Aku...
Adalah suratan
Datang dgn duka
di setiap denyut kehidupan mu
Takdir memang bukan untuk dilawan.jalani hidup seperti air mengalir.hidup kenyataan yg harus kita lalui,tahapan nya wajib dilewati.tidak sama seperti gerak kan awan berubah setiap saat tanpa bekas...tanpa tujuan.
hidup memanglah sebuah pemberian.dan sesuatu yg tidak mungkin kita tolak.oleh karena itu kehidupan itu sendiri bukanlah milik kita.sangat tidak mungkin kita menguasai nya.
terbukti dgn kuku kita panjang degan sendirinya.
terbukti dgn rambut kita panjang dgn sendiri nya.
tidak bisa kita hentikan..
Alam pun begitu...
pada sebidang tanah yg sama, tumbuh bermacam macam pohon yg berbeda.namun perbedaan menciptakan satu keindahan.tanpa ditata..
sepertinya pohon pohon sudah mengatur tumbuh nya sendiri sendiri dan tercipta keindahan.asli,alami,
sebagai manusia biasa yg lemah.aku dan siti tentu saja tidak mampu menolak datang nya cinta.
entah dari mana awalnya.aku juga tidak tahu.
kini siti adalah bagian dari diriku. dan aku bagian dari siti.
memang kami sering berdebat.kalau bertemu baik di pinggir sungai maupun di di musala dimana
saja selalu kami berdebat.tentang hidup...buruk dan baik...tentang alam..tentang cinta...mungkin dari sini awalnya.kalau habis berdebat kami selalu ingin bertemu lagi.perdebatan tidak pernah putus...dimana saja.kapan saja.malam...atau siang...di pematang sawah...di pokok pohon beringin...di ujung dusun
di mana saja...ya..dimana saja...dan semua itu terasa indah .dan menyenangkan.
sering siti tidak sekolah..dari rumah berpakaian sekolah. tapi kami pergi jalan..kalau pergi diantar ..
sering siti cabut dan kami mencari tempat tempat yg indah untuk berdebat...
perdebatan yg tidak kunjung habis.menimbulkan rasa sayang..pertemuan demi pertemuan membuat kami cocok.kami tidak pernah berselisih paham..kami saling menjaga perasaan..saling sopan.saling ingin melindungi..tanpa sadar aku merasa siti separo dari diriku begitu juga sebalik nya.
apakah ini yg dinamakan cinta?siti pernah bertanya padaku.mengutarakan apa yg dia rasakan.aku juga tidak mengerti...tapi kami punya rasa yg sama..cinta memang tidak harus orang tahu cinta memang tidak perlu orang mengerti
cinta ...siapa yg mampu menolaknya.
termasuk aku...
padahal di dusun lain seorang gadis menunggu dan menanti setiap hari kedatangan ku.
walaupun perasaanku kepadanya tidak seperti perasaanku pada siti. tapi sebelum aku bertemu siti.aku memang tinggal sama keluarga ayah ku di dusun tetangga.dimana sri tinggal ya...sri nama yg tersemat pada gadis itu.
sri yg selalu perhatian..selalu peduli pada diriku.telah menimbulkan rasa sayang selama ini pada ku. tapi itu sebelum siti hadir.kini semua nya berbeda.siti benar sudah jadi bagian dari diriku.
segalanya jadi berubah...setelah sri datang ke kampung ku.sri datang tiba tiba.tanpa memberi kabar terlebih dulu.sri menemui aku ketika aku justru sedang bersama siti.tfak ada pertengkaran.
tidak ada keributan. tidak ada caci dan maki.yg ada cuma tangis..yg ada cuma air mata..ketika itu.
dan yg paling rumit itu aku..siti dan sri bersi kukuh.
mereka tidak akan pergi mereka akan tetap bersama ku .kecuali aku telah memutuskan.pilih satu di antara dua.aku benar benar rumit...
lama sekali aku diam ketika itu..aku bingung tidak bisa memilih.kalau aku memilih salah satu dari mereka. siti atau sri.aku telah melukai hati perempuan.
aku pandang siti dan sri bergantian.siti menangis terisak. aku pandang sri dia juga menangis.
