" Cepat, kubur semua disini ? jangan sampai ada yang ketinggalan atau kita akan mendapat bahaya" ujar seorang lelaki dengan memasukkan semua perlengkapan jaranan.
Dilubang besar yang dalam itu semua peralatan jaranan dan satu gamelan dimasukkan termasuk seorang gadis yang sudah terbujur kaku yang mengenakan baju warna putih selutut.
Angin berhembus dengan kencang menerbangkan dedaunan yang ada di pohon beringin yang menjulang tinggi dan besar itu. Cahaya rembulan yang sedikit tertutup awan hitam ikut menerangi kegiatan kedua orang laki- laki tersebut.
" Hufz..capek sekali Mbah Suro ?Apa boleh saya istirahat dulu sebentar?" ucap lelaki paruh baya yang mengenakan baju berwarna coklat dengan celana hitam selutut.
Laki- laki itu terlihat beberapa kali mengusap keringat yang mengalir dari tubuhnya.
"Tidak bisa ,ayok cepat keburu ketahuan orang ?" jawab Mbah Suro lelaki dengan memakai ikat dikepala berwarna hitam.
Tanah berwarna merah berhambur sekujur tubuh gadis itu dengan tumpukan peralatan jaranan dan gamelan.Kedua lelaki itupun menginjak- injak tanah
tersebut menjadikan tanah tersebut rata kemudian meninggalkan tempat tersebut dengan lari.
***
" Ma ,pa Yakin kita tinggal disini?Bukannya enak tinggal di hotel atau apartemen ?" Sari mengeluh.
" Sari hotel dan apartemen disini jauh? Kalau disini kan enak dekat sekolah baru mu?"ucap mama dengan mengelus pundakku.
" Tempat kerja papa juga dekat,Jadi kita sama-sama enak?" papa ikut menimpali.
" Tapi ma, pa disini jarak rumah kerumah agak jauh tuh lihat, masak kita mau sapa saja harus teriak- teriak dulu itupun kalau dengar? " protes sari.
" Ya nanti kan dengan berjalannya waktu kamu bisa dapet temen yang bisa kamu ajak kesini atau mau kamu ajak menginap disini juga boleh?" Rayu mama sari.
Sari sekeluarga harus rela meninggalkan kota untuk sementara waktu karna papa sari sedang mengawasi sebuah proyek di desa B. Keluarga sari mendapat rumah sewa yang berada agak jauh dari permukiman warga,Keluarga sari harus melewati permukiman warga ,kemudian mengikuti jalan setapak yang hanya bisa dilewati satu mobil saja,disini hanya ada 5 rumah dan itupun jaraknya agak jauh- jauh.Sari anak yang manja,tapi mudah bergaul. Bagi sari harus pindah rumah dan sekolah seperti saat ini itu hal biasa karna memang pekerjaan papanya begini.Mengawasi proyek kesana kemari.
**
Malam ini, Sari masuk kamar lebih awal. karna besok hari pertama dia masuk kesekolah baru dikampung ini.
Kamar Sari cukup luas,ranjang yang berukir dari kayu jati ,dengan samping meja kecil diatas lampu berwarna kuning, disamping terdapat lemari satu serta 2 jendela yang menghadap ke belakang rumah dengan pemandangan pohon beringin yang besar dan rindang.
" Ning, nong ..Ning nong guuunggg..." Suara gamelan yang samar- samar semakin keras terdengar.
" Seru nih, kayaknya ada acara deh ditetangga sebelah? rame bener kelihatannya ?mau nonton pasti gak boleh sama mama papa?"ucap Sari yang duduk diranjang.
" Hak, e ..hak e ..." Suara kemeriahan para penonton.
Sari yang penasaran bergegas turun dari ranjang mencari asal muasal suara, ketika sari membuka tirai sari terkejut.
Dibawah pohon beringin sudah ada banyak orang,semua orang meyaksikan pentas tari jaranan,penari itu sangat gemulai dalam menari dengan membawa jaranan yang dipegangnya diiringi dengan musik gamelan semakin membuat kemeriahan terasa.
Sari pun melihat dari balik jendela.Acara masih terus berlangsung sari yang mulai mengantuk menutup kembali tirainya dan tidur.
***
Disekolah Sari duduk dengan Murni.
" Gimana rasanya tinggal didesaku enak gak , pasti lebih enakkan dikota ya?"tanya murni.
" Tidak biasa saja ,sama saja ?" jawab sari.
" Eh murni tadi malam kamu lihat juga gak acara tari- tarian.?"tanyaku.
" Tarian apa?" jawab murni dengan bingung.
" Tarian ada musiknya terus ada penari membawa jaranan,cantik sekali dianya." jelas sari dengan semangat.
" I...tu.." ucap murni.
" Pagi anak- anak" ucap pak guru yang masuk memberi salam.
**
Pukul 5 sore Sari berdiri, dibawah pohon beringin besar nan rindang,menoleh kanan kiri menikmati suasana sore.
