Bismillahirrahmanirrahim..
❤ini adalah kisah Anandita Putri Alea, gadis cantik berusia 17 Tahun yang terlahir dari keluarga sederhana, Dita sering mendapatkan perlakuan tidak adil dari sang Ibu berbeda dengan kakak dan adiknya, seolah dia tidak dianggap. Dia memang tidak secerdas kak Amira dan tidak secantik Syifa adiknya. Sang ayah telah meninggal dunia saat dia menginjak usia 7 Tahun, Walau sering dibedakan dengan kedua saudarinya dia terus mencoba belajar dan belajar agar dirinya bisa dibanggakan dan disayangi oleh sang ibu❤
Selamat Membaca.. 🤗
Hari ini Dita baru saja pulang sekolah, dia bersekolah di SMA Harapan Bangsa..
Dia berjalan memasuki rumah, mencuci tangan dan langsungeng berganti pakaian. Ternyata sang ibu dan kedua saudarinya sedang menonton TV di ruang keluarga
"Assalamu'alaikum ibu, kak.. " Ucap Dita, sopan.
"Wa'alaikumsalam.. " Jawab semuanya, datar.
Dita menghela nafas pelan dan langsung duduk di lantai bawah alias di karpet, tidak ada satu pun yang peduli dan menyuruhnya duduk di sofa.
"Berapa nilai ulangan Matematika kamu? " Tanya Ibu Riska, sinis.
"Delapan puluh lima.. " Jawab Dita, menunduk.
"Cih, sudah berapa kali saya katakan belajar dan belajar, sejak kamu kenal dengan Ema kamu semakin bodoh, saya benci anak yang bodoh.. " Sentak Ibu Riska, marah.
Deg..
Hati Dita remuk dan hancur bagaikan ditusuk ribuan belati, dia sebenarnya sudah biasa mendengarkan perkataan menyakitkan dari sang ibu namun kali ini benar-benar sudah sangat menyakitkan.
"Contoh dong kakak kamu, dia itu sangat cerdas selalu ranking 1 dari kelas 1 SD sampai sekarang kuliah masih jadi juara, selalu lomba, pintar bahasa Inggris, bahasa Spanyol, contoh dong jadiin panutan.. " Ucap Ibu Riska.
"Adik kamu Syifa dia selalu jadi primadona sekolah, pintar, cantik gak pernah dapat nilai dibawah 90 gak pernah.. " Ucap Ibu Riska.
Air mata mengalir dari pipi Dita, hatinya sangat sakit bagai ditusuk ribuan belati, hati anak mana yang tidak sakit ketika dibanding-bandingkan dengan saudari kandungnya, namun dia hanya bisa terdiam tanpa mampu menjawab apapun.
KEESOKAN HARINYA.
SMA HARAPAN BANGSA.
Setiap hari Dita berangkat sekolah dengan berjalan kaki berbeda dengan kakak dan adiknya yang selalu diantar jemput alasannya sih Kampus dan sekolah mereka sangat jauh, padahal jarak antara sekolah dan rumah cukup jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki.
Dita memasuki gerbang dengan senyuman dia berusaha tersenyum padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Hai Dita!! " Sapa Leona, siswi primadona sekolah.
"H-halo Leona.. " Jawab Dita.
"Nihh, bawain tas gue ke kelas.. " Ucap Leona, melemparkan tas bermerek nya ke tubuh Dita.
Dengan sabar Dita membawakan tas Leona menuju kelasnya, walau kelas mereka berbeda dan jaraknya sangat jauh dia mesti menuruti keinginan jahat Leona.
KELAS 12 IPS.
Setelah selesai dengan urusannya Dita kembali ke kelasnya, dia langsung masuk dan duduk di kursi nya..
Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, rasanya dia ingin menangis. Mengapa dirinya berbeda dengan kedua kakak adiknya? mengapa nasibnya berbeda? tapi sekali lagi dia sadar dia tidak secerdas kak Amira dan tidak secantik Adiknya Syifa.
Tiba-tiba ibu guru memasuki kelas.
