan yang dingin menjadi panas bagi pasangan yang sedang memadu kasih
Selanjutnya bayangkan sendirilah ya apa yang dilakukan mereka ckkk