"SAARRRIIIII......SAAARIIII" Terdengar suara lirih memanggil sari.
Sari mencari keberadaan suara.
" Sarriii"
"Eh..siapa kamu?" sari kaget bukan main saat membalikkan badan, sudah ada wanita cantik berdiri didepannya."
" Kenalin nama aku Nilam, aku tinggal disana?" ujar. perempuan cantik itu dengan menunjuk rumah yang tidak kelihatan.
" Ow.. iya,namaku Sari ,eh tapi kok kamu sudah tau namaku duluan." ucap Sari bingung.
" Hehe ya.. aku dengar waktu mamamu panggil namamu?" jawabnya.
”Bukankah kamu penari tadi malam?" tanya sari lagi.
penari itu hanya mengangguk. memandang sari dengan tatapan dalam.
"SARII APA YANG KAMU LAKUKAN SADAR NAK SADAR !" Teriak mama Sari yang mengguncang- guncang tubuh sari.
Sari terus menari, kesana kesini bagai penari jaranan profesional.
" SARII.. plaaaakk.!" mama sari menampar pipi sari dengan keras.
Sari pingsan, kemudian sari dibawa kerumah, setelah sadar mama sari memberi air putih.duduk dikursi ruang tamu.
" Apa yang kamu lakukan tadi SAR " ucap mama dengan serius.
" Lakukan apa mama? sari tidak mengerti dengan perkataan mama?"
" Kamu tadi sendirian menari- nari dibawah pohon beringin dibelakang rumah dan kamu mama panggil- panggil tidak menjawab?" gumam mama sari.
" Aku menari,tidak ma aku tadi sedang main dengan teman baruku namanya Nilam dia yang pandai menari katanya itu tari jaranan. " ujar sari.
"Haduh teman siapa lagi jelas- jelas dia sendiri ?" ucap mama sari dalam hati dan mengiyakan saja apa kata sari.
***
"Mau kemana mang?" tanya Sari pada seoarang lelaki yang belum cukup tua.
" Kaa.....ka..mu?aku tidak salah aku hanya mengikuti perintah,a..a ku tidak salah?" ujar lelaki itu dengan terbata seraya lari terbirit-birit.
***
Malam semakin larut,aku tidak bisa tidur.
"Tok..Tok.."suara kaca jendela diketuk.
Sari cepat turun dari ranjang dan menggeser korden .
" Nilam ada apa?tunggu aku kesana?"
" Ada apa? kenapa kamu pergi selarut ini ? apa orang tuamu tidak mencarimu?" sari yang sudah berada dibawah pohon beringin besar.
" Tolong aku, tolong tempatkan aku di tempat yang layak?ini rumahku pindahlah aku ?"ucap Nilam dengan memohon.
Sari belum menjawab, tiba - tiba Nilam yang cantik berubah ,menjadi penari lengkap menggunakan kostum penari ,dengan perut penuh tusukan,kulit wajah hampir terkelupas dan mata yang satu penuh dengan darah mengalir seperti tertusuk suatu benda.Nilam menari- nari dari dengan jaranan yang selalu dibawa jaranan pun penuh dengan noda darah.
"Aaaaaaaaakkk"
*****
pagi.
"Sari...Sariii.... bangun nak ? mama cari kamu dari semalam,apa yang kamu lakukan dengan tidur disini?"ujar mama dengan Isak tangis memeluk tubuh sari dengan erat.
" Mama kita harus tolong teman sari ma ? kita harus tolong? " ucap Sari dengan memaksa
" Siapa nak siapa yang harus kita tolong?"
" Temanku ma ,dia ada disini?"
Tanpa berfikir panjang Sari berlari masuk kerumah, selang beberapa menit sari kembali dengan membawa cangkul ditangannya.Sari lalu menggali tanah yang ada dibawah pohon beringin.
" Astagfirullah halazim, apa ini ? "
.Tidak butuh waktu lama mama sari segera memanggil RT setempat dan warga.
Pak RT, dan warga memenuhi belakang rumah Sari.Selain penemuan alat- alat gamelan ternyata ada seorang mayat disana dengan kondisi yang mengenaskan.
Menurut penuturan warga, dia adalah Nilam anak penari jaranan yang hilang,kedua orang tua Nilam diduga difitnah memakai penglaris dan memikat siapa saja yang melihat Nilam menari.Dari fitnahan itu akhirnya warga kesal dan membakar rumah orang tua Nilam dalam kebakaran tersebut hanya ditemukan jenazah ibu dan bapak Nilam saja sedangkan Nilam tidak ada dan warga juga tidak mau tau lagi tentang Nilam .
Sungguh Sari tidak percaya dengan semua ini,apa benar makhluk bisa menampakkan diri dan mengajaknya bermain ?
Dan siapa yang tega memfitnah keluarga Nilam dan membunuh Nilam?