aku lihat siti lebih terpukul aku lihat dari mata batin ku.tapi aku tidak bisa memilih siti.aku tidak mau menyakiti hati SRI .benar benar aneh dan rumit.
sampai matahari hilang di ufuk barat .langit yg memerah saga sudah mulai kelam.siti dan sri belum beranjak dai tempatnya masing masing.siti air matanya sudah terkuras masih berderai derai..sri masih terisak tertahan.badan nya nampak terguncang.
siti aku adalah sengsara mu...
sri aku adalah duka mu...
malam makin kelam .angin yg berhembus walau lemah sekali pun.sudah terasa dingin.
aku..siti dan sri..seperti tiga buah patung sedang duduk menantang malam. terasa hening sesekali terdengar isak tertahan.
hening mendebarkan.
pergilah keduanya...
tinggalkan aku sendiri..aku seperti bicara pada diriku sendiri..aku tidak mau menyakiti salah satu dari kamu.
suaraku pelan memecah malam...
tidak ada jawaban cuma isak tangis semakin keras ..semakin keras..
aku seperti tidak normal lagi..sebenar nya hatiku pedih.ada rasa sakit menekan dadaku semakin ku tahan semakin perih..
cinta suratan duka...memang sudah menjadi suratan ..
lalu siapakah yg salah?ketika aku tinggal di dusun sebelah sri hadir dalam kehidupan ku.sri begitu perhatian begitu peduli salahkah timbul sayang diantara kami.?tapi nasib bicara lain ketika rasa sayangku mulai tumbuh aku di haruskan kembali ke dusun ku.bukan sri tidak cantik...sri sangat cantik rambutnya panjang,hidungnya mungil,mata sayu,dgn bulu mata tebal membuat aku tak pernah puas memandang nya.
lalu apakah siti?...siti yg ketika itu masih gadis kecil siti memang jauh umurnya di bawah sri.
siti yg ingin banyak tahu.selalu dapat jawaban melalui debat debat menyenangkan bersama ku.hati kami terpaut semakin lama makin dalam.
sehingga diri siti sudah menjadi bahagian dari diri ku.siti gadis kecil yg manis ceria bersemangat
tidak pernah bosan aku di dekat nya sepanjang hari .sepanjang malam.sepertinya waktu berjalan begitu cepat begitu pendek kalau bersama nya.
apakah aku?...yg mudah jatuh cinta?..hatiku lemah. tapi aku tidak pernah merayu tidak pernah mencari perhatian. aku hidup apa adanya sangat sederhana bahkan sering celana levis ku sudah robek robek ku pakai jg. siapakah yg salah...
nasib kah... takdir kah...
cintaku duka mu siti dan sri...
kalau tidak ada yg pergi baik...aku berkata lagi
aku yg akan pergi biarkan aku sendiri...
biarkan aku sendiri ...
sambil melangkah pergi.bulan sabit yg cuma sepotong itu sudah muncul menampakkan diri
sehingga malam yg kelam pun menjadi remang.
aku terus melangkah.dgn isak tertahan dadaku makin terasa sakit .alangkah berat rasanya meninggalkan siti...gadis kecilku..aku membatin
meninggalkan sri tidak terlalu berat ..sri sudah lebih dewasa dan pandai menahan perasaan.memang cintaku lebih dalam rasanya untuk siti .perasaan ku mengatakan begitu.
aku tersentak kaget.tiba tiba saja .serentak siti dan sri berdiri mengejar ku tangisnya makin terisak
seperti sudah di atur .seperti sudah sepakat.padahal tidak siti dan sri memelukku
siti disebelah kiri dan sri di sebelah kanan.aku diam membisu...siti juga diam sri juga diam bahkan angin pun diam membisu...
tanpa ada yg menggerakan.tanpa ada isyarat.entah siapa yg memulai lebih dulu.kami berjalan be rangkulan bertiga .aku di tengah .siti di sebelah kiri ku.sri di sebelah kanan ku.
bulan yg pucat dan sepotong itupun sudah condong ke arah barat
angin yg be desir lemah berbisik di telingaku
aku...
adalah suratan
datang dgn luka
di setiap denyut kehidupanmu
KOTOMANDAKEK september 2022