"Assalamu'alaikum, mohon perhatiannya anak-anak! sekolah kita akan mengadakan lomba terbuka untuk semua siswa dan siswi yang akan melawan siswa dan siswi dari sekolah lain! 1. Lomba Melukis 2. Lomba memasak 3. Lomba Futsal 3. Lomba menulis Cerpen 4. Lomba Menari 5. Lomba basket 6. Lomba karate 7. Lomba Silat 8. Lomba menulis Aksara Sunda! Bagaimana apakah dari salah satu lomba ada yang tertarik? buat yang tertarik langsung saja daftar ke ibu yaa.. " Ucap Bu Nilam.
"Baik Bu.. " Jawab Semuanya.
Saat ini jam istirahat telah dimulai saat semua siswa dan siswi pergi ke kantin, Dita berniat menghampiri Bu Nilam di meja nya.
"Permisi Bu.. " Panggil Dita, sopan.
"Iya ada apa? " Tanya Bu Nilam.
"Bu bolehkah Dita ikut lomba menulis Cerpen? sebelumnya Dita belum pernah ada pengalaman lomba tapi Dita ingin mencobanya.. " Ucap Dita.
"Tentu saja boleh nak, siapa nama panjangnya? " Tanya Bu Nilam.
"Anandita Putri Alea.. "
"Baik, Dita giatkan lagi berlatih nya ya, jangan putus asa dan terus belajar okay, lomba akan diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus.. " Jelas Bu Nilam.
"Baik Bu, terimakasih.. " Jawab Dita, pergi meninggalkan meja gurunya itu.
🥀🥀🥀
Saat ini Dita sedang duduk di kantin hendak membuka kotak bekalnya, saat dia akan menyuap tiba-tiba saja datang Leona dkk.
"Eitsss tunggu dulu guys, ada yang ikutan lomba menulis Cerpen gak sih?? kayaknya orangnya kepedean gak sih?? " Sindir Leona.
"Eh iya yah, pede banget ngelawan SMA Taruna Bangsa.. " Sahut Meyda.
"Yups, mending siapin mental gak sih, malu depan banyak orang?? " Timpal Gigi.
Akhirnya ketiga siswi itu tertawa terbahak-bahak dan pergi meninggalkan meja Dita.
Dita hanya mampu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan sebari menangis, rasanya hatinya sangat sakit dan terluka.. Apa salahnya dia sampai semua orang sangat membencinya??
"Ditaa.. " Ucap Ema, menepuk pundak temannya.
"Ema.. " Lirih Dita, memeluk teman baiknya itu.
"Hiks.. hikss.. hikss.. apa salahku Ma? apakah aku jahat kepada mereka sehingga mereka mem-bully ku?? " Tanya Dita, menangis.
"Tidak, kau sangat baik Dita, ini adalah cara Tuhan untuk menjadikanmu anak yang kuat dan sabar.. " Nasihat Ema, memeluk temannya itu.
Dita menumpahkan segala unek-unek nya selama ini di dalam pelukan teman baiknya itu.
RUMAH KELUARGA DITA.
Sepulang sekolah Dita langsung mengganti pakaiannya dan memilih menyendiri di dalam 😙kamar, dia memilih berlatih dan berlatih untuk lomba minggu depan.
kini waktu sudah larut malam dan dia belum kunjung makan malam, dia lebih memilih terus berlatih menulis Cerpen.
Tokk.. tokk.. tokk..
"Kakak, ini Syifa, bolehkah Syifa masuk? " Tanya Syifa.
"Masuk saja Syifa.. " Jawab Dita, datar.
Ceklek..
Ternyata Syifa masuk dengan membawakan sup udang dan nasi kesukaan Dita dan dia.
"Kakak kenapa tidak makan malam? apa yang kakak kerjakan? " Tanya Syifa, melihat tumpukan kertas dan pensil.
"Kakak sedang berlatih untuk lomba minggu depan.. " Jawab Dita
"Benarkah? semangat ya.. " Ucap Syifa, tersenyum.
"Lomba-lomba, sok pinter banget sih, udah tahu bodoh masih ikutan lomba, mau malu-maluin keluarga kita hah?!! " Sentak Kak Amira.
Entah darimana tiba-tiba wanita itu sudah masuk kedalam kamar Dita.
"Kak.. " Lirih Dita, berkaca-kaca.
"Kak kak emang gue kakak lo, dasar tukang malu maluin keluarga.. " Hina Kak Amira, meninggalkan kamar.
Dita menghapus air matanya yang terjatuh, dia tidak ingin menunjukkan bahwa dirinya lemah dihadapan Sang adik.
"Kak Dita.. " Ucap Syifa, memeluk Sang kakak.
Dita hanyalah gadis yang lemah yang selalu diremehkan banyak orang, termasuk keluarganya sendiri diantara semua keluarganya yang paling membencinya adalah Ibu dan kakaknya.
SATU MINGGU BERLALU ✨
Hari ini adalah hari perlombaan Dita, Dita meminta Sang ibu untuk hadir di acara perlombaan nya namun dengan tanpa perasaan Sang ibu menolaknya..
Dita sudah bersiap dengan seragam sekolahnya, dia berpamitan pada ibu dan kakaknya lalu kemudian pergi dengan berjalan kaki.
Ternyata dia terlambat, acara sudah dimulai..
SMA HARAPAN BANGSA 💖
Acara sudah dimulai dan sedetik lagi namanya akan dipanggil untuk memasuki ruangan perlombaan dengan berlari tertatih tatih dia memasuki ruangan Cerpen itu.
"Assalamu'alaikum, maaf saya terlambat.. " Ucap Dita, menunduk.
"Tidak masalah, silahkan masuk.. "
Dita berjalan memasuki ruangan Cerpen dan langsung duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Bismillahirrahmanirrahim, harap semuanya yang mengikuti lomba segera berkumpul acara akan segera dimulai.. "
"Baiklah ibu hitung dari 1-3 ya dan lomba akan dimulai.. "
"1.. 2..3.."
Dita mulai menulis ceritanya, dia menulis sebuah kisah tentang gadis yang malang yang akhirnya menemui kesuksesan nya walah harus melewati banyak rintangan, cobaan dan air mata.
"Selesai.. "
"Baiklah acara lomba menulis Cerpen sudah selesai, dengan ini terimakasih sudah mengumpulkan naskah, pengumuman pemenang akan diberitakan pada jam 12, harap semua peserta berkumpul di lapangan, terimakasih.. "
Dita kini bernafas lega, dia sebenarnya sangat takut dirinya kalah, sebab dia tidak ingin nama sekolah nya jelek karena dirinya.
JAM 12
"Pengumuman-pengumuman, harap semua peserta lomba berkumpul di lapangan.. "
Dita dan Ema segera menuju ke lapangan dia berdiri di barisan paling depan, hatinya berdebar kencang, dia takut kalah di lomba tingkat sekolah ini.
"Baiklah, ibu Rista akan mengumumkan pemenang atau juara dari 9 lomba ini yang terdiri dari juara 1, juara 2 dan juara 3 dari masing-masing lomba.. "
"Juara satu lomba menulis Cerpen adalah... "
"Adalah... Anandita Putri Alea 🎉!! "
Sorak bahagia terdengar diseluruh sekolah, Dita tersenyum manis saat tahu dia memenangkan lomba, kini dia bisa membuktikan bahwa dirinya tidak sebodoh itu.
Dita menaiki panggung dengan senyum manisnya.
"Ini dia anak berbakat yang telah memenangkan lomba, selamat.. "
Dita diberikan piala dan sertifikat kemudian berfoto bersama kepala sekolah.
~~~~TAMAT~~~~
Alhamdulillah kisah Dita sudah tamat ya, semoga memberikan manfaat dan motivasi untuk kita sebagai remaja bangsa yaa..
Jangan pernah menyerah dengan sebuah kejatuhan karena kita bisa bangkit dengan kaki kita sendiri-Anandita
Follow ig novel : Cahaya Cinta Di Langit Makkah